Home
Login.
Artikelilmiahs
27543
Update
ARIF NUR FAOZI
NIM
Judul Artikel
Estimasi Feeding Ground Duyung Berdasarkan Biomassa Lamun Menggunakan Citra Landsat 8 di Perairan Selokan Duyung Taman Nasional Ujung Kulon
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Duyung (Dugong dugon) merupakan mamalia laut yang besifat herbivore dimana saat ini statusnya termasuk rentan terhadap kepunahan. Makanan utama duyung adalah lamun, tumbuhan lamun memiliki kemampuan beradaptasi yang baik untuk hidup di perairan pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan duyung, kondisi padang lamun dan mengestimasi stok makanan duyung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Penelitian ini dilakukan di perairan Selokan Duyung Taman Nasional Ujung Kulon dengan 3 stasiun, dengan tiga kali pengamatan ulang pada setiap stasiun. Pengambilan data keberadaan duyung dilakukan dengan metode wawancara, survei dan transek garis. Perhitungan luasan padang lamun menggunakan data Citra Landsat 8 dengan menerapkan algoritma lyzenga. Selama penelitian tidak ditemukan keberadaan duyung. Jenis lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides, Halophila ovalis dan Syringodium isoethifolium. Penutupan lamun tergolong rendah yaitu 11,436 – 23,485%. Estimasi stok lamun sebagai makanan duyung di Selokan Duyung Taman Nasional Ujung Kulon sebesar 312.243,85kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dugong (Dugong dugon) are herbivore marine mammals which at present are vulnerable to extinction. The main food of dugongs is seagrass, seagrass has good adaptability to live in coastal waters. The purpose of this study was to determine the existence of dugongs, seeagrass condition and to estimate dugong food stocks. The study was conducted on July 2019. This research was conducted in the waters of Selokan Duyung Ujung Kulon National Park, with three stations and with three repeated observations at each station. The existence of dugong data collection conducted by interview, survey and the line transect. The calculation of the extent of seagrass using Landsat 8 Data by applying the algorithm lyzenga. During the study did not find the existence of dugong. Seagrass species found were Enhalus acoroides, Halophila ovalis and Syringodium isoethifolium. Seagrass cover is classified as low at 11.436 - 23.485%. The estimated stock of seagrasses as dugong food in the Ujung Kulon National Park is 312.243,85kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save