Artikelilmiahs

Menampilkan 21.921-21.940 dari 50.190 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2192124651F1G014055ANALISIS KONTRASTIF PEMBENTUKAN VERBA AKTIF-PASIF DALAM KALIMAT IMPERATIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA DIALEK BANYUMASPenelitian ini berjudul “Analisis Kontrastif Pembentukan Verba Aktif-Pasif dalam Kalimat Imperatif Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Dialek Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persamaan dan perbedaan pembentukan verba aktif-pasif dalam kalimat imperatif bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dan analisis kontrastif. Data penelitian ini berupa kalimat imperatif yang mengandung verba aktif-pasif baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik sadap dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan metode padan translasional dan metode agih sebagai metode analisis data.
Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Persamaan pembentukan verba aktif-pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas, kalimat imperatif (32 data) yang diperbandingkan dengan terjemahan bahasanya. Kemudian perbedaan pembentukan verba aktif-pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas, kalimat imperatif (11 data) yang diperbandingkan dengan terjemahan bahasanya.
Persamaan pembentukan verba aktif-pasif dalam kalimat imperatif bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas yaitu, pembentukan verba aktif dengan pembagian prefiks me- yang beralomorf me-, mem-, men-, meny-, meng-, dan menge- (BI) sepadan dengan prefiks N- yang beralomorf m-, n-, ny-, ng-, dan nge- (BJDB); prefiks ber- (BI) sepadan dengan prefiks N- (BJDB); sufiks –kan (BI) sepadan dengan sufiks –na, -ena, atau –aken (BJDB); sufiks –i (BI) sepadan dengan sufiks –i (BJDB); konfiks meN-/-kan (BI) sepadan dengan konfiks N-/-na atau N-/-aken (BJDB); konfiks meN-/-i (BI) sepadan dengan konfiks N-/-i atau N-/-ni (BJDB); dan pembentukan verba pasif dengan pembagian prefiks di- (BI) sepadan dengan prefiks di- (BJDB); prefiks ter- (BI) sepadan dengan prefiks ke- atau k- (BJDB); konfiks di-/-kan (BI) sepadan dengan konfiks di-/-na atau di-/-aken (BJDB), konfiks di-/-i (BI) sepadan dengan konfiks di-/-i (BJDB).
Perbedaan pembentukan verba aktif-pasif dalam kalimat imperatif bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas yaitu, pembentukan verba aktif dengan pembagian prefiks ber- (BI) dengan sufiks -an (BJDB); konfiks ber-/-an (BI) dengan sufiks -an (BJDB); konfiks meN-/-kan (BI) dengan konfiks N-/-i dan N-/-ni (BJDB); dan pembentukan verba pasif dengan pembagian konfiks di-/-i (BJDB) dengan prefiks di- (BI); konfiks k-/-an (BJDB) dengan prefiks ter- (BI); konfiks di-/-i (BJDB) dengan konfiks di-/-kan (BI); kombinasi afiks diper- (BI) dengan prefiks di- (BJDB); kombinasi afiks diper- (BI) dengan konfiks di-/-na (BJDB).
The research is entitled “Analisis Kontrastif Pembentukan Verba Aktif-Pasif dalam Kalimat Imperatif Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Dialek Banyumas”. The purpose of this research was to describe the similarities and differences of the formation of active-passive verb in the imperative sentences of Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect. This research was a descriptive qualitative and contrastive analysis. This research data was imperative sentences containing active-passive verb in Indonesian and Java language Banyumasan dialect. Method of data collection of this research was scrutinize method which was realized by tapping and notes. This research used translational match and agih as the method of data analysis.
Based on the analysis and discussion it can be summarised as follows. Equation of formation of active-passive verb in Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect, imperative sentences (32 data) as compared with language translation. Then the differences of formation of active-passive verb in Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect, imperative sentences (11 data) as compared with language translation.
The equation of formation of active-passive verb in the imperative sentences of Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect is the formation of active verb with the division of prefixes me- the allomorph me-, mem-, men-, meny-, meng-, and menge- (BI) match with prefixes N- the allomorph m-, n-, ny-, ng-, and nge- (BJDB); prefix ber- (BI) match with prefix N- (BJDB); suffix –kan (BI) match with suffix –na, -ena, or –aken (BJDB); suffix –i (BI) match with suffix –i (BJDB); konfix meN-/-kan (BI) match with konfix N-/-na or N-/-aken (BJDB); konfix meN-/-i (BI) match with konfix N-/-i or N-/-ni (BJDB); and the formation of passive verb with the division of prefix di- (BI) match with prefix di- (BJDB); prefix ter- (BI) match with prefixes ke- or k- (BJDB); konfix di-/-kan (BI) match with konfix di-/-na or di-/-aken (BJDB); konfix di-/-i (BI) match with konfix di-/-i (BJDB).
The differences of formation of active-passive verb in the imperative sentences of Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect is the formation of active verb with the division of prefix ber- (BI) with suffix -an (BJDB); konfix ber-/-an (BI) with suffix -an (BJDB); konfix meN-/-kan (BI) with konfix N-/-i or N-/-ni (BJDB); and the formation of passive verb with the division of konfix di-/-i (BJDB) with prefix di- (BI); konfix k-/-an (BJDB) with prefix ter- (BI); konfix di-/-i (BJDB) with konfix di-/-kan (BI); combination of affix diper- (BI) with prefix di- (BJDB); combination of affix diper- (BI) with konfix di-/-na (BJDB).
2192224652E1A012210ANALISIS YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DISERTAI TINDAK PIDANA LAIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 240/Pid.B/2016/PN.Jkt. Pst)ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Yang Disertai Tindak Pidana Lain (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 240/Pid.B/2016/PN.Jkt. Pst). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan analistis. Penelitian ini bersumber data sekunder yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, karya ilmiah, dokumen-dokumen maupun surat-surat resmi yang ada hubungannya dengan objek penelitian.
Ketentuan mengenai tindak pidana pembunuhan yang disertai tindak pidana lain diatur Pasal 339 KUHP yang merumuskan bahwa pembunuhan yang diikuti disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiap atau mempermudah pelaksanaannya atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Berdasarkan hasil penelitian pada putusan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 240/Pid.B/2016/PN.Jkt. Pst, menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur Pasal 339 KUHP. Hal ini dengan mendasarkan pada fakta-fakta yuridis yang terungkap di persidangan serta diperkuat dengan pendapat para sarjana. Pertimbangan selanjutnya adalah terpenuhinya alat bukti yang sah menurut Pasal 184 KUHAP, serta pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa, hal ini diatur dalam Pasal 197 huruf f KUHAP. Oleh karena itu hakim menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 18 tahun.
ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Yang Disertai Tindak Pidana Lain (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 240/Pid.B/2016/PN.Jkt. Pst). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan analistis. Penelitian ini bersumber data sekunder yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, karya ilmiah, dokumen-dokumen maupun surat-surat resmi yang ada hubungannya dengan objek penelitian.
Ketentuan mengenai tindak pidana pembunuhan yang disertai tindak pidana lain diatur Pasal 339 KUHP yang merumuskan bahwa pembunuhan yang diikuti disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiap atau mempermudah pelaksanaannya atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Berdasarkan hasil penelitian pada putusan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 240/Pid.B/2016/PN.Jkt. Pst, menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur Pasal 339 KUHP. Hal ini dengan mendasarkan pada fakta-fakta yuridis yang terungkap di persidangan serta diperkuat dengan pendapat para sarjana. Pertimbangan selanjutnya adalah terpenuhinya alat bukti yang sah menurut Pasal 184 KUHAP, serta pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa, hal ini diatur dalam Pasal 197 huruf f KUHAP. Oleh karena itu hakim menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 18 tahun.
2192324653G1A015058HUBUNGAN ANTARA GDP DAN GD2PP DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2HUBUNGAN ANTARA GDP DAN GD2PP DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2

