Artikelilmiahs
Menampilkan 13.861-13.880 dari 49.677 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13861 | 17199 | G1G010003 | EFEK PEMBERIAN KOLOSTRUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) TERHADAP JUMLAH OSTEOBLAS DAN OSTEOKLAS TULANG ALVEOLAR TIKUS YANG MENGALAMI PERIODONTITIS (Studi Eksperimental pada Tikus Galur Sprague dawley yang diinduksi Bakteri Aggregatibacter actynomycetemcomitans) | Periodontitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada jaringan penyangga gigi yang umumnya disebabkan oleh bakteri, salah satunya bakteri A. actinomycetemcomitans yang dapat menyebabkan kerusakan yang progresif pada ligamen periodontal dan tulang alveolar. Salah satu bahan alam yang dapat membantu dalam penyembuhan tulang alveolar pasca periodontitis adalah laktoferin. Laktoferin paling banyak ditemukan pada kolostrum, salah satu hewan penghasil kolostrum adalah kambing peranakan Etawah (PE) . Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh kolostrum kambing peranakan Etawah terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas tulang alveolar tikus Sprague dawley yang mengalami periodontitis. Metode penelitian adalah eksperimental laboratoris. Terdapat empat kelompok pada penelitian ini, yakni: kelompok tikus kontrol sehat, periodontitis, periodontitis yang diberi kolostrum kambing peranakan Etawah (PE) 36,45 mg/Kg BB tikus/hari dan periodontitis yang diberi suspensi alendronate 0,9 mg/Kg BB tikus/hari. Kondisi periodontitis didapat dari induksi bakteri A. actinomycetemcomitans selama 7 hari. Hari ke 8, tikus diberi kolostrum kambing Etawah (PE) dan suspense alendronat. Hari ke 23 tikus didekapitasi dan tulang alveolar dibuat preparat histologis untuk pengamatan dan penghitungan jumlah osteoblas dan osteoklas. Hasil dari uji ANOVA (p<0,05) terbukti bahwa pemberian kolostrum kambing Etawah (PE) berpengaruh terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas pada tikus periodontitis. | Periodontitis is an inflammation disease which happened at supporting teeth tissue which is generally caused by bacteria. one of them is A. actinomycetemcomitans bacteria that can damaged the periodontal ligament and alveolar bone progressively. The natural ingredients That may help alveolar bone healing from periodontitis is lactoferrin. Lactoferin found with huge amount at colostrum, and animal that producing colostrum is Etawah crossbreed goats (PE). The aim of this study was to prove the effect of Etawah crossbreed goat colostrum at alveolar bone osteoblasts and osteoclasts Sprague Dawley rats aganist periodontitis. The method that used in this research was an experimental laboratory. There were four groups at this research, namely: the healthy rats, periodontitis rats, periodontitis rats wich given colostrum of Etawah crossbreed goats (PE) 36.45 mg / kg rat / day and periodontitis rats wich given alendronate suspensions 0, 9 mg / kg rat / day. Periodontitis conditions obtained from A. actinomycetemcomitans bacteria that induced for 7 days. Day 8, rats were given colostrum Etawah crossbreed goat (PE) and alendronate tension. Day 23, rats were decapitated, then the alveolar bone taken and transformed into histological preparations for the review of observation and calculation the number of osteoblasts and osteoclasts. Results from ANOVA test (p <0.05) proved that the administration of colostrum Etawah crossbreed goat (PE) affected on rat osteoblasts and osteoclasts against periodontitis. | |
| 13862 | 17194 | C1G014102 | DETERMINAN KEMAMPUAN MENDETEKSI FRAUD PADA AUDITOR BPKP PERWAKILAN PROVINSI JAMBI | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh determinan variabel (penerapan aturan etika, pengalaman, penggunaan teknik audit, independensi, dan skeptisme profesional auditor) terhadap kemampuan mendeteksi fraud. Objek yang diteliti adalah kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi yang berada di Provinsi Jambi. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode proportionate stratified random sampling pada besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan tingkat signifikansi 10%. Data tersebut dianalisis dengan metode regresi berganda dan diolah dengan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan penerapan aturan etika, pengalaman, penggunaan teknik audit, independensi, dan skeptisme profesional auditor berpengaruh terhadap kemampuan mendeteksi fraud, namun secara parsial hanya variabel pengalaman, variabel independen dan variabel skeptisme profesional yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen sedangkan variabel penerapan aturan etika dan variabel penggunaan teknik audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mendeteksi fraud. Seluruh variabel independen dapat menjelaskan peubah pada variabel dependen sebesar 97,2% berdasarkan adjusted R square. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel skeptisme profesional auditor merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kemampuan mendeteksi fraud. | The research aims to analyze the impact of determinant variable (Application of The Ethics Rules, Experience, Use Of Audit’s Technics, Independence, Professional Skepticism) to Ability of Fraud Detection. Object of this research is in BPKP branch of Jambi. The sample of this research was collected by using proportionate stratified random sampling in 10% significance rate of slovin. That data are analyzed by multiple regression method and SPSS program version 21. The results of this research show that application of Application of The Ethics Rules, Experience, Use Of Audit’s Technics, Independence, and Professional Skepticism simultaneously affect the ability of fraud detection, but only Experience, Independence, and professional scepticism that significantly partially affect to the ability of fraud detection. Besides, Application of The Ethics Rules and Use Of Audit’s Technics are not significantly partially affect to the ability of fraud detection. This research results that all of independent variable explain dependent variable at 97,2% based on adhusted R square test. The research also shows that the auditor’s professional scepticism variable is the most dominant variable affect ability of fraud detection. | |
| 13863 | 17195 | C1G014013 | PENGARUH PENGAWASAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DAN MOTIVASI KERJA KEPALA DESA TERHADAP AKUNTABILITAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA | Penelitian ini merupakan penelitian kausatif yang menguji 2 variabel independen terhadap 1 variabel dependen. Judul dari penelitian ini adalah “Pengaruh Pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Motivasi Kerja Kepala Desa Terhadap Akuntabilitas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa”. Pengukuran masing-masing variabel menggunakan skala likert dengan skala 1-5. Kisaran untuk variabel pengawasan BPD adalah 8-40, variabel motivasi kerja Kepala Desa adalah 9-45, dan variabel akuntabilitas pelaksanaan APBDes dengan kisaran 9-45. Survey dilakukan terhadap 50 responden Kepala Desa dan 50 responden Ketua/Anggota BPD (total 100 responden) pada 50 desa di wilayah Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh adanya pengawasan dari ketua/anggota BPD terhadap akuntabilitas pelaksanaan APBDes dan bagaimana pengaruh adanya motivasi Kepala Desa dalam mewujudkan akuntabilitas pelaksanaan APBDes. Hal ini perlu dilakukan karena akuntabilitas pelaksanaan APBDes dipertanyakan oleh penelitian-penelitian sebelumnya, salah satunya oleh KPK, pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pengujian hipotesis dilakukan secara multivariate dengan menggunakan regresi berganda. Dengan capaian 78% dari 50 pasang kuesioner yang disebarkan, peneliti mengolah data melalui aplikasi SPSS dan memperoleh hasil sebagai berikut. 