Artikel Ilmiah : E1A012030 a.n. FEBBY KURNIAWAN

Kembali Update Delete

NIME1A012030
NamamhsFEBBY KURNIAWAN
Judul ArtikelKEWENANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG HASIL JUAL BELI NARKOBA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prosedur yang dilakukan penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang hasil jual beli narkoba. Tujuan lain yaitu untuk mengetahui faktor penghambat penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang hasil jual beli narkoba. Ketentuan Pasal 74 dan Pasal 2 ayat (1) huruf C dan D Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 menyebutkan bahwa penyidik Badan Narkotika Nasional sebagai penyidik yang berwenang menyidik Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari tindak pidana narkotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis. Data-data primer yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis secara analisis kualitatif dengan penyajian data secara naratif.
Hasil penelitian bahwa prosedur yang dilakukan penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang hasil jual beli narkoba yaitu melakukan penangkapan dan penahanan. Tahap selanjutnya melakukan penyitaan, pemusnahan, dan pemanfaatan barang bukti oleh penyidik. Tahap terkahir melakukan pemberkasan perkara dan penyerahan berkas perkara. Faktor penghambat penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari tindak pidana narkotika meliputi faktor teknis transaksi keuangan, faktor fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai dan faktor kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this research was to determine the procedures carried out by National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecutions of Money Laundering Criminal acts resulting from the sale and purchase of drugs. Another purpose was to determine the inhibiting factors of the National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecution of Money Laundering Criminal acts resulting from the sale and purchase of drugs. The provisions of Article 74 and Article 2 paragraph (1) letters C and D of Law Number 8 Year 2010 state that investigators of the National Narcotics Agency as investigators who are authorized to investigate Money Laundering Acts originating from narcotics crime. The method used in this study is a sociological juridical approach. Primary data collected is processed, presented, and analyzed in a qualitative analysis by presenting narrative data.
The results of the research show that the procedures carried out by National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecutions of Money Laundering Criminal acts resulting from the sale and purchase of drugs are arrest and detention. The next stage is confiscating, destroying and using evidence by the investigator. The last stage is to file the case and submit the case file. The inhibiting factors of National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecution of Money Laundering Acts originating from narcotics crime include technical factor of financial transactions, factor of inadequate facilities and infrastructure and factor of lack of awareness and concern of the community.
Kata kunciKewenangan, Penyidikan, Penuntutan, Tindak Pidana Pencucian Uang
Pembimbing 1Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Pembimbing 2Haryanto Dwiatmodjo, S.H., M.Hum.
Pembimbing 3Rani Hendriana, S.H., M.H.
Tahun2019
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2019-08-20 11:39:11.361493
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.