Artikel Ilmiah : F1D012020 a.n. DICKY HILMAN FADHLILLAH

Kembali Update Delete

NIMF1D012020
NamamhsDICKY HILMAN FADHLILLAH
Judul ArtikelSTRATEGI GERAKAN UJUNGNEGORO KARANGGENENG PONOWARENG WONOKERSO ROBAN MENOLAK PLTU DI BATANG TAHUN 2014
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi gerakan UKPWR menolak PLTU di Batang tahun 2014, serta menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat gerakan UKPWR di Batang. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gerakan UKPWR menolak PLTU di Batang diawali dengan rasa kekhawatiran masyarakat di daerah Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonorekso, dan Roban terhadap pembangunan PLTU Batang. Alasannya karena mereka tidak ingin kehilangan mata pencaharian. UKPWR bersama LSM Greenpeace Indonesia mendapatkan akses terhadap lembaga-lembaga pemerintahan, memberikan bantuan-bantuan berupa informasi mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh PLTU, dan aksi damai teatrikal disertai simbol sebagai sarana menyuarakan penolakan. Strategi yang digunakan oleh gerakan UKPWR diantaranya yaitu membangu jaringan bersama LSM Greenpeace Indonesia, melakukan advokasi melalui penyerahan surat tuntutan penolakan kepada lembaga-lembaga pemerintahan, melakukan gugatan hukum terkait penetapan lokasi PLTU, dan mengikuti aktivitas kontestasi politik sebagai sarana formal dalam menyuarakan aspirasi penolakan. Faktor pendukung meliputi afiliasi bersama Greenpeace Indonesia memberi dampak yang signifikan terhadap gerakan, hingga sekarang meskipun kekuatannya semakin memudar. Soliditas anggota UKPWR dan warga desa yang terdampak turut mendukung adanya gerakan UKPWR. Faktor penghambat gerakan UKPWR meliputi adanya kriminalisasi terhadap warga dan politik melakukan pecah belah di internal gerakan berakibat terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendamping UKPWR.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to explain the strategy of the Ujungnegoro Karanggeneng Ponowareng Wonokerso Roban (UKPWR) movement to refuse a steam power plant (PLTU) in Batang in 2014, as wll as explaining the supporting and inhibiting factors of the UKPWR movement in Batang. By using qualitative methods and approach of case study, the results of the study revealed the UKPWR movement refused the construction of the PLTU in Batang beginning with a sense of concern for the people in the areas of Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonorekso, and Roban towards the construction of the Batang PLTU. They do not want to lose their livelihood. UKPWR and the Greenpeace Indonesia NGO in gaining access to government institutions, provided assistance in the form of information about the negative impacts caused by the PLTU, and theatrical peace actions accompanied by symbols as a means of voicing rejection. The strategy used by UKPWR is an advocacy and legal action strategy for the establishment of land owned by residents. Supporting factors include the continuity of advocacy strategies carried out continuously, until now even though the power is increasingly fading. Solidity of UKPWR members and affected villagers contributed to the UKPWR movement. The inhibiting factor of the UKPWR movement, including the criminalization of citizens and the politics of internal divisions of the movement, resulted in a crisis of public confidence in UKPWR escort institutions.
Kata kunciStrategi Gerakan, Organisasi UKPWR, PLTU Batang, Advokasi, Pecah Belah.
Pembimbing 1Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP, M.A
Pembimbing 2Andi Ali Said Akbar, S.IP, M.A
Pembimbing 3Dr. Sofa Marwah, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman29
Tgl. Entri2019-08-20 12:27:27.073422
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.