1. Pengawasan yang baik dari BPD sebagai representasi masyarakat akan meningkatkan Akuntabilitas Pelaksanaan APBDes. 2. Motivasi kerja yang tinggi dari Kepala Desa tidak mempengaruhi peningkatan Akuntabilitas Pelaksanaan APBDes. Hasil tersebut menunjukan bahwa penting untuk meningkatkan peran pengawasan dan wewenang pengawasan yang dimiliki oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan APBDes. Sedangkan peningkatan motivasi kerja (melalui peningkatan penghasilan atau kompensasi dan jenis remunerasi lainnya) terhadap Kepala Desa, belum mendesak karena tingkat motivasi sudah cukup tinggi (90,38%) dan pengaruhnya terhadap akuntabilitas tidak signifikan (hanya 0,062 dari 1) dibandingkan dengan pengaruh pengawasan BPD (0,849 dari 1) yang cukup signifikan. Kata Kunci: Pengawasan, Motivasi, Akuntabilitas. | ABSTRACT: This research is a causative research testing two independent variables to one dependent variable. Measurement of each variable using a Likert scale with a scale of 1 to 5. The range for the variable Supervisory by BPD is 8-40, the Work Motivation of Village Chief is 9-45, and for the accountability for APBDes implementation is with a range of 9-45. The survey was conducted on 50 respondents of Village Chief and 50 respondents of chairman/member of BPD (a total of 100 respondents) in 50 villages in the district of Banyumas. The purpose of this research is to know how the influence of the supervision of the chairman/member of BPD on the accountability of APBDes implementation and how the influence of the village chief’s work motivation in achieving accountability for the implementation of APBDes. This is necessary because the accountability of APBDes implementation is questioned by previous research, one by the KPK, after the issuance of Law No. 6 of 2014 about the Village. Hypothesis testing is done by using a multivariate regression. With the achievement of 78% of the 50 pairs of questionnaires distributed, researchers processed the data via the SPSS application and obtain the following results. 1. Good supervision by BPD as representatives of the public will increase the Accountability of APBDes Implementation. 2. High motivation of the village chief’s work does not affect to the enhancement on the Accountability of APBDes Implementation. These results indicate that it is important to enhance the role of supervision and oversight which is owned by the Board of Village Consultative Agency (BPD) to improve accountability of the APBDes implementation. While the increase motivation to work (through increased revenue or compensation and other types of remuneration) to the Village Chief is not urgent because the motivation level is already quite high (90.38%) and their effects on accountability is not significant (only 0,062 of the 1) compared to the significant effect (0,849 of 1) of BPD supervision. Keyword: Supervision, Motivation, Accountability | |
| 13864 | 17225 | G1A013104 | PERBEDAAN KECEPATAN SPRINT SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI ELEVEN PLUS (11+) PADA SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA MARS MUDA PURWOKERTO | Abstrak Latar Belakang. Olahraga sepakbola sangat berkaitan dengan risiko cedera. Program pemanasan intervensi Eleven plus (11+) diduga mampu menurunkan risiko cedera dan dapat meningkatkan kinerja fisik yaitu perbaikan pada kecepatan sprint 30 meter. Tujuan. Mengetahui perbedaan kecepatan sprint sebelum dan sesudah intervensi Eleven Plus (11+) pada siswa Sekolah Sepakbola MARS Muda Purwokerto. Metodologi Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pre dan post test tanpa menggunakan kelompok kontrol. Dua puluh delapan laki-laki usia 14 hingga 17 tahun yang aktif secara fisik diambil menjadi subjek penelitian dengan menggunakan teknik total sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian melakukan intervensi Eleven plus (11+) selama 6 minggu dengan 2 sesi setiap minggu. Setiap sesi terdiri dari tiga bagian dengan total 15 latihan. Bagian pertama latihan lari dengan kecepatan rendah yang dikombinasikan dengan peregangan aktif dan pengendalian kontak tubuh dengan pasangan latihan. Bagian kedua melibatkan enam set latihan yang mencakup kekuatan, keseimbangan, dan latihan melompat, masing masing mempunyai tiga tingkat kesulitan. Bagian ketiga adalah latihan dengan sprint kecepatan tinggi yang dikombinasikan dengan pergerakan spesifik dengan menggunakan bola. Kecepatan sprint diukur dengan metode 30 meter. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil. Terdapat perbedaan rerata kecepatan sprint sebelum dan sesudah intervensi Eleven plus (11+) yang bermakna secara statistik (p<0,001). Rerata kecepatan sprint mengalami peningkatan dari 7,60 ± 0,62 m.s-1 menjadi 9,70 ± 0,43 m.s-1. Kesimpulan. Terdapat perbedaan rerata kecepatan sprint sebelum dan sesudah intervensi Eleven Plus (11+) selama 6 minggu pada siswa Sekolah Sepakbola MARS Muda Purwokerto. | Abstrak Background: Football is related with risk of injury. Heating program interventions Eleven plus (11+) assume can decrease the risk of injury and increase physical performance, that is Improvements speed of sprint on 30 meters. Purpose: this study aimed to determine the difference of running speed before and after intervention Eleven Plus (11+) at the Mars Muda football school Purwokerto. Method: this study using experimental research with pre and post test without control group design. Twenty-eight man aged 14 to 17 years old who are active physically is taken to be the subject of research by using total sample technique according to inclusion and exclusion criteria. The subject of research intervene Eleven plus (11+) for 6 weeks with two sessions each week. Each session consists of three parts with a total of 15 exercises. The first part of a practice is run with low speed combined with stretching and controlling body contact with his couple. The second part involves six sets of exercises that include strength, balance and jumping exercises, each has three levels. The third part is a high-speed sprint exercises combined with specific movements by using ball. Speed of sprint was measured by the method of 30 meters. Data were analyzed with paired t test. Result: There are differences between the mean speed of sprint before and after the intervention Eleven plus (11+), which was statistically significant (p <0.001). Average speed of sprint was increased from 7.60 ± 0.62 m.s-1 to be 9.70 ± 0.43 m.s-1 Conclusion: There are differences between the mean speed of sprint before and after the intervention Eleven Plus (11+) for 6 weeks at the Mars Muda Football School Purwokerto students. | |
