Home
Login.
Artikelilmiahs
21192
Update
LAURENSIA ELSA NIHITA
NIM
Judul Artikel
EFEK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH SALAK (Salacca zalacca) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS PEMBULUH DARAH AORTA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tingginya konsumsi harian purin dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah (hiperurisemia) yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti, hipertensi dan sindrom koroner akut. Hiperurisemia dapat memicu pembentukan aterosklerosis melalui stress oksidatif dan inflamasi. Kulit buah salak (Salacca zalacca) mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antihiperurisemia karena mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, polifenol, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, dan seskuiterpen. Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Bahan Biologis Tersimpan (BBT) dari dua puluh empat ekor tikus putih dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit yang diinduksi hiperurisemia dengan otak sapi sebanyak 20gr/ekor/hari, kelompok C (induksi hiperurisemia dan Allopurinol 2,52 mg/kgBB/hari), dan kelompok D (iduksi hiperurisemia dan ekstrak etanol kulit buah salak 420 mg/kgBB/hari). Preparat aorta yang diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-eosin (HE) diukur ketebalan dindingnya. Rerata ketebalan dinding pembuluh darah aorta pada kelompok A 42,81±8,07 μm, kelompok B 44,27±4,49 μm, kelompok C 40,33±5,65 μm, dan kelompok D 37,16±8,97 μm. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,374 (p>0,05). Rerata ketebalan dinding menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit buah salak (Salacca zalacca) berpengaruh positif terhadap gambaran histopatologis pembuluh darah aorta.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tingginya konsumsi harian purin dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah (hiperurisemia) yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti, hipertensi dan sindrom koroner akut. Hiperurisemia dapat memicu pembentukan aterosklerosis melalui stress oksidatif dan inflamasi. Kulit buah salak (Salacca zalacca) mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antihiperurisemia karena mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, polifenol, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, dan seskuiterpen. Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Bahan Biologis Tersimpan (BBT) dari dua puluh empat ekor tikus putih dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit yang diinduksi hiperurisemia dengan otak sapi sebanyak 20gr/ekor/hari, kelompok C (induksi hiperurisemia dan Allopurinol 2,52 mg/kgBB/hari), dan kelompok D (iduksi hiperurisemia dan ekstrak etanol kulit buah salak 420 mg/kgBB/hari). Preparat aorta yang diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-eosin (HE) diukur ketebalan dindingnya. Rerata ketebalan dinding pembuluh darah aorta pada kelompok A 42,81±8,07 μm, kelompok B 44,27±4,49 μm, kelompok C 40,33±5,65 μm, dan kelompok D 37,16±8,97 μm. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,374 (p>0,05). Rerata ketebalan dinding menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit buah salak (Salacca zalacca) berpengaruh positif terhadap gambaran histopatologis pembuluh darah aorta.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save