Artikelilmiahs

Menampilkan 18.341-18.360 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1834121290F1F013039Dystopian Society as Reflected in Victoria Aveyard's Red QueenKarya sastra distopia bukan hanya menghibur pembaca, namun juga membuat pembaca mengerti karakteristik dari masyarakat distopia yaitu kontrol sosial, ideology politik, tokoh protagonist yang kuat, kontrol pemerintah, dan propaganda. Karakteristik-karakteristik tersebut ditunjukan lewat masyarakat kita sendiri. Namun karakteristik-karakteristik tersebut digambarkan dengan tingkat yang lebih drastis di karya sastra distopia. Penggambaran masyarakat distopia juga digambarkan di novel dari Victoria Aveyard berjudul Red Queen. Berkaitan dengan isu tersebut, penelitian ini fokus pada bagaimana masyarakat di novel ini menggambarkan karakteristik dari masyarakat distopia. Novel ini dianalisa dengan teori New Criticism dari Ransom dan teori karakteristik masyarakat distopia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data yang terdiri dari pengumpulan data, pengkategorisasian data, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah ada lima karakteristik masyarakat distopia. Pertama adalah kontrol sosial yang berhubungan dengan stratifikasi sosial antara Silver sebagai kelas dominan dan Red sebagai kelas rendah. Kedua adalah ideologi politik yang disebarkan melalui tiga acara yaitu First Friday, Queenstrial, dan eksekusi. Ketiga adalah tokoh protagonis yang kuat melawan konformitas, perbudakaan, dan pemerintah. Keempat adalah kontrol pemerintah oleh keluarga kerajaan pada hidup Mare, berita, dan pidato. Terakhir adalah propaganda yang disebarkan lewat hidup Mare, berita, dan pidato.Dystopian literature does not only entertain the readers, but it also let them understand the characteristics of dystopian society which are social control, political ideologies, a strong protagonist, governmental control, and propaganda. These characteristics are also shown through our own society. However those characteristics are portrayed at a more drastic level in dystopian literature. The portrayal of dystopia society is also portrayed in a novel by Victoria Aveyard entitled Red Queen. Related to the issue of dystopian society, this research focuses on how the society in this novel depicts the characteristics of dystopian society. The novel were analyzed using Ransom’s New Criticism theory and the characteristics of dystopian society. This research used qualitative method in analyzing the data which consists of data collection, data categorization, and data analysis. In the result, there are five characteristics of dystopian society. First is social control which is related with social stratification between Silver as dominant and Red as lower class. Second is political ideologies which spread through three events which are First Friday, Queenstrial, and the execution. Third is a strong protagonist against conformity, enslavement, and government. Fourth is governmental control by royal family in Mare’s life, the news, and the speech. Last is propaganda which spread through Mare’s life, the news, and the speech.
1834221307A1L014029KAJIAN TEPUNG KEDELAI SEBAGAI MEDIUM PERBANYAKAN Trichoderma harzianum ISOLAT JAHE UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium sp.) PADA TANAMAN MENTIMUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) konsentrasi tepung kedelai yang tepat dalam pembuatan formula cair untuk pertumbuhan T. harzianum; 2) pengaruh T. harzianum pada formula cair tepung kedelai terhadap penekanan penyakit rebah semai pada tanaman mentimun; 3) pengaruh T. harzianum pada formula cair tepung kedelai terhadap pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September sampai Desember 2017. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap in vitro dan tahap in planta. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu T. harzianum dalam Potato Dextrose Broth (kontrol), T. harzianum dalam bahan pembawa tepung kedelai 1, 2, 3, dan 4%. Variabel yang diamati adalah kepadatan konidium. Tahap in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, T. harzianum dalam Potato Dextrose Broth, T. harzianum dalam bahan pembawa tepung kedelai 1, 2, 3, dan 4%. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, kejadian penyakit, luas area di bawah kurva perkembangan, Potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot segar tajuk dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan formula cair yang terbaik untuk pertumbuhan T. harzianum adalah dengan menggunakan tepung kedelai konsentrasi 2% yang menghasilkan kepadatan konidium sebesar 67,10% dibandingkan dengan perlakuan PDB. Formula tersebut dapat menekan penyakit rebah semai sebesar 66,67%, meningkatkan bobot basah akar sebesar 57,36%, bobot basah tajuk sebesar 43,81% dan panjang akar sebesar 41,81% apabila dibandingkan dengan tanaman kontrol.This research aimed to determine 1) the proper concentration of soybean flour in the liquid formulation for T. harzianum growth; 2) the influence of T. harzianum on soybean flour liquid formula to suppress damping-off disease in cucumber plants; 3) the influence of T. harzianum on soybean flour liquid formula on the growth of cucumber seedlings. The research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September to December 2017. The r esearch was designed in to two tests, namely the in vitro and in planta tests. Randomiszed Completely Design was used in in vitro test with 5 treatments and 5 replicates. The treatments were T. harzianum in Potato Dextrose Broth (control), T. harzianum in soybean powder of 1, 2, 3 and 4%. Variables observed was conidia density. Randomiszed Block Design was used in in planta tests with 6 treatments and 5 replicates. The treatments consisted of control, T. harzianum in Potato Dextrose Broth, T. harzianum in soybean powder of 1, 2, 3, and 4%. Variables observed were incubation period, disease incidence, area under the disease progress curve, maximum potentially growth, germination persentage, crop height, root fresh weight, shoot fresh weight, and root length. Result of the research showed that the best liquid formulation for growing T. harzianum growth was the use of soybean powder with concentration of 2%. Resulting conidia density as 67,10% compared to PDB. The formulation could suppress the disease, increased root fresh weight, increase shoot fresh weight and increase root length as 66.67, 57.36, 43.81, and 41.81% respectively compared to control.
1834321286F1F013029POSITIVE POLITENESS STRATEGY TO MINIMIZE FACE-THREATENING-ACTS (FTA) IN STEPHEN CURRY’S NBA FINALS 2017 PRESS CONFERENCE
Penelitian ini menjelaskan bagaimana strategi kesantunan positif dapat mengurangi pengancaman-wajah pada konferensi pers. Bidang penelitian ini adalah pragmatik yang merupakan kajian tentang makna yang berbasis konteks untuk mengungkap tujuan dari strategi kesantunan, sehingga makna dari pujian tersebut dapat terinterpretasikan secara tepat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data pada penelitian ini, yaitu strategi kesantunan positif yang ditemukan pada konferensi pers Stephen Curry. Data penelitian ini didapatkan dari akun Youtube resmi NBA yang di terbitkan pada 2 – 13 Juni. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Curry hanya menggunakan sembilan tipe strategi kesantunan positif; perhatikan minat dan perhatian petutur muncul 2 kali (6,25%), melebih-lebihkan 5 kali (15,625%), intensifkan perhatikan kepada petutur 2 kali (6,25%), mencari kesepakatan 1 kali (3,125%), menghindari ketidaksetujuan 1 kali (3,125%), menawarkan atau berjanji 2 kali (6,25%), menjadikan optimis 8 kali (25%), melibatkan petutur dalam satu kegiatan dengan penutur 10 kali (31,25%), dan berikan alasan 1 kali (3,125%). Strategi yang paling sering muncul adalah melibatkan petutur dalam satu kegiatan dengan penutur yang muncul 10 kali (31,25%). Kesantunan adalah sebuah tindakan kepedulian pada citra-diri sosial (Archia, 2014:13). Penelitian ini membuktikan bahwa Stephen Curry sebagai penutur dan pemimpin dari timnya menunjukan kepedulian pada citra-diri sosial rekan-rekan satu tim dan pewawancara (petutur). Dia sering menggunakan kata ganti “kita” untuk menyertakan rekan satu timnya dalam pernyataannya. Dia bertujuan untuk membuat mereka merasa di hormati atas apa yang sudah mereka lakukan bagi tim. Oleh sebab itu, dia sudah mengurangi kemungkinan munculnya pengancaman-wajah dan menyelamatkan wajah positif rekan setimnya dengan mengutarakan kekompakan dan keakraban.
This research explains how positive politeness strategy minimizes face-threatening-acts in the press conference. The field of this research is pragmatics which is the study of meaning based on the context to reveal the intentions of the politeness strategy, so the meaning can be interpreted correctly. The research use descriptive qualitative method in analyzing the data of the research which are positive politeness strategies that are found in Stephen Curry’s press conference. The data are retrieved from the official Youtube channel of NBA which is published on June 2 - 13, 2017. The result of this research shows that Curry only uses nine types of positive politeness strategy; notice, attend to hearer (interests, wants, needs, goods) appears 2 times (6,25%), exaggerate (interest, approval, sympathy) 5 times (15,625%), intensify interest to hearer 2 times (6,25%), seek agreement 1 time (3,125%), avoid disagreement (token agreement, white lies, hedging opinions) 1 time (3,125%), offer or promise 2 times (6,25%), be optimistic 8 times (25%), include both speaker and hearer in the activity 10 times (31,25%), and give (or ask for) reasons 1 time (3,125%). The most type of positive politeness strategy that occurs in the utterances is included both speaker and hearer in the activity strategy which frequently appears 10 times (31,25%). Politeness is an act of showing awareness of the hearer’s social self-image (Archia, 2014:13). Then, in this research, it is proven that Stephen Curry as the speaker and leader in his team shows an awareness of his teammates’ and the interviewers’ (hearers) social self image. He often uses the pronoun “us” or “we” to include his teammates in his statements. He intend to make his teammates feel respected for what they did in the team. Therefore, he has minimized face-threatening-acts that could possibly happen and save his teammates’ positive face by expressing solidarity and intimacy.
1834421296F1G014061Representasi Konflik Sosial dalam Novel Mangun Karya Sergius SutantoPenelitian ini berjudul "Representasi Konflik Sosial dalam Novel Mangun Karya Sergius Sutanto". Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur dan gambaran konflik sosial dalam novel M angun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan fokus penelitian mendeskripsikan konflik sosial. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa novel Mangun karya Sergius Sutanto, dan data sekunder berupa buku-buku teori, jurnal, artikel yang berasal dari media cetak maupun elektronik yang dianggap relevan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca novel Mangun secara intensif lalu mereduksi data yang tidak penting untuk diklasifikasikan berdasarkan penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menganalisis data yang sesuai dengan struktur novel seperti tokoh dan penokohan, alur, dan latar dalam novel Mangun. Struktur tersebut diuraikan kembali menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menemukan gambaran konflik sosial dalam novel Mangun dan selanjutnya menyimpulkan hasil analisis.
Gambaran konflik sosial yang terdapat dalam novel Mangun adalah konflik vertikal dan konflik horizontal. Konflik vertikal yang terjadi di dalam cerita diakibatkan oleh pemilik kekuasaan, yaitu pemerintah yang bertindak semena-mena terhadap rakyat kecil. Konflik horizontal yang terjadi di dalam cerita diakibatkan karena adanya rakyat yang memiliki perbedaan pandangan mengenai tindakan semena-mena pemerintah.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konflik sosial dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan. Pemilik kuasa yang bertindak semena-mena terhadap rakyat dapat mengakibatkan adanya konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal.
This research entitled "Representasi Konflik Sosial dalam Novel Mangun Karya Sergius Sutanto". The purpose of the research is to describe the structure and the social conflict description in Novel Mangun. The method that used in this research is Analysis Descriptive with using Sociology of Literature approach and the focus of the research is describes the social conflict description. The data source that used in this research such as primary data is Novel Mangun by Sergius Sutanto, and the secondary data from print media or electronic which is relevant with the research.
Technique of data collection in this research is conducted with read the novel intensively, reducing the useless data, classifying data based on the research. The technique of analysis data that conducted is analyze the data that has been classified so that the writer can find the structure of novel in the form of characters and characterizations, plot and the background in Novel Mangun. That structures are described with sociology of literature approach to find the social conflict description in Novel Mangun.
The social conflict description in Novel Mangun are Vertical Conflict and Horizontal Conflict. Vertical Conflict that happens in the story caused by the owner of the power is the government treats the communities cruelly. And the Horizontal Conflict that happens in the story caused the communities have different point of view about the treatment of the cruelly government.