| 13865 | 17196 | C1C012055 | Pengaruh Desentralisasi, Partisipasi Anggaran Dan Keadilan Prosedural Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating Pada SKPD Di Banyumas | Penelitian ini berjudul“Pengaruh Desentralisasi, Partisipasi Anggaran Dan Keadilan Prosedural Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating Pada SKPD Di Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultanvariabel desentralisasi, partisipasi anggaran dan keadilan prosedural terhadap kinerja manajerial. Mengetahui pengaruh moderasi komitmen organisasi dalam hubungan antara desentralisasi, anggaran partisipatif dan keadilan prosedural terhadap kinerja manajerialserta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data primer. Data diperoleh dari kueisoner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisisregresi linier berganda dan MRA. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Desentralisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja manajerial.Partisipasi anggaran berpengaruhsignifikan terhadap kinerja manajerial.Keadilan prosedural berpengaruhsignifikan terhadap kinerja manajerial.Variabel desentralisasi, partisipasi anggaran dan keadilan prosedural berpengaruh simultan terhadap kinerja manajerial.Komitmen organisasi dapat memoderasi pengaruh desentralisasi, anggaran partisipatif dan keadilan prosedural terhadap kinerja manajerial. Keadilan prosedural merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Implikasi penelitian yaitu untuk lebih meningkatkan kinerja manajerial maka harus dilakukan upaya agar pegawai lebih memiliki komitmen organaisi yang lebih baik. | This research entitle : The Influence Of Decentralization, Budgeting Participation And Justice Procedural on Managerial Performance with moderating Organizational Commitment in Local Government Work Unit (SKPD) of Banyumas. The purpose of the study to find out the partially and whole influence of decentralization, participation of budget and procedural justice to managerial performance, to find moderating influence of Organizational Commitment and finding out the variable has larger effect on managerial performance. This research was conducted with the primary data analysis methods. Data obtained from questionnaire. Analytical techniques use multiple linear regression analysis and the MRA. Base on the research show that descntralization has not significance effect on managerial performance. Budgeting participation and prosedural justice have significance effect on managerial performance. Decentralization, participation of budget and procedural justice have significance effect to managerial performance, while organizational commitment has moderating effect on managerial performance. Justice Procedural is the most influenced variable on managerial performance. | |
| 13866 | 17197 | F1B012079 | KINERJA DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN BANYUMAS DALAM PROGRAM PEMBINAAN ANAK TERLANTAR | Fenomena anak terlantar di Indonesia merupakan permasalahan sosial yang sangat kompleks dan membutuhkan perhatian secara khusus. Salah satu cara pemerintah untuk mengatasi permasalahan sosial di Indonesia yaitu dengan mengadakan program pembinaan. Namun dalam pelaksanaannya dianggap belum optimal. Melalui Peraturan Menteri Sosial No. 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial diharapkan mampu menanggulangi permasalahan sosial tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas dalam program pembinaan anak terlantar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif deskriptif dan untuk teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kinerja yang dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas dilihat dari aspek input, proses, output, dan outcome sudah optimal. Dengan program pembinaan anak terlantar dapat membantu menurunkan jumlah anak terlantar dan meningkatkan keterampilan anak terlantar, walaupun didalam pelaksanaannya masih terdapat kendala. Adapun kendala di dalam pelaksanaan pembinaan anak terlantar, yaitu masih banyaknya anak-anak terlantar yang tidak mau mengikuti binaan lanjut. | The phenomenon of abandoned children in Indonesia is a complex social problem and requires special attention. The government way to solve social problems in Indonesia is an organize development program. However, in practice not considered optimal. Through the Minister of Social Affairs Regulation No. 8 Year 2012 on Guidelines for Data Collection and Data Management with social welfare problems and Potentials Sources of Social Welfare and expected to cope with social problems. The purpose of this research was to describe the performance of the Agency Social Manpower and Transmigration Banyumas in the coaching program waif. The method used in this research is descriptive and qualitative method for the selection of techniques informants using purposive sampling. The results showed that the performance by the Agency Social Manpower and Transmigration Banyumas from the aspect of input, process, output and outcome is optimal. With waif coaching programs can help reduce the number of abandoned children and improve the skills of displaced children, although in practice there are still obstacles. As for constraints in the implementation of coaching waif, that there are many abandoned children who do not want to follow the built-up. | |
| 13867 | 17198 | F0B013027 | Penggunaan Bahasa Mandarin pada Bagian Layanan Informasi bagi Wisatawan Asing di Obyek Wisata Tamansari Yogyakarta | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penggunaan Bahasa Mandarin pada Bagian Layanan Informasi bagi Wisatawan Asing di Obyek Wisata Tamansari Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di obyek wisata Istana Air Tamansari Yogyakarta pada tanggal 20 Januari sampai 18 Maret 2016. Laporan praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan fungsi bangunan di obyek wisata Tamansari Yogyakarta dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin. Dalam pengumpulan datanya, penulis menggunakan empat metode, yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan jelajah internet. Pada saat menerjemahkan fungsi bangunan Tamansari penulis menggunakan dua metode, yaitu metode harfiah sebagai metode utama dan metode komunikatif sebagai metode pendukung. Metode komunikatif digunakan agar hasil terjemahan dapat dimengerti dan diterima oleh wisatawan berbahasa Mandarin. Saat melakukan penerjemahan, penulis menemukan istilah khusus yang ada di obyek wisata Tamansari. Contohnya adalah Gapura Agung, Gedong Sekawan, Umbul Binangun, dan lain-lain. Setelah melakukan praktik kerja, penulis mendapatkan manfaat yaitu kemampuan menerjemahkan lebih baik dan mendapatkan pengalaman kerja. Penulis juga menemukan kesulitan yaitu ketika tidak bisa menerjemahkan fungsi bangunan Tamansari, tidak ada yang bisa membantu. Tetapi penulis memiliki solusi yaitu dengan bertanya kepada teman dan dosen, menggunakan kamus dan aplikasi pleco. | This job training report entitled “The Used of Chinese Language on Tourist Information Centre in Objek Wisata Tamansari Yogyakarta”. These activities conducted in objek wisata Istana Air Tamansari Yogyakarta on 20th January until 18th March 2016. The report of job training aims to translate the building functions at Tamansari Yogyakarta from Indonesian to Chinese. In collecting data, the writer’s used four methods include of observation, interviews, literature and cruising internet. In the process of translation, writer used two methods that is literal method as the primary method and communicative method as supporting method. The communicative method used so that the translation result can be understood and accepted by Chinese tourist. While doing translation, writer found specific terms in Objek Wisata Tamansari such us, Gapura Agung, Gedung Sekawan, Umbul Binangun and others. The advantages after doing job training for the writer is improvement of translation capability and gain work experience. The writer also found obstacle when can’t translate the Tamansari’s building functions, there is no one can help. But, there are solutions that used by the writer such us, asking friends and lecturer, using a dictionary and using pleco application. | |
