Artikelilmiahs
Menampilkan 49.101-49.120 dari 49.517 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 49101 | 51889 | I1B022071 | PENGARUH KOMBINASI HIPNOSIS LIMA JARI DENGAN MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP DISTRESS DIABETES | Latar Belakang: Terapi non-farmakologis, seperti kombinasi hipnosis lima jari dan murottal Al-Qur’an, dapat menjadi salah satu strategi untuk mengelola distress terkait diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi hipnosis lima jari dan murottal Al-Qur’an terhadap penurunan distress pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 47 partisipan. Data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Usia median partisipan adalah 58 tahun, dengan rentang usia 34–73 tahun. Sebagian besar partisipan berjenis kelamin perempuan (80,9%), berpendidikan sekolah dasar (46,8%), dan telah menderita diabetes lebih dari lima tahun (51,5%). Nilai median skor distress sebelum intervensi adalah 43,75 (40,00–57,50). Setelah intervensi, median skor distress menurun menjadi 40,00 (23,75–52,50). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p sebesar 0,01 (p<0,05). Kesimpulan: Kombinasi terapi hipnosis lima jari dan murottal Al-Qur’an memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan skor distress pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi non-farmakologis alternatif dalam asuhan keperawatan. Kata kunci: Diabetes melitus, distress, hipnosis lima jari, murottal Al-Qur’an | Background: Non-pharmacological therapies, such as the combination of five-finger hypnosis and Qur’anic recitation can be one strategy to manage diabetes-related distress. This study aimed to determine the effect of five-finger hypnosis therapy combined with Qur’anic recitation on reducing distress in patients with diabetes mellitus. Methods: This study used a pre-experimental approach with one group pretest-posttest design. The sample consisted of 47 participants. Data that were not normally distributed were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The median age of participants was 58 years, with an age range of 34 – 73 years. Most participants were female (80.9%), had primary school education (46.8%), and had been living with diabetes for more than five years (51.5%). The median distress score before the intervention was 43.75 (40.00 - 57.50). After the intervention, the median distress score decreased to 40.00 (23.75 - 52.50). The Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value of 0.01 (p<0.05). Conclusion: The combination of five-finger hypnosis therapy and Qur’anic recitation of had a significant effect on reducing distress scores in patients with type 2 diabetes mellitus and can be considered as an alternative non-pharmalogical intervention in nursing care. Keywords: Diabetes mellitus, distress, five-finger hypnosis; qur’anic recitation | |
| 49102 | 51927 | J1E020002 | LITERAL TRANSLATION FOUND IN A NETFLIX SERIES ENTITLED “QUEEN CHARLOTTE: A BRIDGERTON STORY” AND ITS CORRELATION WITH STUDENTS’ CROSS-CULTURAL UNDERSTANDING (A Correlational Study to the Students of English Language Education Study Program in the Academic Year 2021/2022) | Pamungkas, Larasati Alivya Putri, 2026. Literal Translation Found in a Netflix Series Entitled “Queen Charlotte: A Bridgerton Story” and Its Correlation with Students’ Cross-Cultural Understanding (A Correlational Study to the Students of English Education Study Program in the Academic Year 2021/2022). Pembimbing 1: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Pembimbing 2: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd., Ketua Penguji Eksternal: Muhammad Ahsanu, S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D., Penguji Eksternal: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Penelitian ini mengkaji hubungan antara penggunaan teknik penerjemahan harfiah dalam subtitel serial Netflix "Queen Charlotte: A Bridgerton Story" dengan tingkat pemahaman lintas budaya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan kuesioner tertutup berskala Likert sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data persepsi mahasiswa mengenai aspek linguistik dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan searah yang signifikan antara kemampuan mahasiswa dalam mengenali penerjemahan harfiah dengan kedalaman pemahaman lintas budaya mereka. Dalam bagian pembahasan, ditemukan bahwa meskipun penerjemahan harfiah sering dianggap kaku dan kurang natural secara bahasa, teknik ini memiliki peran krusial dalam membantu mahasiswa mengidentifikasi referensi budaya spesifik dan menangkap intensi asli karakter yang mungkin hilang dalam teknik penerjemahan lain. Namun, temuan juga menunjukkan bahwa ketergantungan pada penerjemahan harfiah tanpa didampingi literasi budaya yang memadai dapat memicu kesalahpahaman interpretasi dan kebingungan pada mahasiswa, terutama terkait tindakan karakter yang sangat terikat pada konteks budaya sejarah tertentu. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerjemahan harfiah dapat menjadi jembatan efektif untuk mempertahankan otentisitas budaya dalam pembelajaran bahasa, asalkan penggunaannya diimbangi dengan penjelasan konteks yang memadai untuk menghindari celah informasi. | Pamungkas, Larasati Alivya Putri, 2026. Literal Translation Found in a Netflix Series Entitled “Queen Charlotte: A Bridgerton Story” and Its Correlation with Students’ Cross-Cultural Understanding (A Correlational Study to the Students of English Education Study Program in the Academic Year 2021/2022). Thesis Supervisor 1: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Thesis Supervisor 2: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd., Chief External Examiner: Muhammad Ahsanu, S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D., External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Ministry of Higher Education, Science, And Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Language Education Department, English Language Education Study Program, Purwokerto. This study examines the relationship between the use of literal translation techniques in the subtitles of the Netflix series "Queen Charlotte: A Bridgerton Story" and the level of cross-cultural understanding among English Education students. The research employed a quantitative correlational design, utilizing a closed-ended Likert scale questionnaire as the primary instrument to collect data on students' perceptions regarding linguistic and cultural aspects. The results indicate a significant positive and linear correlation between the students' ability to recognize literal translation and the depth of their cross-cultural understanding. In the discussion section, it was found that although literal translation is often perceived as rigid and linguistically unnatural. This technique plays a crucial role in helping students identify specific cultural references and capture the original intentions of characters that might be lost in other translation techniques. However, the findings also suggest that a reliance on literal translation without adequate cultural literacy can trigger interpretational misunderstandings and confusion among students, particularly regarding character actions that are deeply tied to specific historical and cultural contexts. Overall, this study concludes that literal translation can serve as an effective bridge to maintain cultural authenticity in language learning and provided its use that is balanced with sufficient contextual explanations to avoid informational gaps. | |