Based on the result of the research, we can conclude that social conflict can happen because there is the difference of importance. The owner of the power who treats cruelly to the communities causes the social conflict, either vertical or hotizontal conflict.
1834521292G1H013012EFEKTIVITAS PENDIDIKAN GIZI MELALUI BERCERITA (Storytelling) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMILIHAN JAJANAN SEHAT DI SD NEGERI I PANGKUR NGAWI JAWA TIMURLatar Belakang: Pangan jajanan anak sekolah (PJAS) merupakan salah satu prioritas pangan yang menjadi perhatian serius, dikarenakan kebiasaan jajan sangat melekat pada anak sekolah, serta peran PJAS dalam meningkatkan status gizi anak usia sekolah. Namun, peranan PJAS belum diimbangi dengan pengetahuan yang baik dan benar dalam memilih jajanan yang aman dan sehat. Pengetahuan merupakan faktor penting dalam membentuk sikap anak dalam memilih jajanan yang sehat, yang nantinya akan berpengaruh dalam perilaku anak dalam memilih jajanan sehat. Oleh karena itu diperlukan suatu intervensi berupa pendidikan gizi yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar, diantaranya pendidikan gizi melalui storytelling.
Metodologi: Penelitian quasi eksperiment ini menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design. Sampel didapatkan melalui metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri 1 Pangkur. Tingkat pengetahuan dan sikap diukur melalui hasil kuesioner pre-test dan post-test. Hasil di analisis menggunakan SPSS 16 dengan uji Wicoxon.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan nilai p 0,00 < 0,05 dan nilai z hitung -5, 013 serta terdapat perbedaan sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan nilai p 0,00 < 0,05 dan nilai z hitung -4, 504.
Kesimpulan: Pendidikan gizi melalui storytelling efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar di SD Negeri 1 Pangkur dalam pemilihan jajana sehat.