| 13868 | 17201 | C1G014033 | PENGARUH INDEPENDENSI, OBJEKTIVITAS, KOMPETENSI, DAN KECERMATAN PROFESIONAL TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh independensi, objektivitas, kompetensi dan kecermatan profesional terhadap kualitas audit. Penelitian ini menggunakan analisis data primer. Kuesioner disebarkan kepada pegawai yang telah mendapatkan sertifikasi untuk menjadi auditor intern pemerintah pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa secara parsial independensi dan kompetensi tidak berpengaruh pada kualitas audit. Sedangkan objektivitas dan kecermatan profesional berpengaruh positif pada kualitas audit.Namun secara simultan independensi, objektivitas, kompetensi dan kecermatan profesional berpengaruh positif pada kualitas audit. | This study aims to determine the effect of the independence, objectivity, competence, and professional rigor to the quality of audit. This study uses primary data analysis. Questionnaires were distributed to employees who have been certified to be the government's internal auditor at the Inspectorate General Ministryof Finance. Analysis of data using multiple linear regression. Based on research, it is known that the partial independence and competence has no effect on the quality of audit. While objectivity and professional rigor, positive effect on the quality of audit. But simultaneously the independence, objectivity, competence and professional rigor positive effect on the quality of audit. | |
| 13869 | 17202 | F1B012051 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA (STUDI KASUS TENTANG PENINGKATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA JAJAWAR KECAMATAN BANJAR-KOTA BANJAR) | Hadirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa tentunya membawa angin segar dalam pembangunan pada tingkat desa. Akan tetapi pada pelaksanaannya penggunaan Dana Desa ini masih menemui beberapa permasalah. Permasalahan terkait keterlambatan Dana Desa yang diterima oleh Desa Jajawar yang diakibatkan oleh banyaknya perubahan peraturan yang mengatur tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Hal ini tentunya berakibat pada lamanya proses pembangunan di desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menggambarkan Implementasi Kebijakan Dana Desa di Desa Jajawar Kecamatan Banjar Kota Banjar (Studi Kasus Peningkatan Pembangunan Infrastruktur). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Dana Desa (Studi Kasus Tentang Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Di Desa Jajawar Kecamatan Banjar-Kota BANJAR) telah berhasil dijalankan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan dalam bidang pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur. Dana Desa (DD) yang diterima oleh Pemerintah Desa Jajawar sebagian besar dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat pembangunan dan pemberdayaan. Dalam bidang pembangunan infratruktur, Desa Jajawar mengalami banyak peningkatan, yaitu jalan lingkungan dan jalan desa yang sudah baik, sanitasi air, pembangunan balai desa, dan pembangunan Kirmir. | The presence of Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa bring a fresh air in development at the village level. But in practice the use of village funds is still encountering some problemns. the problems is related to delays in the Village Fund received by Village Jajawar that caused by many changes in government regulation about Village Financial Management. It would impact to a lengthy process of the village development. This research is to describe the Policy Implementation about Village Fund in Jajawar Village Banjar District (Case Study on Improvement of Infrastructure Development). The method used in this research is descriptive and qualitative method for the selection of techniques informants using purposive sampling. The results showed that the Village Fund Policy Implementation (Case Study On Improvement of Infrastructure In Jajawar Village BANJAR District) has been successfully executed. This is evidenced by the increase in the areas of development, especially the development of infrastructure. The Village Fund (DD) received by the village government of Jajawar largely allocated to the implementation of activities that are development and empowerment. In the field of infrastructure development, the Village Jajawar have improved much, the neighborhood streets and village roads are good, water sanitation, construction of village halls, and kirmir development. | |
| 13870 | 17204 | B1J011162 | PENGGUNAAN EKSTRAK RIMPANG JAHE, KUNYIT DAN LENGKUAS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI MERAH YANG DISEBABKAN Colletotrichum capsici | Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki arti penting karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu penyakit pada tanaman cabai adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici. Penyakit antraknosa menyebabkan buah menjadi busuk sehingga produksi akan menurun dan akhirnya menimbulkan kerugian. Upaya pengendalian penyakit antraknosa sampai saat ini masih menggunakan fungisida kimia. Penggunaan fungisida kimia dianggap sebagai pilihan utama karena dapat mengendalikan penyakit secara cepat dan praktis. Dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh pemakaian fungisida kimia secara terus-menerus antara lain residunya akan berpengaruh terhadap hasil panen dan pascapanen yang bisa membahayakan bagi manusia, maka saat ini telah banyak dikembangkan fungisida nabati karena dianggap sebagai cara pengendalian yang lebih aman dan tidak berbahaya terhadap kesehatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan ekstrak rimpang tanaman jahe, kunyit, dan lengkuas sebagai fungisida nabati untuk menekan perkembangan penyakit yang disebabkan oleh C. capsici. Ekstrak rimpang tersebut mengandung minyak atsiri yang bersifat antifungi. Penggunaan ekstrak rimpang tanaman sebagai fungisida nabati diharapkan dapat mengendalikan pertumbuhan C. capsici. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang terhadap kemunculan penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah yang disebabkan oleh C. capsici dan untuk mengetahui jenis ekstrak dan dosis yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah yang disebabkan oleh C. capsici. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 perlakuan yaitu menggunakan aquades, ekstrak rimpang jahe 5%, 10%, dan 15%, ekstrak rimpang kunyit 5%, 10%, dan 15%, ekstrak rimpang lengkuas 5%, 10%, dan 15%, diberikan dengan interval 3 hari, setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 40 unit percobaan. Parameter utama yang diamati adalah intensitas penyakit, sedangkan parameter pendukung yang di amati adalah waktu inkubasi, suhu udara dan kelembaban serta pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ekstrak rimpang jahe, kunyit, dan lengkuas berpengaruh mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai merah yang disebabkan oleh C. capsici. Ekstrak rimpang yang efektif yaitu ekstrak rimpang jahe 5%, ekstrak rimpang kunyit 5% dan ekstrak rimpang lengkuas 5%. | Red chili pepper (Capsicum annum L.) is one kind of horticulture plant which have high economical value. One of disease that attack this plant is antracnosa caused by Colletotrichum capsici. This disease causing this fruit roten and make a economical loss. To control this disease until now still using a chemical fungicide. Using a chemical fungicide considered as best choice because can control it fast and effective. The negative effect of using a chemical fungicide continuously is enviromental damage and degradation of harvest and post harvest product, this is dangerous for humans. Furthermore, to solve this problem, research to developet a natural fungicide is well increase. It is consider more safety for humans and environment. This research use an extract of Zingiber officinale rhizome, Curcuma domestica rhizome and Alpinia galanga rhizome to control disease caused by Colletotrichum capsici. This extract have an antifungus essential oil. Using an antifungus essential oil be expected control and deprease this disease. This research was conducted to know about effect of extract rhizome to control antracnose disease and to know the best variant extract also dose of exreact rhizome to manage antracnose disease. This research use RAL method. It is consist of 10 treatment that is use aquades, extract Zingiber officinale rhizome 5%, 10%, and 15%, extract Curcuma domestica rhizome 5%, 10%, and 15%, extract Alpinia galanga rhizome 5%, 10%, and 15%. This treatment given with 3 days interval and every treatment repeated 4 times. So, there is 40 unit experiment. Main parameter is disease intensity, and supporting parameter is incubation time, temperature, humidity, and soil pH. Result of this research show that extract of Zingiber officinale rhizome, Curcuma domestica rhizoma and Alpinia galanga rhizome can control and decreasing antracnose disease. Extract of Zingiber officinale rhizome 5%, extract of Curcuma domestica rhizome 5%, and extract Alpinia galanga rhizome 5%. Have a great effect to control and decreasing antracnose disease. | |