| 49103 | 51891 | K2A024003 | ANALISIS POTENSI PEWARNA ALAMI UNTUK PEWARNAAN POLIMER RAMAH LINGKUNGAN | Peningkatan penggunaan kemasan plastik sintetis secara global telah memicu permasalahan lingkungan dan risiko kesehatan akibat migrasi zat pewarna berbahaya ke dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pewarna alami dari daun ketapang (Terminalia catappa L.), kayu merr (Arcangelisia flava), dan kayu tingi (Ceriops tagal) dalam bentuk lake-pigment sebagai alternatif pewarna pada polimer ramah lingkungan polylactic acid (PLA) dan polivinil alkohol (PVA). Ekstraksi zat warna dilakukan menggunakan pelarut air dengan metode perebusan, menghasilkan warna hijau kecokelatan dari daun ketapang, kuning dari kayu merr, dan merah kecokelatan dari kayu tingi. Ekstrak kemudian diproses menjadi lake-pigment melalui teknik pengendapan menggunakan mordant aluminium hidroksida dan kalsium karbonat. Karakterisasi menggunakan GC-MS menunjukkan keberadaan senyawa fenolik dominan seperti pirogalol pada daun ketapang, resorsinol pada kayu merr, dan floroglusinol pada kayu tingi yang berperan dalam pembentukan warna. Aplikasi lake-pigment pada polimer dilakukan dengan variasi konsentrasi 0% hingga 5% menggunakan metode solvent casting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lake-pigment secara signifikan meningkatkan ketahanan air pada polimer PVA dan meningkatkan opasitas pada kedua jenis polimer. Analisis multi-kriteria menetapkan sampel dengan konsentrasi pigmen kayu merr 5% sebagai formulasi terbaik berdasarkan aspek biodegradasi, ketahanan air, dan estetika warna. Penelitian ini memberikan solusi inovatif dalam pengembangan kemasan makanan yang aman, fungsional, dan berkelanjutan. | The global surge in synthetic plastic packaging has triggered environmental concerns and health risks due to the migration of hazardous dyes into food products. This study explores the potential of natural dyes derived from ketapang leaves (Terminalia catappa L.), merr wood (Arcangelisia flava), and tingi wood (Ceriops tagal) in the form of lake pigments as sustainable alternatives for coloring eco-friendly polymers, specifically polylactic acid (PLA) and polyvinyl alcohol (PVA). The colorants were extracted using aqueous extraction via the decoction method, yielding brownish-green from ketapang, yellow from merr, and reddish-brown from tingi. These extracts were further processed into lake pigments through precipitation techniques using aluminum hydroxide and calcium carbonate mordants. GC-MS characterization identified dominant phenolic compounds, such as pyrogallol in ketapang, resorcinol in merr, and phloroglucinol in tingi, which play a critical role in color formation. The lake pigments were incorporated into the polymers at concentrations ranging from 0% to 5% using the solvent casting method. Results demonstrated that the addition of lake pigments significantly enhanced the water resistance of PVA and increased the opacity of both polymer types. Multi-criteria analysis identified the 5% merr pigment concentration as the optimal formulation based on biodegradation performance, water resistance, and aesthetic appeal. This research provides innovative solutions for developing food packaging that is safe, functional, and environmentally sustainable. | |
| 49104 | 51892 | I1E022064 | Penyusunan Tim Futsal SMA Negeri 1 Banyumas Berbasis Tes Motor Educability dan Motor Ability | Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dasar seleksi awal tim futsal siswa berdasarkan hasil tes motor educability dan motor ability. Motor educability menggambarkan kemampuan siswa dalam mempelajari dan menguasai gerakan baru, sedangkan motor ability mencerminkan kemampuan fisik dasar yang dibutuhkan dalam permainan futsal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan ex post facto. Subjek siswa SMA Negeri 1 Banyumas yang mengikuti kegiatan futsal. Sampel penelitian terdiri atas 24 siswa putra dan 10 siswi. Instrumen penelitian berupa tes motor educability dan tes motor ability. Data dianalisis menggunakan teknik perankingan untuk mengidentifikasi siswa dengan nilai tertinggi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan variasi kemampuan motor educability dan motor ability antar siswa. Berdasarkan hasil perankingan, ditentukan 14 siswa putra dengan nilai tertinggi sebagai calon tim utama, sedangkan pada kelompok siswi hasil disajikan dalam bentuk perankingan tanpa penetapan tim utama karena keterbatasan jumlah sampel. Kesimpulan: Perankingan hasil tes motor educability dan motor ability dapat dimanfaatkan sebagai dasar seleksi awal calon pemain futsal secara objektif, tanpa diarahkan pada penentuan posisi bermain. | Background: This study aims to establish an objective basis for the initial selection of a futsal team based on motor educability and motor ability test results. Motor educability reflects students’ ability to learn and master new movements, while motor ability represents fundamental physical capacities required in futsal performance. Methode: This study employed a quantitative descriptive method with an ex post facto approach. The subjects were students of SMA Negeri 1 Banyumas participating in the futsal extracurricular program, consisting of 24 male and 10 female students. The research instruments included motor educability and motor ability tests. Data were collected in a single session without any treatment. The results were analyzed descriptively, converted into T-scores, and ranked based on the combined scores of both tests Results: The results of the study indicate variations in motor educability and motor ability among students. Based on the ranking results, 14 male students with the highest scores were selected as candidates for the main team, while the results for female students were presented in the form of rankings without determining a main team due to the limited sample size. Conclusion: The ranking results of motor educability and motor ability tests can be used as an objective basis for the initial selection of futsal players, without being intended to determine specific playing positions.. | |
| 49105 | 51896 | I1E022015 | PERBANDINGAN KETERAMPILAN BERMAIN FUTSAL SISWA SMP NEGERI 3 PURWOKERTO DAN SMP NEGERI 8 PURWOKERTO BERDASARKAN GAME PERFORMANCE ASSESSMENT INSTRUMENT (GPAI) | Latar Belakang: Futsal sebagai olahraga populer di kalangan pelajar menuntut penguasaan teknik, taktik, pengambilan keputusan, dan kerja sama tim. Penelitian ini bertujuan membandingkan keterampilan bermain futsal siswa SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 8 Purwokerto menggunakan penilaian GPAI sebagai dasar evaluasi pembinaan futsal sekolah. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa secara keseluruhan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian GPAI yang mencakup tiga aspek utama, yaitu support, skill execution, dan decision making. Analisis data dilakukan melalui uji statistic. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi keterampilan bermain futsal siswa pada kedua sekolah dalam tiga aspek penilaian. Skor GPAI siswa SMP Negeri 3 Purwokerto berada pada kisaran 0,39–0,60 (kategori cukup), sedangkan SMP Negeri 8 Purwokerto berada pada kisaran 0,45–0,68 (kategori baik). Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan selisih rata-rata GPAI sebesar 0,0207, yang menegaskan keunggulan performa bermain futsal siswa SMP Negeri 8 Purwokerto. Kesimpulan:Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan keterampilan bermain futsal antara siswa SMP Negeri 3 Purwokerto (kategori cukup) dan SMP Negeri 8 Purwokerto (kategori baik) berdasarkan penilaian GPAI, dengan performa lebih unggul pada siswa SMP Negeri 8 Purwokerto. Kata Kunci: Futsal, Game Performance Assessment Instrument (GPAI), support, skill execution, decision making | Backgroaund: Futsal, a popular sport among students, demands mastery of technique, tactics, decision-making, and teamwork. This study aims to compare the futsal skills of students at SMP Negeri 3 and SMP Negeri 8 Purwokerto using the GPAI assessment as the basis for evaluating school futsal coaching. Research Methodology: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The total sample size was 32 students, selected using a total sampling technique. The instrument used was the GPAI assessment sheet, which covers three main aspects: support, skill execution, and decision-making. Data analysis was conducted using statistical tests. Research Result: The results of the study showed variations in students' futsal playing skills at both schools in three assessment aspects. The GPAI scores of students at SMP Negeri 3 Purwokerto were in the range of 0.39–0.60 (sufficient category), while those at SMP Negeri 8 Purwokerto were in the range of 0.45–0.68 (good category). The independent sample t-test showed a significant difference with an average difference in GPAI of 0.0207, which confirmed the superior futsal playing performance of students at SMP Negeri 8 Purwokerto. Conclusion: The results of the study showed a significant difference in futsal playing skills between students of SMP Negeri 3 Purwokerto (sufficient category) and SMP Negeri 8 Purwokerto (good category) based on the GPAI assessment, with superior performance in students of SMP Negeri 8 Purwokerto. Keywords: Futsal, Game Performance Assessment Instrument (GPAI), support, skill execution, decision making | |
