Artikelilmiahs

Menampilkan 4.641-4.660 dari 48.763 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
464114434C1J012013CASE STUDY OF TOBACCO’S FARMER DECISION IN DETERMINING
THE INCOME USE IN WONOTIRTO VILLAGE, BULU SUBDISTRICT, TEMANGGUNG REGENCY
This research is purpose to analyze the livelihood strategy of tobacco farmer and efficient level of tobacco business farm in Wonotirto Village Bulu Sub district Temanggung Regency. Method use this research are R/C ratio, chi square test, descriptive analysis and logit regression model. Sample used in this research are 96 respondent of rajangan tobacco in Wonotirto Village taken randomly through lottery. The result show that tobacco business farm is efficient business farm , there are correlation between efficiency level of tobacco business farm with choices of tobacco farmer in using livelihood strategy , and there are 3 kind of livelihood which is applied by farmer (diversification, livelihood diversity and migration). The result also show that variable age and skill has significant influence on the decision of tobacco farmer in using livelihood strategyThis research is purpose to analyze the livelihood strategy of tobacco farmer and efficient level of tobacco business farm in Wonotirto Village Bulu Sub district Temanggung Regency. Method use this research are R/C ratio, chi square test, descriptive analysis and logit regression model. Sample used in this research are 96 respondent of rajangan tobacco in Wonotirto Village taken randomly through lottery. The result show that tobacco business farm is efficient business farm , there are correlation between efficiency level of tobacco business farm with choices of tobacco farmer in using livelihood strategy , and there are 3 kind of livelihood which is applied by farmer (diversification, livelihood diversity and migration). The result also show that variable age and skill has significant influence on the decision of tobacco farmer in using livelihood strategy
464214436C1A010114ANALISIS PERMINTAAN KONSUMEN TERHADAP JASA ANGKUTAN KERETA API KAMANDAKA PURWOKERTO SEMARANGPenelitian ini berjudul “Analisis Permintaan Konsumen Terhadap Jasa Angkutan Kereta Api Kamandaka Purwokerto - Semarang”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Menganalisis seberapa besar hubungan pendapatan penumpang, tarif, kenyamanan,dan tarif substitusi terhadap permintaan jasa transportasi Kereta Api Kamandaka.. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan data primer dan dari rumus Slovin ditemukan 100 responden. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Tabulasi silang dengan menggunakan chi square.
Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil tabulasi silang dapat disimpulkan bahwa hubungan variabel tarif, kenyamanan, dan tarif substitusi berhubungan terhadap permintaan Kereta Api Kamandaka ,sedangkan variabel pendapatan penumpang tidak berhubungan terhadap permintaan Kereta Api Kamandaka. Dengan pendapatan penumpang menunjukkan nilai assymp. Sig. 0,554. Dengan hipotesis nilai signifikan > 0,05 tidak terdapat hubungan, maka dapat disimpulkan ada tidak ada hubungan atau assosiasi antara pendapatan penumpang terhadap permintaan kereta api kamandaka, sedangkan tarif menunjukkan nilai assymp. Sig. 0,015. Dengan hipotesis nilai signifikan < 0,05 terdapat hubungan, maka dapat disimpulkan ada hubungan atau assosiasi antara tarif terhadap permintaan Kereta Api Kamandaka, kemudian kenyamanan menunjukkan nilai assymp. Sig. 0,000. Dengan hipotesis nilai signifikan < 0,05 terdapat hubungan, maka dapat disimpulkan ada hubungan atau assosiasi antara kenyamanan terhadap permintaan Kereta Api Kamandaka, Dan tarif substitusi menunjukkan nilai assymp. Sig. 0,037. Dengan hipotesis nilai signifikan < 0,05 terdapat hubungan, maka dapat disimpulkan ada hubungan atau assosiasi antara tarif substitusi terhadap permintaan Kereta Api Kamandaka.
Implikasi Memberikan pelayanan sebaik-baiknya agar pengunjung merasa puas dan memperbanyak lagi promosi agar semakin terkenal dan dapat menarik pengunjung. Dan dapat menonjolkan Kereta Api Kamandaka berbeda dari Kereta Api atau jasa transportasi lainya sehingga walaupun jarak yang ditempuh jauh tetapi para wisatawan lebih mementingkan apa yang diperoleh jika melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api Kamandaka.

Kata kunci: Transportasi, Kereta Api Kamandaka, Permintaan, Tabulasi Silang.
