Home
Login.
Artikelilmiahs
27172
Update
IHSAN YOSINANDA SIGAR
NIM
Judul Artikel
LAMA DAN FREKUENSI RUMINASI KAMBING YANG MENDAPAT PENAMBAHAN TEPUNG BAWANG PUTIH DAN MIKROMINERAL DALAM PAKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh penambahan tepung bawang putih dan mikromineral Cr organik terhadap lama dan frekuensi ruminasi kambing PE (Peranakan Etawa). Penelitian dilaksanakan pada 20 Mei 2019 hingga 14 Juli 2019 di Gunung Tugel Farm, Gunung Tugel, Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Materi penelitian menggunakan 18 ekor kambing PE jantan dengan umur 1–1,5 tahun dan kisaran bobot 18,62 - 32,69 kg. Pakan yang diberikan yaitu konsentrat sebanyak 60% dan hijauan berupa rumput lapang sebanyak 40%, air minum, tepung bawang putih (Allium sativum) 250 ppm, mineral chromium organik 1,5 ppm, 8 buah kamera CCTV, 1 unit monitor, timbangan analitik dengan ketelitian 0,05 kg, dan timbangan analitik dengan ketelitian 0,001 kg. Parameter yang diamati adalah lama waktu ruminasi dan frekuensi ruminasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen secara in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 : kontrol (pakan basal) ; R1 : pakan basal + 250 ppm tepung bawang putih ; R2 : pakan basal + 250 ppm tepung bawang putih + 1,5 ppm Cr Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang putih dan Cr mikromineral organik terhadap waktu ruminasi berbeda nyata (P<0,05) yaitu 404 ± 19,6; 382 ± 19,04 dan 351 ± 13,87 menit/hari dengan rata-rata 379 menit/hari dan frekuensi ruminasi tidak berbeda nyata dengan jumah ruminasi perlakuan R0, R1 dan R2 : 360 ± 24,03; 359 ± 30,13 dan 342 ± 21,10 kali/hari. Simpulan yang diperoleh adalah penambahan tepung bawang putih dan mikromineral Cr organik dalam ransum berpengaruh nyata terhadap lama ruminasi, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap frekuensi ruminasi kambing PE.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study aimed to determine the effect of adding the garlic flour and organic chromium to the length and frequency of goat rumination (Etawa crossbreed). The study was conducted on May 20 to July 14 2019 at Gunung Tugel Farm, Gunung Tugel, Banyumas and Laboratory of Animal Feedstuff Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java. Materials used on this study are 18 male etawa crossbreed goat with initial weight range of 18.62 – 32.69 kg and ± 1–1.5 years old. Feed consisted of 60% concentrate and 40% field grass, mineral water, 250 ppm garlic powder (Allium sativum), 1.5 ppm organic chromium, analytical scales with accuracy of 0.05 kg, analytical scales with accuracy of 0.001 kg, 8 units CCTV cameras, and 1 unit monitor. The parameters observed was the length and frequency of rumination. The study method used an in vivo experiment with a completely randomized design (CRD) using 3 treatments and 6 replicates. Treatment consisted of R0: control (basal feed); R1: basal feed + 250 ppm garlic powder; R2: basal feed + 250 ppm garlic powder + 1,5 ppm Organic Cr. The results showed that the addition of the garlic flour and organic Cr micromineral with every treatments has a significant effect to the length of rumination (P<0,05) R0, R1 and R2 were 404 ± 19,6; 382 ± 19,04 and 351 ± 13,87 min/day. The result of treatments to the frequency of rumination has no significant effect (P>0,05) R0, R1 and R2 were 360 ± 24,03; 359 ± 30,13 and 342 ± 21,10 rumination/day. The Conclusion obtained the addition of garlic powder and minerals organic Cr was significantly decrease the length of goat rumination and did not significantly decrease frequency of goat rumination.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save