| 13871 | 17205 | G1G012032 | PENGARUH PENGGUNAAN ZIRCONIA SEBAGAI BAHAN SANDBLASTING TERHADAP KEKUATAN GESER PERLEKATAN DAN MORFOLOGI PERMUKAAN BASIS BREKET SAFIR REKAT ULANG (Kajian In Vitro) | Breket safir merupakan breket estetis yang paling baik dan memiliki sifat mekanis yang setara dengan breket logam. Perlekatan breket safir bisa terlepas pada kondisi tertentu, sehingga diperlukan prosedur perlekatan ulang. Kekuatan geser perlekatan menjadi menurun saat dilakukan perlekatan ulang. Surface treatment seperti sandblasting, etsa asam hidrofluorik 9% dan penambahan silane sering dilakukan untuk meningkatkan kekuatan perlekatan ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan zirconia sebagai bahan sandblasting terhadap kekuatan geser perlekatan dan morfologi permukaan basis breket safir rekat ulang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni laboratoris dengan 27 breket safir yang terbagi dalam 3 kelompok perlakuan. Kelompok I yaitu sandblasting zirconia + silane, kelompok II yaitu etsa asam hidrofluorik 9% + silane, dan kelompok III yaitu perlekatan baru. Indikator pengukuran kekuatan perlekatan adalah uji geser perlekatan dan analisis SEM. Hasil uji geser perlekatan dilakukan analisis menggunakan uji one way ANOVA dan LSD. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok I dan II, serta tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok I dan kelompok III. Analisis SEM menunjukkan bahwa permukaan basis breket yang telah dilakukan sandblasting memiliki mikroporositas yang banyak dan cenderung lebih seragam. Simpulan penelitian ini adalah zirconia berpengaruh terhadap kekuatan geser perlekatan breket safir rekat ulang dan menunjukkan hasil kekuatan perlekatan tidak berbeda secara signifikan dengan perlekatan baru. | Sapphire bracket is the best aesthetics bracket with metal bracket-like mechanical properties.. The conditions such as powerful tooth brushing can cause retention lost between sapphire bracket and enamel, so it need rebonding procedure. Shear bond strength of sapphire bracket decrease after rebonding proscedure. Sandblasting, hydrofluoric acid etching, and silanization as surface treatment are mostly used to improve bracket bond strength. The aim of this study was to evaluate the effect of zirconia as sandblasting material on shear bond strength and base surface morphology of rebonded sapphire bracket. This study was an experimental laboratories study with 27 samples of sapphire bracket and consist of 3 groups. Group 1 sandblasting zirconia + silane, Group II hydrofluoric acid etching + silane, and Group III new bonding. Samples were subjcted to shear bond strength test and SEM analysis. Data were subjected to one way ANOVA and LSD (p<0,a05), it showed that group I with group II has significant difference and group I with group III has no significant difference. SEM analysis showed that sandblasted surface has microporosities in great quantities and uniform size. It was concluded that zirconia as sandblasting material were effective to increase shear bond strength of rebonded sapphire bracket and comparable with new bonding. | |
| 13872 | 17206 | B1J012204 | Keragaman Tumbuhan yang Dijadikan sebagai Obat Tradisional oleh Masyarakat di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap | Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman tumbuhan yang tinggi, serta memiliki keragaman suku dengan pengetahuan dan budaya tradisional. Kecamatan Nusawungu adalah kecamatan yang terletak paling ujung timur dari Kabupaten Cilacap yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen. Masyarakat yang berada di kecamatan tersebut masih memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional, hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang masih menanam tumbuhan obat di sekitar pekarangan dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tumbuhan obat adalah tumbuhan dengan kandungan senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan dan zat aktifnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat sintetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan cara pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih. Parameter yang diamati yaitu: spesies tumbuhan yang dijadikan sebagai obat tradisional, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dan cara pemanfaatannya sebagai obat tradisional. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif seperti bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan dan manfaatnya, serta dilakukan perhitungan untuk mencari nilai manfaat suatu tumbuhan. Hasil penelitian menunukkan bahwa terdapat 75 spesies tumbuhan yang termasuk ke dalam 41 familia yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat. Masyarakat memanfaatkan tumbuhan sebagai obat berbagai cara baik langsung dan tidak langsung. Pemanfaatan secara langsung yaitu dengan cara dimakan langsung, dioleskan, ditempel dan diteteskan, sedangkan pemanfaatan secara tidak langsung yaitu dengan dibakar, direbus, disayur, diseduh dan ditumbuk. Salah satu spesies yang dimanfaatkan sebagai obat adalah kunir. Kunir memiliki nilai manfaat yang paling tinggi yaitu sebesar 0,12. | Indonesia is well-known as a country with high plants diversity. It also has various tribes along with knowledge and traditional culture. Nusawungu is the eastern-most subdistrict of Cilacap regency that shares border with Kebumen regency. Nusawungu's society still takes advantage from plants as traditional medicine. It proves with medicinal plants around their yards for their daily life. Medicinal plants are plants that contain substance which can be used for medicinal treatments and their active substances can be used as synthetic medicine. The purpose of this research is to find out plants species diversity which is used as traditional medicine by society at Nusawungu subdistrict, Cilacap regency. The Method on this research is survey with purposed-random sampling method. The observed-parameters are part of plants species that used as traditional medicine, the part of plants which are going to be used, and how to use them as traditional medicine. The obtained-data are descriptively analysed such as part of plants which are used, the way to use it and their benefits and made calculation to find the value of certain plants. The result of this research shows that there are 75 plants species, including 41 families which are used as traditional medicine by society. They used plants as medicine in direct and indirect ways. The direct usages are eaten directly, smeared, adhered and extracted a liquid drop by drop. The indirect usages are by burning, boiling, vegetable soup, drink, and being pounded. One of species that can be used as medicine is turmeric. Turmeric has the highest use value which is 0,12. | |
