Artikel Ilmiah : G1A015094 a.n. KHAIRUNNISA PUSPITA AYU HARTONO

Kembali Update Delete

NIMG1A015094
NamamhsKHAIRUNNISA PUSPITA AYU HARTONO
Judul ArtikelFAKTOR RISIKO GANGGUAN FUNGSI PARU PADA POLISI LALU LINTAS KEPOLISIAN RESOR BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penyakit Akibat Kerja (PAK) dapat disebabkan karena adanya faktor risiko di dalam lingkungan kerja. Polisi lalu lintas merupakan profesi yang rentan mengalami gangguan fungsi paru akibat paparan polutan udara dan karena adanya faktor risiko berupa umur, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, durasi kerja, lama kerja dan kebiasaan memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru pada polisi lalu lintas Kepolisian Resor (Polres) Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian ini adalah 50 polisi lalu lintas di Polres Banyumas tahun 2018 yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisioner, pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta pemeriksaan fungsi paru dengan spirometer. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 responden sebanyak 41 responden (82%) mengalami gangguan fungsi paru, sedangkan 9 responden (18%) memiliki fungsi paru normal. Hasil analisis bivariat dengan uji Fisher dan Kolmogorov-Smirnov menyatakan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada polisi lalu lintas antara lain IMT, kebiasaan merokok, dan pemakaian APD (p<0,05), sedangkan faktor risiko umur, jenis kelamin, durasi kerja, dan lama kerja tidak berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada polisi lalu lintas (p≥0,05).
Abtrak (Bhs. Inggris)Occupational disease can occur due to risk factos at the work environment. Traffic police are professions that are susceptible to pulmonary function impairment due to exposure to air pollutants and because of the presence of risk factors, including the working period and the personal protective equipment usage. The aim of this study was to understand the risk factors of pulmonary function impairment in traffic police Kepolisian Resor (Polres) Banyumas. This study was analytic observational research with cross-sectional design. Subject of this study was 50 traffic police in Polres Banyumas in 2018 and were selected with consecutive sampling method. Data collection conducted by questionnaire interviews, height and weight measurement, and measured pulmonary function with spirometry. Result of this study showed that from 50 subjects, 41 research subjects (82%) had pulmonary function impairment, meanwhile 9 research subjects (12%) had normal pulmonary function. The result of the bivariate analysis with Fisher test and Kolmogorov-Smirnov showed a significant correlation between Body Mass Index (BMI), smoking habit, and personal protective equipment usage with pulmonary function impairment (p<0,05), and a non significant correlation between age, gender, duration of work, and working period with pulmonary function impairment (p≥0,05).
Kata kuncifaktor risiko, gangguan fungsi paru, polisi lalu lintas, spirometri
Pembimbing 1dr. Indah Rahmawati, Sp.P
Pembimbing 2dr. Dwi Arini Ernawati, MPH
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2018-11-27 15:18:01.114849
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.