Research is called “analysis consumer demand to railway services kamandaka purwokerto -- semarang” .The purpose of this research that is, to know analyze how large relations income passengers , tariff , comfort , and tariff of substitution to demand services train transportation kamandaka.The kind of research used is quantitative analysis by the use a method of surveying .This research using data primary and of the formula slovin found 100 respondents .Instrument the analysis used in this research was model tabulation cross by using chi square .
Based on the research done obtained the results of tabulation cross can be concluded that relationship variable tariff, comfort, and tariff of substitution related to demand train kamandaka, while variable income passengers not related to demand train kamandaka.With income passengers shows the assymp.Sig.0,554.With hypothesis value significant > 0.05 there was no correlation, so can be concluded there is no relation or associated between income passengers to demand train kamandaka, while tariff shows the assymp.Sig.0.015.With hypothesis value significant < 0.05 there are relations, so can be concluded there was a correlation or associated between tariff to demand train kamandaka, then comfort shows the assymp.Sig.0,000.With hypothesis value significant < 0.05 there are relations, so can be concluded there was a correlation or associated between comfort to demand train kamandaka, and tariff of substitution shows the assymp.Sig.0,037.With hypothesis value significant < 0.05 there are relations, so can be concluded there was a correlation or associated between tariff substitution to demand train kamandaka.
Implication providing services of judges to visitors feel satisfied and many more promotion to be more famous and can attract visitors.And can reflect train kamandaka different from the train or other transportation service that even though the distance traveled distant but tourists prioritize what obtained if travel by train kamandaka.
Keyword : transportation, train kamandaka, demand, tabulation cross.
464314438C1A009085ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN RUMAH DI CILACAP (Studi Kasus: Perumahan Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, dan Cipto Regency)Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah
di Perumahan Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, dan Cipto Regency
Cilacap. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah dengan menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Regresi Linier Berganda dengan satu variabel dependen yaitu Permintaan Rumah (Y) dan lima variabel independen yaitu Harga (X1), Pendapatan (X2), Tipe Rumah (X3), Fasilitas (X4), dan Lokasi (X5). Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa F hitungnya lebih besar dibandingkan dengan F tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa kelima variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan rumah di Perumahan Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, dan Cipto Regency Cilacap. Kemudian secara parsial variabel Harga (X1), Pendapatan (X2), Fasilitas (X4), dan Lokasi (X5) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan rumah, sedangkan variabel Tipe Rumah (X3) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan rumah di perumahan Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, dan Cipto Regency Cilacap. Dari kelima variabel independen tersebut variabel Harga (X1) merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan rumah di Perumahan Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, dan Cipto Regency Cilacap dengan t hitungnya sebesar 4,917.
This research analyzes the factors that influence the demand for housing in the
housing of Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, and Cipto Regency Cilacap.
The method used in the collection of primary data is by using the Proportionate
Stratified Random Sampling and analytical tool used in this research is to use
Multiple Linear Regression with one dependent variable is the Housing Demand
(Y) and five independent variables, Price (X1), Revenue (X2), Type House (X3),
Facilities (X4), and location (X5). Results of this research indicate that the F
counted is greater than the F table so that it can be concluded that the five
independent variables jointly significant effect on demand for housing in the in the housing of Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, and Cipto Regency Cilacap. Then partially variable Price (X1), Revenue (X2), Facilities (X4), and location (X5) has a positive and significant impact on housing demand, while the variable of type House (X3) has a negative and significant impact on the demand for housing in the housing of Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, and Cipto Regency Cilacap. Of the five independent variables Price variables (X1) is the variable that most affect the demand for housing in the housing of Bumi Sampang Baru, Griya Klepu Asri, and Cipto Regency Cilacap with a t counted to 4.917.
464414437C1A009031ANALISIS PERBANDINGAN KUNJUNGAN TAMAN REKREASI ANDHANG PANGRENAN DAN TAMAN BALE KEMAMBANG PURWOKERTO, KABUPATEN BANYUMAS.Tujuan penelitian ini adalah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kunjungan di Taman
Rekreasi Andhang Pangrenan dan Balai Kemambang dilihat dari variabel umur, tingkat pendidikan, jarak dan
biaya. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 100 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan
simple random sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis tabulasi silang. Berdasarkan hasil
penelitian, mayoritas responden berusia 17-25 tahun, berpendidikan SMA, datang dari jarak yang jauh, dan
mengeluarkan biaya < Rp. 20.000,-. Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa variabel yang mempunyai
hubungan terhadap seringnya pengunjung datang ke taman rekreasi Andhang Pangrenan dan taman Balai
Kemambang adalah variabel pendidikan, jarak, dan biaya. Sedangkan variabel umur tidak mempunyai pengaruh
terhadap seringnya pengunjung datang ke taman rekreasi Andhang Pangrenan dan taman Balai Kemambang.