Reza Muhamad Nugraha1, Andreas2, Vitasari Indriani3
1Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Email : fk@unsoed.ac.id
2Departemen Penyakit Dalam, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
Email : rezamn4.rmn@gmail.com

ABSTRAK

Latar belakang : Diabetes melitus adalah suatu penyakit metabolik kronik yang diturunkan secara genetik ataupun didapat yang menyebabkan defisiensi produksi insulin oleh pankreas, produksi yang tidak efektif, maupun fungsi kerja yang terganggu. Hiperglikemi yang tidak terkontrol akan menyebabkan komplikasi sistemik seperti stroke, gangguan ginjal, dan neuropati. Pengendalian kadar glukosa darah harian dapat berupa pengontrolan GDP dan GD2PP yang berkaitan dengan kerusakan ginjal akibat DM. Kerusakan ginjal yang disebabkan karena hiperglikemi dapat diketahui dengan melihat kadar kreatinin serum, kemudian dimasukan kedalam formula MDRD untuk menilai LFG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan GDP dan GD2PP dengan Laju Filtrasi Glomerulus pada pasien DM tipe 2.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 32 pasien DM tipe 2 yang memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Banyumas. Responden akan dilakukan pengambilan sampel darah vena 3cc untuk pemeriksaan GDP dan GD2PP metode enzimatik serta pemeriksaan kreatinin serum. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji korelasi Pearson.
Hasil : Hasil penelitian dengan uji korelasi Pearson didapatkan hubungan tidak bermakna antara kadar GDP dan GD2PP dengan Laju Filtrasi Glomerulus (p=0,819; 0,068) dengan kekuatan korelasi yang lemah (r=-0,042; -0,327). Rerata kadar GDP, GD2PP, dan Laju Filtrasi Glomerulus adalah 172,28 mg/dl, 269 mg/dl, dan 49,75 mL/min/1.73 m2.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara GDP dan GD2PP dengan LFG pada pasien DM tipe 2.

Kata kunci : DM Tipe 2, GDP, GD2PP, LFG
CORRELATION BETWEEN FASTING BLOOD GLUCOSE (FBG) AND 2-H POSTPRANDIAL BLOOD GLUCOSE (2-HPPG) WITH GLOMERULUS FILTRATION RATE IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS

Reza Muhamad Nugraha1, Andreas2, Vitasari Indriani3
1Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Email : fk@unsoed.ac.id
2Departemen Penyakit Dalam, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
Email : rezamn4.rmn@gmail.com


ABSTRACT

Background : Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that is genetically inherited or acquired which causes deficiency of pancreatic insulin production, ineffective production, and impaired work function. Uncontrolled hyperglycemia will cause systemic complications such as stroke, kidney disorders, and neuropathy. Daily glucose level control can consist of controlling FBG and 2HPPG associated with kidney damage due to DM. Kidney damage caused by hyperglycemia can be determined by looking at serum creatinine levels, then put into the MDRD formula to obtain GFR. This study aims to determine the relationship between FGB and 2HPPG with GFR in patients with DM type 2.
Method: This study used an observational analytic method with a cross-sectional approach. Respondents were 32 patients with type 2 diabetes mellitus who examined themselves to First Level Health Facilities (FKTP) in Banyumas Regency. Respondents will be taken 3cc venous blood sampling for the examination of FBG and 2HPPG enzymatic methods and serum creatinine examination. The relationship between variables was analyzed by the Pearson correlation test.
Results: The results of the study with the Pearson correlation test showed that there was no significant relationship between the levels of FBG and 2HPPG with the Glomerular Filtration Rate (p = 0.819; 0.068) with a weak correlation strength (r = -0.042; -0,327). The mean FBG, 2HPPG, and Glomerular Filtration rate were 172.28 mg / dl, 269 mg / dl, and 49.75 mL / min / 1.73 m2.
Conclusion: There is no significant relationship between FBG and 2HPPG with Glomerular Filtration Rate in DM type 2 patients.

Keywords: 2HPPG , FBG,GFR, Type 2 Diabetes Mellitus.