| 13873 | 17207 | D1E012316 | PENGARUH PENAMBAHAN PUTIH TELUR DALAM PEMBUATAN BAKSO DAGING SAPI TERHADAP KEKENYALAN DAN PENERIMAAN KONSUMEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekenyalan dan penerimaan konsumen terhadap bakso daging sapi yang diberi bahan pengenyal putih telur dengan persentasi yang berbeda. Materi, 8 kg daging sapi segar dan 6 butir telur ayam niaga. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji kekenyalan dengan 6 kali ulangan dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk penerimaan konsumen menggunakan 25 panelis semi terlatih, dengan 4 perlakuan yaitu adonan bakso tanpa penambahan putih telur (R0), adonan bakso dengan penambahan putih telur 1 % dari bobot daging (R1), 2% (R2), dan 3% (R3). Data yang diperoleh ditabulasikan dalam tabulasi data dan dianalisis dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan putih telur dalam pembuatan bakso daging sapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kekenyalan dan penerimaan konsumen. Rataan nilai kekenyalan bakso daging sapi dengan penambahan putih telur masing-masing adalah R0: 0,0767 mm/g/dt, R1: 0,0732 mm/g/dt, R2: 0,0685 mm/g/dt, R3: 0,0631 mm/g/dt dan penerimaan konsumen, R0: agak suka - suka, R1: agak suka - suka, R2: suka - sangat suka, R3: suka - sangat suka. Kesimpulan, semakin tinggi pemberian putih telur sampai 3% dalam pembuatan bakso daging sapi meningkatkan kekenyalan bakso dan penerimaan konsumen terhadap bakso tersebut. | The purpose of the research was to find out the elasticity and the consumer acceptances of beef meatball due to the elasticity material, and egg whites with different percentages. The materials used were 8 kg of fresh beef and 6 pcs of fresh egg whites. The research method was experiment used Complete Randomized Design (CRD) to test the elasticity by six times replications and Randomized Complete Block Design (RCBD) to test the consumer acceptance by 25 semi-skilled panelists, with four treatments, namely meatball batter without the addition of egg white (R0), batter meatball with the addition of egg whites, 1% of the weight of the beef (R1), 2% (R¬2), and 3% (R3). The data obtained were tabulated in the data tabulation and analyzed by variance analysis, followed by Orthogonal Polinomial test. The results showed that the addition of egg whites in manufacturing beef meatball was highly significant (P<0.01) on the elasticity and consumer acceptance. The average values of elasticity of beef meatball with the addition of egg whites, respectively R0: 0.0767 mm/g/second, R1: 0.0732 mm/g/second, R2: 0.0685 mm/g/second, R3: 0.0631 mm/g/second and the consumer acceptances were R0: quite like – like beef meatball, R1: quite like – like beef meatball, R2: like – really like beef meatball, R3: like – really like beef meatball. In conclusion, the higher addition of the egg whites until 3% in manufacturing beef meatball, the higher the elasticity and consumer acceptance of the meatball. | |
| 13874 | 17211 | C1L012027 | The Influence of IFRS Convergence, Good Corporate Governance Mechanism, and Firm Size on The Quality of Financial Reporting | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh konvergensi IFRS, mekanisme good corporate governance, dan ukuran perusahaan terhadap kualitas pelaporan keuangan dengan profitabilitas dan leverage sebagai variabel kontrol. Mekanisme good corporate governance dalam penelitian ini diproksikan dengan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, kepemilikan asing, dan komposisi dewan komisaris. Jenis penelitian ini adalah studi empiris dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan perusahaan publik yang terdaftar di BEI periode 2010-2013. Penelitian ini mengambil sampel sejumlah 62 perusahaan publik dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan IFRS convergence, ukuran perusahaan, dan profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Sementara leverage dan empat proksi mekanisme good corporate governance yaitu kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, kepemilikan asing, dan komposisi dewan komisaris tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas pelaporan keuangan. | This research aims to identify and analyze the influence of IFRS convergence, good corporate governance mechanism, and firm size on the quality of financial reporting with profitability and leverage as control variables. The mechanism of good corporate governance in this research is proxied into institutional ownership, managerial ownership, foreign ownership, and composition of board of commissioners. The type of this research is empirical study with quantitaive approach. The population in this research is public companies listed on Indonesia Stock Exchane (IDX) period 2010-2013. This research takes a sample of 62 public companies by using purposive sampling method. The data is analyzed by using Multiple Regression Analysis. The result of this research proves that the implementation of IFRS convergence, firm size, and profitability has significant effect on improving the quality of financial reporting. Meanwhile, leverage and four proxy of good corporate governance mechanism which are institutional ownership, managerial ownership, foreign ownership, and composition of board of commissioners proves has no significant effect on improving the quality of financial reporting. | |
| 13875 | 17208 | A1L012124 | PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI PEMBIBITAN TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum Annuum var. Longum) DESA ADIPALA, KARANG ANYAR, CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan fisiologi tanaman cabai keriting. 2) Mendapatkan komposisi media tanam terbaik bagi pertumbuhan dan fisiologi tanaman cabai keriting. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juli 2016 sampai September 2016 di screenhouse Desa Adipala, Kecamatan Karang Anyar, Kabupaten Cilacap. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 1 faktor percobaan yaitu jenis media. Media tanam terdiri dari : 100% pasir, 100% cocopeat, 100% abu sekam, 100% bahan organik, 50% pasir dan 50% cocopeat, 50% pasir 50% abu sekam, 50% pasir 50% bahan organik, 50% cocopeat dan 50% abu sekam, 50% cocopeat dan 50% bahan organik, 50% abu sekam dan 50% bahan organik, 25% pasir 25% cocopeat: 25% abu sekam 25% bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Komposisi media tanam dapat memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan fisiologi tanaman cabai. 2) Media 100% bahan organik merupakan media tanam terbaik dengan tinggi tanaman 16,76 cm, jumlah daun 8,20 helai, lebar daun 15,08 cm2, bobot segar tanaman 0,96 g, bobot segar akar 0,35 g, bobot segar daun 0,39 g, bobot kering tanaman 0,160 g, bobot kering akar 0,055 g, bobot kering daun 0,064 g, dan lebar bukaan stomata 1,84 µm. | This research aims to study: 1) determine the response of the growing media composition to the growth and physiology of curls pepper plants. 2) knowing the best composition of growing media for growth and physiology of pepper curls plants. The research was conducted in screenhouse , Adipala village, Karang Anyar, Cilacap from July 2016 until September 2016 . This research using Randomized Complete Block Design (RCBD) with one factor experiment that the type of media. The composition of the growing media consisting of: 100% sand, 100% cocopeat, 100% rice husk ash, 100% organic materials, 50% sand and 50% cocopeat, 50% sand and 50% rice husk ash, 50% sand and 50% organic material, 50% cocopeat and 50% rice husk ash, 50% cocopeat and 50% organic material 50% rice husk ash and 50% organic material, 25% sand 25% cocopeat: 25% husk ash 25% organic ingredients. The results showed that: 1) The results showed that the combination of growing media treatment showed significant results for the growth and physiological variables. 2) The use of media composition 100% organic material is the best growing media to produce 16.76 cm plant height, leaf number 8,20 strands, leaf width of 15.08 cm2, weight of fresh plant 0.96 g, weight of fresh root 0.35 g, weight of fresh leaf 0.39 g, dry weight of plants 0.160 g, weight of dry root 0.055 g, weight of dry leaf 0,064 g, and the width of stomata aperture of 1.84 µm | |
