Home
Login.
Artikelilmiahs
24651
Update
IRMA BUDIARTI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KONTRASTIF PEMBENTUKAN VERBA AKTIF-PASIF DALAM KALIMAT IMPERATIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA DIALEK BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Kontrastif Pembentukan Verba Aktif-Pasif dalam Kalimat Imperatif Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Dialek Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persamaan dan perbedaan pembentukan verba aktif-pasif dalam kalimat imperatif bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dan analisis kontrastif. Data penelitian ini berupa kalimat imperatif yang mengandung verba aktif-pasif baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik sadap dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan metode padan translasional dan metode agih sebagai metode analisis data. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Persamaan pembentukan verba aktif-pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas, kalimat imperatif (32 data) yang diperbandingkan dengan terjemahan bahasanya. Kemudian perbedaan pembentukan verba aktif-pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas, kalimat imperatif (11 data) yang diperbandingkan dengan terjemahan bahasanya. Persamaan pembentukan verba aktif-pasif dalam kalimat imperatif bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas yaitu, pembentukan verba aktif dengan pembagian prefiks me- yang beralomorf me-, mem-, men-, meny-, meng-, dan menge- (BI) sepadan dengan prefiks N- yang beralomorf m-, n-, ny-, ng-, dan nge- (BJDB); prefiks ber- (BI) sepadan dengan prefiks N- (BJDB); sufiks –kan (BI) sepadan dengan sufiks –na, -ena, atau –aken (BJDB); sufiks –i (BI) sepadan dengan sufiks –i (BJDB); konfiks meN-/-kan (BI) sepadan dengan konfiks N-/-na atau N-/-aken (BJDB); konfiks meN-/-i (BI) sepadan dengan konfiks N-/-i atau N-/-ni (BJDB); dan pembentukan verba pasif dengan pembagian prefiks di- (BI) sepadan dengan prefiks di- (BJDB); prefiks ter- (BI) sepadan dengan prefiks ke- atau k- (BJDB); konfiks di-/-kan (BI) sepadan dengan konfiks di-/-na atau di-/-aken (BJDB), konfiks di-/-i (BI) sepadan dengan konfiks di-/-i (BJDB). Perbedaan pembentukan verba aktif-pasif dalam kalimat imperatif bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dialek Banyumas yaitu, pembentukan verba aktif dengan pembagian prefiks ber- (BI) dengan sufiks -an (BJDB); konfiks ber-/-an (BI) dengan sufiks -an (BJDB); konfiks meN-/-kan (BI) dengan konfiks N-/-i dan N-/-ni (BJDB); dan pembentukan verba pasif dengan pembagian konfiks di-/-i (BJDB) dengan prefiks di- (BI); konfiks k-/-an (BJDB) dengan prefiks ter- (BI); konfiks di-/-i (BJDB) dengan konfiks di-/-kan (BI); kombinasi afiks diper- (BI) dengan prefiks di- (BJDB); kombinasi afiks diper- (BI) dengan konfiks di-/-na (BJDB).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research is entitled “Analisis Kontrastif Pembentukan Verba Aktif-Pasif dalam Kalimat Imperatif Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Dialek Banyumas”. The purpose of this research was to describe the similarities and differences of the formation of active-passive verb in the imperative sentences of Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect. This research was a descriptive qualitative and contrastive analysis. This research data was imperative sentences containing active-passive verb in Indonesian and Java language Banyumasan dialect. Method of data collection of this research was scrutinize method which was realized by tapping and notes. This research used translational match and agih as the method of data analysis. Based on the analysis and discussion it can be summarised as follows. Equation of formation of active-passive verb in Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect, imperative sentences (32 data) as compared with language translation. Then the differences of formation of active-passive verb in Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect, imperative sentences (11 data) as compared with language translation. The equation of formation of active-passive verb in the imperative sentences of Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect is the formation of active verb with the division of prefixes me- the allomorph me-, mem-, men-, meny-, meng-, and menge- (BI) match with prefixes N- the allomorph m-, n-, ny-, ng-, and nge- (BJDB); prefix ber- (BI) match with prefix N- (BJDB); suffix –kan (BI) match with suffix –na, -ena, or –aken (BJDB); suffix –i (BI) match with suffix –i (BJDB); konfix meN-/-kan (BI) match with konfix N-/-na or N-/-aken (BJDB); konfix meN-/-i (BI) match with konfix N-/-i or N-/-ni (BJDB); and the formation of passive verb with the division of prefix di- (BI) match with prefix di- (BJDB); prefix ter- (BI) match with prefixes ke- or k- (BJDB); konfix di-/-kan (BI) match with konfix di-/-na or di-/-aken (BJDB); konfix di-/-i (BI) match with konfix di-/-i (BJDB). The differences of formation of active-passive verb in the imperative sentences of Indonesian and Javanese language Banyumasan dialect is the formation of active verb with the division of prefix ber- (BI) with suffix -an (BJDB); konfix ber-/-an (BI) with suffix -an (BJDB); konfix meN-/-kan (BI) with konfix N-/-i or N-/-ni (BJDB); and the formation of passive verb with the division of konfix di-/-i (BJDB) with prefix di- (BI); konfix k-/-an (BJDB) with prefix ter- (BI); konfix di-/-i (BJDB) with konfix di-/-kan (BI); combination of affix diper- (BI) with prefix di- (BJDB); combination of affix diper- (BI) with konfix di-/-na (BJDB).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save