Variabel jarak adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap seringnya pengunjung datang ke taman
rekreasi Andhang Pangrenan dan taman Balai Kemambang dengan nilai t hitung 3,603. Implikasi dari
kesimpulan di atas adalah bahwa pengunjung tertarik datang ketempat tersebut karena letaknya dekat di dalam
kota dan biaya yang dikeluarkan sangat terjangkau. Jadi diperlukan perawatan sarana dan prasana serta
mempertahankan harga tiket masuk yang murah sehingga pengunjung dapat sering berkunjung ke taman
rekreasi Andhang Pangrenan dan Balai Kemambang
The purpose of this study was to determine the relationship of the Andhang Pangrenan Recreation Park
and Balai Kemambang Park from age, education level, distance and cost. Respondents in this study was 100
person. The sampling method using sample of random sampling. The analytical used is cross tabulation
analysis. Results of the study, the majority of respondents 17-25 years old, high school educated, came from a
far distance, and spend <IDR. 20.000, -. Based on regression analysis found that variables have a relationship
to the frequency of visitors come to Andhang Pangrenan Recreation Park and Balai Kemambang Park is
educational variables, distance and cost. While the variable age has no effect on the frequency of visitors come
to Andhang Pangrenan Recreation Park and Balai Kemambang Park. Most influential variables is distance were
on frequent visitors come to Andhang Pangrenan Recreation Park and Balai Kemambang Park with t value
3.603. The implications is that visitors interested in coming to the place because of its proximity in the city and
very affordable costs. So the necessary treatment facilities and infrastructures as well as maintaining the price of
admission is cheap so that visitors can frequent visits to Andhang Pangrenan Recreation Park and Balai
Kemambang Park.
464514688E1A012072TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN JUAL BELI APLIKASI DI APP STOREManusia sebagai mahluk sosial tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Mereka lahir, hidup, berkembang dan meninggal dunia di dalam masyarakat. Mereka saling berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Seiring dengan bertambahnya jumlah populasi dan menyebarnya manusia di seluruh penjuru dunia, untuk mempermudah komunikasi maka digunakannya alat komunikasi. Jenis alat komunikasi yang digunakan sejalan dengan teknologi yang berkembang. Smartphone telah menjadi alat komunikasi masyarakat modern. Apple Inc. menjadi pionir perkembangan smartphone di dunia melalui produknya yaitu iPhone. Apple Inc. juga telah menciptakan App Store sebagai wadah untuk mendapatkan aplikasi yang dapat digunakan di iPhone yang seiring dengan perjalanan waktu aplikasi menjadi kebutuhan manusia untuk menunjang hidupnya. Transaksi di App Store merupakan suatu hal baru yang masih menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yang bertujuan untuk mengkontruksi perjanjian-perjanjian yang muncul dalam transaksi aplikasi di App Store dan mengkajinya dari sudut pandang keabsahan perjanjian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dalam transaksi penjualan dan pembelian aplikasi di App Store ada beberapa perjanjian yang sebagian merupakan perjanjian tidak bernama dan yang lainnya merupakan perjanjian bernama yang masing-masing memiliki akibat hukum. Hasil penelitian juga menunjukkan hal-hal apa saja yang menjadi syarat agar perjanjian-perjanjian yang dibuat tersebut dapat secara sah menurut hukum dan dapat melahirkan hak-hak dan kewajiban yang diakui oleh hukum pula.
Human as social creatures cannot be separated from their own society. They born, live, and develop even die within their own society, which make sure that they will communicate each other. As the population of human increase throughout the world, the need to have an easier form of communication is developing as well. Smartphone now become a communication tool for modern society. Apple Inc. with their iPhones becomes the pioneer of the development of smartphone throughout the world. Apple Inc. also creates App Store as a space for users to obtain applications that can be used within iPhone in which also develop to help humans fulfill their needs. Transactions in App Store is a new thing that quite problematic in its implementation.
