Artikel Ilmiah : B1J012199 a.n. NUR ULFA KHASANAH

Kembali Update Delete

NIMB1J012199
NamamhsNUR ULFA KHASANAH
Judul ArtikelKEANEKARAGAMAN SERANGGA BERDASARKAN PERANANNYA PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L. var capitata) YANG DITANAM DENGAN SISTEM MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DI DESA SERANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Serang merupakan wilayah yang sebagian besar lahannya digunakan sebagai pertanian dan perkebunan, berupa tanaman sayuran, tanaman buah. Lahan pertanian di Desa Serang merupakan habitat yang baik bagi serangga. Lahan pertanian dengan sistem monokultur memiliki keragaman yang rendah. Sedangkan sistem polikutur memiliki keanekaragaman serangga yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis serangga pada tanaman monokultur (Brassica Oleracea L. Var Capitata) Dan Tanaman Polikutur di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada dua tipe pertanaman yaitu monokultur dan polikultur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data pengamatan meliputi jenis serangga dan jumlah individu tiap jenis. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kemerataan jenis (E), indeks Dominansi Simpson (D) dan untuk mengetahui kesamaan jenis pada dua area yang berbeda ditentukan dengan indeks kesamaan jenis Sorensen (IS).
Hasil pengamatan menunjukkan total serangga yang tercatat di kedua area pengamatan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga sebanyak 22 jenis yang terdiri dari enam belas familia dan lima ordo. Tanaman polikultur memiliki indeks keragaman Shanon-Wiener lebih tinggi (H’= 2,317) dibandingkan dengan tanaman monokultur (H= 2,18). Tanaman monokultur memiliki nilai indeks dominansi Simpson lebih tinggi (D= 0,147) dibanding lahan tanaman polikultur (D= 0,124). Keragaman serangga tertinggi pada kedua area pengamatan adalah ordo Lepidoptera. Persentase tertinggi jenis serangga berdasarkan peranannya yang terdapat pada kedua area pengamatan adalah polinator.

Kata kunci : serangga, keanekaragaman, peran serangga, lahan pertanian, Purbalingga.
Abtrak (Bhs. Inggris)Serang is a region which used as agricultural land and plantation crops such as vegetables, fruit trees. Agricultural land in Serang is a good habitat for insects. Agricultural land with monocultures system have low diversity. Meanwhile, the polycultures system has a higher insect diversity. The aims of the research was to determine the species diversity on cabbage (Brassica oleracea L. Var Capitata) and plants with polycultures system at Serang, Sub District Karangreja, Purbalingga.
Sampling of insect species was done using survey method on two types of crop, a monoculture and polyculture system. The sampling technique used was purposive sampling. Observation data covers insect species and total individuals of each species. Insect diversity was calculated using Shannon-Wiener index (H '), Evenness index (E), Simpson index (D) and Sorensen similarity index (IS) to determine two different areas.
The research results showed that insects that were found in both observation area in Serang , Sub District Karangreja, Purbalingga are 22 species that consist sixteen familia and five orders. Plants with polycultures system has a higher diversity Shannon-Wiener indeces (H'= 2.317) than the monoculture (H’= 2,18). Monoculture has higher Simpson indeces (D= 0.147) than the polyculture system (D= 0.094). The highest diversity of insects in both observation area is the Lepidoptera Order. The highest percentage of insects based on the functions in both observation area is the pollinators.

Key word: insects, diversity, insect’s function, agricultural land, Purbalingga.
Kata kunciserangga, keanekaragaman, peran serangga, lahan pertanian, Purbalingga.
Pembimbing 1 Dr.rer.nat Imam Widhiono, MZ, M.S.
Pembimbing 2Drs. Darsono, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman42
Tgl. Entri2016-11-23 17:32:38.539401
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.