Artikel Ilmiah : C1A015013 a.n. INAS FAWAZI

Kembali Update Delete

NIMC1A015013
NamamhsINAS FAWAZI
Judul ArtikelANALISIS USAHA TANI UBI KAYU, KACANG TANAH DAN JAGUNG DENGAN SISTEM TUMPANGSARI
(Studi Kasus : Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Analisis Usaha Tani Ubi Kayu, Kacang Tanah Dan Jagung Dengan Sistem tumpangsari (Studi Kasus : Usaha tani Di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas)”.sistem tumpangsari yang dilakukan oleh petani di Desa Suro pada komoditas ubi kayu, kacang tanah, dan jagung diharapkan memberi peningkatan pendapatan bagi petani serta mengurangi resiko gagal panen yang dihadapi salah satu komoditas. Selain itu, usaha tani sering dianggap tidak layak dijalankan karena kurang efisennya usaha tani tersebut. Penerimaan yang diterima oleh petani nilainya tidak sebanding dengan jumlah modal yang dikeluarkan. Kemudian masa tanam ubi kayu yang dapat mencapai 9 bulan serta kacang tanah dan jagung yang dapat mencapai 4 bulan menjadikan usaha tani dengan tanam tumpangsari ini membutuhkan waktu yang cukup lama bagi petani untuk mendapatkan pendapatan, sedangkan petani memerlukan pendapatan dalam kurun waktu masa tanam tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Tujuan penelitian ini yang pertama yakni untuk menganalisis pendapatan bersih petani dengan sistem pola tumpangsari di Desa Suro Kecamatan Kalibagor. Kedua untuk menganalisis angka efisiensi usaha tani dengan dengan sistem tumpangsari di Desa Suro Kecamatan Kalibagor. Dan ketiga Untuk menganalisis persentase kontribusi pendapatan dari usaha tani dengan sistem tumpangsari terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Suro Kecamatan Kalibagor.
Populasi dalam penelitian ini adalah petani di Desa Suro yang menerapkan sistem tumpangsari pada komoditas ubi kayu, kacang tanah, dan jagung pada lahan mereka. Kemudian pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 69 responden yang diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok sampel berdasarkan luas lahan yakni 0,01-0,30 Ha, > 0,31-0,60 Ha, > 0,60-0,90 Ha, > 0,91-1,20 Ha, dan > 1,20-2,00 Ha. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis keuntungan usaha tani, efisiensi usaha tani, dan kontribusi pendapatan usaha tani terhadap pendapatan rumah tangga petani.
Hasil analisis dalam penelitian ini adalah yang pertama, rata-rata hasil yang diperoleh petani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro adalah Rp. 4.120.439 yang menunjukkan bahwa usaha tani dengan sistem tumpangsari ini menguntungkan. Kedua, rata-rata tingkat efisisensi usaha tani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro adalah 1,55 yang menunjukkan bahwa usaha tani dengan sistem tumpangsari ini sudah efisien. Dan ketiga, usaha tani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro memberikan kontribusi sebesar 15,77 persen yang menunjukkan bahwa usahtani dengan sistem tumpangsari memberikan kontribusi tidak mencapai persentase 50 persen atau rendah bagi pendapatan rumah tangga petani.




Implikasi dari hasil penelitian ini adalah beberapa kelompok petani, yakni kelompok petani dengan luas lahan > 0,60-0,90 Ha merupakan kelompok yang perlu dikembangkan usahataninya karena rata-rata pendapatan dan tingkat efisiensi kelompok tersebut merupakan yang terendah dibanding dengan kelompok petani lainnya. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan dengan memperbanyak komoditas ubi kayu dan kacang tanah pada lahan yang mereka karena menurut penulis kedua komoditas tersebut memiliki produktivitas dan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung. Kemudian pendapatan dari usaha tani ini perlu dikembangkan lagi sehingga mampu memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar bagi rumah tangga petani di Desa Suro.

Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kelompok petani dengan luas lahan > 0,60-0,90 Ha merupakan kelompok yang perlu dikembangkan usaha taninya karena rata-rata pendapatan yang mereka peroleh jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pendapatan keseluruhan. Selain itu, efisiensi usaha tani dengan sistem tumpangsari ini perlu ditingkatkan kembali dengan meningkatkan penerimaan melalui peningkatan produktivitas lahan yang mereka miliki serta penurunan biaya produksi. Kemudian pendapatan dari usaha tani ini perlu dikembangkan lagi sehingga mampu memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar bagi rumah tangga petani di Desa Suro.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research entitled “Farming Analysis of Cassava, Peanut, and Corn’s Farmer in using polyculture system (Case study : Suro village, Kalibagor district, Banyumas Regency). Polyculture system has been used by farmer in Suro village on commodities cassava, peanut, and corn. Using polyculture system, Farmer expect increase in income and decrease in risk of crop failure in one commodity. Beside that, farming was deemed unsuitable for being run because of its uneficiency. Revenue that was received by farmer are not in proportion with issued capital. Long growing period which can reach nine month for cassava and four month for peanut and corn, making farming with polyculture system need a long time for farmer to get an income. Meanwhile, farmers need an income within growing season to satisfies a needs.
The purpose of this research are, first is to analyze farmer’s profitabilitiy that used polyculture system in Suro village, Kalibagor district. Second, is to analyze farming’s efficiency that used polyculture system in Suro village, Kalibagor district. Third, is to analyze a percentage of income’s contribution from farming which using polyculture system against household’s income in Suro village, Kalibagor district.
Population in this research is a farmer who apply a polyculture system to cassava, peanut, and corn on their field. Sample collection in this research used Slovin’s formula so 69 respondents are obtained. 69 respondent are classified into many group based on fields area. The fields area are 0,01-0,30 Ha, > 0,31-0,60 Ha, > 0,61-0,90 Ha, > 0,90-1,20 Ha, and > 1,20-2,00 Ha. In this research, author uses a farming’s income analysis, efficiency analysis, and income’s contribution towards household’s income.
The results of the analysis in this study are, firstly is the average yield obtained by farmers with polyculture systems in the Suro village is Rp. 4.120.439, has shown that farming with polyculture systems is profitable. Secondly, the average level of farming efficiency with polyculture system in suro village was 1.55, which shown that farming with polyculture systems is efficient. Thirdly, farming with intercropping system in suro village contributed 15.77 percent, indicating that polyculture farming did not contribute 50 percent or low to the household income of farmers.
The implication from this research is a farmer’s group with field’s large > 0,60-0,90 Ha is group who needed to be improved on their farming. It’s because their average income and efficiency rate is the lowest one from another farmer’s group. One of solution is increasing a planted commodity of cassava and peanut on their field because according to an author, both are comodities has a higher productivity and selling price than corn. Then, income from this farming is needed to be improved more so that it can contribute more for farming’s household in Suro village.
Kata kunciUsaha Tani, Tumpangsari, Pendapatan, Desa Suro, Keuntungan, Efisiensi, Kontribusi Pendapatan
Pembimbing 1Dra. Nunik Kadarwati, M.Si
Pembimbing 2Drs. Goro Binardjo, M.Si
Pembimbing 3Dr. Agus Arifin, SE., M. Sc
Tahun2019
Jumlah Halaman169
Tgl. Entri2019-09-20 08:04:57.014843
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.