| 49106 | 51894 | C1A022002 | Analisis Dampak Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa Terhadap PDRB Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah: Pendekatan Difference-In-Differences | Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa diharapkan meningkatkan konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi, termasuk di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki ruas tol terpanjang. Namun, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah mencatatkan angka terrendah dibandingkan Provinsi lain di Pulau Jawa. Selain itu, perkembangan ekonomi antarwilayah yang dilalui tol masih menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan, sehingga penting untuk mengkaji apakah keberadaan jalan tol benar-benar berpengaruh terhadap PDRB daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pembangunan Jalan Tol Trans Jawa terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dengan membandingkan wilayah yang dilalui tol dan wilayah yang tidak dilalui. Metode yang digunakan adalah Difference-in-Differences (DID) dengan periode penelitian 2015–2024, serta memasukkan variabel kontrol berupa jumlah penduduk, investasi dalam negeri, kontribusi sektor industri, dan kontribusi sektor pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Jalan Tol Trans Jawa memiliki pengaruh positif dan signifikan sebesar 1,51% terhadap peningkatan PDRB daerah yang dilalui tol dibandingkan daerah yang tidak dilalui. Selain itu, kontribusi sektor industri dan sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Sedangkan jumlah penduduk berpengaruh negatif tidak signifikan, dan investasi PMDN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, seluruh variabel secara Bersama-sama terbukti berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan tol berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, sementara variabel kontrol memberikan gambaran tambahan mengenai faktor-faktor yang turut memengaruhi PDRB. Implikasinya, daerah yang dilalui tol perlu mengoptimalkan aksesibilitas baru, daerah yang tidak dilalui memerlukan strategi penguatan konektivitas, dan kebijakan pembangunan perlu disesuaikan dengan kondisi demografis serta struktur ekonomi masing-masing wilayah. | The development of the Trans-Java Toll Road is expected to enhance connectivity and stimulate economic activity, including in Central Java Province, which has the longest toll road network. However, Central Java has recorded the lowest economic growth compared to other provinces on Java Island. In addition, economic development across regions traversed by the toll road still shows considerable disparities, making it important to examine whether the presence of the toll road truly affects regional Gross Regional Domestic Product (GRDP). This study aims to analyze the impact of the Trans-Java Toll Road development on the GRDP of regencies and cities in Central Java by comparing toll-road and non–toll-road areas. The study employs the Difference-in-Differences (DID) method over the 2015–2024 period, incorporating control variables including population size, domestic investment, the contribution of the industrial sector, and the contribution of the agricultural sector. The results indicate that the Trans-Java Toll Road development has a positive and significant effect of 1.51% on increasing the GRDP of regions traversed by the toll road compared to regions not traversed by it. Furthermore, the contributions of the industrial and agricultural sectors have positive and significant effects on GRDP. Meanwhile, population size has a negative but insignificant effect, and domestic investment has a positive but insignificant effect on GRDP. Simultaneously, all variables jointly have a significant effect on GRDP. This study confirms that toll road development plays an important role in promoting regional economic growth, while the control variables provide additional insights into other factors influencing GRDP. The implications suggest that toll-road regions should optimize newly improved accessibility, non–toll-road regions need strategies to strengthen connectivity, and development policies should be tailored to the demographic characteristics and economic structure of each region. | |
| 49107 | 51895 | F1B022028 | Implementasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima di Jalan Bung Karno Kabupaten Banyumas | Kompleksitas permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bung Karno Kabupaten Banyumas menjadi perhatian publik yang serius, ditandai oleh tingginya aduan masyarakat terkait kemacetan, penyalahgunaan trotoar, dan ketidakteraturan tata ruang publik. Di satu sisi PKL berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja sektor informal, namun keberadaan mereka tanpa Surat Penempatan Pedagang (SPP) yang sah bertentangan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model implementasi kebijakan Grindle (1980) yang menekankan dua dimensi utama, yaitu Isi Kebijakan (Content of Policy) dan Konteks Implementasi (Context of Implementation). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda No 4 Tahun 2011 di Jalan Bung Karno belum efektif akibat ketidakselarasan antara isi kebijakan yang normatif dengan konteks implementasi di lapangan. Dimensi pemberdayaan tidak pernah dijalankan, SPP tidak pernah diterbitkan, tidak ada sosialisasi formal, tumpang tindih kewenangan antar-OPD, serta penegakan sanksi yang tidak konsisten menyebabkan tujuan kebijakan dalam menciptakan kota tertib dan memberdayakan PKL belum tercapai secara optimal. | The complexity of issues surrounding street vendors (PKL) along Bung Karno Road in Banyumas Regency has become a significant public concern, evidenced by numerous complaints about traffic congestion, misuse of sidewalks, and irregularities in public space management. While street vendors contribute to informal sector employment, their presence without a formal Vendor Placement Permit (SPP) contradicts Regional Regulation No. 4 of 2011 on the Arrangement and Empowerment of Street Vendors in Banyumas Regency. This research employs a descriptive qualitative method using Grindle's (1980) policy implementation model, emphasizing two main dimensions: Content of Policy and Context of Implementation. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation, analyzed using Miles, Huberman, and Saldana's interactive model. The findings reveal that the implementation of Perda No. 4 of 2011 along Jalan Bung Karno remains ineffective due to a significant misalignment between the normative policy content and the implementation realities on the ground. The empowerment dimension has never been executed, SPP has never been issued, no formal socialization has occurred, overlapping authority among agencies persists, and inconsistent sanction enforcement has left the policy's core objectives of creating an orderly city and empowering street vendors yet to be optimally achieved. | |
| 49108 | 51898 | F1A022072 | Representasi Mitos Dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa Pada Film Waktu Maghrib (2023) | Genre film horor di Indonesia terus mengalami perkembangan. Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin bervariasinya subgenre horor menjadi beberapa kategori mulai dari horor psikologis, horor komedi, hingga horor religi. Horor religi, merupakan subgenre yang umumnya dekat dengan mistis islami, seperti contohnya yaitu film Waktu Maghrib (2023). Film tersebut tidak hanya menampilkan unsur ketegangan dan rasa takut, melainkan juga menyisipkan pesan moral yang berkaitan dengan nilai keagamaan, sekaligus mengangkat mitos yang hidup dan diwariskan dalam masyarakat. Penelitian ini secara khusus membahas mengenai representasi dari mitos waktu magrib yang dimunculkan pada film tersebut. Tujuan dari dilakukannya kajian ini adalah untuk menguraikan adegan pada film Waktu Maghrib (2023) dalam menggambarkan mitos waktu magrib pada kepercayaan masyarakat Jawa. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan Bronislaw Malinowski dan teori representasi Stuart Hall sebagai alat analisis. Adapun rumusan masalah penelitian ini berfokus pada bentuk representasi mitos sesuai kepercayaan lokal masyarakat Jawa yang ditampilkan dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika. Objek yang menjadi bahan analisis berupa film Waktu Maghrib yang rilis pada 2023. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas sumber primer dan sekunder. Sumber data primer berupa potongan adegan dari film Waktu Maghrib (2023) sebanyak lima adegan, sedangkan sumber data sekunder berupa buku dan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan makna yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan mitos waktu magrib direpresentasikan melalui adegan yang menampilkan gangguan supranatural terhadap manusia, yaitu fenomena diculik oleh makhluk halus, penampakan makhluk halus, dan peristiwa kesurupan. Kemudian, mitos juga direpresentasikan melalui adegan yang memperlihatkan musibah karena tidak menjaga lisan ketika magrib. Kajian ini menunjukkan cara media massa, khususnya film, dapat digunakan sebagai salah satu medium pelestari suatu nilai budaya dan nilai tradisional masyarakat menggunakan saluran yang lebih modern. Dengan demikian, film Waktu Maghrib (2023) tidak hanya berperan menjadi hiburan horor semata, melainkan juga menjadi media yang merepresentasikan cara masyarakat memaknai waktu, moralitas, dan kepercayaan lokal. | The horror movie genre in Indonesia continues to develop. This is shown by the increasing variety of horror subgenres into several categories, ranging from psychological horror, horror comedy, to religious horror. Religious horror is a subgenre that is generally closely related to Islamic mysticism, one example of which is the Waktu Maghrib movie. The movie not only presents elements of tension and fear, but also inserts moral messages related to religious values, while also raising myths that are alive and passed down in society. This study will specifically discuss the representation of the myth of magrib time that is presented in the movie. The purpose of this study is to describe the scenes in the Waktu Maghrib movie in depicting the mystification of magrib time in Javanese beliefs. To achieve this goal, this study uses Bronislaw Malinowski's approach and Stuart Hall's representation theory as analytical tools. The research question focuses on the form of myth representation according to the local beliefs of the Javanese society as depicted in the movie. This study uses a descriptive qualitative method with the object of analysis being the Waktu Maghrib movie, released in 2023. The data obtained was collected through observation and documentation. The data sources in this study consisted of primary and secondary sources. The primary data sources were five scenes from the Waktu Maghrib movie, while the secondary data sources were books and scientific articles related to the research topic. Data analysis in this study uses Roland Barthes' semiotic analysis through three levels of meaning, namely denotation, connotation, and myth. The results of the study show that the myth of magrib time is represented through scenes that depict supernatural disturbances to humans, namely being kidnapped by supernatural beings, apparitions, and trances. Furthermore, the myth is also represented through scenes showing misfortune due to not guarding one's speech during magrib. This study shows how mass media, especially movie, can be used as a medium for preserving cultural values and traditional values of society through more modern channels. Thus, the Waktu Maghrib movie not only serves as horror entertainment, but also as a medium that represents how society interprets time, morality, and local beliefs. | |
| 49109 | 51899 | F1A022074 | KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL DALAM PEMBERITAAN RESPONS PRABOWO SUBIANTO MENGENAI KASUS KERACUNAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI DETIK.COM | Penelitian ini mendeskripsikan konstruksi realitas sosial dalam pemberitaan Detik.com terkait respons Presiden Prabowo Subianto terhadap insiden keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG, sebagai simbol legitimasi politik, menghadapi krisis kepercayaan akibat kasus keracunan yang memprihatinkan. Isu tersebut direspons Prabowo dengan menarasikannya sebagai "eror manusiawi" dengan persentase sangat kecil (0,0007%). Aspek jangkauan dan keberpihakan Detik.com menjadikan penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough terhadap artikel Detik.com. Hasil penelitian menunjukkan Detik.com mengonstruksi realitas yang mendukung narasi pemerintah. Secara tekstual, pada berita Detik.com ditemukan strategi normalisasi kegagalan melalui penggunaan eufemisme, rasionalisasi statistik, dan metafora skala untuk mengecilkan signifikansi jumlah korban. Narasi ini bertujuan menggeser fokus publik dari bahaya keracunan MBG menjadi kekaguman terhadap skala masif program, sekaligus memosisikan pemerintah sebagai pihak yang wajar melakukan kesalahan teknis. Dari sisi discourse practice, pemberitaan ini terindikasi berjalan satu arah dan tidak berimbang karena hanya mereproduksi klaim pemerintah tanpa verifikasi mendalam atau menghadirkan perspektif korban. Kondisi ini dipengaruhi oleh rutinitas jurnalisme siber yang memprioritaskan kecepatan di atas kualitas investigasi, serta adanya relasi kuasa antara pemilik media (CT Corp) dengan pemerintah. Dalam konteks ini, Detik.com tidak berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi yang mengawasi kekuasaan, melainkan bertindak sebagai instrumen legitimasi yang berupaya memulihkan kepercayaan masyarakat dan meredam krisis tata kelola program MBG melalui narasi ini. Meskipun media berupaya membangun hegemoni bahwa insiden tersebut adalah hal yang wajar, penelitian ini menemukan kegagalan hegemoni pada level konsumsi pembaca. Analisis terhadap respons pembaca aktif di kolom komentar menunjukkan dominasi sentimen negatif dan penolakan keras terhadap angka statistik yang ditawarkan pemerintah. Pembaca aktif mendekonstruksi naras “eror manusiawi” dengan argumen yang kontra, menolak dehumanisasi korban yang hanya dianggap sebagai angka statistik. Hal ini membuktikan bahwa realitas objektif yang dikonstruksi oleh media gagal diinternalisasi sepenuhnya oleh masyarakat yang kritis terhadap keselamatan dan pelaksanaan program MBG. | This study describes the construction of social reality in Detik.com's coverage of President Prabowo Subianto's response to the poisoning incident in the Makan Bergizi Gratis program (MBG). The MBG program, as a symbol of political legitimacy, faced a crisis of confidence due to the alarming poisoning case. Prabowo responded to this issue by framing it as a “human error” with a very small percentage (0.0007%). The reach and bias of Detik.com make this research important. This descriptive qualitative research uses Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) on Detik.com articles. The results show that Detik.com constructs a reality that supports the government's narrative. Textually, in Detik.com news coverage, a strategy of normalizing failure is observed through the use of euphemisms, statistical rationalization, and scale metaphors to downplay the significance of the number of victims. This narrative aims to shift public focus from the dangers of MBG poisoning to admiration for the massive scale of the program, while positioning the government as a party that is prone to technical errors. From the perspective of discourse practice, this reporting appears to be one-sided and unbalanced because it only reproduces the government's claims without in-depth verification or presenting the victims' perspectives. This condition is influenced by the routine of cyber journalism, which prioritizes speed over the quality of investigation, as well as the power relations between the media owner (CT Corp) and the government. In this context, Detik.com does not function as the fourth pillar of democracy that oversees power, but rather acts as an instrument of legitimacy that seeks to restore public trust and mitigate the crisis in the management of the MBG program through this narrative. Although the media attempted to establish a hegemony that such incidents were normal, this study found that this hegemony failed at the reader consumption level. Analysis of active reader responses in the comments section showed a dominance of negative sentiment and strong rejection of the statistics offered by the government. Active readers deconstruct the narrative of “human error” with counterarguments, rejecting the dehumanization of victims who are considered merely as statistics. This proves that the objective reality constructed by the media has failed to be fully internalized by a society that is critical of safety and the implementation of the MBG program. | |
| 49110 | 51901 | F1D022044 | Anomali Perilaku Pemilih: Fakor di Balik Kemenangan Kolom Kosong di Kecamatan Sumbang dalam Pilkada Banyumas 2024 | Artikel ini membahas mengenai faktor dibalik kemenangan kolom kosong di Kecamatan Sumbang dalam Pilkada Banyumas 2024. Kolom kosong hadir sebagai bentuk opsi alternatif bagi masyarakat yang tidak menginginkan untuk memilih pasangan calon yang disediakan. Penelitian ini berusaha mencari jawaban mengapa masyarakat lebih memilih kolom kosong disbanding pasangan calon tunggal yang ada, serta faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kemenangan kolom kosong di Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, hingga melalui dokumen-dokumen penunjang penelitian. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan teknik purposive sampling, dengan masyarakat pemilih kecamatan Sumbang sebagai narasumber kunci, juga terdapat berbagai narasumber pembanding seperti KPU, Bawaslu, Partai Politik, serta Media. Temuan dalam penelitian ini masyarakat Kecamatan Sumbang lebih memilih kolom kosong karena didasari oleh 3 pendekatan perilaku pemilih, yaitu sosiologis yang tercermin pada pengaruh dari masifnya gerakan Koalisi Rakyat Banyumas (KRB) juga dipengaruhi oleh faktor interaksi sosial kedekatan kekerabatan, psikologis yang lebih menekankan perasaan kekecewaan pada indikator orientasi kandidat, dan pendekatan rasional dimana masyarakat mengekspresikan tindakan protes melalui pilihan non konvensional yang lahir dari adanya perhitungan untung rugi. Selain itu, faktor kontekstual atau faktor dari luar individu tercermin pada adanya kampanye KRB sehingga membentuk opini kolektif dan ketiadaan kandidat lain. | This article examines the factors behind the victory of the blank column in Sumbang District during the 2024 Banyumas Regional Election. The blank column functioned as an alternative option for voters who chose not to support the single candidate pair on the ballot. The study aims to explain why the community preferred the blank column over the sole candidate and to identify the factors influencing its victory in Sumbang District. This research employs a qualitative method with a case study approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and analysis of supporting documents. Respondents were selected using purposive sampling, with voters in Sumbang District serving as key informants, alongside representatives from the General Election Commission (KPU), the Election Supervisory Agency (Bawaslu), political parties, and the media as comparative sources. The findings reveal that the community’s preference for the blank column was shaped by three approaches to voting behavior: the sociological approach, reflected in the significant influence of the Koalisi Rakyat Banyumas (KRB) movement as well as social interaction and kinship ties; the psychological approach, characterized by feelings of disappointment particularly regarding candidate orientation; and the rational approach, in which voters expressed protest through a non-conventional choice based on cost–benefit considerations. Additionally, contextual or external factors, including the KRB campaign that shaped collective opinion and the absence of alternative candidates, further contributed to the blank column’s victory. | |
| 49111 | 51902 | L1C021037 | Karakteristik Fraksi Sedimen dan Kandungan Bahan Organik di Hutan Payau Tritih Kulon Kabupaten Cilacap | Karakteristik fraksi sedimen berperan penting dalam menentukan substrat ekosistem mangrove, terutama karena fraksi halus mampu menyimpan bahan organik yang mendukung produktivitas lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fraksi sedimen dan menganalisis kandungan bahan organik dalam sedimen di kawasan Hutan Payau Tritih Kulon, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian dilaksanakan dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi fraksi sedimen dengan metode pengayakan dan pemipetan, serta kandungan bahan organik menggunakan metode Loss on Ignition (LOI). Hasil menunjukkan bahwa sedimen di seluruh stasiun umumnya didominasi fraksi debu (silt). Kandungan bahan organik sedimen di seluruh stasiun memiliki rata-rata sebesar 16,3%, dengan kecenderungan lebih tinggi pada stasiun yang dekat dengan vegetasi mangrove. Penelitian ini menegaskan bahwa fraksi sedimen yang ditemukan di tiga stasiun yaitu pasir, debu, dan liat. Kandungan bahan organik tertinggi terdapat pada stasiun 1 karena tingkat gangguan antropogenik yang rendah, dan kandungan bahan organik terendah di stasiun 3 karena lingkungan yang kurang mendukung akumulasi bahan organik | The characteristics of sediment fractions play an important role in determining mangrove ecosystem substrates, particularly because fine fractions are able to retain organic matter that supports coastal environmental productivity. This study aims to analyze sediment fraction characteristics and organic matter content in sediments in the Tritih Kulon Brackish Forest area, Cilacap Regency. The research was conducted using a purposive sampling method. Observed parameters included sediment fractions analyzed using sieving and pipette methods, and organic matter content measured using the Loss on Ignition (LOI) method. The results showed that sediments at all stations were generally dominated by the silt fraction. The organic matter content of sediments at all stations had an average of 16.3%, with a tendency to be higher at stations closer to mangrove vegetation. This study confirms that the sediment fractions found at the three stations consisted of sand, silt, and clay. The highest organic matter content was found at Station 1 due to low levels of anthropogenic disturbance, while the lowest organic matter content was observed at Station 3 because environmental conditions were less favorable for the accumulation of organic matter. | |
| 49112 | 51906 | L1C022043 | ANALISIS KARAKTERISTIK MASSA AIR BERDASARKAN DATA CONDUCTIVITY TEMPERATURE DEPTH (CTD) PADA CRUISE SHIP MAREXPLORE TAHUN 2025 | Indonesia memiliki perairan yang strategis karena berada pada jalur global thermohaline circulation, sehingga berperan penting dalam pertukaran massa air antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan vertikal suhu, salinitas, dan densitas, mengidentifikasi lapisan tercampur, termoklin, dan lapisan dalam, serta menentukan karakteristik massa air di perairan Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Alas. Data profil vertikal diperoleh menggunakan instrumen CTD SBE 19 Plus V2 pada sembilan stasiun pengamatan selama ekspedisi MarExplore 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan perangkat lunak SBE Data Processing yang diintegrasikan dengan komputasi berbasis python. Penentuan lapisan perairan dilakukan melalui pendekatan metode ambang batas (threshold) dan gradien, sedangkan karakteristik massa air diidentifikasi berdasarkan referensi klasifikasi massa air regional yang telah ada. Hasil menunjukkan suhu permukaan berkisar ±29–30°C yang menurun hingga ±5°C pada kedalaman >600 m, diikuti peningkatan salinitas dari 30,9–32,5 PSU menjadi 34,5–34,6 PSU dan densitas hingga ±1032 kg/m³. Struktur kolom perairan memperlihatkan lapisan tercampur dangkal di Selat Bali, lapisan tercampur dan termoklin terdalam serta stabilitas tertinggi di Selat Lombok, dan karakter transisi di Selat Alas. Analisis diagram T–S mengidentifikasi enam massa air utama, yaitu Java Sea Water (JSW), Indonesian Upper Water (IUW), North Pacific Intermediate Water (NPIW), South Pacific Intermediate Water (SPIW), Banda Intermediate Water (BIW), dan Australian Mediterranean Water (AAMW), yang menunjukkan peran penting jalur Arus Lintas Indonesia dalam pembentukan struktur dan pencampuran massa air regional. | Indonesia has strategically important waters as they lie along the pathway of the global thermohaline circulation, playing a key role in the exchange of water masses between the Pacific and Indian Oceans. This study aimed to analyse the spatial and vertical distribution of temperature, salinity, and density, identify the mixed layer, thermocline, and deep layer structures, and determine water mass characteristics in the Bali Strait, Lombok Strait, and Alas Strait. Vertical profile data were acquired using a CTD SBE 19 Plus V2 instrument at nine observation stations during the MarExplore 2025 expedition. Data analysis was performed using a quantitative descriptive approach via SBE Data Processing software integrated with python-based computing. Water column stratification was determined using threshold and gradient methods, while water mass characteristics were identified based on existing regional water mass classifications. The results showed surface temperatures of approximately 29–30 °C, which decreased to about 5°C at depths greater than 600 m, accompanied by an increase in salinity from 30.9–32.5 PSU to 34.5–34.6 PSU and density up to approximately 1032 kg/m³. The water column structure is characterized by a shallow mixed layer in the Bali Strait, the deepest mixed layer and thermocline with the highest stability in the Lombok Strait, and transitional characteristics in the Alas Strait. T–S diagram analysis identified six main water masses: Java Sea Water (JSW), Indonesian Upper Water (IUW), North Pacific Intermediate Water (NPIW), South Pacific Intermediate Water (SPIW), Banda Intermediate Water (BIW), and Australian Mediterranean Water (AAMW), highlighting the important role of the Indonesian Throughflow in shaping regional water mass structure and mixing. | |
