Home
Login.
Artikelilmiahs
21307
Update
ATIKA NUR SOLIKHAH
NIM
Judul Artikel
KAJIAN TEPUNG KEDELAI SEBAGAI MEDIUM PERBANYAKAN Trichoderma harzianum ISOLAT JAHE UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium sp.) PADA TANAMAN MENTIMUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) konsentrasi tepung kedelai yang tepat dalam pembuatan formula cair untuk pertumbuhan T. harzianum; 2) pengaruh T. harzianum pada formula cair tepung kedelai terhadap penekanan penyakit rebah semai pada tanaman mentimun; 3) pengaruh T. harzianum pada formula cair tepung kedelai terhadap pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September sampai Desember 2017. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap in vitro dan tahap in planta. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu T. harzianum dalam Potato Dextrose Broth (kontrol), T. harzianum dalam bahan pembawa tepung kedelai 1, 2, 3, dan 4%. Variabel yang diamati adalah kepadatan konidium. Tahap in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, T. harzianum dalam Potato Dextrose Broth, T. harzianum dalam bahan pembawa tepung kedelai 1, 2, 3, dan 4%. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, kejadian penyakit, luas area di bawah kurva perkembangan, Potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot segar tajuk dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan formula cair yang terbaik untuk pertumbuhan T. harzianum adalah dengan menggunakan tepung kedelai konsentrasi 2% yang menghasilkan kepadatan konidium sebesar 67,10% dibandingkan dengan perlakuan PDB. Formula tersebut dapat menekan penyakit rebah semai sebesar 66,67%, meningkatkan bobot basah akar sebesar 57,36%, bobot basah tajuk sebesar 43,81% dan panjang akar sebesar 41,81% apabila dibandingkan dengan tanaman kontrol.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to determine 1) the proper concentration of soybean flour in the liquid formulation for T. harzianum growth; 2) the influence of T. harzianum on soybean flour liquid formula to suppress damping-off disease in cucumber plants; 3) the influence of T. harzianum on soybean flour liquid formula on the growth of cucumber seedlings. The research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September to December 2017. The r esearch was designed in to two tests, namely the in vitro and in planta tests. Randomiszed Completely Design was used in in vitro test with 5 treatments and 5 replicates. The treatments were T. harzianum in Potato Dextrose Broth (control), T. harzianum in soybean powder of 1, 2, 3 and 4%. Variables observed was conidia density. Randomiszed Block Design was used in in planta tests with 6 treatments and 5 replicates. The treatments consisted of control, T. harzianum in Potato Dextrose Broth, T. harzianum in soybean powder of 1, 2, 3, and 4%. Variables observed were incubation period, disease incidence, area under the disease progress curve, maximum potentially growth, germination persentage, crop height, root fresh weight, shoot fresh weight, and root length. Result of the research showed that the best liquid formulation for growing T. harzianum growth was the use of soybean powder with concentration of 2%. Resulting conidia density as 67,10% compared to PDB. The formulation could suppress the disease, increased root fresh weight, increase shoot fresh weight and increase root length as 66.67, 57.36, 43.81, and 41.81% respectively compared to control.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save