Artikelilmiahs
Menampilkan 18.281-18.300 dari 50.046 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18281 | 21213 | B1J012038 | STRUKTUR POPULASI DAN PENDUGAAN LAJU EKSPLOITASI Oxyeleotris marmorata, Blkr. (IKAN BETUTU) SEBAGAI IKAN INTRODUKSI DI WADUK SEMPOR, KEBUMEN | Oxyeleotris marmorata Blkr berasal dari China dan masuk ke Indonesia pada tahun 1927. O. marmorata merupakan ikan predator yang bergerak lamban dan makanan utamanya adalah ikan kecil. Informasi dan data mengenai aspek ekologi O.marmorata sangat diperlukan untuk mendukung upaya pengendaliannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui stuktur populasi O.marmorata yang meliputi kelimpahan, sebaran ukuran panjang, bobot, pertumbuhan, laju mortalitas dan laju eksploitasi, mengetahui kondisi kualitas air di Waduk Sempor Kebumen. Penelitian dilakukan di Waduk Sempor Kebumen dengan menggunakan metode survey dan tehnik purposive random sampling dengan membagi waduk tiga bagian (inlet, tengah, dan outlet) dengan membagi setiap bagian menjadi 2 stasiun. Variabel yang diamati adalah populasi O.marmorata dan kualitas air. Analisis kelimpahan ikan menggunakan uji F. Sebaran populasi O.marmorata di analisa secara deskriptif dengan kurva normal. Pendugaan laju pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi O.marmorata di analisis menggunakan program FiSAT II. Faktor fisik-kimiawi Waduk Sempor dibandingkan dengan PP no.82 tahun 2001. Hasil uji ANOVA menunjukan kelimpahan O.marmorata bagian inlet, tengah, outlet berbeda (Fhit= 7,544 ˃Ftabel = 3,42 dengan P= 0.03), dengan kelimpahan terbanyak (71 individu) di outlet waduk dengan frekuensi panjang tertinggi (13,38-17,30 cm) 50,7% dan frekuensi bobot tertinggi 35,2% (10,30-29,64 g), sedangkan di bagian tengah waduk kelimpahan O.marmorata 44 individu, dengan frekuensi panjang tertinggi 40,9% (13,38-17,30 cm) dan frekuensi bobot teringgi 31,8% (68,37-87,72 g). Hasil pendugaan laju pertumbuhan menunjukan (L∞ = 39,06, K : 2, dan t0 : -0,44) di bagian tengah dan outlet (L∞ : 37,59, K : 2,1 , dan t0 : -0,42). Pendugaan laju pertumbuhan O.marmorata di kedua bagian waduk relatif sama. Di bagian tengah laju mortalitas total (Z) O.marmorata 2,97 per tahun, laju mortalitas alami (M) 1,35 per tahun dan laju mortalitas penangkapan (F) 1,62 per tahun. Pada bagian outlet waduk Z: 2,94 per tahun, (M) 2,64 per tahun dan (F) 0,10 per tahun. Mortalitas O.marmorata di bagian tengah lebih sebabkan oleh penangkapan, dan di outlet oleh mortalitas alami. Bagian tengah 5 kali lebih terekploitasi daripada dibagian outlet. Secara umum kondisi lingkungan di Waduk Sempor Kebumen mendukung untuk kehidupan O.marmorata | Oxyeleotris marmorata Blkr comes from China and is introduced to Indonesia in 1927. This predator fish is movementless and small fish as major feed . The information and data about the ecological aspects of O.marmoratas are highly needed in order to support their control efforts. This research aims to know the structure of O.marmorata’s population including the abundance, length distribution, weight, growth, mortality rate and exploitation rate, and to know the condition and quality of water in Sempor Reservoir, Kebumen. It was conducted in Sempor Reservoir, Kebumen using survey method and purposive random sampling through dividing the reservoir into three parts (inlet, middle and outlet location) and dividing each part into two stations. The variable being observed were the structure population of O.marmorata and the quality of water. The abundance of fish was analyzed using f-test. Meanwhile, the estimation of gowth, mortality, exploitation rate of O.marmorata was analyzed using the help of FiSAT II. Physical – Chemical factors of Sempor Reservoir was compared with Government Regulation Number 82 Year 2001. The analysis of abundance (Fhit: 7.544 ˃Ftabel : 3,42 dengan P: 0.03) showed that the abundance of O.marmorata in inlet, middle and outlet location is different. The most abundance of O.marmorata was found in outlet location (71 individuals). With lengthest frequency 50,7% (13,38-17,30 cm) and weightest frequency 35,2% (10,30-29,64 g) However, in middle location abundance of O.marmorata (44 individuals), with lengthiest frequency 40,9% (13,38-17,30 cm) and weightest frequency 31,8% (68,37-87,72 g). The gowth estimation in middle (L∞ : 39,06, K : 2, dan t0 : -0.44), and outlet (L∞ : 37,59, K : 2,1 , and t0 : -0.42), showed that the gowth of O.marmorata in both reservoirs was relatively the same. In middle location total mortality (Z) of O.marmorata were 2,97 per year, natural mortality rate (M) 1,35 per year and fishing morality rate (F) 1,62 per year. In outlet location (Z : 2,94 per year, M: 2,64 per year and F : 0,10 per year). The mortality in the middle location was due to fishing activities while in the outlets merely by natural mortality. The middle location of Sempor Reservoir was 5 times more exploited than in the outlet location. In general, the physical – chemical in Sempor Reservoir are supporting for O.marmorata’s life. | |
| 18282 | 21133 | E1A013028 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH UNIT USAHA SYARIAH PADA PRODUK KPR BTN PLATINUM IB DI PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK | Pembiayaan Murabahah merupakan pembiayaan dengan sistem jual beli, yaitu bank syariah bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli dengan harga jual dari bank adalah harga beli dari pemasok ditambah keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pembiayaan murabahah Unit Usaha Syariah pada produk KPR BTN Platinum iB di PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggunakan kata KPR yang cenderung memunculkan asumsi terjadinya kredit, padahal pembiayaan ini tidak menggunakan sistem kredit. Hal ini menimbulkan keraguan akan kesuaian prinsip syariah pada pembiayaan ini mengingat bank syariah dalam kegiatan usahanya harus menggunakan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan prinsip syariah pada perjanjian pembiayaan murabahah KPR BTN Platinum iB serta untuk mengetahui jenis jaminan yang digunakan dalam perjanjian pembiayaan ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Metode penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian data dalam bentuk teks yang disusun secara sistematis. Metode analisis data adalah normatif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausula dalam akad pembiayaan murabahah produk KPR BTN Platinum iB telah sesuai dengan prinsip syariah yaitu talah sesuai dengan penjelasan Pasal 2 Undang-Undang Perbankan Syariah. Diketahui juga bahwa objek jaminan pada pembiayaan ini adalah berupa tanah dan bangunan serta segala sesuatu yang ada di atasnya merupakan jaminan kebendaan hak atas tanah yaitu hak milik yang dibebani hak tanggungan telah sesuai dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah. Sedangkan jika dikaitkan dengan hukum islam jaminan yang digunakan termasuk jaminan rahn. | Murabahah financing is a financing by buying and selling system, that is sharia bank act as seller and customer as buyer with selling price from bank is buying price from supplier plus profit according to agreement. The problem in this research is murabahah financing of Sharia Business Unit at KPR BTN Platinum iB product in PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk uses the KPR’s word which tend to bring up the assumption of credit, even though this financing does not use credit system. This raises doubt on the sharia principle in this financing considering that sharia banks in their business activities must use sharia principles. This study aims to determine the conformity of the implementation of sharia principles in mortgage financing agreement KPR BTN Platinum iB and to know the type of collateral used in this financing agreement. The research method used in this research is normative juridical. The research specification is descriptive. Source of data used in this research is secondary law material. Data collection method in this research is literature study. The method of data presentation used in this research is the presentation of data in the form of text arranged in a systematic way. Data analysis method is normative qualitative The results showed that the clause in the murabahah financing scheme of KPR BTN Platinum iB products has been in accordance with sharia principles that is in accordance with the explanation of Article 2 of the Islamic Banking Constitution. It is also known that the object of guarantee on this financing is in the form of land and buildings and everything that is on it is a guarantee of property rights to the land that is the property rights burdened by the dependent has been in accordance with the Constitution No. 4 of 1996 on the Rights of the Land Objects Related to Soil. Whereas if it is associated with Islamic Law the guarantees used include rahn warranty. | |