| 49113 | 51905 | F1D022003 | Strategi Kampanye Koalisi Rakyat Banyumas dalam Upaya Memenangkan Kolom Kosong pada Pilkada Banyumas 2024 | Pilkada Kabupaten Banyumas 2024 menghadirkan fenomena kolom kosong dalam kontestasi calon tunggal yang secara aktif dimobilisasi oleh Koalisi Rakyat Banyumas (KRB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kampanye KRB dalam mengonstruksi kolom kosong sebagai pilihan politik yang sah dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dokumentasi, dan analisis data resmi dari KPU. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa strategi KRB dibentuk melalui tiga aspek utama. Pertama, perencanaan kampanye berbasis marketing politik dengan adanya struktur organisasi yang tersegmentasi dan mobilisasi akar rumput hingga tingkat RT/RW. Kedua, framing naratif yang mengonstruksi kolom kosong sebagai ekpresi critical citizenship, bukan sebagai bentuk apatisme politik. Ketiga, penggunaan saluran komunikasi media luar ruang, media sosial, dan jaringan komunitas, sebagai instrumen agenda-setting dan mobilisasi partisipasi. Meskipun tidak berhasil dalam kontestasi, hasil 40,56% suara menunjukkan bahwa kampanye kolom kosong dapat berfungsi sebagai saluran ekspresi politik yang terstruktur dalam situasi kompetisi elektoral yang terbatas.Temuan ini menegaskan bahwa kolom kosong pada pemilihan kepala daerah calon tunggal bisa berperan sebagai mekanisme kritik demokratis terhadap rendahnya kompetisi politik di tingkat lokal. | Banyumas Regency Regional Election 2024 presents an empty column phenomenon in the single candidate contestation which is actively mobilized by the Banyumas People's Coalition (KRB). This research aims to analyze the KRB campaign strategy in constructing blank columns as a legitimate and meaningful political choice. This research uses a qualitative approach by using the case study method through in-depth interviews, non-participatory observations, documentation, and official data analysis from the KPU. The research results indicate that the KRB strategy is formed through three main aspects. First, campaign planning based on political marketing with an organizational structure that segmented and grassroots mobilization to the RT/RW level. Second, framing Narrative that constructs an empty column as an expression of critical citizenship, not as a form of political apathy. Third, the use of external media communication channels space, social media, and community networks, as agenda-setting instruments and participation mobilization. Although not successful in the contest, the result was 40.56% of the vote shows that a blank column campaign can function as a structured political expression channel in a situation of limited electoral competition. This finding confirms that a blank column in the election of a single candidate regional head can act as a democratic criticism mechanism for low political competition at the local level. | |
| 49114 | 51907 | I2A024004 | Analisis spasial terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia: A systematic review | Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan variasi kejadian yang signifikan antar wilayah. Meskipun pemerintah telah menjalankan berbagai program pengendalian, kasus DBD tetap menunjukkan pola pengelompokan spasial tertentu yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan demografis. Tujuan: Untuk menganalisis pola distribusi spasial kasus demam berdarah di Indonesia dan mengidentifikasi faktor lingkungan dan iklim yang terkait dengan kejadian demam berdarah melalui pendekatan analisis spasial. Metode: Penelitian tinjauan pustaka menggunakan pedoman PRISMA dan mencakup artikel yang diterbitkan pada periode Januari 2020 hingga Desember 2024. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed dan SINTA dengan kata kunci "analisis spasial", "demam berdarah dengue", "DBD" dan “Indonesia”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif dan dikelompokkan berdasarkan kesamaan hasil. Hasil: 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan sebagian besar penelitian menggunakan alat analisis spasial, seperti ArcGIS, Moran's I, dan LISA untuk memetakan pola pengelompokan dan autokorelasi kasus demam berdarah. Kasus demam berdarah cenderung terkonsentrasi di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi. Faktor lingkungan seperti suhu (25–30°C) dan kelembaban udara memiliki hubungan yang kuat dengan perilaku nyamuk dan risiko penularan demam berdarah, sedangkan curah hujan menunjukkan hubungan yang lemah. Simpulan: Metode analisis spasial telah terbukti efektif dalam mengidentifikasi klaster demam berdarah berisiko tinggi dan memahami pengaruh variabel lingkungan terhadap dinamika penularan. Hasil tinjauan ini menekankan pentingnya intervensi kesehatan masyarakat yang berfokus secara geografis dan perlunya pemantauan dan pemetaan kasus demam berdarah secara berkelanjutan di daerah endemik. Kata Kunci: Analisis Spasial; Demam Berdarah Dengue; Kelembaban Udara. | Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a major public health problem in Indonesia, with significant regional variations in incidence. Despite the government's implementation of various control programs, DHF cases continue to exhibit specific spatial clustering patterns influenced by environmental and demographic factors. Purpose: To analyze the spatial distribution of dengue fever cases in Indonesia and identify environmental and climatic factors associated with dengue fever incidence through a spatial analysis approach. Method: This study followed the PRISMA guidelines and included articles published between January 2020 and December 2024. A literature search was conducted through the PubMed and SINTA databases using the keywords "spatial analysis," "dengue hemorrhagic fever," "DHF," and "Indonesia." Articles meeting the inclusion criteria were analyzed narratively and grouped based on similar findings. Results: Six articles met the inclusion criteria. Most studies used spatial analysis tools such as ArcGIS, Moran's I, and LISA to map clustering and autocorrelation patterns of dengue cases. The results showed that dengue cases tended to be concentrated in areas with high population density. Environmental factors such as temperature (25°C–30°C) and humidity were strongly associated with mosquito behavior and dengue transmission risk, while rainfall showed a weaker relationship. One study demonstrated a dispersed pattern of cases. Conclusion: Spatial analysis methods have proven effective in identifying high-risk dengue clusters and understanding the influence of environmental variables on transmission dynamics. The results of this review emphasize the importance of geographically focused public health interventions and the need for continuous monitoring and mapping of dengue cases in endemic areas. Keywords: Air Humidity; Dengue Hemorrhagic Fever; Spatial Analysis. | |
| 49115 | 51908 | C1A022014 | PENDEKATAN BLUEPRINT BKKBN DALAM ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA DRIVER OJEK ONLINE DI KABUPATEN BANYUMAS | Perkembangan gig economy telah mengubah struktur pasar tenaga kerja, termasuk melalui ekspansi layanan ojek online yang menawarkan fleksibilitas kerja namun disertai ketidakstabilan pendapatan. Ketidakpastian tersebut berpotensi memengaruhi kesejahteraan keluarga pengemudi, khususnya di daerah non-metropolitan dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi seperti Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan dan tingkat kesejahteraan keluarga pengemudi ojek online serta menguji pengaruh pendapatan terhadap kesejahteraan keluarga berdasarkan pendekatan Blueprint Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengemudi ojek online di Kabupaten Banyumas. Variabel pendapatan diukur melalui indikator kecukupan pendapatan, intensitas kerja, stabilitas pendapatan, tren pendapatan, dan diversifikasi sumber pendapatan. Kesejahteraan keluarga diukur berdasarkan indikator BKKBN yang meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, akses pendidikan dan kesehatan, kondisi perumahan, serta partisipasi sosial. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan keluarga pengemudi ojek online di Kabupaten Banyumas. Peningkatan kualitas pendapatan, terutama dari aspek kecukupan dan stabilitas, berkontribusi pada kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat partisipasi sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas dan kualitas pendapatan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja sektor informal berbasis platform digital. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam kajian ekonomi pembangunan serta menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan yang lebih adaptif terhadap dinamika gig economy di daerah berkembang. Kata kunci: pendapatan, kesejahteraan keluarga, ojek online, gig economy, BKKBN. | The expansion of the gig economy has transformed labor market structures, particularly through the growth of online motorcycle taxi services that offer flexible employment but are characterized by income instability. Such uncertainty may affect drivers’ family welfare, especially in non-metropolitan regions with relatively high poverty and unemployment rates such as Banyumas Regency. This study aims to analyze the income level and family welfare level of online motorcycle taxi drivers and to examine the effect of income on family welfare using the Blueprint approach of the National Population and Family Planning Board (BKKBN). This research applies a quantitative approach using survey data collected from online motorcycle taxi drivers in Banyumas Regency. Income is measured through indicators of income adequacy, work intensity, income stability, income trends, and income diversification. Family welfare is assessed based on BKKBN indicators, including the fulfillment of basic needs, access to education and health services, housing conditions, and social participation. Data are analyzed using descriptive statistics and simple linear regression, supported by validity, reliability, and classical assumption tests. The findings reveal that income has a positive and statistically significant effect on the family welfare of online motorcycle taxi drivers in Banyumas Regency. Improvements in income quality, particularly in terms of adequacy and stability, contribute to better fulfillment of basic needs, enhanced access to education and healthcare services, and stronger social engagement. These results highlight the critical role of stable and sufficient income in improving the welfare of platform-based informal workers’ families. This study provides empirical evidence within the field of development economics and offers policy implications for designing adaptive strategies in response to the evolving dynamics of the gig economy in developing regions. Keywords: income, family welfare, online motorcycle taxi, gig economy, BKKBN. | |