2192425872E1A115029TINJAUAN YURIDIS PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA GOLONGAN I BUKAN TANAMAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 143/Pid.Sus/2018/PN.Pwt)
Narkotika merupakan zat yang bermanfaat dan diperlukan untuk pengobatan penyakit tertentu, namun apabila penggunaannya tidak sesuai aturan maka dapat menimbulkan dampak negatif yang akan merugikan banyak pihak. Hal tersebut akan semakin merugikan apabila disertai dengan peredaran gelap narkotika. Bahkan banyak kasus tindak pidana yang disebabkan karena semakin meluasnya peredaran narkotika di masyarakat. Dari kasus tersebut kemudian timbul dampak negatif yang memerlukan penyelesaian dengan segera, salah satunya adalah permasalahan mengenai hukuman yang tepat bagi para pelaku penyalahguna narkotika. Pada beberapa kasus yang melibatkan pelaku penyalahguna narkotika, hakim memilih untuk menjatuhkan pidana penjara kepada pelaku, seperti pada putusan Pengadilan Negeri Purwokerto nomor 143/Pid.Sus/2018/PN.Pwt.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana penjara dalam putusan tersebut, serta jenis sanksi apa yang seharusnya dijatuhkan pada pelaku tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari studi kepustakaan serta metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto nomor 143/Pid.Sus/2018/PN.Pwt sudah sesuai dengan prinsip pembuktian di persidangan, karena terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaaan narkotika golongan I bukan tanaman dan telah sesuai dengan teori pembuktian di persidangan. Akan tetapi sanksi yang dijatuhkan kurang tepat karena tidak mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, yaitu berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, khususnya Pasal 127 ayat (2) j.o Pasal 54.
Narcotics are substances that are useful and necessary to reverse current treatment of certain diseases, however, if its use is not according to the rules, it can have negative impacts which would be detrimental to many parties. It will further harm when associated with illicit trafficking. Even many criminal cases due to the increasingly widespread narcotic drug trafficking in the community. Of the case would then be a negative impact requiring immediate settlement, one of which is the problem concerning the appropriate punishment for the perpetrators of drug abusers. In some cases involving narcotics abusers offender, the judge chose to impose imprisonment to the offender, as in Purwokerto District Court decision number 143 / Pid.Sus / 2018 / PN.Pwt.
The purpose of this study was to determine how the legal reasoning of judges in imposing imprisonment in such decision, as well as what kind of sanctions that should be imposed on the perpetrators are. The approach used in this study is normative, with specification of descriptive analytical research. The data used in this research is secondary data obtained from the study of literature and data analysis methods used are qualitative.
The results showed that the judge's basic legal consideration in deciding the case in Purwokerto District Court decision number 143 / Pid.Sus / 2018 / PN.Pwt own right, but the sanctions have not been in accordance with applicable regulations, namely by Law of the Republic of Indonesia Number 35 Year 2009 on Narcotics, especially on Article 127 paragraph (2) and Article 54.
2192524567A1L013078Pengaruh Pupuk Majemuk NP-Hum Zeo Granul yang Telah Diperkaya BFA Terhadap Unsur Hara N, Hasil, dan Kualitas Bawang Merah pada UltisolKomoditas bawang merah merupakan sayuran umbi yang multiguna. Produksi dan kualitas bawang merah perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, peningkatan produksi dan kualitas bawang merah dapat dilakukan dengan keberagaman jenis tanah yaitu dengan pemanfaatan tanah marginal seperti lahan Ultisol. Jenis tanah Ultisol memliki kandungan unsur hara yang minim, maka dari itu diberikan pengaplikasian pupuk majemuk NP-Hum Zeo Granul. Pupuk NP-Hum Zeo Granul berperan sebagai penyedia unsur hara makro NP dengan kandungan cukup tinggi yang dapat dilepaskan secara perlahan-lahan sehingga mempunyai efektifitas dan efisiensi yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh varietas dan komposisi pupuk NP-Hum Zeo Granul serta interaksinya terhadap N total tanah dan hasil tanaman bawang merah dan (2) mendapatkan komposisi pupuk NP-HumZeo Granul terbaik untuk meningkatkan hasil tanaman bawang merah pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Waktu pelaksanaanya pada Januari - April 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri atas dua aras (level) : varietas Bima dan Bauji, faktor kedua adalah komposisi pupuk majemuk NP-Hum Zeo granul yang terdiri atas lima aras : G1 (4,43%:0%), G2 (3,45%:6,12%) , G3 (3,11%:10,36%), G4 (3,03%:15,11% ), G5 (2,89%:19,95%) dan G0 sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan komposisi pupuk majemuk NP-Hum Zeo Granul memberikan pengaruh nyata terhadap N total tanah dan bobot segar tanaman. Varietas bawang merah memberikan pengaruh nyata terhadap bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar serta tidak adanya interaksi antara komposisi pupuk majemuk NP-Hum Zeo Granul dengan varietas bawang merah pada semua variabel penelitian. Grade pupuk G4 (3,03%:15,11%) memberikan pengaruh yang paling baik terhadap peningkatan hasil tanaman dan kandungan N total tanah.The onion commodity is a multipurpose tuber vegetable. The prospect of shallot development is very good in terms of increasing demand. Therefore, the production and quality of shallots needs to be improved. Increasing the production and quality of shallots can be done with a variety of soil types, namely the use of marginal land such as ultisol land. The type of Ultisol soil has a minimum nutrient content, therefore the application of NP-Hum Zeo Granul compound fertilizer is given. NP-Hum Fertilizer Zeo Granul operates as a provider of NP macro nutrients with a high enough content which can be released slowly, the solubility is slow according to the plant growth phase so that it has very high effectiveness and efficiency.This research aims to: 1) to know the effect composition of NPHum-Zeo Granul fertilizer and red onion varieties and their interaction with the total N of soil and shallot yields and (2) obtain the best composition of NPHum-Zeo granule fertilizer to increase the yield of shallots on ultisol. The research was conducted at Screen House of Faculty of Agriculture and analysis of fertilizer, soil, and plant tissue was done at Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Its implementation time from Januari to April 2018. This study used a Complitely Randomized Design (CRD), with two factors and three replications, the first factor is the onion varieties consisting of two level: varieties of Bima and Bauji the second factor is composition of NPHum-Zeo Granule fertilizer of five levels: G1 (4,43%:0%), G2 (3,45%:6,12%) , G3 (3,11%:10,36%), G4 (3,03% : 15,11% ), G5 (2,89%:19,95%) and G0 (without fertilization) as control. Research results compound fertilizer composition of Hum-Zeo Granul NP gave a significant effect on total N of soil and fresh weight of plants. The onion variety has a significant effect on the fresh weight of the plant, root fresh weight, root dry weight and no interaction between the composition of NPHum-Zeo Granul compound fertilizer and onion varieties on all research variables. G4 fertilizer grade (3,03%: 15,111%) gave the best influence on increasing crop yield and the total N of soil content.
2192624654F1D012019POLITIK IMPLEMENTASI PERDA KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT TERHADAP KELOMPOK MASYARAKAT MISKIN KOTA DI PURWOKERTOPenelitian ini berjudul “Politik Implementasi Perda Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat terhadap Kelompok Masyarakat Miskin Kota di Purwokerto”. Penelitan ini bermaksud untuk memahami dan mendeskripsikan proses implementasi dari Perda Nomor 16 Tahun 2015 di wilayah Purwokerto serta memahami dan menjelaskan tentang aspek-aspek politik yang mempengaruhi proses implementasi Perda Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat terhadap Kelompok Masyarakat Miskin Kota di Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan validitas data dengan trianggulasi sumber. Sedangkan metode analisis data adalah dengan menggunakan model analisis interaktif yang memuat tiga komponen yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini yaitu pertama, implementasi Perda Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 terdiri dari berbagai tahapan proses yaitu sosialisasi, penjaringan dan razia pelaku penyakit masyarakat hingga rehabilitasi pelaku penyakit masyarakat. Kedua, penelitian ini mengungkap adanya aspek politik dalam implementasi perda dimana ditemukan konflik kepentingan antar aktor dalam lingkungan implementasi. Konflik kepentingan terjadi antara rentenir penampung masyarakat miskin kota dengan pemerintah selaku eksekutor dan inisiator perda. Kelompok kepentingan berusaha menggagalkan implementasi bahkan ingin pemerintah mencabut Perda karena kepentingan ekonomi yang terancam jika perda berhasil diterapkan.
This research is entitled "Politics of Implementation of Regional Regulations in Banyumas Regency Number 16 of 2015 concerning Prevention of Community Disease against Municipal Poor Groups in Purwokerto". This research intends to understand and describe the implementation process of Regional Regulations Number 16 Year 2015 in the Purwokerto region and to understand and explain the political aspects that influence the process of implementing the Banyumas District Regulation Number 16 of 2015 concerning Community Disease Management for City Poor Groups in Purwokerto.
This study uses qualitative research methods with a case study approach. The data used are primary and secondary data. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observations, and documentation. The technique of checking data validity with source triangulation. While the method of data analysis is to use an interactive analysis model that contains three components, namely data condensation, data presentation, conclusion drawing.
The results of this study are first, the implementation of the Local Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 consists of various stages of the process, namely socialization, screening and raids of perpetrators of community diseases to the rehabilitation of perpetrators of community diseases. Secondly, this study revealed the existence of political aspects in the implementation of local regulations where conflicts of interest were found between actors in the implementation environment. Conflict of interest occurs between moneylenders who hold the urban poor and the government as executors and initiators of local regulations. The interest group tried to thwart the implementation and even wanted the government to revoke the Regional Regulation because of threatened economic interests if the local regulation was successfully implemented.
2192724616E1A013308PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN
(Tinjauan Yuridis Putusan No. 669 / PID.B / 2014 / PN.TNG.)
Pembuktian adalah hal terpenting dalam hukum acara pidana dimana dalam suatu pembuktian akan ditentukan hukuman serta nasib yang akan diterima oleh seorang terdakwa dalam suatu persidangan sebagai akibat dari perbuatannya. Dalam suatu pembuktian hak-hak asasi serta nasib seorang terdakwa benar-benar akan ditentukan sehingga dalam pelaksanaan pembuktian harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana agar terdakwa benar-benar mendapat hukuman sesuai dengan perbuatannya yang dengan seadil-adilnya hingga tidak memberatkan maupun meringankannya. Tindak pidana pembunuhan yang terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 669/PID.B/2014/PN. TNG. perlu dilihat bagaimana pembuktiannya dalam putusan tersebut serta apa akibat hukum yang timbul dari putusan tersebut bagi terdakwa.
Dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan yang terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 669/PID.B/2014/PN.TNG. terdapat tiga alat bukti sehingga sudah melebihi batas minimal pembuktian menurut Pasal 183 KUHAP yaitu minimal terdapat dua alat bukti yang sah disertai dengan adanya keyakinan hakim, alat bukti yang terdapat dalam putusan adalah keterangan saksi yang terdiri dari 4 orang saksi serta 2 orang saksi Ade Charge, alat bukti surat Visum Et Repertum, dan alat bukti keterangan terdakwa, yang mana dengan ini sudah melebihi batas minimum pembuktian yaitu dua alat bukti menurut Pasal 183 KUHAP. Dan setelah alat-alat bukti tersebut dihubungkan dengan unsur-unsur yang ada dalam Pasal 338 KUHP hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan dan akibat hukum dari putusan tersebut kepada terdakwa adalah jatuhnya putusan pemidanaan yang dimana akan menghukum terdakwa atas perbuatannya melakukan tindak pidana pembunuhan.


