Home
Login.
Artikelilmiahs
23986
Update
AEP SOMANTRI
NIM
Judul Artikel
Optimalisasi Produksi Gula Kelapa Kristal pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) "Klapakoe" di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
IKM “Klapakoe” merupakan salah satu agroindustri gula kelapa kristal di Desa Banjarsari, Ajibarang yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar gula kelapa kristal. IKM “Klapakoe” dihadapkan pada permasalahan untuk memenuhi permintaan pasar fluktuatif dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Penggunaan faktor-faktor produksi secara efektif dan efisien dapat mengoptimalkan produksi dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan: 1) menentukan kombinasi produksi optimal dari produk gula kelapa kristal rasa original dan gula kelapa kristal rasa wedang jahe dengan mengalokasikan faktor-faktor produksi yang tersedia agar diperoleh keuntungan optimal; 2) menganalisis perubahan yang mungkin terjadi apabila terdapat perubahan input produksi gula kelapa kristal rasa original dan gula kelapa kristal rasa wedang jahe yang peka, terhadap kondisi optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juli hingga 4 Agustus 2018 di IKM “Klapakoe”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Metode pengambilan data yaitu observasi langsung dan wawancara. Metode analisis yang digunakan yaitu Linear Programming dengan alat analisis primal, analisis dual dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kombinasi produk optimal pada IKM “Klapakoe” yaitu sebesar 2.503 kilogram untuk gula kelapa kristal rasa original dan sebesar 1.495 kilogram untuk gula kelapa kristal rasa wedang jahe. Keuntungan yang didapat pada kondisi optimal sebesar Rp63.490.912,44; (2) Perubahan input pada faktor produksi dalam pengolahan gula kelapa kristal di IKM “Klapakoe” adalah bahan baku nira dan bahan penolong jahe. Nilai kenaikan yang terbatas yaitu sebesar 14,00 liter untuk bahan baku nira dan 42,20 kilogram untuk bahan penolong jahe merah, sedangkan nilai penurunan sebesar 17.521,00 liter untuk bahan baku nira dan 85,60 kilogram untuk bahan penolong jahe merah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
SMIs "Klapakoe" is one of the coconut sugar agroindustry in Banjarsari Village, Ajibarang who wants supply the market needs of coconut sugar. SMIs "Klapakoe" is confronted with problem of fluctuating market demand with limited resources. The use of effective and efficient production factors can optimize production and increase company profits. This study aims to: 1) determine the optimal production combination of original coconut sugar products and wedang jahe coconut sugar by allocating available production factors to obtain optimal benefits; and 2) analyze changes that may occur if there is a change in production input original coconut sugar and wedang jahe coconut sugar to optimal conditions. This research was conducted from 5th July to 4th August 2018 in SMIs “Klapakoe”. The research method is a case study. Data collection methods used observation and interviews. The analysis used was Linear Programming with primal analysis, dual analysis and sensitivity analysis. The results showed that there were: (1) optimal product combination of 2,503 kilograms of original coconut sugar and wedang jahe flavored coconut sugar of 1,495 kilograms. profit obtained at optimal conditions amount of Rp63.490.912,44, (2) changes of input in production factor were sap and ginger or aid material. The limited increase value was equal to 14,00 liters for raw material for sap and 42,20 kilograms for red ginger aids, while the decrease value were 17.521,00 liters for raw material for sap and 85,60 kilograms for red ginger aids.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save