| 18283 | 21215 | C1K013036 | THE INFLUENCE OF LAYOUT DESIGN AND WEBSITE CHARACTERISTIC ON CONSUMER SATISFACTION AND REVISIT INTENTION (Study of Tokopedia Consumers) | Pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan perubahan gaya hidup yang signifikan. Sebelumnya lebih cenderung offline, tapi sekarang lebih cenderung online. Perubahan ini meliputi transaksi, pertukaran informasi, pencarian barang dan jasa, dan sebagainya. Internet yang berperan penting dalam perubahan gaya hidup ini, membuat banyak perusahaan berkembang dengan berbasis internet. Melihat penggunaan internet dan mobile, pada 2016, pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 132,7 juta atau meningkat 51,8% dari tahun 2014. Diikuti oleh potensi pertumbuhan startup, menurut lembaga riset CHGR yang diunggah oleh Beritasatu.com menyatakan bahwa jumlah startup di Indonesia adalah diproyeksikan tumbuh menjadi 6,5 kali lipat menjadi sekitar 13.000 pada tahun 2020. Pertumbuhan tersebut mengindikasikan bahwa semakin banyak pelaku pasar di Indonesia bersaing, dan yang sudah diketahui adalah Tokopedia. Tokopedia menduduki peringkat ke-28 di dunia dan berada di peringkat 1 di Indonesia menurut startuprangking.com (2017), skor tersebut mencerminkan pentingnya sebuah startup di internet dan dampak sosialnya. Kesuksesan Tokopedia sebagai pemimpin pasar membawa Tokopedia untuk menghadapi tantangan baru yaitu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Oleh karena itu, Tokopedia perlu meneliti lebih lanjut faktor apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan berhasil mengundang pelanggan untuk mengunjungi kembali Tokopedia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor - faktor penting yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan pada website Tokopedia. Model penelitian dalam penelitian ini menguji pengaruh desain tata letak variabel, karakteristik website, kepuasan pelanggan, dan tujuan penelitian. Metodologi penelitian yang digunakan untuk penelitian ini secara kuantitatif eksklusif dengan menggunakan pendekatan penelitian survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dari teknik non probability sampling yang digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel penelitian ini berjumlah 120, berawal dari konsumen Purwokerto yang pernah mengunjungi situs Tokopedia paling tidak satu kali. Perangkat lunak statistik SPSS, AMOS digunakan untuk menganalisa data. Studi ini memiliki implikasi bagi para manajer; karena mereka dapat merumuskan strategi pemasaran berdasarkan temuan penelitian. Karena keterbatasan peneliti, penelitian ini tidak dapat mencakup keseluruhan wilayah Indonesia. | The rapid development of technology led to significant lifestyle changes. Previously more likely to be offline, but now more likely to be online. These changes include transactions, exchanging information, searching for goods and services, and so on. Internet that plays an important role in these lifestyle changes, this makes many emerging companies with Internet-based. Looking at internet and mobile usage, by 2016, internet users in Indonesia have reached about 132.7 million or increased 51.8% from 2014. Followed by potential startup growth, according to research institute CHGR uploaded by Beritasatu.com stated that the amount startup in Indonesia is projected to grow to 6.5 fold to around 13,000 by 2020. The growth indicates that more and more marketplace players in Indonesia are competing, and one that is already known is Tokopedia. Tokopedia ranked 28th in the world and ranked 1st in Indonesia according to startuprangking.com (2017), the score reflects the importance of a startup on the internet and its social impact. Tokopedia's success as a market leader brings Tokopedia to face new challenges that is to maintain its position as a market leader. Therefore, Tokopedia need to further examine what factors can increase customer satisfaction and successfully invite customers to Tokopedia revisit. This research was conducted to examine the important factors that can increase customer satisfaction on Tokopedia website. The research model in this research examines the influence of variable layout design, website characteristic, customer satisfaction, and revisit intention. The research methodology used for this study is quantitatively exclusive using a survey research approach. Convenience sampling technique comes from non probability sampling technique used for sample selection. The sample of this study amounted to 120, originated from consumers in Purwokerto who had visited the Tokopedia website at least once. SPSS statistical software, AMOS is used to analyze data. This study has implications for managers; because they can formulate marketing strategies based on research findings. Due to the researcher's limitations, this study can not cover the whole of Indonesia. | |
| 18284 | 21060 | F1G013041 | Variasi Bahasa di Kecamatan Langensari Kota Banjar (Kajian Sosiodialek) | Penelitian ini berjudul “Variasi Bahasa di Kecamatan Langensari Kota Banjar”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi leksikal bahasa di Kecamatan Langensari serta pilihan bahasa masyarakat di Kecamatan Langensari. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa leksikon yang terdapat di Kecamatan Langensari berdasarkan hasil penelitian lapangan. Sumber data penelitian ini adalah bahasa di Kecamatan Langensari. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik simak libat cakap, teknik catat dan teknik rekam. Metode cakap diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik Pancing. Teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik cakap bertemu muka. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan ekstralingual, teknik dasar menggunakan teknik hubung banding ekstralingual, teknik hubung banding membedakan dan menyamakan sebagai teknik lanjutannya. Hasil analisis data pada penelitian ini disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini disimpulkan, bahwa Kecamatan Langensari memiliki dua bahasa, yakni bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Pada analisis leksikal ditemukan proses onomasiologis, penghilangan bunyi dan penambahan bunyi, yang dipengaruhi oleh faktor geografis. Faktor sosial menggunakan empat variabel, yakni variabel jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan, dengan variabel tersebut mempengaruhi pilihan bahasa pada masyarakat di Kecamatan Langensari. Perbedaan dalam pemilihan bahasa di Kecamatan Langensari, paling banyak ditemukan, pada kategori yang dipengaruhi oleh faktor usia dan pendidikan, serta paling sedikit ditemukan pada kategori yang dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin. Penelitian ini diharapkan dapat membuka manfaat bagi perkembangan ilmu kebahasaan khususnya bagi penelitian dialektologi. | This research is entitled “Linguistic Variation in Langensari sub-district, Banjar City”. The purpose of this research is to describe the lexical variations and linguistic choices in Langensari sub-district. This descriptive–qualitative research collects the data in the forms of lexicons found in Langensari sub-district based on the field research results. The data sources are lenguages used in Langensari sub-district which are collected through listening and speaking. The listening method is conducted using the basic technique of tapping and followed with the further technique of listening while speaking, as well as writing, and recording. The speaking method is conducted using the basic technique of elicitation and the further technique of speaking face to face. The data are analyzed using extra-linguistic equivalence with the basic technique of extra-linguistic correlative comparison and the further technique of differential and non-differential correlative comparison. The results of data analysis are both formally and informally presented. The research results conclude that Langensari sub-district has two languages, consisting of Javanese and Sundanese language. Due to the lexical analysis, it is found that there are onomasiologic processes, sound omission or addition influenced by the geographical factors. Meanwhile, the social factor has four variables covering sex, age, education, and occupation which influence the linguistic choices made by the people of Langensari sub-district. Age and education are the most factors influencing the linguistic choices in Langensari sub-district, while sex is the least one . This research is expected to provide benefits for the development of linguistic sciences, especially on dialectologikal researches. | |
| 18285 | 21267 | F1F011005 | AN ANALYSIS OF ABNORMALITIES LANGUAGE AND BEHAVIOR OF SCHIZOPHRENIC CHARACTER IN “NELL” (PSYCHOLINGUISTIC APPROACH) | Penelitian yang berjudul An Analysis of Abnormalities Language and Behavior of Schizophrenic Character in “Nell” ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis bahasa abnormal, (2) mengidentifikasi jenis perilaku abnormal, (3) menganalisis pengaruh skizofrenia terhadap komunikasi individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data utama. Data yang digunakan berasal dari film Nell, dan sampel dipilih dari ujaran yang mengandung bahasa abnormal yang digunakan oleh pemeran utama dan perilaku abnormal yang dilakukan oleh pemeran utama di dalam film. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan psikolinguistik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi jenis bahasa abnormal dengan mengacu pada teori Liddle. Kemudian mengidentifikasi jenis perilaku abnormal mengacu pada teori Bearden. Sementara itu engaruh skizofrenia terhadap komunikasi individu dianalisis menggunakan teori Nieznikiewicz. Penelitian ini menghasilkan 2 temuan. Temuan yang pertama adalah jenis-jenis language abnormalities. Terdapat 24 data yang merupakan bahasa abnormal yang dilakukan oleh pemeran utama. Terdapat tujuh jenis abnormalities language, yaitu poverty of speech, weakening of goal, peculiar use of word, peculiar logic, peculiar sentence, looseness, dan perseveration. Temuan yang kedua adalah main signs of behavioral deviance. Terdapat enam jenis abnormalities behavior, yaitu thumb sucking, nail biting, meaningless hand motion, meaningless laughter, excessive crying, dan other deviant behavior. Terdapat 35 data yang merupakan perilaku abnormal perankan oleh pemeran utama. Kemudian, schizophrenia as communication disorder digunakan untuk menganalisis pengaruh skizofrenia terhadap perilaku individu dalam film Nell. | The research entitled “An Analysis of Abnormalities Language and Behavior of Schizophrenic Character in “Nell” aims to: (1) identify kinds of abnormalities language, (2) identify kinds of abnormalities behavior, (3) analyze the effect of schizophrenic to individual communication. This research uses qualitative method for analyzing the main data. The data were collected from movie entitled Nell, and the sample were taken from utterances expressed by main character containing abnormalities language and abnormalities behavior that acted by main character in the movie. This research applied psycholinguistics approach and theory to answer the research question. First, the researcher identified kinds of abnormalities language by using Liddle’s theory. Then, the researcher identified kinds of abnormalities behavior by using Bearden’s theory. Last, the effect of schizophrenia to individual communication were analyzed by using Nieznikiewicz’s theory. There are 2 findings that are revealed in this research. The first one is kind of abnormalities language. There are seven types of abnormalities language, those are poverty of speech, weakening of goal, peculiar use of word, peculiar logic, peculiar sentence, looseness, and perseveration. Abnormalities language expressed by main character are 24 data. The second is main signs of behavioral deviance. There are six types of abnormalities behavior, those are thumb sucking, nail biting, meaningless hand motion, meaningless laughter, excessive crying, and other deviant behavior. Abnormalities behavior acted by the main character are 35 data. Then, the schizophrenia as communication disorder is used to analyze the effect of schizophrenia to individual communication in movie entitled Nell. | |