Background: School’s snack (PJAS) is one of the priorities of the food became a serious concern, because the habit of spending very attached to school children, as well as a role in improving the nutritional status of the school age children. However, the role of the PJAS yet balanced with a good knowledge and correct in choosing a safe and healthy snacks. Knowledge is an important factor in shaping the attitudes of children in choosing healthy snacks, who will be influential in the child's behavior in choosing healthy snacks. Therefore required an intervention in the form of an attractive nutrition education and in accordance with the characteristics of elementary school children, including nutrition education through storytelling.
Methodology: Study design uses quasi experiment one group pre-test and post-test design. Samples obtained through purposive sampling method with the total number of respondents as many as 36 students Grade 4 and 5 SD Negeri 1 Pangkur. Level of knowledge and attitudes measured through the results of a questionnaire as pre and post test-test. Results in analysis using SPSS 16 Wicoxon test with.
Research results: The results showed that there is a difference of knowledge before and after intervention by the value given p 0.00(< 0.05) and value of z count < -5, 013 and there is a difference of attitude before and after the given intervention with the value of p 0.00 (<0.05) and value of z count < -4, 504.
Conclusion: Nutrition education through storytelling is effective in improving the knowledge and attitudes of elementary school children in SD Negeri 1 Pangkur in the selection of healthy snacks.
1834621722A1C014039PENGARUH PRODUKSI KAKAO DAN HARGA KAKAO INTERNASIONAL TERHADAP VOLUME EKSPOR BIJI KAKAO DAN ELASTISITAS PENAWARAN DI INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir kakao terbesar di dunia. Pertumbuhan produksi kakao Indonesia berfluktuasi dan bersifat negatif, hal tersebut selaras dengan pertumbuhan volume ekspor biji kakao Indonesia yang memiliki rata-rata penurunan ekspor sebesar 15,05 persen. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan volume ekspor biji kakao Indonesia dan mengetahui tingkat elastisitas penawaran eskpor biji kakao Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan method of Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data deret waktu (time series) selama periode tahun 2005-2016 yang dibuat menjadi periode kuartal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kakao Indonesia dan harga kakao internasional secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor biji kakao Indonesia. Nilai tukar, harga kakao domestik dan volume ekspor biji kakao Pantai Gading secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume ekspor biji kakao Indonesia, sedangkan inflasi secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor biji kakao Indonesia. Pertumbuhan produksi kakao Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan hasil produksi kakao dari perkebunan rakyat, karena perkebunan kakao Indonesia di dominasi oleh perkebunan rakyat. Elastisitas penawaran ekspor biji kakao Indonesia bersifat elastis atau responsif terhadap perubahan produksi kakao Indonesia dan volume ekspor biji kakao Pantai Gading, dan bersifat inelastis atau kurang responsif terhadap perubahan nilai tukar, harga kakao internasional dan harga kakao domestik. Indonesia is one of the largest cocoa producers and exporters in the world. Indonesian cocoa growth production is fluctuating and negative, it’s aligned with Indonesian cocoa beans growth export volume which have an average decreases of export 15,05 percent. This research aims to analyze the factors that can be affecting the growth of Indonesian cocoa beans export volume and to know the elasticity level of Indonesian cocoa beans export offer. The research method which used is explanatory research with quantitative approach. The data analysis which used is descriptive analysis and multiple linear regression analysis with using Ordinary Least Square method (OLS). The data which used is secondary data in the form of time series data during the period of 2005-2016 which is made into quarter period. The result showed that Indonesian cocoa production and international cocoa price partially have a positive and significant effect on Indonesian cocoa beans export volume. Exchange rate, domestic cocoa price and cocoa beans export volume of Côte d'Ivoire partially take negative and significantly affect to the export volume of Indonesian cocoa beans, whereas the inflation partially has no significant effect on Indonesian cocoa beans export volume. The growth of Indonesian cocoa production is influenced by the growth of cocoa production from smallholder plantations, as the cocoa plantations in Indonesia are dominated by smallholder plantations. The supply elasticity of Indonesian cocoa beans export is elastic or responaive to changes in Indonesia cocoa production and cocoa beans export volume of Côte d'Ivoire, and inelastic or less responsive to changes in exchange rate, international cocoa prices and domestic cocoa prices.
1834721355A1L013141PERTUMBUHAN GULMA, INTENSITAS SERANGAN HAMA, PENYAKIT DAN HASIL PADI GOGO PADA APLIKASI EKSTRAK GULMA (Mimosa invisa)
DAN DOSIS N, P, K RENDAH
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak gulma Mimosa invisa dan pemberian dosis pupuk N, P, K berbeda. Penelitian dilaksanakan di Kebun Benih Palawija Kalicacing Desa Kalimandi, Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara pada bulan April-Juli 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Terbagi (Split Plot). Perlakuan yang diuji terdiri atas penggunaan dosis pupuk N, P, K, dan ekstrak gulma Mimosa invisa dengan berbagai konsentrasi dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diamati antara lain pertumbuhan gulma yang meliputi jumlah spesies gulma, kerapatan gulma (Kerapatan Mutlak, Kerapatan Nisbi, Frekuensi Mutlak, Frekuensi Nisbi, Dominansi Mutlak, Dominansi Nisbi, Nilai Penting, Summed Dominance Ratio) dan hasil padi gogo (jumlah dan bobot gabah per rumpun, persentase gabah isi, bobot gabah per petak efektif, bobot panen per petak). Ekstrak gulma Mimosa invisa konsentrasi 5% memiliki potensi sebagai biopestisida karena terjadi penurunan intensitas penyakit pada 70 hst, namun belum mampu menekan pertumbuhan gulma dan meningkatkan hasil. Pemberian 50% dosis pupuk rekomendasi belum mampu menekan intensitas serangan hama, penyakit dan dominansi gulma, namun untuk komponen hasil dapat dilakukan efisiensi pemupukan N, P, K. Aplikasi pupuk N, P, K yang berbeda dengan ekstrak gulma Mimosa invisa hanya berpengaruh untuk variabel bobot gabah panen per petak.This research was conducted to find out the effect of Mimosa invisa extract and dosage of N, P, K. The research was conducted at Seed Garden of Palawija Kalicacing of Kalimandi Village, Klampok District, Banjarnegara Regency in April-July 2017. The design used was Split Plot Design. The treatments consisted of the use of N fertilizer doses, P, K, and Mimosa invisa weed extracts with various concentrations with three replications. Observed variables include weed growth including weed species weed, weed density (absolute density, relative density, absolute frequency, relative frequency, absolute dominance, relative dominance, crucial value, Summed Dominance Ratio) and yield of upland rice (number and weight of grain per clump, percentage of grain content, weight of grain per effective plot, weight of harvest per plot). Mimosa extract weed 5% concentration invisa have potential as biopesticide because of the decrease of disease intensity at 70 hst, but not yet able to suppress weed growth and improve yield. 50% of fertilizer dosage recommendation has not been able to suppress the intensity of pest, disease and weed dominance, but for the yield component can be done the fertilization efficiency of N, P, K. Application of N, P, K fertilizer different from Mimosa invisa weed extract only influence for variable weight of harvest grain per plot.
1834821287F1F013023Figure of Speech on Fake News Reported by Buzzfeed (A Stylistic Study)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi majas serta menganalisis bagaimana majas tertentu melalui fungsi yang dimilikinya memengaruhi pembaca untuk mempercayai berita palsu yang dilaporkan oleh BuzzFeed. Teori Perrine (1992:66) diterapkan dalam menganalisis jenis majas sedangkan teori Effendy (2003:55 dalam Nuris 2013:227) diterapkan untuk menganalisis fungsi majas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data diambil dari sepuluh berita palsu teratas yang dilaporkan oleh BuzzFeed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 10 jenis majas yang ditemukan yang terdiri atas 10 hiperbola, 13 metafora, 4 simile, 10 simbol, 2 synecdoche, dan 1 datum yang masing-masing terdiri dari ironi, litotes, metonimi, paradox, dan personifikasi. Fungsi majas yang ditemukan antara lain 25 untuk menginformasikan, 5 untuk mengedukasi, 10 untuk menghibur, dan 10 untuk memengaruhi. Majas-majas tertentu memengaruhi pembaca untuk mempercayai berita palsu melalui tiga fungsi diantaranya 6 fungsi menginformasikan, 5 fungsi menghibur, dan 6 fungsi memengaruhi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis majas yang paling banyak digunakan adalah metafora; sedangkan fungsi yang paling dominan adalah untuk menginformasikan; sebagai tambahan, fungsi yang berpengaruh untuk membuat pembaca memercayai berita palsu adalah fungsi menginformasikan dan fungsi menghibur. Keduanya memiliki jumlah yang hampir sama dengan fungsi memengaruhi.This research aims to figure out the types and the functions of figure of speech and analyze how certain figures of speech through its function influence the readers to believe fake news reported by BuzzFeed. Perrine theory (1992:66) is applied in analyzing types of figure of speech while Effendy theory (2003:55 as cited in Nuris 2013:227) is applied in examining the function of figure of speech. The research used qualitative method. The data are retrieved from top ten fake news which are reported by BuzzFeed. The result of this research shows that there are 10 types of figure of speech found that consist of 10 hyperboles, 13 metaphors, 4 similes, 10 symbols, 2 synecdoches, and 1 datum of each irony, litotes, metonymy, paradox, and personification. The functions of figures of speech which are found are 25 to inform, 5 to educate, 10 to entertain, and 10 to influence. Certain figures of speech influence the readers to believe the fake news through three functions that consist of to inform (6), to entertain (5), and to influence (6). Based on the result, type of figure of speech which is mostly used is metaphor; while the dominant function is to inform; in addition, the influential functions which make the reader believe the fake news are to inform and to entertain function. Both to inform and to entertain have close number to the function of to influence.
1834921990G1D014034HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN INFORMATIF KELUARGA DENGAN PERILAKU JAJAN ANAK DI SDN 01 BANTARSOKA PURWOKERTOABSTRAK