This research use normative juridical research method which have goal to construct agreements that appear in the transaction of applications in App Store and reviews it from the validity perspective. The result shows that in the selling agreement in App Store exists some non-statutory agreements and others are statutory agreements that have their own legal consequences. The result also shows the requirements to make an agreement become legitimate and can resulted in legitimate obligations.
464614439H1F011067GEOLOGI DAN STUDI GENESA LAVA BASALT DAERAH KALIREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGGAYAM, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAHPulau jawa merupakan pulau yang dihasilkan dari aktivitas tektonik lempeng berupa tumbukan lempeng Hindia-Australia yang bergerak relatif ke utara dengan lempeng Eurasia (lempeng mikro sunda) yang relatif diam.Keberadaan jalur penunjaman memiliki karakteristik magmatisme dan vulkanisme yang yang berbeda dengan magmatisme di daerah samudera ataupun kontinen. Karakteristik yang khas tersebut akan tercermin pada geometri (morfologi) gunung api, karakteristik letusan, asosiasi batuan, dan karakteristik kimia batuan beku yang khas. Lokasi penelitian yang berada di daerah Kalirejo dipilih atas dasar studi dari peta geologi regional lembar Kebumen yang menjelaskan bahwa formasi Waturanda yang berumur Miosen awal tersusun atas batupasir kasar, makin ke atas berubah menjadi breksi dengan komponen andesit, basalt dan massa dasar batupasir tuf (Djuri, dkk, 1996). Keberadaan asosiasi batuan yang terdapat pada Formasi Kumbang berupa lava, basalt, breksi, dan batupasir tufan mengindikasikan adanya sistem vulkanik (G.api) berumur Miosen awal. Berdasarkan survey lapangan penulis membatasi penelitian ini menjadi genesa lava basalt yang berada di daerah penelitian. Metode yang dipilih untuk mengkaji studi genesa ini adalah dengan menggunakn XRD untuk mengetahui kandungan mineral lempung dan XRF untuk mengetahui kandungan unsur mayor dan unsur jejak pada batuan. Diagram yang digunakan diantaranya diagram bivariate. Berdasarkan kajian geokimia didapatkan hasil berupa afinitas magma pembentukan lava basalt didaerah penelitian berada pada tingkatan toleit mendekati kalkalkali pada setting tektonik cekungan belakan busur (BAB). Berdasarakan karaterirtik geokimia dan studi petrologi dari lava basalt daerah Kalirejo ini penulis menyimpulkan bahwa lava basalt yang ada didaerah penelitian merupakan fase awal pembentukan gunung api yang ada diutara, dan merupakan fase transisi perpindahan jalur busur gunung api pegunungan selatan menuju ke utara (jalur gunung api sekarang).Java Island is island arc that formed by convergency between hindia-australia plate that relative movement to the Northand Eurasian plate that no relative movment. Subduction zone have characteristic of magmatism and volcanism will be diference of oceanic magmatism or continental magmatism. The characteristic will be reflected to the geometry of volcanoes, type of eruption, rocks association, and characteristic geochemistry of igneous rocks. The location of research located Kalirejo to be selected because regional study of geological map of Kebumen that be define Waturanda Formation in Late Miocene it’s made up of sandstone, switched to breccia at the top with andesite and basalt component and tuffaceous sandstone (Djuri, dkk, 1996). Rocks association of Waturanda formation such as basalt lava, breccia, and tuffaceous lava give indication of volcanic system in Late Miocene. Based of field survey, the focus research will be study of genesis basalt lava. The method of study characteristic geochemistry used XRD for infdicate claystone component and XRF to be know of major element and trace element content. The diagram will be use of study is Bivariate diagram. Based of study geochemical characteristic, the magma affinity of lava basalt formation in study area it’s tholeitic to calcalkali (border tholeitic-calcalkali) in setting tectonic of back arc basin (BAB). Based of study geochemistry and petrology the writers conclused that basalt lava of Kalirejo district in study area is early phase of volcanoes building in northen area and it’s transitional phase of volcanic arc movement from volcanic arc in south to the north (recent volcanic arc).