| 18286 | 21216 | C1L013014 | The Influence of Ethnic Culture, Level of Education, Information and Communication Technology on Small and Medium Enterprises (SMEs) Performance | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh budaya etnis, tingkat pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi terhadap kinerja usaha kecil dan menengah (UKM). Perbedaan budaya dan tingkat pendidikan akan berdampak pada perbedaan pola pikir, perilaku, wawasan, serta keterampilan seseorang. Perbedaan tersebut dapat mengakibatkan perbedaan kinerja. Sementara itu, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bisnis dapat meningkatkan efektifitas kinerja serta memperluas pangsa pasar. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah UKM yang berada di sektor perdagangan, di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap. Metode pengambilan sampel untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Total sampel pada penelitian ini adalah 47 unit. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil menunjukan variabel budaya etnis, teknologi informasi dan komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM. Namun, variabel tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UKM. | The purpose of this study is to examine the influence of ethnic culture, level of education, information and communication technology on small and medium enterprises (SMEs) performance. Differences in culture and level of education will affect the differences in mindset, behavior, insight, and skills of a person. Those differences may result in performance differences. Meanwhile, the use of information and communication technology in business can improve the effectiveness of performance and expand market share. The population used in this study is SMEs in the trade sector, located in Banyumas and Cilacap Regencies. Sampling method to select the sample in this research is accidental sampling. Total sample in this study is 47 units. This study uses multiple regression analysis. The results show that ethnic culture, information and communication technology variable have a positive and significant effect on SMEs performance. However, the educational level variable do not significantly affect the performance of SMEs. | |
| 18287 | 21217 | G1A014120 | EFEK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH SALAK (Salacca zalacca) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIA | EFEK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH SALAK (Salacca zalacca) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIA Muhammad Faiz Insanul Khalis1, Fajar Wahyu Pribadi2, Catharina Widiartini3 1 Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, 3Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman Email: faizkhalis@gmail.com ABSTRAK Hiperurisemia dapat menyebabkan beberapa komplikasi salah satunya ke tubulus proksimal ginjal. Ekstrak etanol kulit buah salak (Salacca zalacca) mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol kulit buah salak terhadap gambaran histopatologis ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan pendekatan post test only with control group. Sampel penelitian menggunakan bahan biologis tersimpan (BBT) berupa organ ginjal tikus putih yang direndam dalam larutan Neutral Buffered Formalin (NBF) selama 1 tahun berjumlah 24 buah. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit (diinduksi hiperurisemia dengan otak sapi 20g/ekor/hari), kelompok C (diinduksi hiperurisemia dan allopurinol dosis 2,52 mg/kgBB/hari), dan kelompok D (diinduksi hiperurisemia dan ekstrak etanol kulit buah salak dosis 420 mg/kgBB/hari). BBT yang telah tersimpan dibuat preparat dengan pewarnaan HE dan dihitung skor nekrosis tubulus proksimalnya. Rerata skor nekrosis tubulus proksimal kelompok A 2,3±0,5, kelompok B 3,2±0,4, kelompok C 2,5±0,6, dan kelompok D 2,8±0,5. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p=0,055 (p>0,05). Pemberian ekstrak etanol kulit buah salak berpengaruh positif secara tidak bermakna terhadap gambaran histopatologis ginjal tikus putih model hiperurisemia. | THE EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF SNAKEFRUIT’S PEEL (Salacca zalacca) ON HISTOPATHOLOGICAL FINDINGS IN KIDNEY HYPERURICAEMIA-INDUCED RATS (Rattus norvegicus) MODEL Muhammad Faiz Insanul Khalis1, Fajar Wahyu Pribadi2, Catharina Widiartini3 1 Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University 2Departement of Pharmacology and Therapy, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, 3Departement of Anatomy, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Email: faizkhalis@gmail.com ABSTRACT Hyperuricaemia may cause numerous complications which affects organs such as renal proximal tubules. Ethanol extract of snakefruit’s peel (Salacca zalacca) has a capability as anti-inflammation and antioxidant. The objective of this research was to study the effect of ethanol extract of snakefruit’s peel administration on histopathological findings in renal proximal tubules of hyperuricaemia-induced rats (Rattus norvegicus) model. This was an experimental research with post-test only with control group design method. Research samples were taken from neutral buffered formalin stored biolog kidneys material of twenty-four male white rats for a year. Samples later were distributed into four different groups respectively as Group A (control group), Group B (hyperuricaemia group induced by cattle brain for 20 gr/rat/kg per weight/day), Group C (induced by hyperuricaemia and allopurinol 2.52 mg/kg per weight/day), and Group D (induced by hyperuricaemia and ethanol extract of snakefruit peel for 420 mg/kg per weight/day). Necrotic score assessment of HE-stained samples yielded. Means of proximal tubules score were 2.3±0.5 for group A, 3.2±0.4 for group B, 2.5±0,6 for group C, and 2.8±0.5 for group D. Kruskal-Wallis analysis showed a result of p=0.055 (p>0.05). This research indicates that the administration of ethanol extract of snakefruit’s peel gave insignificant positive effect to histopathological findings in kidneys of hyperuricaemia-induced rats model. | |
| 18288 | 21218 | H1K010008 | STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DAN BIVALVIA PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA DI PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU | ABSTRAK Skripsi yang berjudul”Struktur Kominitas Gastropoda dan Bivalvia pada Substrat yang Berbeda di Pulau Pari, Kepulauan Seribu”. Pelaksanaan dilakukan pada bulan Agustus 2017 berlokasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dan di Laboratorium Pusat Oceanigrafi – LIPI, Jakarta utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda dan bivalvia pada substrat yang berbeda serta mengetahui parameter fisika dan kimia air yang sesuai untuk kehidupan gastropoda dan bivalvia di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan yaitu Trasnsek Kuadrat dengan menggunakan transek berukuran 1 x 1 meter dengan menarik garis tegak lurus sejauh 100 meter. Jumlah gastropoda dan bivalvia di dalam transek kemudian difoto, dihitung, dicatat dan diidentifikasi di Laboratorium Oceanografi – LIPI. Selain itu data primer yang didapat dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, didapat 191 individu gastropoda dari 6 jenis diantaranya adalah Cerithium coralium, Littoraria pallescens, Milda ventricosa, Rhinoclavis aspera, Rhinoclavis vertagus, Strombus urceus. Bivalvia yang didapat 60 individu dari 13 jenis diantaranya adalah Corbicula fluminea, Gafrarium dispar, Gafrarium pectinatum, Gafrarium tumidum, Isognomon isognomon , Malleus malleus, Nassarius margaritiferus, Pinna muricata, Pitar citrinus, Placuna ephippium, Stavelia subdistorta, Vasticardium flavum. Parameter fisika – kimia ari di perairan Pulau Pari sesuai untuk gastropoda dan bivalvia. Suhu 33 PPT, DO antara 5,61 – 6,37 (mg/l), pH 8 dan kecerahan 0,20 – 0,40 (m). Substrat yaitu berpasir sampai pasir berkarang. Kata kunci: Gastropoda, Bivalvia, Struktur komunitas, parameter fisika-kimia, Pulau Pari. | ABSTRACT This practical report was about "Inventory of Intertidal Gastropods and Bivalves in Pari Island, Kepulauan Seribu ,Jakarta" the study was done on March- May 2015, it was located in Pari Island, center of Oceanography Laboratory- LIPI, North Jakarta. This study aimed to detecting the types of Gastropods and Bivalves at Pari Island and conduct a diversity index, similarities index, and dominant index. The method of this study was transequadrat method with 1x1 metres size of sampling sites by taking a straight line as long as 100 metres from the seashore to the sea chasm. The Gastropods and Bivalves species were found in the sampling sites were collected,counted and some of them was taken to identified according to the Center of Oceanography Laboratory LIPI, beside on the primary data in sites ,secondary data from literature was taken as comparement. Based on the inventory and indentified of Intertidal gastropods and bivalves in the Intertidal zone Pari Island Kepulauan Seribu, a total of 13 molluscs were identified in both, 4 of them gastropod species collected were Cerithium coralium, Littoraria pallescens, Rhinoclavis vertagus, Strombus urceus and 9 bivalves that is Gafrarium tumidum, Pitar citrinus, Tellina virgata, Vasticardium flavum, Isognomon isognomon, Malleus malleus, Pinna muricata, Placuna ephippium, Stavelia subdistorta. The Gastropods and bivalves diversity and similarities index in the Intertidal zone ,Pari Island were in low category, while the Gastropods and mollusks dominate were in high category, which means there was a dominant species, it was Cerithium coralium. key word: Gastropoda, Bivalvia, Struktur komunitas, parameter fisika-kimia, Pulau Pari. | |