Latar Belakang: Persentase anak usia sekolah yang mengonsumsi jajan sangat besar (98,7%), akan tetapi banyak jajanan yang mengandung bahan makanan tambahan yang berbahaya. Dukungan informatif keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan anak mengenai ciri jajan yang baik sehingga menjadi hal yang dapat mempengaruhi perilaku jajan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan informatif keluarga dengan perilaku jajan anak di SDN 01 Bantarsoka Purwokerto.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dilakukan di SDN 01 Bantarsoka Purwokerto. Teknik sampling menggunkan simple random sampling dengan 67 sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan uji Spearman.

Hasil: Hasil analisis diperoleh nilai p = 0, 041 dan tingkat korelasi (r) = 0, 250

Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara dukungan informatif keluarga dengan perilaku jajan anak di SDN 01 Bantarsoka Purwokerto
ABSTRACT

Background: Percentage of elementary school students that consume snack are very high (98,7%), but there are many snacks that contain dangerous ingredients. Informative family support is one of many factors that can affects child’s knowledge about snacking behaviour.

Purpose:This research aimed to know about relation between informative family support with child’s snacking behaviour at SDN 01 Bantarsoka Purwokerto.

Methods:This research used correlative descriptive method with cross sectional approach which is conducted at SDN 01 Bantarsoka Purwokerto using simple random sampling, 67 students were recruited to fill the questionnaires. The data obtained then the data were analyzed with Spearman test.

Results:This research results obtained p value = 0,041 and r = 0,250.

