Home
Login.
Artikelilmiahs
27089
Update
NURUL FADHLILLAH
NIM
Judul Artikel
Produk Potensial Berbasis Gula Kelapa Kristal untuk Pengembangan UMKM di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jawa Tengah menempatkan posisi kedua yang memiliki jumlah perkebunan kelapa terluas di Pulau Jawa. Salah satu potensi yang ada dan sudah dikembangkan di Kabupaten Banyumas yaitu komoditas gula kelapa kristal. Industri gula kelapa khususnya gula kelapa kristal merupakan mayoritas UMKM yang berada di Banyumas, dapat dikatakan bahwa UMKM gula kelapa merupakan penopang dan penyangga utama perekonomi di daerah Banyumas. Pengembangan produk potensial gula kelapa kristal dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan atau mempertahankan perekonomian daerah Banyumas. Pada kondisi lain, tidak semua produk potensial akan sukses bila dikembangkan UMKM karena keterbatasan yang dimiliki UMKM. Pengambilan keputusan secara efektif dapat menjadi kunci keberhasilan UMKM dalam upaya pengembangan produk. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui ragam jenis produk yang dapat dikembangkan dari gula kelapa kristal; 2) Mengetahui jenis urutan prioritas alternatif produk potensial gula kelapa kristal untuk pengembangan skala UMKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian terdiri atas identifikasi produk potensial gula kelapa kristal, seleksi awal produk potensial dan penentuan prioritas pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan urutan prioritas produk gula kelapa kristal yakni 1) sirup asam jawa, 2) abon ikan, 3) jahe merah instan, 4) temulawak instan, 5) cincau hijau instan, 6) jenang, 7) bumbu gado-gado, 8) enting-enting kacang, 9) wajik. Prioritas pengembangan produk gula kelapa dikelompok menjadi 3 kelas yaitu 1) sangat potensial yang terdiri dari produk: sirup asam jawa dan abon ikan, 2) potensial yang terdiri dari produk: jahe merah instan, temulawak instan, cincau hijau instan, dan jenang, 3) kurang potensial yang terdiri dari produk: bumbu gado-gado, enting-enting kacang, dan wajik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Central Java on second position which has the largest number of palm plantations in the island of Java. One of the potential that exists and has been developed in Banyumas district, namely crystal coconut sugar commodity. Coconut sugar industry, especially crystal coconut sugar, is the majority of MSMES in Banyumas, it can be said that MSME sugar is the main supporter and buffer of economic development in Banyumas area. The development of potential products of palm sugar can be one solution to enhance or maintain the economy of Banyumas area. In other cases, not all potential products will succeed when developed by SMES due to the limitations that SMES have. Effective decision making can be key to MSME success in product development efforts. The research aims to: 1) know the range of products that can be developed from crystals coconut sugar; 2) to determine the type of alternative priority order of crystals coconut sugar potential products for SMES scale development in Banyumas district. The research comprises the identification of the potential product of crystals coconut sugar, the initial selection of potential products and the determination of development priorities. The study uses survey methods and library studies. The results of the study showed the order of the priority of crystals coconut sugar products, namely 1) tamarind syrup, 2) fish shredded, 3) Instant red Ginger, 4) Instant Temulawak, 5) Instant green Grass jelly, 6) Jenang, 7) Gado-Gado Seasoning, 8) enting-enting beans, 9) Wajik. The priority of developing crystals coconut sugar products in the group of 3 classes is 1) very potential consisting of products: Javanese tamarind syrup and fish shredded, 2) potential consisting of products: instant red ginger, instant Temulawak, instant green grass jelly, and Jenang, 3) Less potential consisting of products: Gado-Gado seasoning, enting-enting nut, and Wajik.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save