| 18289 | 21249 | H1L011058 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL | Seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat dan tingginya penggunaan fasilitas layanan kesehatan, maka tuntutan dalam hal pelayanan dan penyajian data harus semakin cepat, tepat, dan akurat. Sistem informasi merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi di bidang teknologi informasi yang memudahkan dalam pengolahan data dan penyajian informasi. Saat ini pengolahan data rekam medik pada Unsoed Health Center (UHC) masih menggunakan sistem manual atau belum terkomputerisasi dengan baik sehingga kurang efektif dan efisien pada saat pembuatan laporan, pembuatan nota pembayaran, pengolahan data, dan pelayanan pasien. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut maka dibangun Sistem Informasi Rekam Medik Berbasis Web menggunakan Framework Laravel. Penggunaan framework Laravel dalam pembangunan sistem diharapkan mempermudah dalam mengembangkan sistem, mempercepat proses pengembangan sistem, dan meningkatkan kualitas sistem. Metode yang digunakan dalam pembangunan sistem ini adalah Waterfall. Konsep yang digunakan adalah Object-oriented Programming (OOP) dengan Dokumentasi perancangan menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Physical Data Model (PDM), dan Conceptual Data Model (CDM). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Hypertext Preprocessor (PHP), DBMS menggunakan Mysql, dan dibangun mengunakan Laravel Framework. | Along with the rapid development of technology and the use of health care facilities, the service and the presentation of data should be increasingly fast, precise, and accurate. Information system is a form of technological developments in the field of information technology that makes it easier in data processing and presentation of information. Current medical record data processing on Unsoed Health Center (UHC) is still using a manual recording that less efficient and effective at the time of reporting, invoices, data processing, and patient service. Then Web-based Medical Record Information System using the Framework Laravel was built to help resolve the issue. The use of the framework Laravel in the construction of the system is expected to help in developing the system, speeding up the process of developing the system, and enhance the quality of the system. The methods used in the development of this system is the Waterfall method. The concept used is Object-oriented Programming (OOP) with design documentation using Data Flow diagrams (DFD), Physical Data Model (PDM), and Conceptual Data Model (CDM). The programming language used is a Hypertext Preprocessor (PHP), the DBMS using Mysql, and was built using the Laravel Framework. | |
| 18290 | 21649 | E1A114059 | PENERAPAN ASAS TERITORIAL PADA TINDAK PIDANA NARKOTIKA OLEH WARGA NEGARA INDONESIA DI THAILAND (Studi Tentang Kasus Jemani Ikhsan Di Thailand Tahun 2015) | ABSTRAK Tindak pidana narkotika merupakan kejahatan transnasional. Produksi narkoba di Asia Tenggara paling banyak ditemukan di Laos, Myanmar, dan Thailand sebagaimana dikenal sebagai negara segitiga emas. Tindak pidana yang yang melibatkan dua negara, khususnya tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh Jemani Ikhsan yang merupakan Warga Negara Indonesia, namun, telah melakukan tindak pidana narkotika yaitu membawa narkotika jenis kokain ke Thailand. Jemani Ikhsan ditangkap di Bandara Internasional Phuket, Thailand pada 20 April 2015. Tujuan daripada penulisan ini adalah untuk mengetahui pemberlakuan asas teritorial terhadap tindak pidana yang terjadi yang melibatkan dua negara yang dilakukan oleh Jemani Ikhsan yang dilakukan di Thailand. Metode penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif-analitis. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Konvensi internasional yang mengatur tentang narkotika dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa diantaranya yaitu Single Convention on Narcotic Drugs 1961, Convention on Psycotropic Substances 1971, dan Convention Against the Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psycotropic Substances 1988, sedangkan Thailand mengatur tentang narkotika di Prarachbanyat Kodmay Yaseiptit Poso 2522 (1979) atau Undang-Undang tentang Narkotika B.E. 2522. Yurisdiksi kriminal berdasarkan asas teritorial ini didasarkan atas terjadinya kejahatan atau tindak pidana di dalam batas-batas wilayah suatu negara. Thailand memberlakukan hukum pidana nasionalnya terhadap peristiwa tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh Jemani Ikhsan. Hakim pengadilan Phuket yang memeriksa dan mengadili perkara ini telah memutus hukuman pidana penjara kepada terdakwa yaitu Jemani Ikhsan selama 25 tahun dan denda 700 ribu Baht subsider 2 tahun penjara berdasarkan Thai Narcotics Act B.E 2522 (1979). Kata kunci : Tindak Pidana Internasional, narkotika, asas teritorial. | ABSTRACT The crime of narcotics is a transnational crime. Drug production in Southeast Asia most widely found in Laos, Myanmar, and Thailand as it is known as the golden triangle countries. The criminal acts that ensue of two countries are involved. Especially the narcotics crime perpetrated by Jemani Ikhsan who is an Indonesian Citizen. Nevertheless, has committed the crime of narcotics which was carrying one of cocaine-type drugs to Thailand. Jemani Ikhsan was arrested at Phuket International Airport, Thailand. on 20 April 2015. The objective of this study is to ascertain the prevailing of the territorial principle in the offenses that occurred which involving the two countries carried out by Jemani Ikhsan that are conducted in Thailand. The research method in this thesis are descriptive-analytical moreover juridical normative are used in the term of the approaching method in this study. International conventions which modulating about narcotics are issued by the United Nations among of them are Single Convention on Narcotic Drugs 1961, Convention on Psychotropic Substances 1971, and Convention Against the Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances 1988 While Thailand set about narcotics crimes in Prarachbanyat Kodmay Yaseiptit Poso 2522 (1979) or the law on Narcotics B.E. 2522. Criminal jurisdiction based on the principle of this territory took relevances by occurrences of a crime or a criminal offence within the territorial boundaries of a country. Thailand national criminal law enacting towards the crime of narcotics made by Jemani Ikhsan. The Phuket court judge who examined and tried the case has sentenced Jemani Ikhsan the defendant to 25 years of imprisonment and a fine about 700,000 Baht also subsidiary for 2 years in prison under the Thai Narcotics Act B.E 2522 (1979). Keyword : International crime, narcotics, territorial principle. | |
| 18291 | 21252 | P2A015011 | HUBUNGAN ANTARA KEPADATAN RUMAH DANPERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK MASYARAKAT, DAN KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA TEGAL | S U BEKHI,Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana,Universitas Jenderal Soedirman:Hubungan antara kepadatan rumah dan perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Masyarakat dan kejadian penyakit DEMAM BERDARAH DENGUE di Kota Tegal; Komisi Pembimbing, Ketua Dr. Edy Suyanto, M.Si., Anggota: Dr.sc.hum. Budi Aji, SKM, M.Sc. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dan endemis di hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Kota Tegal merupakan salah satu Kabupaten/Kota endemis penyakit DBD di Provinsi Jawa Tengah. Pencegahan dan penanggulangan DBD sampai saat ini masih menjadi program prioritas di Kota Tegal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan rumah, perilaku PSN 3M masyarakat, keberadaan tempat perindukan nyamuk dan keberadan jentik A. aegypti dengan kejadian penyakit DBD di Kota Tegal. Peneltian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di permukiman dengan kepadatan rumah tinggi dan sedang sebanyak 370 KK. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random samplinguntuk masing-masing RW/RT. