Artikel Ilmiah : B1J009076 a.n. LINTANG DIANING RATRI

Kembali Update Delete

NIMB1J009076
NamamhsLINTANG DIANING RATRI
Judul ArtikelKUANTITAS ANAKAN KULTUR SEMUT RANGRANG (Oecophylla smaragdina) SECARA ARTIFISIAL DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS PAKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Oecophylla smaragdina merupakan serangga sosial yang memiliki peranan penting dalam ekosistem. Salah satu fungsi utamanya adalah sebagai agen pengendali hayati dalam bidang pertanian. Pemanfaatan semut rangrang sebagai upaya untuk mengembangkan biokontrol terus dilakukan. Hal ini menyebabkan populasi O. smaragdina mengalami penurunan secara signifikan. Oleh karena itu, perlu adanya budidaya semut rangrang untuk mempertahankan eksistensinya di alam tanpa harus mengeksploitasi secara berlebihan di habitat aslinya. Tujuan penelitian ini yaitu 1. mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu keong mas, cacing tanah, dan ampas tahu terhadap produksi kroto semut rangrang, 2. mengetahui perlakuan pemberian jenis pakan berbeda yang menunjukkan hasil kuantitas produksi kroto semut rangrang.
Metode yang digunakan adalah metode experimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan dengan pemberian pakan sumber protein berbeda masing-masing yaitu keong mas (Pomacea canaliculata), cacing tanah (Lumbricus rubellus), dan ampas tahu. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Setelah data produksi jumlah dan bobot kroto dianalisis ragam menggunakan uji F didapatkan hasil bahwa F hitung lebih besar dari F tabel 0,05 dan 0,01. Perlakuan pemberian pakan pada penelitian ini terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap produksi kroto. Semut rangrang yang diberi pakan cacing tanah memproduksi kroto paling tinggi dengan total 1.030 individu dan berat kroto mencapai 87,4 gram, semut yang dibudidaya menggunakan keong mas menghasilkan jumlah kroto sebanyak 866 individu dan berat kroto mencapai 73,1 gram, dan juga semut yang dibudidaya menggunakan ampas tahu menghasilkan jumlah kroto sebanyak 543 individu dengan berat kroto mencapai 45,9 gram.


Abtrak (Bhs. Inggris)Oecophylla smaragdina or weaver ants is social insect that has an important role in the ecosystem. One of its main function is as a biological control agent in the field of agriculture. The use of weaver ants in an effort to develop a biocontrol continued. This causes O. smaragdina population has decreased significantly. Therefore, the need for the cultivation of weaver ants to maintain its existence in nature without exposing excessive in their natural habitat. The purpose of this study, namely 1. Determine the effect of different types of feed, snails, earthworms, and tofu, to the production of weaver ants kroto, 2. Know the treatment of different types of feed award which shows the results of the production quantity kroto weaver ants.
The method used was experimental method with a completely randomized design. Treatment was done by feeding different protein sources, snails (Pomacea canaliculata), earthworm (Lumbricus rubellus), and tofu waste. Each treatment was repeated 5 times. Earthworms fed ants produced highest number of kroto with total of 1.030 individuals and kroto’s weight reached 87,4 gram. Snails fed ants produced 866 individuals with weight reached 73,1 gram. Tofu waste fed ants produced 543 individuals with weight reached 45,9 gram.

Kata kunciKey Words : Oecophylla smaragdina, waeaver ants, kroto
Pembimbing 1Drs. Edi Basuki, Ph.D
Pembimbing 2Drs. Darsono, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman47
Tgl. Entri2016-11-23 20:45:59.423672
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.