| 13876 | 17217 | H1C013057 | IDENTIFIKASI OBJEK ALZHEIMER CITRA CORONAL OTAK MAGNETIC RESONANCE IMAGE (MRI) DENGAN METODE WATERSHED BERDASARKAN NILAI CLINICAL DEMENTIA RATING (CDR) | Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu teknik penggambaran penampang tubuh berdasarkan prinsip resonansi magnetik inti atom hidrogen. Alat tersebut memiliki kemampuan membuat gambaran potongan organ manusia tanpa banyak memanipulasi tubuh pasien, contoh : potongan koronal, sagital, aksial. Penyakit alzheimer atau demensia senil dari tipe Alzheimer merupakan penyakit kronik, progresif, dan merupakan gangguan degeneratif otak dan diketahui mempengaruhi memori, kognitif dan kemampuan untuk merawat diri. Tanda-tanda seseorang terkena penyakit alzheimer salah satunya adalah pengecilan pada luas hippocampus. Segmentasi citra digunakan untuk memisahkan objek alzheimer dan mengenali sel alzheimer dengan sel sehat. Segmentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah segmentasi dengan metode watershed. Watershed mampu melakukan segmentasi terhadap batas-batas tepi secara otomatis, sehingga dapat dikenali bagian hippocampus dalam suatu citra MRI. Visualisasi sel hippocampus dan ventrikel dilakukan dengan mensegmentasi potongan citra yang didapatkan dari OASIS (Open Access Series of Image Studies), selanjutnya potongan citra dilakukan proses rekonstruksi hingga mendapat visualisasi citra hippocampus secara dua dimensi. Perhitungan luas sel hippocampus dan ventrikel dilakukan setelah proses visualisasi selesai. Pengidentifikasian citra sakit atau sehat dilakukan berdasarkan hasil perhitungan luas sel hippocampus. | Magnetic Resonance Imaging (MRI) is a cross-section depiction of the body technique based on the principle of nuclear magnetic resonance hydrogen. The device has the ability to create image pieces of human organs without manipulating the patient’s body, for instance: pieces of coronal, sagittal, axial. Alzheimer’s disease or senile dementia of Alzheimer’s type is chronic disease, progressive, and brain degenerative disruption and it affects memory, cognitive, and self-care ability. One of the symptoms of people affected by Alzheimer is the hippocampus size reduction. Image segmentation is used to separate Alzheimer’s object and to identify Alzheimer cells with healthy cells. The segmentation used in this research is the segmentation based on watershed method. The watershed is able to do the segmentation towards object’s edge boundaries automatically, so hippocampus in a MRI image can be identified. Hippocampus cell and ventricle visualization are done by segmenting image pieces obtained from OASIS (Open Access Series of Image Studies), after that the reconstruction process is carried out to obtain hippocampus image visualization in two dimensions. The calculation of hippocampus cell size and ventricle are done after the visualization process finished. The identification of pain or healthy image is conducted based on the calculation of hippocampus cell size. | |
| 13877 | 17263 | G1B012040 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANDUNGAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA AIR SUMUR GALI DI DESA KEDUNG WULUH KECAMATAN PURWOKERTO BARAT | Latar Belakang : Air merupakan sumber kehidupan selain sebagai media penularan penyakit (water borne disease). Water borne disease meliputi penyakit-penyakit: tifoid, kholera, diare dan hepatitis. Kejadian diare di Desa Kedung Wuluh pada bulan Januari-Mei 2016 termasuk yang tertinggi. Keberadaan bakteri di dalam air sumur dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan bakteri Escherichia coli pada air sumur gali di Desa Kedung Wuluh Kecamatan Purwokerto Barat. Metodelogi : Penelitian ini merupakan observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sumur gali yang berada di Desa Kedung Wuluh Kecamatan Purwokerto Barat sebanyak 40 buah sumur gali. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan meteran untuk pengukuran. Analisis data dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor dengan kandungan bakteri Escherichia coli. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kandungan bakteri Escherichia coli adalah jarak kandang (p-value 1) , jarak SPAL (p-value 1), jarak septic tank (p-value 1), tinggi dinding sumur (p-value 1), tinggi bibir sumur (p-value 0,622), kondisi lantai (p-value 0,300), dan perilaku pengguna sumur (p-value 0,134). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara jarak kandang ternak, jarak SPAL, jarak septic tank, tinggi dinding sumur, tinggi bibir sumur, kondisi lantai sumur dan perilaku pengguna sumur dengan kandungan bakteri Escherichia coli pada air sumur gali di Desa Kedung Wuluh Kecamatan Purwokerto Barat. | Background : Water is source of life besides as a media of disease transmission (water borne disease). Water borne disease includes: typhoid, cholera, diarrhea and hepatitis. The incidence of diarrhea in Kedung Wuluh during January-May 2016 among the highest. The existence of bacteria in well water can be caused by several factors. This study aims to determine the factors associated with the content of Escherichia coli bacteria in the water wells in Kedung Wuluh Subdistrict of West Purwokerto Methods : This research is an analytic observational with cross sectional approach. The sample in this study was dug in the village Kedung Wuluh District of West Purwokerto as many as 40 wells dug. The research instrument is observation sheet and measuring tape. Data were analyzed by chi-square test to determine the relationship between these factors with the content of the bacterium Escherichia coli. Results : The results showed that factors not related to the content of the bacterium Escherichia coli were within the enclosure (p-value 1), the distance of SPAL (p-value 1), the distance of septic tank (p-value 1), the high walls of the well (p-value 1), the high rim of the well (p-value 0.622), the condition of the floor (p-value of 0.300), and user behavior wells (p-value 0.134). Conclusion : There are no correlation between the distance of enclosure, the distance of SPAL, the distance of septictank, the high walls of the well, the high rim of the well, the condition of well floor and user behavior wells with the bacterium Escherichia coli in the water wells in Kedung Wuluh Subdistrict of West Purwokerto. Keywords : Water, wells, Escherichia coli | |
| 13878 | 17209 | H1L012080 | SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KAKAO METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB | Kakao adalah buah yang memiliki nilai komiditi yang tinggi baik di pasar lokal maupun internasional. Tidak semua perkebunan kakao berada di sekitar wilayah yang mempunyai sumber daya manusia yang memiliki ilmu kepakaran tentang penyakit kakao. Untuk menanggulangi masalah kurangnya kepakaran maka dilakukan penelitian tentang penyakit kakao dan pengumpulan data penyakit kakao untuk membangun sistem pakar diagnosa penyakit kakao. Sistem pakar diagnosa penyakit kakao adalah sistem pakar yang berdedikasi penuh untuk memenuhi kebutuhan ilmu kepakaran dalam bidang penyakit kakao. Metode pendekatan yang digunakan adalah Forward Chaining yang berarti perunutan maju. Forward Chaining merupakan proses perunutan yang dimulai dengan menampilkan kumpulan data atau fakta yang meyakinkan menuju konklusi akhir. Sistem dibangun berbasis web menggunakan bahasa pemrograman php. Kata Kunci : Kakao, Penyakit Kakao, Sistem Pakar, Forward Chaining, PHP. | Cacao is a fruit that have high commodity value in local market and international market. Not all cacao plantation have place near area with human resource that have cacao disease expert knowledges. To resolve the lack of expertise problem then do research about cacao disease and collecting data of cacao disease to build a cacao disease diagnosis expert system. Expert system for diagnosis cacao disease is a expert system that have full dedicated for meet the need of science expertise on cacao disease. The method that used in this system is forward chaining that mean forward tracing. Forward Chaining is a process of tracing with starting point present some data or fact that convince to produce a conclusion. system is web based developed using php programming language. | |