| 49116 | 51909 | J1E021045 | THE IMPACT OF USING CROSSWORD PUZZLE TECHNIQUE IN LEARNING ADJECTIVES ON STUDENTS' VOCABULARY MASTERY (A Pre-Experimental Study at Grade VI of SDN Wates 4 Mojokerto in the Academic Year of 2025/2026) | Penguasaan kosakata memainkan peran penting dalam mendukung kemampuan berbahasa Inggris siswa sekolah dasar, terutama dalam mempelajari kata sifat. Namun, siswa di SDN Wates 4 Mojokerto menunjukkan prestasi rendah dan keterlibatan yang terbatas dalam pembelajaran kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan signifikansi penggunaan teknik teka-teki silang dalam meningkatkan penguasaan kosakata kata sifat siswa, (2) mendeskripsikan implementasinya, dan (3) mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa selama penerapannya. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental satu kelompok dengan pre-test dan post-test. Populasi terdiri dari siswa kelas VI SDN Wates 4 Mojokerto pada tahun ajaran 2025/2026, dengan satu kelas dipilih sebagai sampel. Instrumen yang digunakan meliputi tes kosakata, lembar observasi, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji t sampel berpasangan, dan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata siswa meningkat secara signifikan dari pra-tes ke pasca-tes, dengan uji t sampel berpasangan menunjukkan nilai signifikansi 0.000 (Sig. 2-tailed < 0.05), menunjukkan bahwa teknik teka-teki silang secara signifikan meningkatkan penguasaan kosakata kata sifat siswa; (2) penerapan teknik teka-teki silang dilakukan secara sistematis melalui tiga tahap, yaitu pengenalan, kegiatan utama, dan penutupan, dengan siswa berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran; dan (3) siswa mengalami kesulitan minor terkait motivasi, kepercayaan diri, dan kecemasan, seperti yang ditunjukkan oleh hasil kuesioner, meskipun masalah-masalah ini tidak menghalangi peningkatan pembelajaran secara keseluruhan. Kesimpulannya, teknik teka-teki silang terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata kata sifat siswa dan menciptakan suasana kelas yang menarik. Disarankan agar (1) guru menerapkan media pembelajaran kreatif seperti teka-teki silang untuk meningkatkan hasil belajar kosakata siswa dan keterlibatan mereka; (2) pendidik mempertahankan tahap implementasi yang terstruktur untuk memastikan manajemen kelas yang efektif; dan (3) peneliti masa depan meneliti sampel yang lebih besar dan menggunakan desain eksperimental yang lebih ketat untuk memperoleh generalisasi yang lebih luas. | Vocabulary mastery plays a crucial role in supporting elementary students’ English proficiency, particularly in learning adjectives. However, students at SDN Wates 4 Mojokerto showed low achievement and limited engagement in vocabulary learning. This study aimed to (1) determine the significance of using the crossword puzzle technique in improving students’ adjective vocabulary mastery, (2) describe its implementation, and (3) identify students’ problems during its application. This research employed a pre-experimental one-group pre-test and post-test design. The population consisted of Grade VI students of SDN Wates 4 Mojokerto in the academic year 2025/2026, with one class selected as the sample. The instruments included vocabulary tests, observation sheets, and questionnaires. Data were analyzed using normality tests, paired sample t-tests, and descriptive statistics. The findings revealed that (1) students’ mean scores increased significantly from pre-test to post-test, with the paired sample t-test showing a significance value of 0.000 (Sig. 2-tailed < 0.05), indicating that the crossword puzzle technique significantly improved students’ adjective vocabulary mastery; (2) the implementation of the crossword puzzle technique was conducted systematically through three stages, introduction, main activity, and closing, with students actively participating during the learning process; and (3) students encountered minor difficulties related to motivation, self-confidence, and anxiety, as indicated by the questionnaire results, although these problems did not hinder the overall learning improvement. In conclusion, the crossword puzzle technique proved to be effective in enhancing students’ adjective vocabulary mastery and creating an engaging classroom atmosphere. It is suggested that (1) teachers apply creative learning media such as crossword puzzles to improve students’ vocabulary learning outcomes and engagement; (2) educators maintain structured implementation stages to ensure effective classroom management; and (3) future researchers investigate larger samples and employ more rigorous experimental designs to obtain broader generalization. | |
| 49117 | 51911 | C1I020015 | The Role Of Technology Utilization As Moderating Factor Between Human Resources Competencies And Financial Management Of MSMEs In North Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi keuangan, pendidikan, dan pengalaman usaha terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kecamatan Purwokerto Utara. Selain itu, penelitian ini juga menguji peran pemanfaatan teknologi sebagai variabel moderasi dalam memperkuat hubungan antara kompetensi sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Resource-Based View (RBV) dan teori kompetensi sebagai landasan teoritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pemilik UMKM di Purwokerto Utara. Populasi penelitian berjumlah 2.654 UMKM, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Jumlah responden yang dianalisis sebanyak 70 UMKM. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, Moderated Regression Analysis (MRA), uji hipotesis (uji t dan uji F), serta uji koefisien determinasi (R²). | This study aims to examine and analyze the effect of financial literacy, education, and business experience on the financial management of MSMEs in North Purwokerto District. Furthermore, this study investigates the role of technology utilization as a moderating variable in strengthening the relationship between human resource competencies and MSME financial management. This research is grounded in the Resource-Based View (RBV) theory and competency theory as the theoretical foundation. The data used in this study are primary data obtained through questionnaire distribution to MSME owners in North Purwokerto. The population consists of 2,654 MSMEs, and the sampling technique employed is convenience sampling. The data analysis techniques include validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, Moderated Regression Analysis (MRA), hypothesis testing (t-test and f-test), and coefficient of determination (R²). The results of this study indicate that: (1) financial literacy has a positive effect on MSME financial management; (2) education does not have a positive effect on MSME financial management; (3) business experience has a positive effect on MSME financial management; (4) technology utilization does not moderate the relationship between business experience and financial management; (5) technology utilization does not moderate the relationship between education and financial management; and (6) technology utilization does not moderate the relationship between financial literacy and financial management. | |
