Home
Login.
Artikelilmiahs
21297
Update
DEA MUHITHA KHAIRANI
NIM
Judul Artikel
STUDI KUASI-EKSPERIMENTAL KOMUNIKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK-ANAK DI SD NEGERI 1 SOKANEGARA, PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Komunikasi kesehatan berperan penting dalam memotivasi masyarakat terhadap kesehatan ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan cara penyuluhan kesehatan. Penelitian ini meneliti bagaimana perbedaan efektivitas metode ceramah dengan pemutaran film dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara metode penyuluhan menggunakan metode ceramah dan metode pemutaran film, serta menganalisa metode mana yang paling efektif digunakan untuk edukasi kesehatan pada anak-anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasy-experimental, dengan subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 10-11 tahun di SD Negeri 1 Sokanegara yang duduk di bangku kelas 5. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 siswa dari total 670 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari penyebaran kuisioner pada pre-test (sebelum eksperimen) dan post-test (setelah eksperimen) dari masing-masing kelompok yang di antaranya adalah kelompok eksperimen ceramah, eksperimen film, dan kontrol. Penelitian ini menggunakan teori Precede-Proceed Model, konsep dari Lawrence Green dan Kreuter (2005) tentang model perencanaan strategi penyuluhan kesehatan dalam menciptakan perilaku kesehatan. Dari hasil tanggapan responden, terbukti bahwa perilaku kesehatan gigi dan mulut dalam cognitive domain dipengaruhi oleh predisporing factor, enabling factor, dan reinforcing factor. Pada hasil Uji-T, didapatkan bahwa terdapat perbedaan skor pengetahuan antara kelompok eksperimen ceramah dengan kelompok eksperimen film sebesar 2,847 (coeficient correlation) dengan taraf signifikansi 0,006 (p < 0,05). Dari hasil olah data, ditemukan bahwa coeficient correlation t hitung kelompok film lebih besar daripada t hitung kelompok ceramah (t hitung film > t hitung ceramah = 6,738 > 2,427). Maka hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak usia 10-11 tahun di SD Negeri 1 Sokanegara dengan metode film dinilai lebih efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut mereka daripada menggunakan metode ceramah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Health communication plays an important role in motivating people towards a better healthy life. One way to do this is through health education. This study examines how differences between the effectiveness of lecture methods and film screenings methods in improving oral and dental health knowledge through the oral and dental health education in children. This research is quanitative quasy-experimental research, with the subject of research are children aged 10-11 years in SD Negeri 1 Sokanegara who are in 5th grade. The sample in this research is 100 students from total 670 students. Sampling technique in this research is total sampling. The data which is used in this study were obtained from questionnaire distribution on pre-test (before experiment) and post-test (after experiment) from each group, they are experimental group of lectures, experimental group of film, and control group. This research uses Precede-Proceed Model theory, especially the concept of Lawrence Green and Kreuter (2005) about health planning strategy model in creating health behavior. From the result of responses of respondents, it can be proven that the behavior of oral health in cognitive domain influenced by predisporing factor, enabling factor, and reinforcing factor. In the test result, the score of T-Test group of lecturing experiments with experimental group of film was 2,847 (correlation coefficient) with significance level 0,006 (p <0,05). It shows that there is difference of knowledge score between lecture group and film group. From result of data, found correlation coefficient t count of film group was bigger than t count of lecture group (t count film group> t count lecture group = 6,738> 2,427). So, the result of this study proved that dental and oral health education in children aged 10-11 years in Sokanegara 1 Elementary School, using the film method is more effective increase the knowledge of oral health than using lecture methods.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save