464714440G1A012004FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU KEDATANGAN PASIEN STROKE DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Stroke merupakan penyebab kematian utama di Indonesia khususnya di Jawa Tengah. Kecepatan tindakan dalam penanganan stroke akan mempengaruhi prognosis. Namun, pasien stroke sering kali datang terlambat ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan waktu kedatangan pasien stroke di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data penelitian bersumber dari pengisian kuesioner, wawancara dengan keluarga pasien dan rekam medik pasien. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dan uji Fisher. Dari 61 responden berdasarkan waktu kedatangan didapatkan sebanyak 36,1% pasien stroke dengan onset < 3 jam dan sebanyak 63,9% pasien stroke dengan onset > 3 jam. Hubungan antara faktor sosiodemografi, faktor sosial ekonomi dan faktor sosial geografi (status tinggal dan transportasi) dengan waktu kedatangan menunjukan nilai p > 0,05, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor sosiodemografi, faktor sosial ekonomi dan faktor sosial geografi (status tinggal dan transportasi) dengan waktu kedatangan pasien stroke ke rumah sakit. Hubungan antara jarak dan faktor layanan kesehatan dengan waktu kedatangan menunjukan nilai p < 0,05, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan antara jarak dan faktor layanan kesehatan dengan waktu kedatangan pasien stroke ke rumah sakit. Stroke is currently the leading cause of death in Indonesia, especially in Central Java. Duration of stroke management would affect the prognosis. However, stroke patients are often late in coming to the hospital to get medication. This research’s objective was to determine factors associated with arrival time for stroke patients in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This research used observational analitical method with cross sectional design. The respondents were chosen by consecutive sampling technic. Research data were collected from questioners, interview with patient’s family and medical record. The data was analyzed with Chi-square test and Fisher test. From 61 respondents bases time of arrival are got 36,1% come with onset < 3 hour and 63,9% respondents comes after > 3 hour onsets. Association between sociodemographic factors, sosioeconomic factors, and sosiogeography factors (living with and transport) with arrival time showed p value > 0,05, therefore, sociodemographic factors, sosioeconomic factors, and sosiogeography factors (living with and transport) were not significantly associated with arrival time of stroke patients in the hospital. Association between distance and health care factors with arrival time showed p value < 0,05, therefore, distance and health care factors were a significant associated with arrival time of stroke patients in the hospital.

464814441H1D010036ZONASI TINGKAT KERENTANAN BANJIR DI KECAMATAN RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG DENGAN
MENGGUNAKAN METODE SPASIAL
Banjir di daerah Kecamatan Rancaekek adalah hal yang sering terjadi setiap musim hujan. Hal ini dikarenakan lokasinya yang terletak di dasar cekungan Bandung. Banjir yang terjadi tidak hanya dikarenakan oleh faktor geologis dan topografis, tetapi juga perubahan penggunaan lahan, khususnya di DAS Citarum yang terjadi seiring dengan berkembangnya kegiatan sosial ekonomi. Meski demikian penelitian di Kecamatan Rancaekek belum banyak dilakukan.
Penggunaan metode spasial dapat mempermudah dalam membuat peta zonasi kerentanan banjir. Metode ini melibatkan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Dalam pembuatan peta zonasi kerentanan banjir digunakan data berupa peta administrasi, peta sungai dan jalan Keamatan Rancaekek, data curah hujan tahun 2012 - 2014, data titik tinggi, dan data penggunaan lahan yang nantinya diolah kembali sebagai parameter pada penelitian ini. Parameter tersebut adalah kelas curah hujan rata-rata bulanan, kelas ketinggian, kelas kemiringan lahan, penggunaan lahan, dan buffer sungai. Selanjutnya dilakukan proses overlay hingga mendapatkan peta kerentanan di Kecamatan Rancaekek. Setiap parameter yang digunakan akan memiliki bobot masing-masing. Pemilihan parameter dan bobotnya didasarkan kepada penelitian terdahulu yang serupa. Kelas kerentanan pada penelitian ini dibagi menjadi empat kelas yaitu, tidak rentan, cukup rentan, rentan, dan sangat rentan.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, dengan curah hujan 2012, 2013, dan 2014, mayoritas daerah Kecamatan Rancaekek tergolong sebagai daerah yang rentan banjir. Dari hasil analisis lanjut, didapatkan bahwa curah hujan berbanding lurus dengan luasan daerah sangat rentan di Kecamatan Rancaekek. Dengan kisaran curah hujan rata-rata bulanan 315 mm, 50% wilayah Kecamatan Rancaekek akan menjadi wilayah sangat rentan terhadap banjir. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya mitigasi bencana banjir di Kecamatan Rancaekek.