Kata Kunci : Pembuktian, Tindak Pidana Pembunuhan
Proof is the most important thing in criminal procedure wherein a proof will be determined of the punishment and fate that will be received by a defendant in a trial as a result of his actions. In a proof of human rights and the fate of a defendant, it will be determined so that the implementation of the evidence must be in accordance with Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code so that the defendant is punished according to his actions as fairly as possible. does not burden or alleviate it. Criminal killings contained in the District Court Decision Number 669 / PID.B / 2014 / PN. TNG. it needs to be seen how the evidence in the decision and the legal consequences arising from the ruling for the defendant.
In proving the crime of murder contained in the District Court Decision Number 669 / PID.B / 2014 / PN.TNG. there are three evidences that have exceeded the minimum proof limit according to Article 183 of the KUHAP, namely that there are at least two valid evidences accompanied by a judge's conviction, the evidence contained in the verdict is a witness statement consisting of 4 witnesses and 2 witnesses Ade Charge, Visum Et Repertum letter of evidence, and evidence of the defendant's evidence, which by this has exceeded the minimum proof limit, namely two instruments according to Article 183 of the Criminal Procedure Code. And after the evidence connected with the elements in Article 338 of the Criminal Code the judge found that the defendant was found guilty of a crime of murder and the legal consequence of the verdict to the defendant was the fall of the sentencing sentence which would punish the defendant for acting criminal murder.


Keywords: Proof, Crime of Murder
2192824636E1A113111TINDAK PIDANA TURUT SERTA MELAKUKAN PEREKRUTAN CALON TKI YANG TIDAK
MEMENUHI PERSYARATAN
Sejalan dengan semakin meningkatnya tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri dan besarnya jumlah TKI yang sekarang ini bekerja di luar negeri, meningkat pula kasus perlakuan yang tidak manusiawi terhadap TKI baik di dalam maupun di luar negeri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur dalam tindak pidana turut serta melakukan perekrutan calon TKI yang tidak memenuhi persyaratan dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Wonosobo perkara Nomor 04/Pid.B/2013/PN.Wnsb. Untuk mencapai tujuan tersebut metode pendekatan yang penulis gunakan adalah yuridis normatif yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidh-kaidah atau norma-norma dalam mhukum positif dengan spesifikasi pembahasan deskritif analisis yang memusatkan perhatian kepada suatu masalah yang kemudian diolah dan dianalisisi untuk diambil kesimpulan.
Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia adalah badan usaha yang bergerak di bidang pengerahan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, yang memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Pengerahan Tenaga Kerja Indonesia keluar negeri dari Departemen Tenaga Kerja (SIUP NAKER). Terdakwa melanggar Pasal 103 Ayat (1) huruf c Undang-undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, seluruh unsur-unsur dalam pasal tersebut telah terpenuhi. Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Turut serta melakukan perekrutan calon TKI yang tidak memenuhi persyaratan”. Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 7 (tujuh) bulan serta denda sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan. Menetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.
Target of this research is to know applying of elements in doing an injustice have a share to conduct recruitment of TKI candidate which do not fulfill conditions in Decision District Court Wonosobo Number case 04/Pid.B/2013/PN.Wnsb and to know judge consideration base in let fall crime to defendant in Decision District Court Wonosobo Number case 04/Pid.B/2013/PN.Wnsb.
This research use method approach of normative juridical. Specification of descriptive research of analysis, Source of secondary data cover law and regulation going into effect, literature, result of research related to problems fundamental and also Decision District Court Wonosobo Number case 04/Pid.B/2013/PN.Wnsb. Data collecting with bibliography study, presented in the form of description and analysed with normative method qualitative.
Pursuant to result of solution and research, applying of elements in doing an injustice have a share to conduc recruitment of TKI candidate which do not fulfill conditions in Decision District Court Wonosobo Number 04/Pid.B/2013/PN.Wnsb. Committee Judge have considered deed of defendant impinge Section 103 Sentence (1) letter c Law No. 39Year 2004 about Location and Protection of Labour Indonesia beyond the sea Jo. Section 55 Sentence (1) First KUHP, all elements in the section have fufilled. Proven defendant validly and guilty convince conduct doing an injustice "Have a share to conduct recruitment of TKI candidate which do not fulfill conditions". During inspection of conference do not be found by the existence of the reason of justification or forgiveful able to vanish the nature of contempting of court him deed of defendant, hence defendant shall justify its deed.
Consideration judge base in dropping crime to defendant in Decision District Court Wonosobo Number 04/Pid.B/2013/PN.Wnsb. that is have fufilled of Section elements 103 Sentence (1) Law letter c No. 39 Year 2004 about Location and Protection of TKI beyond the sea Jo. Section 55 Sentence (1) First KUHP. Verification to evidence appliance as arranged in Section 184 KUHAP in the form of : Eyewitness boldness, Letter, Boldness Defendant. Consideration to things weighing against and lightening defendant, as formulated by Section 197 sentence (1) KUHAP f letter. To the consideration of Committee Judge let fall crime to defendant with crime serve a sentence during 1 (one) year satu and 7 (seven) month and also fine equal to Rp 1.000.000.000,- (one rupiah milliard) with rule if fine do not be paid, to be changed with coop crime during 3 (three) month tiga); Specifying defendant to remain to stay in prisoner
2192924655F1B113047EFEKTIVITAS PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF
DI SDN 5 ARCAWINANGUN PURWOKERTO
Pendidikan adalah hak asasi manusia yang mendasar dan penting. Meski pendidikan merupakan hak setiap individu, namun jutaan anak-anak dan orang dewasa tetap kehilangan kesempatan pendidikan, banyak anak-anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan khusus terkait pemerataan pelayanan publik bagi penyandang disabilitas /berkebutuhan khusus, pemerintah mengadakan program pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi merupakan kebijakan yang dilandaskan asas pemerataan pendidikan karena banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kebutuhan khusus dan belum mendapat layanan pendidikan secara memadai bahkan tidak mendapat layanan pendidikan sama sekali. SDN 5 Arcawinangun merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauhmana efektivitas program pendidikan inklusi di SDN 5 Arcawinanun berhasil diterapkan.
Indikator yang digunakan dalam penelitian menurut Makmur (2011: 3) yang diukur berdasarkan ketepatan waktu, ketepatan perhitungan biaya, ketepatan dalam proses pelaksanaan, ketepatan dalam menentukan tujuan, dan ketepatan sasaran.
Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan yang berjumlah 8 orang yang merupakan wali murid dari siswa berkebutuhan khusus. Metode analisis data menggunakan metode analisis data menurut Miles dan Hubermen.
Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan pendidikan inklusi di SDN 5 Arcawinangun dinyatakan efektif.