| 13879 | 17210 | C1A013025 | Analisis Tingkat Ketahanan Pangan Pada Rumah Tangga Miskin Di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini berjudul “Analisis Tingkat Ketahanan Pangan Pada Rumah Tangga Miskin Di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga berdasarkan Current Population Surve (CPS) Food Security Supplement dan menganalisis pengaruh jumlah anggota keluarga, pendidikan kepala keluarga, pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu rumah tangga dan luas lahan terhadap ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 100 responden rumah tangga miskin di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, data primer diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik untuk menjelaskan hubungan variabel dependen yang bersifat dikotomik dengan variabel independen. Hasil penelitian ini menunjukan (1) rata-rata skor ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga sebesar 3,06 dengan jumlah rumah tangga miskin tahan pangan (skor 0,0-2,2) sebanyak 28 rumah tangga miskin dan jumlah rumah tangga miskin rawan pangan (skor 2,4-9,3) sebanyak 72 rumah tangga miskin, (2) variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kecamatan Mrebet adalah tingkat pendidikan kepala keluarga, pendapatan keluarga, dan luas lahan. Variabel jumlah anggota keluarga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan untuk variabel pengetahuan gizi ibu rumah tangga tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Banyaknya rumah tangga miskin rawan pangan disebabkan karena kebiasaan atau pola makan yang hanya mementingkan keinginan anggota rumah tangga tanpa mementingkan kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Berdasarkan hasil penelitian pendidikan kepala keluarga dan pendapatan rumah tangga berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga miskin, oleh karena itu perlu adanya peningkatan kesadaran tentang pentingnya pendidikan tinggi dengan cara sosialisasi wajib belajar minimal 9 tahun, sehingga dengan semakin tinggi tingakat pendidikan maka berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga pendapatan yang dihasilakn juga semakin besar. | This title of this research is “The Analysis of Food Security Level on Poor Household in Mrebet Subdistrict of Purbalingga”. The purposesof this research are to measure the level of household food security in Mrebet Subdistrict of Purbalingga based on Current Population Survey(CPS) Food Security Suplement, and analyze the effect of household size, education level of household head, income of household head, housewife’s nutrition knowledge for household food security and extent of land. Type of this research is associative research. This research uses primary data with sample of 100 household in Mrebet Subdistrict of Purbalingga. Primary data are obtainedby direct interview and fill thequestionnaire. The analytical tools utilized in this research is Binary LogisticRegression that functions to explain the relationship between dichotomous dependent variabeland independent variables. The result of this research shows (1) the average score of household food security in Mrebet Subdistrict of Purbalingga is at 3,06 with the number of poor household (score 0,0-2,2) for 28 household,and the number of household food insecurity (score of 2,4 to 9,3) for 72household, (2) variable which positively and significantly influences poor household food security in Mrebet Subdistrict of Purbalingga is education level of household head, family’s income, and extend of land. Variable of the number of householder has negative and significant impact, While, the variable which has onsignificant effect on household food security is the housewife’s nutrition knowledge in Mrebet Subdistrict of Purbalingga. The number of household food insecurity caused by eating habits that only concern with the deesires of the household with little consideration for the nutritional content of the food. Based on the result, education level and income of household head influence food security level of poor household, so that there must be the increasing of society’s awareness towards the importance of higher education by means of socializing 9-year compulsory education, thus with the higher lever of education, the chance for obtaining considerable job is acquired, then the obtained income is getting higher. | |
| 13880 | 17212 | G1H012027 | HUBUNGAN CITRA TUBUH DAN STATUS GIZI DENGAN EATING DISORDERS PADA REMAJA PUTRI PENGGEMAR KOREAN WAVE DI PURWOKERTO | Latar Belakang : Eating disorders adalah gangguan perilaku makan yang kompleks. Faktor-faktor yang mempengaruhi eating disorders adalah multikausal termasuk faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara citra tubuh dan status gizi dengan eating disorders pada remaja putri penggemar K-Wave di Purwokerto. Metodologi Penelitian : Desain penelitian cross sectional dengan 43 remaja putri penggemar Korean Wave dari komunitas K-pop Family Purwokerto. Sampel memenuhi kriteria inklusi diambil dengan total sampling mengisi kuesioner EAT26, BSQ34, dan pengukuran status gizi dengan IMT. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil : Sebanyak 62.8% responden memiliki status gizi normal, 51.2% responden terpengaruh citra tubuh, dan 72.1% memiliki risiko rendah eating disorders. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara citra tubuh dengan eating disorders dengan nilai p = 0.206 dan tidak ada hubungan antara status gizi dengan eating disorders dengan nilai p=0.092 (p >0.05). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara citra tubuh dan status gizi dengan eating disorders pada remaja putri penggemar Korean Wave di Purwokerto. | Background : Eating disorders are complex disorders of eating behavior. Eating disorders caused by multicausal factors including biologic factor, psychological, and environmental. Objective : To examine the association between body image and nutritional status with eating disorders in young women of Korean Wave fans in Purwokerto Methods : Cross sectional study in 43 young women of K-Wave fans from K-pop Family Purwokerto community who were qualified with the inclusion criterias taken with total sampling were requsted to fill out questionnaire of EAT26, BSQ34, and nutritional status obtained from BMI. Bivariate analysis used chi square test. Results : There were 62.8% subjects had normal nutritional status, 51.2% subjects concerned with body image, and 72.1% subjects had low-risk of eating disorders. Bivariate result showed there were no association between body image and eating disorders p value = 0.206 and no association between nutritional status and eating disorders p value = 0092 (p>0.05). Conclusion : There were no association between body image and nutritional status with eating disorders in young women of Korean Wave fans in Purwokerto. |