Artikel Ilmiah : F2A015003 a.n. RIZKI RAHMAWATI

Kembali Update Delete

NIMF2A015003
NamamhsRIZKI RAHMAWATI
Judul ArtikelANALISIS PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PENDIDIKAN JENJANG SEKOLAH DASAR (Studi di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Hingga tahun 2015, penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan dasar di Kabupaten Banjarnegara belum merata dikarenakan hanya terdapat 6 indikator SPM pendidikan dasar yang sudah tercapai. Kondisi tersebut terjadi pula di Kecamatan Banjarmangu. Kekurangan guru dan masih banyaknya ruang kelas dengan kondisi rusak menjadi sebuah gambaran belum dapat tercapainya SPM pendidikan dasar di Kecamatan Banjarmangu. Pentingnya pencapaian SPM pendidikan berkaitan dengan terciptanya pemerataan pelayanan pendidikan serta dapat menghindari adanya kesenjangan pelayanan pendidikan di setiap daerah. Oleh sebab itu maka pemenuhan SPM pendidikan menjadi sebuah keharusan, serta menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dalam pencapaian urusan wajibnya. Penelitian ini terfokus pada pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dengan tipe metode campuran sekuensial eksplanatori (exsplanatory sequential mixed methods). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kuantitatif adalah teknik sampling jenuh, dan teknik sampling pada penelitian kualitatif menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data penelitian kuantitatif menggunakan angket atau kuesioner, observasi dan dokumentasi. Adapun metode pengumpulan data pada penelitian kualitatif menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data ditetapkan melalui teknik pemeriksaan yang didasarkan atas kriteria derajat kepercayaan, transferabilitas data, dependabilitas data, dan konfirmabilitas data. Analisis data penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan statistika deskriptif, dan analisis data pada penelitian kualitatif menggunakan prosedur analisis data yang dikemukakan oleh Creswell.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu masih rendah karena hanya 10 indikator SPM yang sudah terpenuhi dan 20 indikator SPM lain belum terpenuhi dengan nilai rata-rata tingkat pencapaian SPM 84,79%. Faktor yang mendukung pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu untuk kategori kurikulum adalah tingginya kesadaran pemerintah daerah untuk membantu sekolah mengembangkan kurikulum dan adanya kejelasan aturan pemerintah tentang penerapan kurikulum. Adapun keberhasilan pencapaian SPM kategori manajemen sekolah didukung oleh adanya peran serta komite sekolah yang aktif mendukung berbagai program-program sekolah. Adapun faktor yang menghambat pencapaian SPM pendidikan jenjang sekolah dasar di Kecamatan Banjarmangu untuk kategori sarana dan prasarana adalah keterbatasan anggaran pemerintah. Faktor penghambat pencapaian SPM untuk kategori SDM adalah adanya moratorium PNS dan rendahnya kinerja SDM. Faktor yang menghambat pencapaian SPM untuk kategori proses pembelajaran adalah kurangnya disiplin guru dalam mematuhi peraturan yang ada serta kurangnya pengawasan dari dinas terkait. Faktor yang menghambat pencapaian SPM kategori penjaminan mutu dan evaluasi pendidikan adalah kurangnya disiplin guru dan kepala sekolah, maraknya korupsi waktu, dan masih adanya guru wiyata bakti dengan pendidikan terakhir D-2 maupun SMA yang tidak mendukung dalam kegiatan penjaminan mutu dan evaluasi pendidikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Until 2015, the implementation and management of basic education in Banjarnegara Regency has not been evenly distributed because there are only 6 indicators of SPM of basic education that have been achieved. These conditions also occur in the Banjarmangu Subdistrict. Lack of teachers and still many classrooms with broken conditions into a picture has not been able to achieve basic education SPM in the Banjarmangu Subdistrict. The importance of the achievement of SPM in education is related to the creation of equal distribution of education services and can avoid any gap in education services in each region. Therefore, the fulfillment of SPM education becomes a necessity, and become one of the indicators of local government performance in the achievement of its obligatory affairs. This study focuses on the achievement of SPM in primary school level education in Banjarmangu Subdistrict and factors that support and hinder the achievement of SPM in primary school education in Banjarmangu Subdistrict.
This research uses mixed methods of research with explanation type sequential mixed methods. Sampling technique used in quantitative research is saturated sampling technique, and sampling technique in qualitative research using purposive sampling technique. Methods of collecting quantitative research data using a questionnaire, observation and documentation. The method of collecting data on qualitative research using interviews, observation and documentation. The validity of data is determined through examination techniques based on criteria of degree of trust, data transferability, data dependability, and data confirmability. Quantitative research data analysis is done by using descriptive statistics, and data analysis on qualitative research using data analysis procedure proposed by Creswell.
The result of the research shows that the level of attainment of primary education level education level in Banjarmangu Subdistrict is still low because only 10 SPM indicators have been met and 20 other SPM indicators have not been fulfilled with the average achievement rate of SPM 84.79%. Factors that support the achievement of primary school education level in Banjarmangu Subdistrict for the curriculum category are the high awareness of local government to help schools develop curriculum and the clarity of government rules on curriculum implementation. The successful achievement of SPM in the category of school management is supported by the participation of school committees that actively support various school programs. The factors that hamper the achievement of SPM in elementary school education in Banjarmangu Subdistrict for the category of facilities and infrastructure is the limited government budget. Inhibiting factors of achievement of SPM for HR category is the existence of civil servant moratorium and low human resources performance. Factors that hamper the achievement of SPM for the category of learning process are the lack of teacher discipline in complying with existing regulations and the lack of supervision from relevant agencies. Factors that hamper the achievement of SPM in the category of quality assurance and evaluation of education are the lack of discipline of teachers and principals, the rampant corruption of the time, and still the wiyata consecrated teacher with the last D-2 or SMA education that does not support in quality assurance and education evaluation activities.
Kata kunciKecamatan Banjarmangu, Standar Pelayanan Minimal, Pendidikan dasar
Pembimbing 1Dr. Muslih Faozanudin, M.Sc
Pembimbing 2Dr. Alizar Isna, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2018-02-20 08:31:35.543688
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.