Flooding in Rancaekek used to happen every rainy season. This caused by the location is located at the base of Bandung’s basin. Flooding that occurred is not only because of geological and topographical factor but also land-use change especially in the Citarum River Basin that was in line with the development of social and economic activities. However research in Rancaekek has never been done.
Spatial methods can facilitate the manufacture of flood vulnerability zoning map. This method involves the use of Geographic Information Systems (GIS) applications. Data that being used in this experiment such as administrative maps, Rancaekek’s river and road map, rainfall data of 2012 - 2014, the elevation point data, and land use data will be reprocessed as a parameter in this study. These parameters are monthly average rainfall grade, elevation grade, slope grade, land use, and stream buffering. Overlay process is then performed to obtain flood vulnerability zoning map in Rancaekek. Each parameter that is used will have their weights. The parameters and the weights are picked based on previous similar studies. Class of vulnerabilities in this study were divided into four classes, not vulnerable, quite vulnerable, vulnerable, and very vulnerable.
Based on the analysis, with rainfall in 2012, 2013 and 2014, the majority of the Rancaekek areas is classified as vulnerable areas. From the results of further analysis, it was found that the rainfall goes along with the extent of the very vulnerable area in Rancaekek Regency. With a range of monthly average rainfall of 315 mm, 50% of the Rancaekek Regency would be very vulnerable region with flooding. The results of this research may be considered in mitigation of flooding in the District Rancaekek.
464914442G1A012023PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 TAHUN DI PURWOKERTOTerdapat lebih dari 10% anak Indonesia lahir dengan berat lahir rendah. Bayi berat lahir rendah dapat mengalami berbagai macam masalah kesehatan, diantaranya kecacatan, peningkatan risiko penyakit infeksi dan penyakit kronik di masa depan, serta gangguan pertumbuhan. Hal ini akan menyebabkan gizi buruk pada anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini ialah memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif pada bayi berat lahir rendah terhadap status gizi anak usia 6-12 tahun di Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden yang diteliti dibagi menjadi kelompok kasus (26 responden) dan kelompok kontrol (27 responden). Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data penelitian bersumber dari pengisian kuesioner dan pengukuran berat badan serta tinggi badan secara langsung. Pada penelitian ini didapatkan rerata status gizi anak usia 6-12 tahun dengan riwayat BBLR pada kedua kelompok adalah normal. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,917, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian ASI eksklusif pada bayi berat lahir rendah terhadap status gizi anak usia 6-12 tahun di Purwokerto.More than 10% of Indonesian children was born in low-birthweight. Low-birthweight babies have a lot of health problems such as disability, the increase of risk in infection and chronic diseases, and growth restriction. It leads to children malnutrition, and one thing that we can do to fix this condition is by giving an exclusive breasfeed to baby for 6 months. This research’s objective was to determine the influence of exclusive breastfeeding in low-birthweight baby on nutritional status of children age 6-12 in Purwokerto. The method used in this research is analitic observational study with cross sectional design. The respondents were devided into 2 groups, case (26 respondents) and control (27 respondents) groups. The respondents were chosen by consecutive sampling method. Research data were collected from questioners and direct measurement of weight and height. The result showed that most of nutritional status in both case group and control group was normal. The result of Mann-Whitney test was p=0.917. Therefore, there was no significant influence of exclusive breastfeeding in low-birthweight baby on children’s nutritional status age 6-12 in Purwokerto.
465014443H1D010024PENGARUH JENIS ANGKUR TERHADAP GAYA PRATEGANG PADA BALOK BETON BERTULANGAN LIMBAH BANKebutuhan produksi ban di dunia selalu meningkat dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, namun dalam hal pemusnahannya limbah ban ini sulit dilakukan dikarenakan membutuhkan temperatur yang tinggi. Ban bekas memiliki sifat kelenturan yang tinggi, sehingga secara teori layak untuk menggantikan tulangan baja pada beton. pada penelitian sebelumnya angkur penahan tulangan ban bekas masih relatif mahal, sehingga diperlukan inovasi angkur yang yang lebih murah.