| 49118 | 51912 | I1E019062 | Pengaruh Latihan Menggunakan Media Kursi Terhadap Peningkatan Kemampuan Passing Bawah Siswa Ektrakurikuler SMP Negeri 4 Purwokerto | Latar Belakang: Teknik passing bawah merupakan salah satu keterampilan dasar yang penting dalam permainan bola voli. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai teknik ini karena postur tubuh dan koordinasi yang kurang tepat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi latihan menggunakan media sederhana seperti kursi untuk membantu memperbaiki posisi tubuh dan meningkatkan kemampuan passing bawah. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 24 siswa ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 4 Banyumas yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapat latihan menggunakan media kursi dan kelompok kontrol yang berlatih tanpa media bantu. Data diperoleh melalui tes kemampuan passing bawah sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji t. Hasil Penelitian : Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan latihan menggunakan media kursi terhadap peningkatan kemampuan passing bawah (Sig. 0,000 < 0,05). Kesimpulan : Latihan passing bawah menggunakan media kursi terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing bawah siswa ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 4 Banyumas. | Background: The underhand pass (passing bawah) is one of the essential basic skills in volleyball. However, many students still face difficulties mastering this technique due to improper posture and coordination. Therefore, training innovations using simple media, such as chairs, are needed to help correct body positioning and improve underhand passing ability.Research Methodology: This study employed an experimental method with a pretest-posttest control group design. The subjects were 24 students from the volleyball extracurricular program at SMP Negeri 4 Banyumas, divided into two groups: an experimental group that received training using chair media and a control group that practiced without auxiliary media. Data were collected through underhand pass ability tests before and after the treatment, then analyzed using the t-test.Results: The analysis results indicated a significant effect of training using chair media on the improvement of underhand passing ability ($Sig. 0.000 < 0.05$).Conclusion: Underhand pass training using chair media is proven to have a significant impact on improving the underhand passing skills of volleyball extracurricular students at SMP Negeri 4 Banyumas. | |
| 49119 | 51913 | I1C022060 | Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri In Vitro Fermentasi Kombucha Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) | Daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) mengandung senyawa bioaktif seperti antosianin, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri. Fermentasi kombucha diketahui mampu meningkatkan aktivitas bioaktif berbagai bahan tanaman, namun kajian pada daun ungu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fermentasi kombucha daun ungu terhadap aktivitas antioksidan dan antibakterinya. Simplisia daun ungu direbus untuk memperoleh rebusan daun ungu, kemudian difermentasi menjadi kombucha. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dengan penentuan nilai IC₅₀, sedangkan aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus. Analisis statistik dilakukan menggunakan R Studio pada tingkat kepercayaan 95%, dengan uji paired t-test untuk data berdistribusi normal dan uji Wilcoxon signed-rank untuk data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi kombucha secara signifikan meningkatkan aktivitas antioksidan, ditandai dengan penurunan nilai IC₅₀ dari 0,58 ± 0,05% (b/v) menjadi 0,45 ± 0,03% (b/v) (p < 0,05). Aktivitas antibakteri juga meningkat terhadap E. coli dan S. aureus, dengan diameter zona hambat bertambah dari 1,17 ± 0,46 mm menjadi 3,08 ± 0,85 mm pada E. coli serta dari 0,69 ± 0,08 mm menjadi 1,72 ± 0,95 mm pada S. aureus, namun peningkatan yang signifikan secara statistik hanya terjadi pada E. coli (p < 0,05). Sebaliknya, tidak ditemukan aktivitas antibakteri terhadap B. cereus. | Purple leaves (Graptophyllum pictum (L.) Griff) contain bioactive compounds such as anthocyanins, tannins, and saponins that have potential as antioxidants and antibacterials. Kombucha fermentation is known to increase the bioactive activity of various plant materials, but studies on purple leaves are still limited. This study aims to evaluate the effect of purple leaf kombucha fermentation on its antioxidant and antibacterial activities. Purple leaf simplisia was boiled to obtain purple leaf decoction, which was then fermented into kombucha. Antioxidant activity was tested using the DPPH method with IC₅₀ value determination, while antibacterial activity was tested using the disc diffusion method against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Bacillus cereus. Statistical analysis was performed using R Studio at a 95% confidence level, with a paired t-test for normally distributed data and a Wilcoxon signed-rank test for non-normally distributed data. The results showed that kombucha fermentation significantly increased antioxidant activity, as indicated by a decrease in the IC₅₀ value from 0.58 ± 0,05% (w/v) to 0.45 ± 0,03% (w/v) (p < 0.05). Antibacterial activity also increased against E. coli and S. aureus, with the inhibition zone diameter increasing from 1.17 ± 0.46 mm to 3.08 ± 0.85 mm in E. coli and from 0.69 ± 0.08 mm to 1.72 ± 0.95 mm in S. aureus. but statistically significant increases were only observed in E. coli (p < 0.05). Conversely, no antibacterial activity was found against B. cereus. | |
| 49120 | 51915 | E1A022005 | KOMPARASI PENERAPAN KONSEP TINDAKAN FAKTUAL DALAM PERADILAN TATA USAHA NEGARA (Studi Putusan PTUN Semarang Nomor 68/G/TF/2022/PTUN.SMG dan Putusan PTUN Kendari Nomor 89/G/TF/2022/PTUN.KDI) | Perluasan kewenangan setelah berlakunya Undang-Undang Administrasi Pemerintahan yang mencangkup Onrechtmatige Overheidsdaad berkaitan dengan tindakan faktual dalam Pasal 87 huruf a yang tidak diikuti definisi lebih lanjut dapat menjadi indikasi lemahnya aturan terkait dengan tindakan faktual yang mana hal tersebut berdampak pada penerapan tindakan faktual dalam lingkup Peradilan Tata Usaha Negara sebagai contoh putusan nomor 68/G/TF/2022/PTUN.SMG dan putusan nomor 89/G/TF/2022/PTUN.KDI. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis maksud tindakan faktual sebagai objek perluasan kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara serta melakukan komparasi penerapan konsep tindakan faktual dalam kedua putusan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan konseptual, dan pendekatan komparatif. Tindakan faktual sebagai bagian dari perluasan kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara merupakan perbuatan nyata yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pejabat pemerintahan dalam menjalankan tugasnya merupakan bagian dari kewenangan Peratun diperkuat oleh PERMA Nomor 2 Tahun 2019, hasil Komparasi perbedaan penerapan konsep tindakan faktual terletak pada ratio decidendi hakim dalam menentukan alat uji terhadap Putusan Nomor 68/G/TF/2022/PTUN.SMG dan Putusan Nomor 89/G/TF/2022/PTUN.KDI dipengaruhi oleh kelengkapan aturan. Sebaiknya Mahkamah Agung memperkuat pedoman kriteria serta tata cara penilaian terhadap tindakan faktual, hakim dalam menggunakan batu uji sebaiknya dituangkan secara transparan dalam Putusan agar dapat dipahami secara jelas. | The expansion of authority after the enactment of the Administrative Government Law covering Onrechtmatige Overheidsdaad (Unlawful Government Acts) related to factual actions in Article 87 letter a, which is not followed by a further definition, may be an indication of weak regulations related to factual actions, which has an impact on the application of factual actions within the scope of the Administrative Court, for example, decision number 68/G/ TF/2022/PTUN.SMG and decision number 89/G/TF/2022/PTUN.KDI. Based on these conditions, this study aims to analyze the meaning of factual actions as the object of the expansion of the authority of the Administrative Court and to compare the application of the concept of factual actions in the two decisions. This research is normative legal research using a legislative approach, a case approach, a conceptual approach, and a comparative approach. Factual actions as part of the expansion of the authority of the Administrative Court are real actions taken or not taken by government officials in carrying out their duties, which are part of the authority of the Administrative Court, as reinforced by PERMA Number 2 of 2019. The results of the comparison of the differences in the application of the concept of factual actions lie in the ratio decidendi of the judges in determining the test instruments for Decision Number 68/G/TF/2022/PTUN.SMG and Decision Number 89/G/TF/2022/PTUN.KDI, which are influenced by the completeness of the rules. It is recommended that the Supreme Court strengthen the criteria guidelines and procedures. |