Conclusion: From this study we found that there is a relation between informative family support with snacking behaviour at SDN 01 Bantarsoka Purwokerto.
1835021293F1J012037Makna dan Fungsi Setsuzokushi Demo dan Noni dalam Lirik Lagu Karya Yui Yoshioka
Penelitian ini menganalisis makna dan fungsi setsuzokusi demo dan noni dalam lirik lagu karya Yui Yoshioka. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna dan fungsi setsuzokushi demo dan noni. Teknik penelitian menggunakan teknik pilah unsur penentu dan teknik simak serta catat. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 14 (empat belas) buah data yang mengandung setsuzokushi, di antaranya 8 (delapan) buah data setsuzokushi demo dan 6 (enam) buah data setsuzokushi noni yang diklasifikasikan menurut teori Kawashima. Data diuraikan berdasarkan tataran gramatikal dan kontekstual. Dalam tataran analisis lebih menekankan pada perasaan yang ada di dalam suatu konteks situasi, tempat, waktu, dan lingkungan penggunaan bahasa itu sendiri. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah setsuzokushi demo dan noni memiliki makna lain selain ”meskipun, walaupun, tetapi” yaitu “namun, tapi, dan bahkan”.The present research is about analysis of meaning and function of setsuzokushi demo and noni in lyrics of Yui Yoshioka's song. The purpose of this research is to describe the meaning and function of setsuzokushi demo and noni. Technique of the research using determining unsure simak technique and scrutinize and catat technique. Based on classifield Kawashima theory there are 14 (fourteen) data contaning setsuzokushi, 8 (eight) data setsuzokushi demo and 6 (six) data setsuzokushi noni. Described in terms of grammatical and contextual guidance is in analyzing more emphasis on the feelings that exist within a context of the situation, place, time and environment of the use of the language itself. The conclusion of research is that setsuzokushi demo and noni have another meaning besides "although, though, but" that is "however, yet, and even".
1835121297F1C013063STUDI KUASI-EKSPERIMENTAL KOMUNIKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK-ANAK DI SD NEGERI 1 SOKANEGARA, PURWOKERTOKomunikasi kesehatan berperan penting dalam memotivasi masyarakat terhadap kesehatan ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan cara penyuluhan kesehatan. Penelitian ini meneliti bagaimana perbedaan efektivitas metode ceramah dengan pemutaran film dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara metode penyuluhan menggunakan metode ceramah dan metode pemutaran film, serta menganalisa metode mana yang paling efektif digunakan untuk edukasi kesehatan pada anak-anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasy-experimental, dengan subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 10-11 tahun di SD Negeri 1 Sokanegara yang duduk di bangku kelas 5. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 siswa dari total 670 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari penyebaran kuisioner pada pre-test (sebelum eksperimen) dan post-test (setelah eksperimen) dari masing-masing kelompok yang di antaranya adalah kelompok eksperimen ceramah, eksperimen film, dan kontrol. Penelitian ini menggunakan teori Precede-Proceed Model, konsep dari Lawrence Green dan Kreuter (2005) tentang model perencanaan strategi penyuluhan kesehatan dalam menciptakan perilaku kesehatan. Dari hasil tanggapan responden, terbukti bahwa perilaku kesehatan gigi dan mulut dalam cognitive domain dipengaruhi oleh predisporing factor, enabling factor, dan reinforcing factor. Pada hasil Uji-T, didapatkan bahwa terdapat perbedaan skor pengetahuan antara kelompok eksperimen ceramah dengan kelompok eksperimen film sebesar 2,847 (coeficient correlation) dengan taraf signifikansi 0,006 (p < 0,05). Dari hasil olah data, ditemukan bahwa coeficient correlation t hitung kelompok film lebih besar daripada t hitung kelompok ceramah (t hitung film > t hitung ceramah = 6,738 > 2,427). Maka hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak usia 10-11 tahun di SD Negeri 1 Sokanegara dengan metode film dinilai lebih efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut mereka daripada menggunakan metode ceramah.
Health communication plays an important role in motivating people towards a better healthy life. One way to do this is through health education. This study examines how differences between the effectiveness of lecture methods and film screenings methods in improving oral and dental health knowledge through the oral and dental health education in children. This research is quanitative quasy-experimental research, with the subject of research are children aged 10-11 years in SD Negeri 1 Sokanegara who are in 5th grade. The sample in this research is 100 students from total 670 students. Sampling technique in this research is total sampling. The data which is used in this study were obtained from questionnaire distribution on pre-test (before experiment) and post-test (after experiment) from each group, they are experimental group of lectures, experimental group of film, and control group. This research uses Precede-Proceed Model theory, especially the concept of Lawrence Green and Kreuter (2005) about health planning strategy model in creating health behavior. From the result of responses of respondents, it can be proven that the behavior of oral health in cognitive domain influenced by predisporing factor, enabling factor, and reinforcing factor. In the test result, the score of T-Test group of lecturing experiments with experimental group of film was 2,847 (correlation coefficient) with significance level 0,006 (p <0,05). It shows that there is difference of knowledge score between lecture group and film group. From result of data, found correlation coefficient t count of film group was bigger than t count of lecture group (t count film group> t count lecture group = 6,738> 2,427). So, the result of this study proved that dental and oral health education in children aged 10-11 years in Sokanegara 1 Elementary School, using the film method is more effective increase the knowledge of oral health than using lecture methods.
1835221285G1A014035HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU MENCARI PENGOBATAN PADA PENDERITA SKABIES DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA LANGGONGSARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Skabies merupakan penyakit kulit yang terdaftar sebagai mayoritas masalah kesehatan masyarakat dibanyak negara. Tingkat pengetahuan ternyata berhubungan dengan tingkat prevalensi skabies. Memiliki pengetahuan yang baik mengenai suatu penyakit, penderita bisa memutuskan perilaku apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatannya.
Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku mencari pengobatan pada penderita skabies di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling dengan subjek penelitian berjumlah 46. Variabel bebas yaitu pengetahuan dan variabel terikat adalah perilaku mencari pengobatan.
Hasil: Pengetahuan santri penderita skabies termasuk kategori baik. Perilaku mencari pengobatan santri penderita skabies termasuk kategori buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0.534 sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku mencari pengobatan pada penderita skabies.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku mencari pengobatan pada penderita skabies di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Mencari Pengobatan, Skabies
Background: Scabies is a skin disease registered as the majority of public health problems in many countries. The level of knowledge turns out to be associated with the prevalence level of scabies. Having a good knowledge of a disease, the patient can decide what behavior can be done to overcome his or her health problems.
Aims: To find out the relationship of knowledge and health seeking behavior in patients with scabies in Nurul Huda Islamic Boarding School, Langgongsari Village, Cilongok Sub-district, Banyumas Regency.
Method: This research is an observational analytical research with cross-sectional approach and purposive sampling technique with the subjects of the research are 46. The independent variable is knowledge and the dependent variable is health seeking behavior.
Results: The knowledge of the students with scabies is in “good” category. However, the health seeking behavior of the students with scabies is in “bad” category. Chi-Square test result shows the value of p = 0.534 so there is no significant relationship between knowledge and health seeking behavior in patients with scabies.
Conclusion: There is no significant relationship between knowledge and health seeking behavior in patients with scabies in Nurul Huda Islamic Boarding School, Langgongsari Village, Cilongok Sub-district, Banyumas Regency.