Kata Kunci : Pendidikan inklusi, Efektivitas
Education is a fundamental and important human right. Even though education is the right of every individual, but millions of children and adults continue to lose educational opportunities, many school-age children do not have special education related to equal distribution of public services for persons with disabilities / special needs, the government implements inclusive education programs. Inclusion education is a policy based on the principle of educational equity because many Indonesian people who have special needs and have not received adequate education services do not even receive education services at all. SDN 5 Arcawinangun is one of the schools that implements inclusive education. This study aims to analyze the extent to which the effectiveness of the inclusive education program at SDN 5 Arcawinanun was successfully implemented.
The indicators used in the research according to Makmur (2011: 3) are measured based on timeliness, accuracy of cost calculations, accuracy in the implementation process, accuracy in determining objectives, and accuracy of objectives.
This study uses a purposive sampling technique in determining the informants totaling 8 people who are students' guardians from students with special needs. Data analysis method uses data analysis methods according to Miles and Hubermen.
The results of the study stated that the implementation of inclusive education at SDN 5 Arcawinangun was declared effective.
Keywords: Inclusion Education, Effectiveness
2193024656C1J014019THE IMPACT OF FLOOD ON SMEs PERFORMANCE IN WEST JATINEGARAJudul penelitian ini adalah Dampak Banjir terhadap Kinerja UKM di Jatinegara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak banjir terhadap kinerja UKM yaitu omzet dan kerugian serta mengetahui perbandingan omzet pada waktu normal dan pada saat banjir.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji peringkat bertanda wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara omset penjualan pada waktu normal dan omset penjualan pada saat banjir. Dan dalam uji statistik deskriptif kerugian menunjukkan bahwa banjir memiliki dampak negatif terhadap UKM di Jatinegara Barat.
Implikasi dari penelitian adalah pemerintah harus membantu pemilik bisnis dengan cara yang salah satunya adalah asuransi untuk bisnis. Membantu memberikan asuransi karena banjir dan bencana alam adalah kejadian atau dampak yang tidak terduga dan juga untuk meninggikan tanggul di pinggiran sungai Ciliwung yang masih tidak terlalu tinggi.
This research title is The Impact of Flood on SMEs Performance In West Jatinegara. This research aims to analyze the impact of flood on SMEs performance which is turnover and loss and knowing the comparison of turnover at normal time and at the time of flood.
The type of data used in this research is primary data and secondary data. The data analysis technique used is wilcoxon signed rank test. The results shows that there is differences statistically significant between sales turnover at normal time and sales turnover at the time of flood. And in the descriptive statistical test of loss shows that the flood has a negative impact towards SMEs in West Jatinegara.
The implication of research is the government must help the business owners in a way that one of them is insurance for business. Helping to provide insurance because of flood and natural disasters is an unexpected occurrence or impact and also to elevate the embankment on the outskirts of the Ciliwung river which it is still not too high.
2193126014F1A014028HUBUNGAN ANTARA TINGKAT MODAL SOSIAL DENGAN PELAKSANAAN BAGI HASIL PERTANIAN SAWAH DI DESA TARIKOLOT KECAMATAN CIBEUREUM KABUPATEN KUNINGANPeneitian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan sistem bagi hasil di sektor pertanian khususnya persawahan yang berlokasi di Desa Tarikolot Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan yang ada kaitannya dengan keberadaan modal sosial masyarakat di Desa Tarikolot khususnya modal sosial antara para petani di Desa Tarikolot, petani pemilik lahan dengan petani penggarap, yang mana mayoritas dari segi mata pencaharian masyarakat di Desa Tarikolot bekerja sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tingkat modal sosial petani dengan pelaksanaan bagi hasil pertanian di Desa Tarikolot Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif eksplanatif melalui pendekatan survei. Populasi dari penelitian ini adalah jumlah petani di Desa Tarikolot, terdiri dari petani pemilik lahan dan petani penggarap. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 552 KK. Terdiri dari petani pemilik lahan berjumlah 105 KK dan petani penggarap berjumlah 447 KK. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kali ini adalah Proportional Stratified Random Sampling. Proportional Stratified Random Sampling atau Sampel acak berstrata secara proporsional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan antara lain; kuesioner atau angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Variabel Tingkat Modal Sosial terdapat hubungan yang positif dengan pelaksanaan sistem bagi hasil dengan tingkat kecenderungan tinggi, (2) Variabel Luas Kepemilikan Lahan terdapat hubungan yang positif dengan pelaksanaan sistem bagi hasil dengan tingkat kecenderungan tinggi.
Kata Kunci: Modal Sosial, Kepercayaan, Jaringan Sosial, Tanggungjawab Sosial, Nilai dan Norma Sosial, Kerjasama, Pertanian, Lahan, Tanah, Sawah, Sistem Bagi Hasil Pertanian
The study entitled "The Relationship Between the Level of Social Capital with the Implementation of Profit Sharing of Rice Farming in Tarikolot Village, Cibeureum District, Kuningan Regency". This study explains how the implementation of profit-sharing systems in the agricultural sector, especially rice fields located in the village of Tarikolot Cibeureum subdistrict Kuningan regency that is related to the existence of social social capital in the village of Tarikolot, especially social capital between farmers in Tarikolot village, farmers owning land with cultivating farmers, where the majority in terms of the livelihoods of people in the village of Tarikolot work as farmers.
This study aims to determine how the relationship between the level of social capital of farmers with the implementation of agricultural production in the village of Tarikolot Cibeureum District Kuningan District. This research uses explanatory quantitative methods through a survey approach. The population of this study is the number of farmers in Tarikolot village, consisting of landowners and landless farmers. The population in this study was 552 kk. Consisting of farmers owning land totaling 105 families and working farmers totaling 447 families The sampling technique used in this study is proportional stratified random sampling. Proportional stratified random sampling proportionally stratified random samples. Data collection techniques carried out by using, among others; questionnaire or questionnaire and documentation. The data analysis technique uses descriptive analysis in the form of frequency distribution and cross tabulation.
The results showed that (1) social capital level variables were positively related to the implementation of profit sharing systems with a high degree of tendency, (2) land ownership variable had a positive relationship with the implementation of profit sharing systems with high propensity levels.
Keywords: social capital, trust, social networks, social responsibility, social values and norms, cooperation, agriculture, land, land, rice fields, agricultural production sharing system
2193224659H1D014059PENGARUH VARIASI TEBAL LAPISAN LIMBAH KAYU SENGON LAMINASI SEBAGAI PENGISI BALOK KOMPOSIT BAMBU-KAYU LAMINASI SISTEM INTI (CORE) TERHADAP KUAT LENTURKetersediaan bahan konstruksi dari mineral alam sangat terbatas, sehingga perlu dikembangkan material alternatif seperti produk kayu dan non kayu. Namun pemanfaatan produksi kayu dan non kayu di Indonesia sebagai material konstruksi belum optimal khususnya yang berasal dari limbah potongan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan lapisan limbah kayu sengon pada balok laminasi komposit bambu-kayu terhadap kuat lentur. Stuktur balok pada penelitian ini dibuat dengan sistem inti (core), dimana bambu petung laminasi menyelimuti balok kayu sengon. Benda uji sifat fisika dan mekanika dibuat dengan variasi tebal lapisan bambu sebesar 0 cm, 1 cm, 2 cm, dan 5 cm yang direkatkan menggunakan Polyvinyl acetate (PVAc). Pengujian mekanika menggunakan alat UTM (Universal Testing Machine) dengan pembebanan satu titik. Pembebanan lentur diberikan secara bertahap (statik) hingga balok runtuh. Hasil pengujian mekanika dari masing-masing variasi tebal lapisan bambu diperoleh MOR sebesar 13,62 MPa (MK,0 cm); 48,49 MPa (MC4,1 cm); 61,622 MPa (MC3,2 cm); dan 139,12 MPa (MB,5 cm). MOE yang dihasilkan sebesar 2838,33 MPa (MK,0 cm); 11883,3 MPa (MC4,1 cm); 12272,89 MPa (MC3,2 cm); dan 15628,10 MPa (MB,5 cm).The availability of construction materials from natural minerals is limited, so alternative materials such as wood and non-wood products need to be developed. However, the utilization of timber and non-timber production in Indonesia as construction material has not been optimal, especially from wood waste. This research aims to determine the effect of adding wood layers on bamboo-wood composite laminated beams to its flexural strength. In this research the beam structure is made with core system, where laminated bamboo petung covers sengon wood beams. Physical and mechanical properties of test specimens are made with variations in the thickness of the bamboo layer by 0 cm, 1 cm, 2 cm, and 5 cm which are bonded with Polyvinyl acetate (PVAc). Mechanical testing uses UTM (Universal Testing Machine) with one point loading. Flexible loading is given in stages (static) until the beam collapses. Mechanical testing of each variation obtain a flexural strength (MOR) of 13,62 MPa (MK,0 cm); 48,49 MPa (MC4,1 cm); 61,622 MPa (MC3,2 cm); and 139,12 MPa (MB,5 cm). The stiffness (MOE) that produced is 2838,33 MPa (MK,0 cm); 11883,30 MPa (MC4,1 cm); 12272,89 MPa (MC3,2 cm); and 15628,10 MPa (MB,5 cm).
2193324660F1G013052ANALISIS WACANA PADA IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT BERBAHASA INDONESIA DI TELEVISIABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Pada Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat Berbahasa Indonesia di Televisi”. Permasalahan yang akan di bahas dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana unsur internal yang terdapat pada iklan layanan kesehatan masyarakat di televisi? (2) Bagaimana Unsur eksternal pada iklan layanan kesehatan masyarakat di televisi?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan unsur internal pada iklan layanan kesehatan masyarakat (2) Mendeskripsikan unsur eksternal pada iklan layanan kesehatan masyarakat.
Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan bahasa yang digunakan oleh iklan layanan kesehatan masyarakat berbahasa Indonesia di televisi. Data dalam penelitian ini berupa bahasa yang digunakan dalam iklan layanan kesehatan masyarakat. Sumber datanya diambil melalui tayangan iklan di televisi dengan menggunakan media lain, yaitu youtube.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode simak bebas libat cakap. Teknik dasar yang dipakai adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan yang dipakai adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan. Metode padan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan pragmatis dan metode padan referensial. Penelitian ini menggunakan metode penyajian hasil analisis data secara informal.
Hasil penelitian ini di temukan 9 bentuk klasifikasi kelas kata tertutup, yaitu: (1) kalimat interjektif, dan (2) Partikel, dan (3) Artikulus. Penelitian ini ditemukan 3 bentuk pronominal, yaitu: (1) Pronominal demontratifa, dan (2) Pronominal kata ganti orang pertama jamak. Penelitian ini ditemukan 2 reduplikasi morfologis. Penelitian ini ditemukan 4 akronimisasi. Penelitian iklan layanan kesehatan masyarakat berbahasa Indonesia di televisi ditemukan 7 inferensi, 5 presuposisi, 2 referensi anafora, 1 implikatur, 10 konteks wacana Hymes, dan 30 konteks wacana (Rani).
ABSTRACT

