Artikel Ilmiah : E1A016048 a.n. WIDI ARTONO
| NIM | E1A016048 |
|---|---|
| Namamhs | WIDI ARTONO |
| Judul Artikel | CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN PSIKIS (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 0639/PDT.G/2018/PA.JP) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN PSIKIS (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 0639/Pdt.G/2018/Pa.Jp) ABSTRAK Pengertian Perkawinan sebagaimana yang diatur dalam pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun pada kenyataannya tujuan perkawinan itu tidak selalu tercapai, bahkan sebaliknya kandas atau gagal ditengah jalan, perkawinan yang keadaannya tidak harmonis tidak baik jika dibiarkan begitu saja, demi kepentingan kedua belah pihak suami-isteri, perkawinan yang tidak harmonis dapat diputus melalui perceraian. Perceraian merupakan putusnya ikatan perkawinan antara suami-isteri dengan putusan pengadilan melalui pemeriksaan di depan sidang pengadilan dan ada cukup alasan bahwa diantara suami isteri tidak akan dapat hidup rukun lagi sebagai suami-isteri, sebagaimana yang terdapat pada putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor:0639/Pdt.G/2018/PA.JP yang akan penulis teliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertimbangan hukum apa yang hakim gunakan dalam memutus perkara gugat cerai dan akibat hukum dari putusan hakim terhadap kedua belah pihak. Metode penelitian yang peneliti pakai adalah dengan pendekatan Yuridis Normatif, metode pendekatan dengan pendekatan Perundang-undangan, pendekatan analitis, spesifikasi penelitian dengan inventarisasi hukum positif dan sinkronisasi hukum, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi pustaka, metode penyajian data disajikan dalam bentuk uraian atau teks naratif dan metode analisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum yang digunakan oleh Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat adalah menggunakan Pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Juntco Pasal 116 KHI, Peneliti berpendapat bahwa terdapat fakta hukum lain yaitu adanya unsur kekerasan psikis, sehingga alasan perceraian yang tercantum dalam pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Juntco Pasal 116 huruf (d) KHI juga dapat dijadikan sebagai alasan mengabulkan gugatan, yaitu salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak lain. Kata Kunci : Cerai Gugat, Kekerasan Psikis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | DIVORCE IS SUED BECAUSE OF PSYCHIC VIOLENCE (Juridical Review of Central Jakarta Religious Court Decision Number: 0639 / Pdt.G / 2018 / Pa.Jp) ABSTRACT The definition of marriage as regulated in article 1 of Law Number 1 of 1974 is a physical bond between a man and woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the Godhead of the Almighty. But in reality the purpose of marriage is not always achieved, even if it fails or fails in the middle of the road, marriages that are not in harmony are not good if left unchecked, for the sake of both partners, marriages that are not harmonious can be broken through divorce. Divorce is a broken marriage bond between husband and wife with a court decision through examination before a court hearing and there is sufficient reason that between husband and wife will not be able to live in harmony again as husband and wife, as contained in the decision of the Central Jakarta Religious Court Number: 0639 / Pdt.G / 2018 / PA.JP which the writer will examine. The purpose of this study was to determine what legal considerations the judge used in deciding divorce suit cases and the legal consequences of the judge's decision on both parties. The research method that the author uses is the Normative Juridical approach, the method approach with the Legislative approach, analytical approach, research specifications with positive legal inventory and legal synchronization, data sources used secondary data, methods of data collection with literature study, data presentation methods are presented in the form of narrative text or description and analysis method using descriptive qualitative. The resultsshowed that the legal considerations used by central Jakarta religious court judges were to use article 39 paragraph (2) of law number 1 of 1974 juncto article 19 letter (f) of government regulation number 9 of 1975 juntco of article 116 letter (f) KHI, examining the opinion that there are other legal facts namely the existence of element of psychological violence, so the reason for divorce contained in article 39 paragraph (2) of law number 1 of 1974 juncto article 19 letter (d) of government regulation number 9 of 1975 juntco of article 116 letter (d) KHI, can also be used as reason to grant a lawsuit, namely one of the parties commited atrocities or severe persecution that is harmful to other parties. Keywords: |
| Kata kunci | Cerai Gugat, Kekerasan Psikis |
| Pembimbing 1 | Haedah Faradz, S.H., M.H |
| Pembimbing 2 | H. Mukhsinun, S.H., MH |
| Pembimbing 3 | Drs. Noor Asyik, M.Ag |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2020-04-27 08:17:23.383061 |