Keywords: Health Seeking Behavior, Knowledge, Scabies
1835321298F1C013078Dramaturgi Penyanyi Dangdut yang Berstatus Sebagai Mahasiswi di PurwokertoPenelitian ini membahas tentang penyanyi dangdut yang berstatus sebagai mahasiswi di Purwokerto. Setiap manusia memainkan peran layaknya sebuah pertunjukan sandiwara, dimana manusia adalah aktor utama yang membagi dua wilayah untuk terjun ke kehidupan sosial. Dua wilayah yang dimainkan sang aktor disebut sebagai panggung depan dan panggung belakang. Dalam penelitian ini profesi penyanyi dangdut adalah panggung depan bagi sang aktor. Sedangkan panggung belakangnya adalah sebagai mahasiswi. Aktor memerankan kedua peran yang berbeda dimana di lingkungan kerja sang aktor memainkan perannya sebagai penyanyi dangdut yang berpenampilan sensual. Namun disisi lain sang aktor merubah perannya sebagai mahasiswi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana panggung depan dan panggung belakang mahasiswi yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut di Purwokerto, dengan metode penelitian Kualitatif Deskriptif melalui model pendekatan Fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu panggung depan ketika aktor menjadi seorang penyanyi dangdut. Sang penyanyi berusaha untuk bersikap profesional dan maksimal dihadapan penonton. Sedangkan panggung belakang sang aktor adalah ketika ia di lingkungan kampus dimana ia berubah menjadi seorang mahasiswi dibalik sosoknya sebagai penyanyi dangdut yang berpenampilan sensual. Terdapat fakta bahwa tingkat profesionalitas penyanyi dangdut berbanding lurus dengan kehidupannya sebagai mahasiswi. Fakta lainnya adalah pandangan negatif masyarakat terhadap profesi penyanyi dangdut tidak dapat dibenarkan karena profesi penyanyi dangdut juga menciptakan sebuah hal positif bagi beberapa kalangan khususnya pecinta musik dangdut.
This study discusses about dangdut singer who status as student in Purwokerto. Every human being plays the role of a theatrical performance, in which man is the main actor who divides the two regions into a social life. The two areas the actor plays are called front and backstage. In this research the profession of a dangdut singer is the front stage for the actor. While the back stage is as a student. Actors play both different roles, in their work environment they play their role as sensual dangdut singers. But on the other hand the actor changed his role as a student. The purpose of this research is to know how the front stage and the backstage female student who works as a dangdut singer in Purwokerto, with Descriptive Qualitative research method through Phenomenology approach model. The result of this research is the front stage when the actor becomes a dangdut singer. The singer tries to be professional and maximally in front of the audience. While the actor's backstage is when he was in the campus environment where he turned into a student behind her figure as a dangdut singer who looks sensual. Facts revealed that the level of professionalism dangdut singer is directly proportional to his life as a student. Another fact is the negative view of the community against the profession dangdut singer can not be justified because the singer dangdut profession also creates a positive thing for some circles, especially dangdut music lovers.
1835421299C1B013038PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, BUDAYA ORGANISASI DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR
(Studi pada PT Bank Maybank Indonesia Tbk Cabang Tasikmalaya)
Penelitian ini berjudul Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Budaya Organisasi dan Employee Engagement Terhadap Komitmen Organisasi Serta Pengaruhnya Terhadap Organizational Citizenship Behavior (Studi pada PT Bank Maybank Indonesia Tbk Cabang Tasikmalaya). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi, budaya organisasi, dan employee engagement terhadap komitmen organisasi, serta untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior karyawan PT Bank Maybank Indonesia Tbk Cabang Tasikmalaya.
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Bank Maybank Indonesia Tbk Cabang Tasikmalaya yang berjumlah 36 orang. Karena ukuran populasi yang kurang dari 100, maka seluruh anggota populasi diambil menjadi sampel penelitian, menggunakan teknik sensus. Alat analisis menggunakan regresi berganda dan regresi sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan, motivasi, budaya organisasi, dan employee engagement berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan PT Bank Maybank Indonesia Tbk Cabang Tasikmalaya.
Implikasi penelitian ini manajemen PT Bank Maybank cabang Tasikmalaya hendaknya meningkatkan kepemimpinan melalui peningkatan wawasan pemimpin melalui pelatihan-pelatihan kepemimpinan. Selain itu perlu ditingkatkan motivasi karyawan melalui promosi jabatan bagi karyawan yang berprestasi, peningkatan gaji secara berkala, lingkungan pekerjaan yang kondusif, dan pengakuan dari atasan atas kinerja karyawan baik berupa pujian, reward atau dalam bentuk penghargaan lainnya. Perusahaan juga perlu meningkatkan budaya organisasi melalui penerapan nilai-nilai positif yang bisa memacu semangat karyawan, jalin kerjasama antar karyawan melalui program upgrading atau wisata bersama, ciptakan suasana komunikasi yang baik antar karyawan dengan atasan atau karyawan dengan karyawan lainnya.
ABSTRACT
This research entitled Influence of Leadership, Motivation, Organizational Culture And Employee Engagement To Organizational Commitment And Its Effect On Organizational Citizenship Behavior (Study at PT Bank Maybank Indonesia Tbk Tasikmalaya Branch). The purpose of this study is to analyze the influence of leadership, motivation, organizational culture, and employee engagement to organizational commitment, and to analyze the influence of organizational commitment to organizational citizenship behavior of employees of PT Bank Maybank Indonesia Tbk Tasikmalaya Branch.
The population in this research is employees of PT Bank Maybank Indonesia Tbk Tasikmalaya Branch which amounts to 36 people. Because the population size is less than 100, all population members are taken into the study sample, using the census technique. The analytical tool uses multiple regression and simple regression.
The results showed that leadership, motivation, organizational culture, and employee engagement have a positive effect on organizational commitment. The results also indicate that organizational commitment has a positive effect on organizational citizenship behavior on employees of PT Bank Maybank Indonesia Tbk Tasikmalaya Branch.
The implications of this research management of PT Bank Mayabank Tasikmalaya branch should improve leadership through enhancing leaders' insights through leadership training. In addition, it is necessary to improve the motivation of employees through promotion of employees that have an achievements, regular salary improvement, conducive work environment, and recognition from leader on the performance of employees either in the form of praise, reward or in the form of other reward. Companies also need to improve organizational culture through the application of positive values that can spur employee spirit, establish cooperation between employees through upgrading programs or joint tourism, create a good communication atmosphere between employees with superiors or employees with other employees.
1835521300C1K014040THE EFFECT OF GREEN PRODUCT ATTRIBUTE TOWARDS PURCHASE DECISION WITH GREEN PRICE AS MODERATE VARIABLE ON THE BODY SHOP PRODUCT
(Survey on The Body Shop Consumers in Bandung)