This research is entitled "Discourse Analysis of Advertisements on Health Services for Indonesian Language Communities on Television". The problems found in this study are: (1) What internal elements are there in public health service advertisements on television? (2) What are the internal elements of public service advertising on television? This study aims to (1) Describe internal elements in public health service advertisements (2) Describe external elements in public health service advertisements.
The method in this study is descriptive qualitative, which is to describe the language used by advertisements in the Indonesian language public health services on television. The data in this study are the language used in public health service advertisements. The data source is taken through television ad impressions using other media, namely YouTube.
The data collection method used is the refer method. The referral method used in this study is the method of competent skill full listening. The basic method of research used is tapping technique, while the advanced technique used is the skillful listening technique and note taking technique. The method of data analysis in this study uses the equivalent method. The equivalent method used in this study is the pragmatic equivalent method and the referential equivalent method. This study uses the method of presenting the results of data analysis informally.
The result of this study found 9 forms of closed class word classification, there are : (1) objective sentences, (2) particles and, (3) articulus. In this study 3 pronominal forms were found, there are: (1) demonstrative pronominal, and (2) pronominal plural first pronouns. Then is this study too 2 morphological reduplication. In addition, 4 acronyms were also found. Research on Indonesian language public health service advertisements on television found 7 inferences, 5 presupositions, 2 anaphoric references, 1 implicature, 10 contexts of Hymes discourse, and 30 discourse contexts (Rani).
2193424355H1E014031RANCANG BANGUN PROTOTYPE KONDUKTIVITIMETER BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI SISTEM PEMANTAUAN DAN PERINGATAN PADA KUALITAS AIR TAMBAKKonduktivitas adalah kemampuan air untuk meneruskan aliran listrik. Jika dalam larutan elektrolit diberi hantaran arus melalui kedua elektroda, maka akan timbul medan listrik antara kedua elektroda tersebut, akibatnya ion positif akan bergerak menuju elektroda negatif untuk mengambil elektron atau disebut oksidasi, sedangkan ion negatif akan bergerak menuju elektroda positif untuk menyerahkan elektron atau disebut reduksi. Nilai konduktivitas pada air tambak perlu diketahui dan dikontrol agar tidak mengganggu populasi ikan. Jika kedua nilai terlalu tinggi maka alat pernapasan ikan (insang) akan terganggu, sebaliknya apabila nilai terlalu rendah maka daya tahan tubuh ikan menjadi lemah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun prototype konduktivitimeter untuk mengukur nilai konduktivitas, menentukan karakteristik statis sistem konduktivitimeter, dan menguji sistem untuk pemantauan nilai konduktivitas yang kurang dari ambang batas air tambak dan lebih dari ambang batas. Metode yang dilakukan dibagi menjadi dua tahapan utama yaitu, pembuatan sistem dan pembuatan program sebagai sistem pemantauan dan peringatan. Hasil yang diperoleh yaitu rancang bangun prototype konduktivitimeter telah dibuat menggunakan sensor konduktivitas konfigurasi empat sel elektroda berbahan stainless steel dengan mikrokontroler berbasis Arduino Uno. Rancang bangun disempurnakan dengan adanya pemanfaatan LCD, buzzer, dan Aplikasi Smartphone sebagai sistem pemantauan dan peringatan pada sistem ini. Karakteristik statis sistem prototype konduktivitimeter yaitu diperoleh error 15%, akurasi sebesar 85%, dan threshold 0,01 S/m. Pengujian sistem untuk pemantauan dan peringatan nilai konduktivitas yang kurang dari ambang batas konduktivitas air laut telah teruji, sedangkan untuk pengujian lebih dari ambang batas konduktivitas air laut tidak teruji karena keterbatasan alat yang dapat digunakan pada konduktivitas tidak lebih dari 0,01 S/m.

