Home
Login.
Artikelilmiahs
24364
Update
HILMI ALFIAN
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN BIOSTRATIGRAFI DAERAH ONJE DAN SEKITARNYA, KECAMATAN MREBET, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daerah penelitian berada pada Desa Onje dan sekitarnya Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Pada daerah penelitian terdapat banyak fosil jejak, sehingga dimungkinkan kehadiran fosil selain fosil jejak. Disini peneliti melakukan beberapa analisi, yaitu analisis foraminifera, analisis nannoplakton, dan analisis fosil jejak. Sehingga nantinya akan didapatkan biostratigrafi pada daerah penelitian. Metode penelitian menggunakan analisis foraminifera untuk menghasilkan zonasi umur dan paleobatimetri, analisis nannoplankton untuk menghasilkan zonasi umur dan naik-turun muka air laut, dan analisis fosil jejak untuk menghasilkan fasies fosil jejak dan zona kedalaman. Satuan geomorfologi terdiri dari : Satuan Lembah Struktural (S1), Satuan Perbukitan Struktural (S2), Satuan Dataran Aliran Lahar (V11), dan Satuan Dataran Fluvial (F1). Satuan litologi terdiri dari : Satuan Batulempung A, Satuan Batupasir, Satuan Batulempung B, Satuan Breksi, dan Satuan Aluvial. Struktur geologi terdiri dari Lipatan Antiklin Katinah, Lipatan Sinklin Kedungbayah, Sesar Geser Kiri Slinga, dan Sesar Geser Kiri Tangkisan. Satuan Batelempung A memiliki umur Pliosen (N18-N21), sedangkan Batupasir (N21). Satuan Batupasir terdapat 2 zona, yaitu Zona NN14-NN15 dan Zona NN15-NN18. Serta dari 2.4A-2.6 muka air laut mengalami naik-turun, dan dan 2.7 – 2.11 muka air laut daerah penelitian cenderung stabil, meskipun pada dari 2.6 ke 2.7 mengalami penurunan. Berdasarkan hasil analisis fosil jejak, daerah penelitian terbagi ke dalam 2 zona ichnofacies, yaitu Skolithos – Cruziana Ichnofacies, dan Skolithos Ichnofacies. Serta daerah penelitian terdapat pada fasies sedimentasi dari Sandy Shore - Sublittoral.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research area is in Onje Village and surrounding areas, Mrebet District, Purbalingga Regency, Central Java. In the study area there are many fossil traces, so it is possible to have other fossils than trace fossils. The researcher conducted several analyzes, namely foraminifera analysis, nannoplakton analysis, and trace fossil analysis. So that later biostratigraphy will be obtained in the study area. The research method uses analysis of foraminifera to produce age zones and paleobathymetric, nannoplankton analysis to produce age zones and sea level rise and fall, and traces fossil analysis to produce facies of traces fossil and depth zones. Geomorphological units consist of: Structural Valley Unit (S1), Structural Hills Unit (S2), Plain of Lava Flow Unit (V11), and Fluvial Valley Unit (F1). The lithology unit consists of: Claystone A Unit, Sandstone Unit, Claystone B Unit, Breccia Unit, and Alluvial Unit. The geological structure consists of the Katinah Anticline Folds, the Kedungbayah Synchronous Folds, the Left Slotting Sliding Fault, and the Left Sliding Friction Fittings. Batelempung A unit has a Pliocene age (N18-N21), while Sandstone (N21). Sandstone Unit has 2 zones, namely NN14-NN15 Zone and NN15-NN Zone18. As well as from 2.4A-2.6 the sea level has fluctuated, and and 2.7 - 2.11 the sea level of the study area tends to be stable, even though from 2.6 to 2.7 it has decreased. Based on the results of the fossil footprint analysis, the study area was divided into 2 ichnofacies zones, namely Skolithos - Cruziana Ichnofacies, and Skolithos Ichnofacies. As well as the study area found in sedimentation facies of Sandy Shore - Sublittoral.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save