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yang bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik variabel penelitian melalui tabel distribusi frekuensi pada kepadatan rumah, perilaku PSN 3M, keberadan tempat perindukan, keberadan jentik A.Aegypti, dan kejadian penyakit DBD. Analisis dilanjutkan dengan bivariat dengan menggunakan analisis Teu Kendall yang meliputi analisis hubungan antara kepadatan rumah dan kejadian DBD, analisis hubungan antara perilaku PSN 3M dengan kejadian penyakit DBD, analisis hubungan antara keberadan tempat perindukan dan kejadian penyakit DBD, analisis hubungan antara keberadaan jentik Aedes aegypti dan kejadian penyakit DBD. Analisis multivariat dilaksanakan untuk mengetahui hubungan bersama-sama antara variabel dependent (kepadatan rumah, perilaku PSN 3M, keberadaan tempat perindukan nyamuk dan keberadaan jentik) dengan kejadian penyakit DBD. Hasil penelitian menunjukkan Peningkatan kepadatan rumah tidak berkaitan dengan kejadian penyakitDBD.2.Peningkatan perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Masyarakat berkaitan dengan penurunan kejadian penyakit DBD3.Peningkatan keberadaan tempat perindukan nyamuk tidak berkaiatan dengan peningkatan kejadian penyakit DBD 4. Peningkatan keberadaan jentik DBD berhungan peningkatan kejadian penyakit DBD 5. Peningkatan perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Masyarakat berkaitan dengan penurunan kejadian penyakit DBD sedangkan, peningkatan keberadaan tempat perindukan dan jentik nyamuk berkaitan dengan peningkatan kejadian penyait DBD ketika kepadatan rumah tidak di imbangi dengan dengan perilaku PSN di masyarakat. | SUBEKHI, Environmental Sciences Study Program, Graduate Program, JenderalSoedirman University: The Relationship of House Density and People’s attitudeson PSN 3M with the prevalence ofDengue Hemorrhagic Fever(DHF) Disease in South Tegal Sub-district, Tegal City; Board of Advisors: Dr. EdySuyanto, M.Si as the chairperson and Dr, sc.hum. Budi Aji, SKM, M.Sc as the member. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one majorendemic disease experienced by most people throughout the regencies and cities in Indonesia. Tegal is one regency/city with DHF endemic disease in Central Java. The Prevention and fight against DHF disease recently still becomes one priority program in Tegal City. This research aims at examining the relationship of house density, people’s attitudes on PSN 3M, the existence of mosquito breeding sites and Aedesaegypti larvae with the prevalence of DHF disease in South Tegal subdistrict. This descriptive-qualitative research is conducted using Cross Sectional Design with the samples of Family Heads (KepalaKeluarga/KK) living at ahigh and medium residentialhouse density level with a total of 370 family heads. The samples are collected using a simple random sampling in determining the sample units (Family Heads) in each RT/RW (the lowest level of village administrative governance). Univariate analysis is conducted to describe the characteristics of each research variable through frequency distribution tables of house density, people’s attitudes on PSN 3M, the existence of mosquito breeding sites, the existence of Aedesaegypti larvae, and the prevalence of DHF disease. Bivariate analysis is further conducted using Teukendallwhich consists of relationship analysis between house density and the prevalence of DHF disease, people’s attitudes on PSN 3M and the prevalence of DHF disease, the existence of mosquito breeding sites and the prevalence of DHF disease as well as the existence of Aedesaegyptilarvae and the prevalence of DHF disease. Multivariate analysis is simultaneously conducted to examine the relationship of dependent variables (house density, people’s attitudes on PSN 3M, the existence of mosquito breeding sites and Aedesaegypti larvae) with the prevalence of DHF disease. The research results show that the prevalence of DHF disease in South Tegal sub-district is still considered high with a total of 40 cases; the house density level is also considered high by 78.9%; people’s attitudes on PSN 3M is already categorized into good and fair by 82.4%; while houses with larva breeding sites and those with Aedesaegyptilarvae have respectively reached 52.4% and 13.8%. Based on the results of bivariate analysis, it shows that there is no significant relationship between house density level and the prevalence of DHF disease in Tegal proven by the value of r = 0.091; there is a significant relationship between people’s attitudes on PSN 3M and the prevalence of DHF disease in Tegal city proven by the value of r = 0.371; there is no significant relationship between larva breeding sites and the prevalence of DHF disease in Tegal city proven by the value of r = 0.096; and there is a significant relationship between the existence of Aedesaegyptilarvae and the prevalence of DHF disease in Tegal city proven by the value of r = 0.290. Meanwhile, the results of multivariate analysis simultaneously show that there is a significant relationship of the entire variables of house density, people’s attitudes on PSN 3M, the existence of mosquito breeding sites and aedesaegypti larvae with the prevalence of DHF disease proven by the value of F-count at 30.592 which is greater than that of F-table at only 2.396 with the research confidence value of 95%. | |
| 18292 | 21648 | A1M014063 | PENGARUH KONSENTRASI SORBITOL TERHADAP EDIBLE FILM BERBAHAN BAKU TAPIOKA, PATI GANYONG, DAN PATI GARUT | Edible film adalah lapisan tipis dan kontinyu terbuat dari bahan-bahan yang dapat dimakan, dibentuk melapisi komponen makanan atau diletakkan diantara komponen makanan yang berfungsi sebagai barrier terhadap transfer massa dan sebagai carrier bahan makanan, serta untuk mempermudah penanganan makanan. Pemanfaatan pati sebagai bahan baku pembuat edible film memiliki kemampuan yang baik untuk melindungi produk terhadap oksigen, karbondioksida, minyak, dan meningkatkan kesatuan struktur produk. Pada umumnya edible film yang digunakan adalah menggunakan alginat, pati sagu dan gum arab. Namun pembuatan edible film dari bahan umbi-umbian belum banyak dilakukan, padahal di Indonesia cukup banyak daerah-daerah yang menghasilkan tanaman umbi-umbian seperti singkong, umbi ganyong, dan umbi garut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji pengaruh jenis bahan baku terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensoris dari edible film yang dihasilkan; 2) Mengkaji pengaruh konsentrasi sorbitol terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensoris dari edible film yang dihasilkan; 3) Mengkaji pengaruh interaksi perlakuan antara jenis bahan baku dengan konsentrasi sorbitol yang digunakan terhadap karakteristik kimia, fisik dan sensoris edible film.. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti adalah jenis bahan baku, terdiri atas B1 = Tapioka, B2 = Pati ganyong, B3 = Pati garut serta konsentrasi sorbitol (S), terdiri atas : S1 = 1%, S2 = 2%, S3 = 3%. Perlakuan disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film dengan perlakuan kombinasi penggunaan bahan baku tapioka dengan konsentrasi sorbitol 2% menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Hasil analisis menunjukkan nilai kadar air 14,10%, kadar abu 0,09%, ketebalan 0,14 mm, jernih, tidak kaku, dan disukai oleh panelis. | Edible film is thin and continuous layers made of edible materials, molded in food components or placed between food components serving as barriers to mass transfer and as carriers groceries and additives, and to facilitate food handling. The utilization of starch as a raw material for edible film producers has a good ability to protect the product against oxygen, carbon dioxide, oil, and improve the unity of product structure. In general, edible film used is to use alginate, sago starch and gum arab. But the making of edible film from tuber materials has not been done much, but in Indonesia quite a lot of areas that produce tuber crops such as cassava, ganyong tubers, and garut bulbs. This research aims to: 1) Assess the influence of the type of raw material on the physical, chemical and sensory characteristics of edible film produced; 2) To examine the effect of sorbitol concentration on the physical, chemical and sensory characteristics of edible film produced; 3) To examine the effect of treatment interaction between raw material type and sorbitol concentration used on chemical, physical and sensory characteristics of edible film. The experimental design used in this research is Completely Randomized Design (RAL). The factors studied were raw material, consisting of B1 = Tapioca, B2 = Ganyong starch, B3 = Garut starch and Sorbitol concentration (S), consisted of: S1 = 1%, S2 = 2%, S3 = 3%. The treatments were arranged factorially with 9 treatment combinations and 3 replications so that 27 experimental units were obtained. The results showed that edible film with combination treatment of tapioca raw materials with sorbitol 2% concentration showed better quality compared with other treatment. The results of the analysis showed the moisture content of 14.10%, ash content 0.09%, thickness 0.14 mm, clear, not rigid, and favored by panelists | |