ABSTRACT
Conductivity is a numerical representation of the ability of water to continue electricity. In the principle of GGL (Electric Motion) at a fixed price, but higher than the electrolyte decomposition voltage, current (i), which flows between two electrodes submerged in an electrolyte solution, is inversely proportional to the resistance R electrolyte solution. The value of conductivity in pond water needs to be known and controlled so as not to disturb the fish population. If both values are too high, the fish's gills (gills) will be disrupted, whereas if the value is too low, the body's immune system becomes weak. This study aims to design conductivitimeter prototypes to measure conductivity values, determine the static characteristics of conductivitimeter measuring systems, and test systems for monitoring conductivity values that are less than pond water thresholds and more than the threshold. The method carried out is divided into two major stages, namely, making a measuring system and making a program as a warning system. The results obtained are the design of conductivitimeter prototypes that have been made using a stainless steel conductivity sensor with an Arduino Uno based microcontroller. The design is enhanced by the use of LCD, buzzer, and Smartphone applications as a monitoring and warning system on this system. The static characteristics of a conductivitimeter measuring instrument prototype system were obtained an error of 15% ,an accuracy of 85% , and threshold 0,01 S/m. Testing the system for monitoring conductivity values that are less than the threshold of conductivity of seawater has been tested, while for testing more than the threshold of conductivity of seawater is not tested because of the limitations of tools that can be used on conductivity no more than 0,01 S / cm.


