Home
Login.
Artikelilmiahs
18820
Update
ISNA HAYUNINGTYAS
NIM
Judul Artikel
KAJIAN BAHAN PEMBAWA EKSTRAK DAUN WARU TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR PAKAN DOMBA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh bahan pembawa ekstrak daun waru terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar pada pakan domba. Materi yang digunakan adalah domba lokal jantan yang berumur dua tahun. Ternak dipelihara dalam kandang metabolis dengan perlakuan: pemberian konsentrat tanpa penambahan ekstrak daun waru (R0), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung jerami padi amoniasi (R1), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung ampas tahu (R2) dan konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung onggok (R3). Penelitian menggunakan metode eksperimental yang di rancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL). Peubah yang diamati adalah kecernaan serat kasar dan protein kasar dengan metode koleksi total. Data diperoleh dari analisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan pembawa ekstrak daun waru berpengaruh nyata (P < 0.05) terhadap kecernaan serat kasar, namun berpengaruh tidak nyata (P > 0.05) terhadap kecernaan protein kasar. Berdasarkan uji Beda Nyata Jujur diketahui bahwa perlakuan R3 memiliki kecernaan serat kasar yang lebih rendah (P < 0.05) dibandingkan dengan R1 dan R2, akan tetapi tidak berbeda (P > 0.05) dengan R0. Kesimpulan penelitian ini adalah jerami padi amoniasi dapat digantikan dengan ampas tahu sebagai bahan pembawa ekstrak daun waru.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aimed to study the effect of Hibiscus tiliaceus leaf extract carrier on crude fiber and crude protein digestibilities in sheep diet. The materials used in this study were local male sheeps of two-year old. The sheeps were maintained in metabolic cage with the treatments: diets contained either no Hibiscus tiliaceus leaf extract (R0), H. tiliaceus leaf extract carried by ammoniated rice straw meal (R1), H. tiliaceus leaf extract carried by tofu waste meal (R2), and H. tiliaceus leaf extract carried by onggok meal (R3). The research used an experimental method designed according to Completely Randomized Design (CRD). Variabels measured were crude fiber and crude protein digestibilities. The data obtained were stastistically analyzed by analysis of variance. The results showed that treatments affected significantly (P > 0.05) on the crude fiber digestibility, but didn’t affect significantly (P < 0.05) on the crude protein digestibility. Based on further test of Honesty Significant Difference Test, it was known that R3 had lower digestibility (P < 0.05) than R1 and R2, but it was not different (P > 0.05) from R0. The conclusion of this study is, the ammoniated rice straw can be replaced by tofu waste meal as Hibiscus tiliaceus leaf extract carrier.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save