Artikel Ilmiah : E1A015189 a.n. HANIFAH ALYA HUSNA

Kembali Update Delete

NIME1A015189
NamamhsHANIFAH ALYA HUSNA
Judul ArtikelTEKNIK KEJAKSAAN AGUNG DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI INVESTASI DANA PENSIUN (DAPEN) PT PERTAMINA YANG DILAKUKAN OLEH ESS
(Studi di Kejaksaan Agung)
Abstrak (Bhs. Indonesia)TEKNIK KEJAKSAAN AGUNG DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI INVESTASI DANA PENSIUN (DAPEN) PT PERTAMINA YANG DILAKUKAN OLEH ESS
(Studi di Kejaksaan Agung)

Disusun Oleh:
Hanifah Alya Husna
E1A015189

ABSTRAK

Dalam suatu pemberantasan korupsi, tahap penyidikan merupakan salah satu bagian penting dari tahap yang harus dilalui untuk menuju suatu pembuktian tindak pidana korupsi dan akan menghasilkan putusan yang mampu mendekati kebenaran materiil. Oleh sebab itu keberadaan tahap penyidikan tidak bisa dilepaskan dari adanya ketentuan perundangan yang mengatur tindak pidana korupsi yang penyidikannya dilakukan oleh KPK, Kepolisian dan Kejaksaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Aparat penegak hukum dibebani tugas khusus untuk mengungkap suatu tindak pidana, seperti yang ketahui hal tersebut tidak mudah dilakukan oleh orang awam dan harus dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kejaksaan dalam mengungkap tindak pidana korupsi investasi dana pensiun (dapen) PT Pertamina yang dilakukan oleh ESS dan kendala penyidik dalam penegakan hukum terkait dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Berdasarkan penelitian, kewenangan penyidikan dalam kasus korupsi ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Dalam proses penyidikan, penyidik bisa menggunakan upaya paksa khusus terhadap tersangka untuk menemukan barang bukti dan dapat menggunakan ilmu bantu lain di tingkat pemeriksaan. Dalam penegakan hukum terkait dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh ESS ini, penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya.
Kata kunci: Penyidikan, Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan Agung

Abtrak (Bhs. Inggris)TECHNIQUE OF KEJAKSAAN AGUNG TO DISCLOSING CRIMINAL ACT CORRUPTION OF PT PERTAMINA’S PENSION FUND BY ESS
(The Study in Kejaksaan Agung)
By :
Hanifah Alya Husna
E1A015189

ABSTRACT
In the fight against corruption, the investigation stage was one of the important part from the procedure that must be followed to get a proof of corruption, and will produced a decision which could approach the material truth. There fore the existence of investigation stage can not be separated from the existence of legislative provision that arranged corruption which the investigation was did by KPK, the police, and the attorney according to Act Number 30 Year 2002 about corruption eradication commission.
The law enforcement is burden with certain assignments to disclose a criminal act. It is known that it can only be done by equipped and skilled people. This research aims to determine the prosecutor techniques in uncovering the corruption of PT Pertamina's pension fund corruption committed by ESS and the obstacles of investigators in law enforcement related to the corrupt acts committed.
Socio-Legal approach is implemented for the research methodology combined with descriptive spesification. Data used for this research are primary and secondary data. The primary data is taken from an interview with an informant, while the secondary data is achieved from references. The data is , then, organized, and analyzed through qualitative method and explained in systematically structured analysis.
Based on the result of research, the investigation in corruption cases was did by Kejaksaan Agung. In the investigation process, investigator can used the special force against suspect to find the evidence and can used criminal psycology in the interrogation level. In upholding the law concerning the case of corruption by ESS, the investigators find three obstacles which are law, society and cultural factor.
Keywords : Disclosure Technique, Criminal Act of Corruption, Kejaksaan Agung.


Kata kunciPenyidikan, Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan Agung
Pembimbing 1Dr. Budiyono, S.H., M.Hum
Pembimbing 2Dessi Perdani Yuris Puspita Sari, S.H., M.H
Pembimbing 3Handri Wirastuti Sawitri, S.H., M.H
Tahun2015
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2019-09-22 18:47:05.180951
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.