2193524661G1A015043PENGARUH PELATIHAN KADER POSYANDU TERHADAP PENGETAHUAN DALAM DETEKSI DINI PERKEMBANGAN BALITALatar Belakang : Masalah penyimpangan perkembangan balita bervariasi. Departemen kesehatan RI melaporkan 0,4 juta (16%) balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus dan kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Deteksi dini penyimpangan sangat penting untuk dapat melakukan intervensi secara tepat guna sehingga proses tumbuh kembang selanjutnya dapat berlangsung optimal. Posyandu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam optimalisasi kualitas balita. Peran kader dalam posyandu sangat penting. Kader sebagai orang yang paling dekat dengan masyarakat dalam hal mengurusi tumbuh kembang balita. Tidak ada syarat khusus seperti memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai di bidang gizi dan kesehatan untuk menjalankan tugas sebagai kader, sehingga penting untuk dilakukan pelatihan kader untuk mengoptimalkan peran kader dalam masyarakat.
Tujuan : Memberikan pelatihan kader posyandu serta untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap pengetahuan dalam deteksi dini perkembangan balita.
Metode : Design penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental komunitas dengan rancangan one group pre and post test design. Subyek penelitian sebanyak 37 orang diambil dengan metode total sampling. Data pengetahuan kader diambil menggunakan kuesioner pre test dan post test. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.
Hasil : Hasil uji Wilcoxon didapatkan p = 0.004 (p<0.05) secara statistik menunjukkan terdapat pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap pengetahuan dalam deteksi dini perkembangan balita.
Kesimpulan : Pelatihan kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi dini perkembangan balita.
Background : Abnormality of development of children under five years old varies. Health Department of Indonesia reports 0,4 million (16%) of children under five years old undergo development abnormality such as fine motor, gross motor, hearing defect, cognitive disturbance, and speech delay. Early detection of developmental delay is important to do appropriate intervention and reach their optimum growth and development. Posyandu were formed by government to optimize the quality of children. The role of kader in Posyandu is important, as person who is close to community. There is no special requirement such as should have knowledge and competency in nutrition and helath do be a kader, so training for kader has important role to optimize their role in community.
Aims : Give training for kader of Posyandu and to know the effect of training of kader to knowledge in early detection of children development.
Method : Study design of this study was community experimental with one group pre and post test design. Thirty seven of subjects included in this study by total sampling method. Level of knowledge of kader were measured by using pre test and post test questionnaire. Data analysis used Wilcoxon test.
Result : From Wilcoxon test, p=0,004 (p<0,05) was statistically significant showed there were effects of training for kader to their knowledge in early detection of children under five development.
Conclusion : Kader training can increase knowledge of kader of Posyandu in early detection of children under five development.
2193624662B1K014024DECOLORIZATION OF INDIGOSOL BLUE DYE BY IMMOBILIZED BIOMASS OF Aspergillus sp. WITH DIFFERENT INCUBATION TIMEPenghapusan warna dari limbah tekstil sering dianggap lebih mendesak daripada kontaminan lain dari limbah yang sama. Keberadaan pewarna tekstil dalam ekosistem perairan dapat mengganggu penetrasi sinar matahari, akibatnya kehidupan organisme di dalam air akan terganggu dan pada saat yang sama dapat mengancam ekosistem perairan. Kehadiran sejumlah kecil pewarna dalam air mudah diidentifikasi dan mempengaruhi tidak hanya aspek estetika air tetapi juga transparansi. Imobilisasi biomassa dapat mengatasi banyak masalah ini. Proses imobilisasi memiliki beberapa keuntungan seperti tahan terhadap lingkungan yang keras seperti salinitas, toksisitas logam, dan pH, melindungi kultur penuaan terhadap efek berbahaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekolorisasi kontaminasi pewarna indigosol blue dye menggunakan biomassa jamur, menentukan kombinasi antara waktu inkubasi dan perlakuan pengocokan dalam imobilisasi Aspergillus sp. yang mampu mendekolorisasi pewarna biru indigosol, dan menentukan kombinasi mana yang lebih optimal untuk dekolorisasi pewarna biru indigosol.
Desain metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dianalisis menggunakan Analisis Varians ANOVA (Tukey) dengan 6 perlakuan menggunakan Aspergillus sp., Dengan kombinasi perlakuan goncangan dan periode waktu pada jam ke-48, jam ke-72, dan jam ke-96.
Data persentase degradasi dianalisis menggunakan spektrofotometri. Berdasarkan hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan biomassa imobilisasi Aspergillus sp. dalam bentuk manik-manik alginat dapat digunakan untuk dekolorisasi. Hasil jam ke-48 pada perlakuan statis memiliki persentase dekolorisasi tertinggi.
Color removal from textile effluents is often considered to be more urgent than any other contaminant of the same effluent. The existence of textile dye in aquatic ecosystem can disrupt the penetration of sunlight, consequently the life of organisms in the water will be disrupted and at the same time can threaten the aquatic ecosystem. The presence of small amounts of any dye in water is easily identified and affects not only the water aesthetic aspect but also its transparency. Immobilization of the biomass can overcomes many of these problems. Immobilization processes have several advantages such as being resistant to harsh environments such as salinity, metal toxicity, and pH, protecting the aging cultures against the harmful effects.
The objective of this research are to decolorize dye contamination of indigosol blue dye using biomass of fungi, determine combination between incubation time and shaking treatment in immobilization of Aspergillus sp. that capable to decolorize indigosol blue dye, and determine which combination that is more optimum for decolorization of indigosol blue dye. This research method design used completely randomize design (CRD) and analysed using Analysis of Variance ANOVA (Tukey) with 6 treatments using Aspergillus sp., with combination of shaking treatment and time period in 48th hour, 72nd hour, and 96th hour.
Data of degradation percentage was analyzed using spectrophotometry. Based on the results in this study showed that the use of immobilization biomass of Aspergillus sp. in the form of alginate beads can be use for decolorization. The result of 48th hour on static treatment have the highest decolorization percentage.
2193724663G1A014020Hubungan Kadar Hemoglobin A1c (HbA1c) Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo PurwokertoLatar Belakang. Prevalensi diabetes melitus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena seringkali tidak disadari oleh penderitanya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Ulkus diabetikum merupakan komplikasi yang paling ditakuti karena seringkali berujung pada amputasi dan tidak jarang menyebabkan kematian. Kontrol glikemik merupakan salah satu upaya untuk mencegah komplikasi diabetes melitus termasuk ulkus diabetikum. American Diabetes Association merekomendasikan HbA1c sebagai kontrol glikemik jangka panjang pada pasien diabetes melitus. Hemoglobin A1c memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan dinilai efektif dalam menurunkan risiko komplikasi diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Metode. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 dengan ulkus dan tanpa ulkus diabetikum. Masing-masing kelompok berjumlah 13 subyek ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Analisis statistik menggunakan fisher exact test.
Hasil. Terdapat hubungan bermakna antara nilai HbA1c dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p=0,030 (p<0,05). Subyek penelitian menunjukan rerata usia 54 tahun. Sebagian besar (65%) berjenis kelamin laki-laki. Rerata nilai HbA1c pada kedua kelompok adalah 8,35%
Kesimpulan. Terdapat hubungan antara nilai HbA1c dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background. Diabetes mellitus has an improvement prevalence through years. Diabetes mellitus is known as a silent killer because most people don't realize and when they do,it has been a complication. Diabetic ulcer is one of the complications that most people feared because it can make an amputation and it can be death. Glycemic control is an effort to prevent complications of diabetes mellitus including diabetic ulcers. American Diabetes Association recommends HbA1C as a long-term glycemic's control to diabetes's patient. Hemoglobin A1c has a high level of accuracy and is considered effective in reducing the risk of complications of diabetes mellitus. This study puposed was to find out the correlation between HbA1c levels with the incidence of diabetic ulcers in type 2 diabetes mellitus patient’s.
Method. This study is using observational analytical with a cross-sectional approach. The subject of this study is patient with type 2 diabetes mellitus with or without ulcer's diabetic. Each group has 13 participants with consecutive sampling technique. Statistic's analytic is using Fisher exact test.
Result. There was an association between HbA1C's value with ulcer's incident in type 2 diabetes's patient with value p=0,030 (p<0,05). Research subject showed a mean age of 54 years old. Most of them are men (65%). Mean of the value in two groups are 8,35%.
Conclusions. There was an association between HbA1C's value with ulcer's incident in type 2 diabetes's patient in General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
2193824664J1B015012Menelusuri Makna Puisi "Aku Ingin" karya Sapardi Djoko DamonoSkripsi ini berjudul Menelusuri Makna Puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keseluruhan makna yang terdapat dalam puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini termasuk deskriptif analisis dengan fokus penelitian berupa makna dalam puisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini membaca dengan seksama teks puisi “Aku Ingin”, mencatat data-data penting yang berkaitan dengan penelitian, dan mengklasifikasi data-data yang telah ada dengan permasalahan yang telah ada. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap puisi tersebut dengan teori Semiotika Riffaterre, puisi ini bercerita mengenai keinginan penyair untuk mencintai seperti seorang pecundang yang tidak pernah mengungkapkan cinta. Penyair ingin dapat mencintai seseorang namun tetap bebas.This research entitled “Menelusuri Makna Puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono”. It aims at knowing the over-all meaning that are found in the poem of focusing on the meaning of the poem. Data collection techniques are by reading Sapardi Djoko Damono’s “Aku Ingin”, taking the important notes elated to the research and classifying the data based on the research questions. Based on the result of analysis, by employing Semiotics Riffaterre theory, the poem tells the story about the poet’s desire to love is like a lose who never expresses love. Poets want to be able to love someone but remain free.
2193924665C1M014040PENGARUH GAME, DISIPLIN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain game, disiplin belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS di SMA Negeri 3 Purwokerto. Survei dilakukan kepada 178 siswa. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain game berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Namun, disiplin belajar dan motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. This study aims to determine the effect of playing game, learning discipline and learning motivation on learning achievement of level x social science students at public Senior High School 3 Purwokerto. Surveys were performed to 178 students. The data were analyzed using multiple regression. The results showed that playing game has negative and significant effect on learning achievement of the students. However, learning discipline and learning motivation have possitive and significant effect on learning achievement of the students.
2194024666F1K014027Analisis Heuristik dan Hermeneutik pada Kumpulan Puisi Hadrah Kiai karya Raedu Basha (Kajian Semiotika Riffaterre)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan makna heuristik pada kumpulan puisi Hadrah Kiai karya Raedu Basha; (2) mendeskripsikan makna hermeneutik pada kumpulan puisi Hadrah Kiai karya Raedu Basha.
Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif analisis. Subjek penelitian ini adalah sepuluh puisi yang ada dalam Kumpulan Puisi Hadrah Kiai karya Raedu Basha. Penelitian ini difokuskan pada makna kumpulan puisi Hadrah Kiai karya Raedu Basha secara heuristik dan hermeneutik. Data diperoleh dengan teknik pembacaan berulang, pencatatan, dan baca markah. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pembacaan heuristik dan hermeneutik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Melalui proses pembacaan heuristik ditemukan adanya berbagai susunan kata, frasa dan klausa yang sulit untuk dimaknai karena tidak sesuai dengan tata bahasa, beberapa puisi memiliki bahasa yang cenderung mudah untuk diterjemahkan karena makna yang terkandung tidak jauh berbeda dengan apa yang tertulis pada naskah. Penyair banyak sekali menggunakan kosa kata yang merujuk pada istilah islami, istilah bahasa Arab, dan istilah tradisional terutama bahasa Jawa. (2) melalui proses pembacaan hermeneutic dapat diketahui bahwa Kumpulan Puisi Hadrah Kiai secara keseluruhan bercerita tentang tokoh agama. Hampir semua puisi diketahui nama tokoh sebagai objek perbincangan puisi. Namun, pada puisi Hadrah Kiai dan puisi Lidi Kaligrafi, penyair menujukan puisinya kepada tokoh secara umum. Pada puisi berjudul Hadrah Kiai penyair bercerita tentang Kiai secara umum. Pada puisi berjudul Lidi Kaligrafi penyair juga bercerita mengenai guru ngaji secara umum. Lewat analisis ini secara tak langsung pembaca mendapatkan pengetahuan tentang khazanah islam dan para ulama di indonesia. Hal ini dikarenakan bahasan puisi yang mengangkat kisah perjuangan dan dakwah para ulama yang mengharuskan pembaca mencaritahu terlebih dahulu siapa topik yang diperbincangkan dalam puisi.
The aim of this research is (1) describe the heuristic meanings on the Hadrah Kiai Poem Collection by Raedu Basha; (2) describe the hermeneutic meanings on the Hadrah Kiai Poem Collection by Raedu Basha.
The method of the research is descriptive analysis. The subject of the research is 10 poems from the Hadrah Kiai Poetry Collection by Raedu Basha. The data obtained by the repeated reading technique, note-taking, and read with marking technique. The data were analyzed by descriptive analysis technique specially used the heuristics and hermeneutik reading technique.
The results of this research showed that (1) from the heuristic reading proces founded the existence of a variety of words, phrases and clauses were difficult for meant because it does not conform with grammar. some poem that written, were easier to translate because the meaning that contained is not much different from sentences that written on the paper. The poet was inordinate used vocabulary that refers to the term Islamic, Arabic terms, and especially traditional Javanese term. (2) from the hermeneutik reading proces, known that Hadrah Kiai Poem Collection overall tells about religious figures. Almost all of poetries were unknown character names as objects of discussion of poetry. However, on poetry entitled Lidi Kaligrafi and Hadrah Kiai, The Poet addresses his poem to figures in general. In the poem entitled Hadrah Kiai, The Poet tell about kiai in general. The poem entitled Lidi Kaligrafi also tell about teachers of The Quran in general. From this analysis, indirectly readers gain knowledge about the world of islam and the guardian in Indonesia. This is because the discussion of poetry lift the struggle and dak’wah among the Islam scholars that requires the reader to figure out in advance who the topics discussed in the poem.