| 18293 | 21248 | F1B013031 | Kualitas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon | Kualitas pelayanan publik di daerah masih perlu ditingkatkan ke arah yang lebih baik. Masyarakat di daerah mempunyai tuntutan yang lebih untuk mendapatkan pelayanan yang optimal demi kepuasan pelayanan yang diterima dari penyelenggara. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis Kualitas Pelayanan Administrasi Tepadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan Gap model kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi tangibel, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Sampel yang diiambil dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna pelayanan IMB dan IUP sebanyak 100 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel Simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. kualitas PATEN masuk dalam kategori tinggi. Dengan presentase 95% menyatakan tinggi dan 5% menyatakan sedang, 2. gap atau kesenjangan yang ditemukan antara harapan dan kenyataan dimana harapan akan pelayanan masuk dalam kategori tinggi presentase 95%) menyatakan tinggi dan 5% menyatakan sedang dan kenyataan pelayanan yang diterima masuk dalam kategori tinggi dengan presentase 75% menyatakan tinggi, 25% menyatakan sedang dan 3% menyatakan rendah. 3. Pada gap analisis diperoleh bahwa dimensi Tangible memperoleh nilai sebesar -2,79, dimensi Reliability sebesar -1,07 yang merupakan gap terendah, dimensi Responsiveness sebesar -4,06, dimensi Assurance sebesar -5,63, dan dimensi Empathy sebesar -5,96 yang merupakan gap tertinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari kelima dimensi masih dijumpai gap negatif dari setiap item pertanyaan dengan demikian upaya perbaikan layanan perlu difokuskan pada aspek-aspek spesifik ini agar dapat memberikan dampak signifikan. Kata kunci:Kualitas Pelayanan, Gap Model, Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan. | The quality of public services in the regions still needs to be improved in a better direction. Society has demanded more areas to obtain optimum services to the satisfaction of the services received from the organizers. Therefore, the government implemented an integrated administrative services districts (PATEN) sumber area. The purpose of service to the community as well as the provision of service that minimize tangled bush. The aim of this study is determining how the level of service quality intregated administrative districts (PATEN) in the district of Cirebon Regency Sumber. This research uses descriptive quantitative method using gap service quality model consisting of tangible dimension, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Samples taken in this research is the community of users of IMB and IUP services as much as 100 respondents. Sampling technique used in this research is Probability Sampling with sampling technique Simple random sampling. The results of this study indicate that: 1. Quality PATEN entered in high category. With a percentage of 95% states high and 5% states being. 2. gap or gaps found between expectations and realities where expectations of service fall into the high percentage category of 95%) state high and 5% stated moderate and acceptable service facts fall into the high category with a 75% percentage representing high, 25% saying medium and 3 % stated low. 3. In the analysis gap obtained that Tangible dimension obtained value of 2.79, Reliability dimension of 1.07 which is the lowest gap, Responsiveness dimension of 4.06, Assurance dimension of 5.63, and Empathy dimension of 5.96 which is the highest gap. The conclusion of this research is from fifth dimension still found negative gap of each item of question thus service improvement effort need to be focused on these specific aspects in order to give a significant impact. Keywords: Service Quality, Service Model GAP, Integrated District Administration Service. | |
| 18294 | 21253 | F1B011012 | PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA (Studi Pembangunan Jalan Di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas) | Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sangatlah penting dalam pencapaian tujuan yang ideal. Partisipasi masyarakat dapat terwujud mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat sampai hasil evaluasi pembangunan. Desa Rempoah merupakan salah satu desa di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas yang setiap tahun memiliki berbagai program pembangunan jalan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin melihat wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan jalan desa. Studi Pembangunan Jalan di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan sasaran penelitian masyarakat dan aparat desa rempoah yang mengetahui tentang Pembangunan Jalan di Desa Rempoah. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data penelitian menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan sudah baik, namun belum maksimal karena dalam rapat ide dan pikiran masyarakat masih disampaikan oleh perwakilan dari Ketua RT/RW. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan belum terlihat baik sebab beberapa program pembangunan jalan dipegang oleh pihak ketiga/ pemegang proyek, akan tetapi terwujud dalam gotong-royong pembersihan jalan, itupun tidak semua hadir. Masyarakat sudah merasakan manfaat pembangunan jalan, walaupun ada beberapa program belum terselesaikan. Evaluasi hasil pembangunan dalam desa rempoah sudah berhasil namun dalam rapat tersebut masyarakat belum bisa hadir semua. | Public participation in development is crucial in order to achieve the ideal goal. Public participation can be manifested ranging from the planning process into the implementation, benefits taking until the results of the development evaluation. Rempoah village is one of the villages in Baturraden subdistrict, Banyumas Regency which every year has a wide program of road construction. According to this condition, the researcher would like to find out a form of public participation in the village’s road construction. Thus, study of the road construction in Rempoah village, Baturraden subdistrict, Banyumas Regency was done. The research method used in this research is descriptive qualitative research, objectives with the community and village apparatus in Rempoah village who know well about road construction in the village. This research used a sampling applied of purposive sampling. Method of data collection was done by doing observation, interviews, and documentation. In addition, the validity of research data was done using the technique of triangulation. The results showed that public participation in decision-making is already good, but has not been fullest because in the community meeting, the community's ideas and thoughts were still delivered by the representative of the village leaders (Ketua RT/RW). Community participation in the implementation of development yet looks good because some road-building program is held by a third party/project holders, however, embodied in that way, not all of the community attended the cleaning project. The community already felt the benefits of road construction, although there are some programs that have not been resolved. Evaluation of development results in the village of rempoah was successfully done but in the meeting, some members of the community has not been able to attend. | |
| 18295 | 21254 | G1A014062 | PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK DAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR LDL SERUM TIKUS PUTIH MODEL HIPERLIPIDEMIA | Daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun salam (Eugenia polyantha) memiliki manfaat sebagai antihiperlipidemia karena mengandung zat yaitu flavonoid, saponin dan tannin. Aktivitas antihiperlipidemia daun sirsak dan daun salam ditandai dengan penurunan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) pada serum tikus putih model hiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun salam terhadap penurunan kadar LDL tikus putih model hiperlipidemia. Penelitian ini menggunakan metode post test only with control group design. Tiga puluh ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol normal, kelompok B sebagai kontrol negatif (sakit), kelompok C (100 mg/kgBB ekstrak etanol daun sirsak), kelompok D (720 mg/kgBB ekstrak etanol daun salam), kelompok E (ekstrak etanol daun sirsak 100 mg/kgBB dan daun salam 720 mg/kgBB). Induksi hiperlipidemia dilakukan pada kelompok B, C, D dan E selama 7 minggu yang kemudian dilanjutkan pemberian ekstrak selama 15 hari pada kelompok C, D dan E. Kadar LDL diukur dengan metode CHOD-PAP. Rerata kadar LDL pada kelompok A 22,82±6,84 mg/dl, kelompok B 43,12±15,20 mg/dl, kelompok C 22,18±9,20 mg/dl, kelompok D 24,50±6,45 mg/dl, kelompok E 12,80±5,26 mg/dl. Uji One Way ANOVA menunjukan nilai p=0,001 (p<0,05). Uji Post Hoc Bonferroni menunjukan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok A dengan kelompok B, dan antara kelompok B dengan semua kelompok data (p<0,05), antara kelompok C, D dan E tidak menunjukan hasil perbedaan rerata yang signifikan (p>0,05). Pemberian kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun salam mampu menurunkan kadar LDL pada tikus putih model hiperlipidemia namun tidak lebih efektif dibandingkan pemberian ekstrak etanol daun sirsak maupun daun salam tunggal. | Soursop leaves (Annona muricata L.) and bay leaves (Eugenia polyantha) have benefit as antihyperlipidemic because they contain amount of substance such as flavonoid, saponin, and tannin. The activity antihyperlipidemic of soursop leaves and bay leaves marked with reduction of Low Density Lipoprotein (LDL) on white mice serum of hyperlipidemia model. This study aimed to determine the effect of combination soursop leaves and bay leaves ethanol extract towards reduction levels of LDL on white rats model of hyperlipidemia. This research using post-test only with control group design. In this experiment, 30 rats were divided into 5 groups. Group A as normal control group, group B as negative control group (diseased), group C (100mg/kgBB soursop leaves ethanol extract), group D (720mg/kgBB bay leaves ethanol extract), group E (100mg/kgBB soursop leaves ethanol extract and 720 mg/kgBB bay leaves). Induction of hyperlipidemia on rats had been done on group B, C, D and E for 7 weeks henceafter were given extract for 15 days on group C, D and E. The level of LDL measured with CHOP-PAP method. The average of LDL levels on group A 22,82±6,84 mg/dl, group B 43,12±15,20 mg/dl, group C 22,18±9,20 mg/dl, group D 24,50±6,45 mg/dl, group E 12,80±5,26 mg/dl. One Way ANOVA test showed p value=0,001 (p<0,05). Post Hoc Bonferroni showed sigificant differences between group A with group B, and among group B with other groups (p<0,05), among group C, D, and E were not showed significant mean differences (p>0,05). Giving combination soursop leaves and bay leaves ethanol extract can reduce LDL levels on white rats model of hyperlimidemia, but does not much different than single extract of soursop leaves or bay leaves. | |