The Body Shop merupakan produk kecantikan atau kosmetik yang menonjolkan keunggulan mereka yaitu produk hijau atau green product, produk hijau disini adalah produk yang ramah lingkungan tidak berbahaya bagi manusia maupun alam sekitar. Sudah sejak 1967 The Body Shop mengembangkan produk ini dan menjadi salah satu ikon produk hijau di industri kosmetik di dunia.
Di Indonesia sendiri, The Body Shop sudah hadir sejak tahun 1992, dengan total saat ini sudah memiliki lebih dari 100 gerai diseluruh Indonesia yang tersebar di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dll. Penelitian ini adalah studi tentang pengaruh attribute pada produk hijau (eco-label, kemasan, bahan baku) terhadap persepsi konsumen dan mempengaruhi juga kepada minat beli kemudian mempengaruhi keputusan pembelian yang di moderasi oleh harga hijau.
Dengan menggunakan Amos sebagai alat analisis, hasil dari outer model, inner model, dan pengujian hipotesis menggunakan T-tes adalah sebagai berikut: (1) eco-label berpengaruh positif terhadap persepsi tentang produk hijau. (2) kemasan tidak berpengaruh terhadap persepsi tentang produk hijau. (3) bahan baku berpengaruh positif terhadap persepsi tentang produk hijau. (4) persepsi tentang produk hijau berpengaruh positif terhadap minat pembelian. (5) minat pembelian berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. (6) harga hijau tidak memoderasi hubungan antara minat pembelian dengan keputusan pembelian.
The Body Shop is beauty product or cosmetic product which show their green product or environmental friendly product, which is their value plus of company, green product here is product which safe for environment, people also the nature. In 1967, The Body Shop started their business and now they already become one of icon of green product in cosmetic industry.
In Indonesia, The Body Shop already came since 1992, and now they have more than 100 outlets, which spread in some of big city in Indonesia such as, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, etc. This research is a study about the effect of green product attributes towards perception about green product, then also effected towards purchase intention and effected too on purchase decision which moderated by green price.
Using Amos as the analysis tool, the result of hypothesis testing using T-test is in the following data: (1) Eco-label has positive effect on perception about green product. (2) Packaging has no effect on perception about green product. (3) Ingredients has positive effect on perception about green product. (4) Perception about green product has positive effect on purchase intention. (5) Purchase intention has positive effect on purchase decision. (6) Green price not moderate the effect between purchase intention and purchase decision.
1835621991B1J013108OPTIMASI ISOLAT BELT DALAM MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK PADA LIMBAH AIR KELAPA DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI NaCl DAN LAMA FERMENTASI BERBEDAIsolat Bakteri penghasil Energi Listrik Terbarukan (BELT) adalah isolat yang diperoleh dari hasil isolasi bakteri pada campuran berbagai limbah. Saat ini, limbah air kelapa belum dikelola dengan baik dan hanya dibuang begitu saja padahal limbah air kelapa mengandung bahan-bahan organik. Apabila diterapkan pada sistem Microbial Fuel Cell (MFC) akan menyebabkan reaksi penerimaan dan pelepasan elektron (adanya transfer elektron). Tegangan listrik yang optimal dapat dihasilkan dengan mengetahui kondisi optimum isolat BELT dengan penambahan konsentrasi NaCl dan lama fermentasi berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsentrasi NaCl dan lama fermentasi yang menghasilkan tegangan listrik tertinggi pada fermentasi limbah air kelapa menggunakan isolat BELT terpilih. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan konsentrasi NaCl yang terdiri atas 4 taraf (0 M; 0,1 M; 0,2 M; dan 0,3 M) sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi yang terdiri atas 5 taraf (0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari, dan 8 hari). Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi tegangan listrik, tingkat keasaman (pH) medium,dan kepadatan bakteri. Hasil uji analisis variasi pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% menunjukkan bahwa interaksi penambahan konsentrasi NaCl dan lama fermentasi yang berbeda memberikan peningkatan tegangan listrik yang diperoleh. Hasil uji Duncan menunjukkan perlakuan terbaik adalah fermentasi isolat BELT4 pada penambahan konsentrasi NaCl 0,1 M dan lama fermentasi 4 hari dengan tegangan listrik sebesar 786,7 mV.Isolates Bakteri Penghasil Energi Listrik Terbarukan (BELT) is isolates who obtained from the results of isolation bacteria on a mixture of various waste. At this time, coconut water waste are not managed well and only discarded waste coconut water and organic components. If applied to the system Microbial Fuel Cell (MFC) would cause reaction income and the release of electrons (the transfer of electrons). Optimal voltage may be produced by know the state steady isolates BELT with additional NaCl concentration and long fermentation different. The study is done with a view to know concentration NaCl and long fermentation which produces voltage on the highest fermentation coconut waste water use isolates BELT elected. Research conducted used was Completely Randomized Design (CRD) of factorial pattern with two factors.The first is the addition of concentration NaCl consisting of 4 standards (0 M; 0,1 M; 0,2 M; and 0,3 M) while the second factor is long fermentation consisting of 5 standards (0 day, 2 day, 4 day, 6 day, and 8 day). Parameters observed in research covering voltage, the acidity medium (pH), and density bacteria. Analysis testing shows variation to the levels of trust 95% and they share 99% suggests that the interaction of the addition of the concentration of NaCl and long fermentation increase in different voltage obtained. Duncan show treatment testing shows the list is fermentation isolates BELT4 on increased ownership of the concentration of NaCl 0.1 M and long fermentation 4 days to voltage electricity of 786,7 mV.
1835721301E1A114061DISPARITAS PIDANA PUTUSAN HAKIM ATAS PERKARA PIDANA PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN TERHADAP ANAK (Studi Putusan Nomor: 06/Pid.Sus.Anak/2015/PN.Pwt; 07/Pid.Sus.Anak/2015/PN.Pwt; 05/Pid.Sus.Anak/2017/PN.Pwt)
Disparitas pidana merupakan perbedaan putusan pemidanaan terhadap tindak pidana yang sama. Disparitas pidana tidak memberikan keadilan, sehingga menimbulkan permasalahan serta mendapat pandangan yang negatif masyarakat terhadap institusi peradilan yang ada di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, dan situs internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya disparitas pidana serta untuk mengetahui akibat disparitas pidana terhadap anak pelaku tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan antara putusan Nomor: 06/Pid.Sus.Anak/2015/PN.PWT; 07/Pid.Sus.Anak/2015/PN.PWT; 05/Pid.Sus.Anak/2017/PN.PWT di Pengadilan Negeri Purwokerto.
Hasil penelitian ini menunjukan, penyebab terjadinya disparitas pidana putusan hakim meliputi faktor yang timbul dari hukum itu sendiri yaitu dari peraturan perundang-undangan, faktor tidak adanya pedoman pemidanaan bagi hakim, faktor yang timbul dari diri hakim, dan faktor yang timbul dari diri terdakwa pada saat pemeriksaan sidang pengadilan, sedangkan akibat dari disparitas pidana putusan hakim terhadap anak lebih berpengaruh terhadap mental atau psikis anak itu sendiri. Hal ini menunjukan bahwa hakim dalam menjatuhkan pidana agar selalu memerhatikan tujuan pemidanaan, yang bukan hanya sebagai pembalasan melainkan juga untuk memperbaiki perilaku untuk kembali kepada masyarakat serta pemidanaan tersebut memenuhi rasa keadilan baik bagi terpidana, korban, maupun masyarakat luas.


