Home
Login.
Artikelilmiahs
27095
Update
AULIA MUTIARA KHOIRUNNISA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SEBARAN WILAYAH PENYAKIT DIARE BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DI KOTA TEGAL TAHUN 2015-2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Sebaran penyakit diare biasanya berhubungan dengan faktor lingkungannya karena penularannya yang fecal oral. Untuk menggambarkan sebaran penyakit diare dibutuhkan analisis spasial dari Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran wilayah penyakit diare berdasarkan faktor lingkungan di Kota Tegal Tahun 2015-2017. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi ekologi. Unit analisis dalam penelitian ini yaitu seluruh kelurahan di Kota Tegal sebanyak 27. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu prevalensi kasus diare, akses jamban, akses air minum, kepadatan penduduk dan wilayah ODF yang diperoleh dari Dinkes Kota Tegal dan data daerah rawan banjir yang diperoleh dari BPBD Kota Tegal. Analisis spasial dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS 10.2 Hasil Penelitian : Kelurahan yang selalu memiliki prevalensi diare tinggi pada Tahun 2015-2017 berjumlah 13. Pola sebaran diare yang tinggi cenderung lebih banyak di kelurahan yang masyarakatnya memiliki akses jamban sehat dan akses air minum yang tinggi. Kelurahan dengan kepadatan penduduk rendah, berstatus non ODF dan rawan banjir didapatkan pola sebaran diare yang tinggi. Kesimpulan : Kelurahan dengan prevalensi diare tinggi cenderung lebih banyak di wilayah yang termasuk sebagai daerah aliran sungai, daerah dengan akses jamban sehat tinggi, akses air minum tinggi, kepadatan penduduk rendah, daerah rawan banjir, curah hujan rendah, dan berstatus non ODF.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ANALYSIS OF THE DISTRIBUTION OF DIARRHEAL AREAS BASED ON ENVIRONMENT FACTORS IN THE CITY OF TEGAL IN 2015-2017 Background : The distribution of diarrheal diseases is usually related to environmental factors because of fecal-oral transmission. To be able to describe the distribution of diarrheal areas with environmental factors, spatial analysis of the Geographic Information System is needed.This study aims to determine the distribution of diarrheal diseases based on environmental factors in Tegal from 2015 until 2017. Methods : This research is a quantitative descriptive study with an ecological study design using spatial modeling. The subject of this research that all villages in Tegal as many as 27 villages. The prevalence of diarrhea cases and their independent variables data were obtained by secondary data from Dinkes and BPBD Kota Tegal. Spatial analysis performed with ArcGIS 10.2. Results: The villages that always has a high prevalence of diarrhea in 2015-2017 amounted to 13. The pattern of high diarrhea distribution tends to be more in urban villages where the community has good access to healthy latrines and access to drinking water. The villages with low population density and low rainfall, non-ODF status, and flood-prone areas have high diarrhea distribution patterns. Conclusion: Village with high diarrhea prevalence tends to be more in the region that included a watershed, an area with high access healthy latrines, access to drinking water is high, low population density, areas prone to flooding, low rainfall, and none ODF status. Keywords: Diarrhea, Environment, Overlay, Spatial
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save