| 18296 | 21255 | G1A014011 | GAMBARAN DEPRESI PADA SISWA SISWI KELAS B SLB ABCD KUNCUP MAS BANYUMAS | Depresi dapat terjadi pada berbagai usia termasuk anak. Depresi seringkali menyertai penyakit fisik kronik, salah satunya gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran depresi pada siswa siswi kelas B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah siswa siswi Kelas B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas tahun ajaran 2017-2018. Didapatkan 34 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Depresi diukur menggunakan kuesioner Children’s Depression Inventory (CDI). Data yang didapatkan dianalisis secara univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 20.6% responden mengalami sindroma depresif, paling banyak berjenis kelamin laki-laki (14.7%), usia anak dan remaja awal (8.8%), tidak memiliki penyakit penyerta (14.7%), tidak memiliki riwayat skizofrenia keluarga (20.6%), tidak memiliki riwayat depresi keluarga (20.6%), tingkat penghasilan keluarga rendah (14.7%). Siswa siswi Kelas B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas yang tidak mengalami sindroma depresif adalah 70.4%, paling banyak berjenis kelamin perempuan (52.9%), usia remaja akhir (35.3%), tidak memiliki penyakit penyerta (79.4%) responden, tidak memiliki riwayat skizofrenia keluarga (79.4%), tidak memiliki riwayat depresi keluarga (79.4%), tingkat penghasilan keluarga rendah (44.1%). | Depression may occur at different ages including children. It often accompanies chronical physical illness such as hearing loss. The purpose of this research is to know the description of depression in the students of grade B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. This research was a descriptive study in terms of cross-sectional approach. The sample in this study were students of grade B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas academic year 2017-2018. 34 research subjects who met inclusion and exclusion criteria were obtained. The Depression was measured by Children's Depression Inventory (CDI) questionnaire. The data were analyzed by univariat analysis and presented in a frequency distribution table. The results showed that 20.6% respondents had depressive syndrome, most of them are male (14.7%), childhood and early adolescence (8.8%), do not have comorbidities (14.7%), do not have the history of schizophrenia family (20.6%), do not have the history of depression family (20.6%), have a low family income (14.7%). The students of class B SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas who had no depressive syndrome are 70.4%, most of them are female (52.9%), late adolescence (35.3%), do not have comorbidities (79.4%), do not have the history of schizophrenia family (79.4%), do not have the history of depression family (79.4%), and have a low family income (44.1%). | |
| 18297 | 21214 | F2A015003 | ANALISIS PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PENDIDIKAN JENJANG SEKOLAH DASAR (Studi di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara) | Hingga tahun 2015, penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan dasar di Kabupaten Banjarnegara belum merata dikarenakan hanya terdapat 6 indikator SPM pendidikan dasar yang sudah tercapai. Kondisi tersebut terjadi pula di Kecamatan Banjarmangu. Kekurangan guru dan masih banyaknya ruang kelas dengan kondisi rusak menjadi sebuah gambaran belum dapat tercapainya SPM pendidikan dasar di Kecamatan Banjarmangu. Pentingnya pencapaian SPM pendidikan berkaitan dengan terciptanya pemerataan pelayanan pendidikan serta dapat menghindari adanya kesenjangan pelayanan pendidikan di setiap daerah. Oleh sebab itu maka pemenuhan SPM pendidikan menjadi sebuah keharusan, serta menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dalam pencapaian urusan wajibnya. Penelitian ini terfokus pada pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dengan tipe metode campuran sekuensial eksplanatori (exsplanatory sequential mixed methods). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kuantitatif adalah teknik sampling jenuh, dan teknik sampling pada penelitian kualitatif menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data penelitian kuantitatif menggunakan angket atau kuesioner, observasi dan dokumentasi. Adapun metode pengumpulan data pada penelitian kualitatif menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data ditetapkan melalui teknik pemeriksaan yang didasarkan atas kriteria derajat kepercayaan, transferabilitas data, dependabilitas data, dan konfirmabilitas data. Analisis data penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan statistika deskriptif, dan analisis data pada penelitian kualitatif menggunakan prosedur analisis data yang dikemukakan oleh Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu masih rendah karena hanya 10 indikator SPM yang sudah terpenuhi dan 20 indikator SPM lain belum terpenuhi dengan nilai rata-rata tingkat pencapaian SPM 84,79%. Faktor yang mendukung pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu untuk kategori kurikulum adalah tingginya kesadaran pemerintah daerah untuk membantu sekolah mengembangkan kurikulum dan adanya kejelasan aturan pemerintah tentang penerapan kurikulum. Adapun keberhasilan pencapaian SPM kategori manajemen sekolah didukung oleh adanya peran serta komite sekolah yang aktif mendukung berbagai program-program sekolah. Adapun faktor yang menghambat pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu untuk kategori sarana dan prasarana adalah keterbatasan anggaran pemerintah. Faktor penghambat pencapaian SPM untuk kategori SDM adalah adanya moratorium PNS dan rendahnya kinerja SDM. Faktor yang menghambat pencapaian SPM untuk kategori proses pembelajaran adalah kurangnya disiplin guru dalam mematuhi peraturan yang ada serta kurangnya pengawasan dari dinas terkait. Faktor yang menghambat pencapaian SPM kategori penjaminan mutu dan evaluasi pendidikan adalah kurangnya disiplin guru dan kepala sekolah, maraknya korupsi waktu, dan masih adanya guru wiyata bakti dengan pendidikan terakhir D-2 maupun SMA yang tidak mendukung dalam kegiatan penjaminan mutu dan evaluasi pendidikan. | Until 2015, the implementation and management of basic education in Banjarnegara Regency has not been evenly distributed because there are only 6 indicators of SPM of basic education that have been achieved. These conditions also occur in the Banjarmangu Subdistrict. Lack of teachers and still many classrooms with broken conditions into a picture has not been able to achieve basic education SPM in the Banjarmangu Subdistrict. The importance of the achievement of SPM in education is related to the creation of equal distribution of education services and can avoid any gap in education services in each region. Therefore, the fulfillment of SPM education becomes a necessity, and become one of the indicators of local government performance in the achievement of its obligatory affairs. This study focuses on the achievement of SPM in primary school level education in Banjarmangu Subdistrict and factors that support and hinder the achievement of SPM in primary school education in Banjarmangu Subdistrict. This research uses mixed methods of research with explanation type sequential mixed methods. Sampling technique used in quantitative research is saturated sampling technique, and sampling technique in qualitative research using purposive sampling technique. Methods of collecting quantitative research data using a questionnaire, observation and documentation. The method of collecting data on qualitative research using interviews, observation and documentation. The validity of data is determined through examination techniques based on criteria of degree of trust, data transferability, data dependability, and data confirmability. Quantitative research data analysis is done by using descriptive statistics, and data analysis on qualitative research using data analysis procedure proposed by Creswell. The result of the research shows that the level of attainment of primary education level education level in Banjarmangu Subdistrict is still low because only 10 SPM indicators have been met and 20 other SPM indicators have not been fulfilled with the average achievement rate of SPM 84.79%. Factors that support the achievement of primary school education level in Banjarmangu Subdistrict for the curriculum category are the high awareness of local government to help schools develop curriculum and the clarity of government rules on curriculum implementation. The successful achievement of SPM in the category of school management is supported by the participation of school committees that actively support various school programs. The factors that hamper the achievement of SPM in elementary school education in Banjarmangu Subdistrict for the category of facilities and infrastructure is the limited government budget. Inhibiting factors of achievement of SPM for HR category is the existence of civil servant moratorium and low human resources performance. Factors that hamper the achievement of SPM for the category of learning process are the lack of teacher discipline in complying with existing regulations and the lack of supervision from relevant agencies. Factors that hamper the achievement of SPM in the category of quality assurance and evaluation of education are the lack of discipline of teachers and principals, the rampant corruption of the time, and still the wiyata consecrated teacher with the last D-2 or SMA education that does not support in quality assurance and education evaluation activities. | |