Disparity of sentencing is a different punishment decision against the same crime. Disparity of sentencing does not provide justice, causing problems and obtaining a negative view of the public on judicial institutions in Indonesia.
This research uses normative juridical method with descriptive approach. The data source of this study uses secondary data in the form of legislation, literature books, and internet sites. This study aims to determine the causes of the existence of disparity of sentencing and to determine the effect of disparity of sentencing on the offender children criminal theft in incriminating circumstances between decisions Number: 06/Pid.Sus.Anak/2015/PN.PWT; 07/Pid.Sus.Anak/2015/PN.PWT; 05/ Pid.Sus.Anak/2017/PN.PWT in the Purwokerto District Court.
The results of this study indicate that the cause of the disparity of sentencing of the judge's decision includes the factors that arise from the law itself that is from the legislation, the factor of the absence of punishment guidelines for the judge, the factors that arise from the judge, and the factors that arise from the defendant examination of the trial, while the effect of the disparity of sentencing judge's decision on the child more influence on mental or psychic of the child himself. This indicates that judges in imposing criminal offenses always needs to pay attention to the purpose of giving sentence, which not only as retaliation but also to improve the behavior to return to society and the punishment fulfills a sense of justice.


1835821288F1J012045Bentuk-bentuk Konsumerisme Yang Tercermin Pada Tokoh Naomi Dalam Novel Chijin No Ai Karya Tanizaki JunichirouPenelitian ini akan berfokus pada bentuk-bentuk konsumerisme yang tercermin pada tokoh Naomi dalam novel Chijin No Ai karya Tanizaki Junichirou dengan menggunakan teori konsumerisme Jean Baudrillard. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk konsumerisme yang dilakukan oleh tokoh Naomi dalam upayanya membangun citra wanita berkelas dalam lingkaran sosialnya. Data penelitian ini berupa kutipan narasi, dialog dan monolog yang berkaitan dengan bagian cerita yang menunjukkan bentuk-bentuk konsumerisme yang dilakukan oleh tokoh Naomi. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya bentuk-bentuk konsumerisme yang dilakukan Naomi dalam lima bidang yaitu, bagian sandang, pangan, papan, pendidikan dan hiburan. Kegiatan konsumerisme yang dilakukan oleh tokoh Naomi tersebut bertujuan untuk membangun citra wanita modern dan high class dalam dirinya. Dari pencitraan yang dilakukan oleh tokoh Naomi maka muncul suatu hiperrealitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan konsumerisme yang dilakukan oleh tokoh Naomi dalam novel Chijin No Ai karya Tanizaki Junichirou adalah untuk menunjang penampilan dan performanya.This research will be focused on the consumerism's forms that reflected on Naomi's character in Chijin No Ai's novel by Tanizaki Junichirou using Jean Baudrillad's consumerism's theory. The purpose of this study is to explain the forms of consumerism that Naomi's character do in an attempt to build the image of classy lady in her social circle. The data used in this research are naration, dialogue, and monolog that related to the part of the story that shows the forms of consumerism carried out by the character Naomi. The result of this research is the finding of Naomi's consumerism forms in five forms: clothing, food, residence, education and entertainment. Consumerism activities that conducted by Naomi figures aims to build the image of modern women and high class in herself. The hyperreality shown after the imaging that Naomi did. The conclusion of this research is that consumerism activity carried out by Naomi figure in Tanizaki Junichirou's Chijin No Ai novel is to support her appearance and performance.
1835921302F1B013067Penerapan Collaborative Governance dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul Collaborative Governance dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimanakah proses Collaborative Governance dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Dana desa merupakan dana stimulus untuk mendorong dalam membiayai program-program desa guna membangun desa yang ditunjang prinsip gotong royong masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan. Model Collaborative Governance menjadi acuan kolaborasi dalam engelolaan dana desa baik dengan pihak luar, masyarakat ataupun pemerintah desa. kurang mampunya pemerintah desa untuk mengembangkan desa dapat diselesaikan dengan kolaborasi.
Teori yang digunakan adalah teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh anshel and gash. Anshel and Gash menggambarkan tahapan untuk berkolaborasi ada 5 yaitu face to face, trust building, commitment to process, shared understanding, intermediaten outcome.
Penelitian ini dilakukan di Desa Kotayasa dan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara, observasi serta dokumentasi. Penentuang informan diperoleh dengan teknik purposive sampling. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi data.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolabrasi dalam pengelolaan dana desa di Desa Kotayaasa sudah cukup baik. Hal ini tergambar dengan item kolaborasi yang terlah terlaksana. Pemerintah desa selalu mengikutsertakan masyarakat dalam pembahasan dana desa, dalam pengelolaan dana desa adanya saling percaya, saling berkomitmen, saling memberi dan menerima masukan, serta keberhasilan dari kolaborasi ini. Dengan pihak swasta pun demikian walau kerjasama ini hanya sebatas penyediaan bahan-bahan bangunan. Adapun beberapa hal yang belum optimal diantaranya tahapan trust building dan intermediate outcome.



The title of this research was Collaborative Governance in the Management of the Village Fund in Kotayasa, Sumbang, Banyumas Regency. The purpose of this research was to describe how the collaborative governance in management of the village fund in Kotayasa, Sumbang, Banyumas Regency proceeds.
The village fund was a stimulating fund to push in defraying programs of the village with community self-help principle in conducting governmental activities. Model of collaborative governance became the indicator of collaboration in the management of village fund either in relation with third parties, society or government in the village. The incapability of the village government in developing their village could be overcome with collaboration.
The theory used in this research was Collaborative Governance theory that suggested by Anshel and Gash. Anshel and Gash described the steps to collaborate in 5 (five) points, which are Face to Face, Trust Building, Commitment to Process, Shared Understanding and Intermediate Outcome.
This research conducted in Kotayasa Village and was a qualitative-descriptive research. Data acquired from interview, observation and documentation. Informant determination acquired with purposive-sampling technique. Data validation in this research used was data triangulatiom technique.
This research concluded that the collaboration in the management of the village fund in Kotayasa had been going properly. It was described with the completed collaboration steps. The village government continuously got the society involved in the village fund discussion. There were trust, commitment, advice taking and giving, and the success in this collaboration, also in the collaboration with private parties, even though only a bulding material supply. There are several thigs that have not been optimum, which are trust building and intermediate outcome.




1836021303F1C013053RESEPSI MAHASISWI MUSLIM FISIP UNSOED TERHADAP REPRESENTASI IDENTITAS PEREMPUAN MUSLIM DALAM IKLAN WARDAH DI TELEVISIPenelitian ini berjudul “Resepsi Mahasiswi Muslim FISIP Unsoed Terhadap Representasi Identiitas Perempuan Muslim dalam Iklan Wardah di Televisi”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan atau resepsi mahasiswi muslim terhadap identitas perempuan muslim yang terdapat pada iklan Wardah di televisi. Penerimaan mahasiswi muslim kemudian dikelompokan menjadi tiga kelompok kemungkinan menurut Stuart Hall yakni dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis resepsi, yang menyatakan bahwa khalayak bersifat aktif dalam memaknai dan teks media. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Informan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memiliki keberagaman pemaknaan mengenai identitas perempuan muslim yang ditampilkan. Keberagaman pemaknaan pesan muncul karena adanya perbedaan latar belakang saat memaknai pesan. Beberapa faktor yang mendasari mahasiswi muslim dalam membaca teks media adalah keluarga, nilai-nilai yang mempengaruhi dan pengalaman masa lalu. Pemaknaan informan dikelompokan ke dalam tiga kategori pemaknaan menurut Hall yakni, dominant reading, negiotiated reading, dan oppositional reading. Terdapat dua orang informan yang termasuk ke dalam kelompok dominant reading di mana informan menyetujui secara umum mengenai budaya islam populer. Kemudian, pada kelompok negotiated reading terdapat empat informan. Secara umum informan menerima budaya islam populer yang ditampilkan pada iklan Wardah namun, informan menyesuaikannya dengan preferensinya berdasarkan pemahaman aturan agama, sistem sosial budaya Indonesia, dan keluarga. Terakhir, pada posisi oppositional reading hanya terdapat satu informan. Informan menolak pesan budaya islam populer karena ketidaksesuainnya pada pemahaman aturan agama yang dipegang erat oleh informan.
This research is entitled "Reception of Muslim Female Students of FISIP Unsoed Toward the Representation of Muslim Women's Identity in Wardah's Television Commercials". This research aims to find out the reception of Muslim female students toward Muslim women's identity existing on Wardah's television commercials. The reception of Muslim female students is classified into three possibility groups according to Stuart Hall namely dominant reading, negotiated reading, and oppositional reading. This is qualitative research with reception analysis method, which states that public is active in interpreting media text. The method of collecting data is done through two ways which are Focus Group Discussion (FGD) and in depth interview. The informants are chosen based on purposive sampling technique.
The result of this research shows that informants has many kind interpretations concerning the representation of Muslim woman identity. The differences of interpretations the message shows because of different backgrounds when interpreting the massage. There are some factors which underlie Muslim woman student when reading the texts are family, values surrounding, and experiences. The interpretation of informants are defined in to three groups according Hall interpretation, there are dominant reading, negotiated reading and oppositional reading. Two informant belongs to dominant reading which the informant receives the Islamic popular culture. Furthermore, negotiated reading, there are four people belongs to this group. Generally informants receive Islamic popular culture which is on the Wardah’s commercials, however the informant adjust based on the understanding of religion rules, the Indonesian socio-cultural system, and the family. The last, in oppositional reading there only one informant belongs to this group. The informant refuse the Islamic popular culture message based on discrepancy of religious rules who strongly upheld by informant.