| 18298 | 21256 | C1K010014 | THE EFFECT OF CONSUMER ETHNOCENTRIM AND PERCEIVED VALUE ON BRAND IMAGE AND PURCHASE INTENTION OF ADVAN SMARTPHONE | Penelitian ini berjudul “PENGARUH ETNOSENTRISME KONSUMEN DAN PERSEPSI NILAI TERHADAP CITRA MEREK DAN NIAT PEMBELIAN SMARTPHONE MEREK ADVAN (Survei Terhadap Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED Purwokerto)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh etnosentrisme konsumen maupun persepsi nilai terhadap citra merek, dan untuk menganalisis pengaruh citra merek terhadap niat pembelian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan jumlah mahasiswa S1 dan D3 yang terdaftar dan aktif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED Purwokerto. Ukuran sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden yang ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional stratified sampling. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan model regresi sederhana dan regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa etnosentrisme konsumen maupun persepsi nilai berpengaruh positif terhadap citra merek, dan citra merek berpengaruh positif terhadap niat pembelian. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat dimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk menciptakan dan meningkatkan citra merek positif dari para pelanggannya, manajer pemasaran smartphone merek Advan perlu membangun komunitas pecinta produk dalam negeri, membedakan smartphone merek Advan dari produk smartphone luar negeri, menciptakan produk smartphone merek Advan yang berkualitas tinggi melalui peningkatan kinerja, fitur dan kehandalan produk smartphone yang mencerminkan merek Advan, meningkatkan pengalaman konsumen untuk menggunakan smartphone merek Advan, menawarkan produk smartphone Advan dengan harga ekonomis dan kompetitif, dan selalu menindaklanjuti keluhan para konsumen secara optimal. Selanjutnya, untuk memperkuat niat konsumen untuk membeli, manajer pemasaran harus memprioritaskan citra merek positif dari smartphone merek Advan. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan meningkatkan dan memperkuat persepsi pelanggan dan penilaian positif mereka terhadap smartphone merek Advan sebagai salah satu merek produk dalam negeri. | The aims of research were to analyze the effect of consumer ethnocentrism as well as perceived value on brand image, and to analyze the effect of brand image on purchase intention. Type of this research was descriptive with a survey method survey. Population within study was all college students of S1 and D3 programs who were registered and active in Economics and Business Faculty of Jenderal Soedirman University Purwokerto. Sample size was 100 respondents which determined by Slovin formula. Sampling technique used in this research was proportionate stratified sampling. Furthermore, technique data analysis of this study used simple and multiple regression models. Based on the result of data analysis, it could be concluded that consumer ethnocentrism as well as perceived value has a positive effect on brand image, and brand image has a positive effect on purchase intention. Refers to these conclusions, it could be implied that as an effort to create and increase the positive brand image of its customers, marketing management of Advan smartphone brand needs to build the community of domestic products lovers, differentiate Advan brand from the foreign smartphone products, create the high quality of Advan smartphone product through increase the performance, features and reliability of smartphone product which are reflects the Advan brand, improve the consumers’ experience to use Advan smartphone brand, offering the Advan smartphone products at economical and competitive prices, and always follow up the consumer complaints optimally. Furthermore, in order to increase the customers’ intention to purchase Advan smartphone brand, marketing management should prioritize on its positive brand image. The ways could be done by increase and strengthen the customers’ perception and their positive assessment towards the Advan smartphone as one of the domestic product brands. | |
| 18299 | 21257 | G1A014069 | HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RSUD.PROF.DR.MARGONO SOEKARJO | LatarBelakang:Bayiberatlahirrendah (BBLR) adalahberatlahirkurangdari 2.500 gram, denganpengukuransebaiknyadilakukanpadasatu jam pertamakehidupan. BBLR merupakansalahsatufaktorrisikoseoranganakuntukmengalamikejangdemam.Selainitu, jumlahbayi yang lahirdengan BBLR cukupbanyak di RSUD.Prof.Dr.MargonoSoekarjo.Haltersebutmemungkinkanuntukterjadikejangdemam.Tujuan:Mengetahuihubunganantarabayiberatlahir rendah (BBLR) dengan kejang demam pada anak di RSUD.Prof.Dr. MargonoSoekarjo.DesainPenelitian:Penelitianinimenggunakanmetodeanalitikobservasionaldengandesainpenelitiancase control. Pemilihansampelmenggunakanteknikconsecutive samplingdenganpopulasiterjangkauyaituanak yang terdiagnosiskejangdemam yang di rawat di RSUD.Prof.Dr.MargonoSoekarjousia 6 bulan -5tahun yang berdomisili di KabupatenBanyumassebagaikelompokkasus, dananakdengantidakmemilikiriwayatkejang di PosyanduBalitadan Taman Kanak-Kanakpadaperiode 1 Desember 2017-1 Januari 2018 yang berdomisili di KabupatenBanyumassebagaikelompokkontrol. Penelitiandilakukandenganmencarianak yang memenuhikriteriapadamasing-masingkelompoklaludilakukanwawancaradengan orang tuaanakmenggunakankuisioner.Selanjutnya, data dianalisismenggunakanujistatistikChi-Square.Hasil:HasilujiChi Squarememilikinilai p<0,05 (p=0,00) yang memilikiartianak yang menderitakejangdemammemilikikemungkinanlahirdenganriwayatlahir BBLR dibandingkandengananak yang tidakmemilikiriwayatkejangapapun.Kesimpulan: BBLR berhubunganterhadapkejangdemampadaanak di RSUD.Prof.Dr. MargonoSoekarjo | Background: Low birth weight babies (LBW) are birth weight less than 2,500 grams, with measurements should be performed in the first hour of life. LBW is one of the risk factors of a child to experience febrile seizures. In addition, the number of babies born with LBW is quite a lot in RSUD.Prof.Dr.MargonoSoekarjo. It allows for a febrile seizure.Objective:Know the influence between low birth weight baby (LBW) with febrile seizures in children in RSUD.Prof.Dr. MargonoSoekarjo.Design: This research uses observational analytic method with case control research design. The sample selection using consecutive sampling technique with the affordable population of children diagnosed with febrile seizures treated in RSUD.Prof.Dr.MargonoSoekarjo who live in Banyumas District as case group, and children with no history of seizures at PosyanduBalita and Kindergarten in the period 1 December 2017-1 January 2018 domiciled in Banyumas regency as a control group. The study was conducted by finding the children who meet the criteria in each group and then interviewed with the parents of the children using the questionnaire. Furthermore, the data were analyzed using Chi-Square statistical test.Results: Chi Square test results have a value of p <0.05 (p = 0.00) which means that children suffering from febrile seizures have a probability of birth with birth history of LBW compared with children who have no history of any seizures.Conclusion:LBW influenced to febrile seizures in children in RSUD.Prof.Dr. MargonoSoekarjo | |
| 18300 | 21261 | G1A014117 | Hubungan antara Perilaku Makan dengan Waist to Height Ratio (WHtR) pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman | Globalisasi adalah fenomena terjadinya perubahan zaman yang semakin maju dan modern. Perubahan tersebut berdampak salah satunya terhadap perilaku makan masyarakat terutama pada mahasiswi. Perilaku makan dapat dilihat dari 3 aspek yaitu emotional eating, restraint eating, dan external eating yang berkaitan dengan adipositas. Salah satu pengukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui adipositas yaitu waist to height ratio (WHtR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan dengan WHtR pada mahasiswi kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek yang diteliti sebanyak 74 mahasiswi dengan teknik pengambilan probability sampling metode systematic random sampling. Perilaku makan diukur menggunakan kuesioner Dutch Eating Behaviour Quessionarre (DEBQ). Data dianalisis secara statistik dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan perilaku makan dengan WHtR (p>0.05) dengan spesifikasi tiap aspek tidak ada hubungan emotional eating terhadap WHtR (p > 0.05), tidak ada hubungan external eating terhadap WHtR (p > 0.05), dan ada hubungan restraint eating terhadap WHtR (p = 0.046; r = 0.232). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan perilaku makan dengan WHtR, namun aspek restraint eating berhubungan dengan WHtR. | Globalization is a phenomenon of changing times that are more advanced and modern. That changes have a negative impact on eating behavior in medical students. Eating behavior can be seen from 3 aspects of emotional eating, restraint eating, and external eating that associated with adiposity. One measure that can be used to determine adiposity is waist to height ratio (WHtR). This study aims to determine the association between eating behavior with WHtR in female medical students of medical faculty of Jenderal Soedirman University. This research used observational method with cross sectional approach. Subjects studied were 74 female students with probability sampling technique with systematic random sampling method. Eating behavior using the Dutch Eating Behavior Quessionarre (DEBQ) questionnaire. Data were analyzed statistically with Pearson test. The results of this study showed that there was no association between eating behaviour with WHtR (p> 0,05) with no association between emotional eating to WHtR (p> 0,05), no association between external eating with WHtR (p> 0,05) and there is an association between restraint eating with WHtR (p = 0.046; r = 0.232). In conclusion, there is no association between eating behavior with WHtR, however restraint eating aspect is associated with WHtR. |