Ban bekas yang digunakan sebagai pengganti tulangan baja diberi gaya prategang sebesar 40% dan ditahan dengan variasi angkur untuk mengetahui pengaruh jenis angkur terhadap gaya prategang dari balok beton pada tulangan dengan tulangan berupa ban bekas. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pemberian gaya prategang adalah sistem pra-tarik (pre-tension system). Dimensi penampang ban karet adalah 10 mm x10 mm berjumlah 10 buah. Benda uji yang dibuat berjumlah 4 buah dengan dimensi 1000 mm x 150 mm x 150 mm, yaitu balok beton tanpa tulangan sebagai balok kontrol (BK), bertulangan ban bekas dengan angkur penahan tulangan klem sling (BU1), balok beton bertulangan ban bekas dengan angkur penahan tulangan kayu (BU3), dan balok beton bertulangan ban bekas dengan angkur penahan tulangan baut (BU4).
Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas beban lentur hasil pengujian penelitian ini balok beton tulangan ban bekas yang diberi gaya prategang sebesar 40% dan di tahan dengan variasi angkur yang berbeda memiliki nilai kapasitas lentur yang lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas lentur pada balok beton tanpa tulangan ban bekas. Kapasitas lentur benda uji dengan jenis angkur yang dipasang di dalam balok beton lebih tinggi dibandingkan dengan jenis angkur yang dipasang di luar balok beton. Hal ini terlihat pada benda uji dengan jenis angkur kayu (BU3) dan benda uji dengan jenis angkur baut (BU4) memiliki kapasitas lentur sebesar 16,2 kN dan 20,8 kN, sedangkan kapasitas lentur pada benda uji dengan angkur klem sling (BU1) sebesar 15,1 kN.
Tire productions need in the world is increasing as the number of motor vehicles also increasing, but its disposal is difficult to do because the tires require high temperatures. Waste tires have high elasticity, so it is theoretically feasible to replace steel reinforcement in concrete. In previous studies, waste tires reinforcement anchors are still relatively expensive, so that the cheaper anchors innovation is necessary.
Waste tires that are waste as a steel reinforcement substitute get 40% prestressed force and held with a variety of anchors to study the effect of the anchor against the pre-stressing force in the reinforcement of concrete beams with waste tire reinforcement. In this study, the method waste in the prestressed force provision is pre-tensioned system. Dimensional cross-section of the tire rubber is 10 mm x10 mm with total 10 pieces. Specimens were made 4 pieces in total with dimensions of 1000 mm x 150 mm x 150 mm there is concrete beams without reinforcement as a control beam (BK), waste tires reinforced concrete beam with clamp sling anchor (BU1), waste tires reinforced concrete beam with wood anchor (BU3), and waste tires reinforced concrete beam with bolt anchor (BU4).
The results showed that the capacity of a flexural load test results of this study is a concrete beam with waste tires reinforcement that given 40% prestressing force and hold by the variaty of anchors has flexural capacity values higher than the bending capacity in concrete beams without waste tires reinforcement. Flexural capacity of the sample with anchors installed in concrete beams is higher than other sample which the anchors are installed outside the concrete beams. This can be seen in the wood anchor type (BU3) and the anchor bolts type (BU4) bending capacity are 16.2 kN and 20.8 kN, while the flexural capacity of clamps anchor sling type (BU1) is 15.1 kN.
465114444H1F010041GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BATULEMPUNG BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA SEBAGAI BAHAN CAMPURAN SEMEN PORTLAND DAERAH HAMBALANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN CITEUREUP, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARATLokasi daerah penelitian secara geografis terletak pada 6o 30’16” LS - 6o 32’57” LS dan 106o 52’01” BT – 106o 54’37” BT dan secara administratif berada di daerah Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemetaan geologi merupakan salah satu hal yang penting sebagai bagian dari kajian lapangan untuk memperoleh data geologi. Pada studi tertentu kegiatan pemetaan geologi ini dapat berguna untuk menentukan suatu potensi-potensi yang ada di suatu daerah penelitian, misalnya digunakan untuk pencarian bahan galian industri. Batulempung merupakan salah satu bahan galian industri sebagai bahan campuran semen. Metode penelitian ini dibagi menjadi metode lapangan dan metode analisis laboratorium. Metode lapangan meliputi survei pemetaan geologi dan pengambilan sampel. Metode analisis laboratorium meliputi analisis petrogafi, mikrofosil dan XRF.
Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari satuan geomorfologi yaitu Satuan Punggungan Zona Sesar Hambalang, Satuan Bukit Intrusi Hambalang, dan Satuan Dataran Aluvial Tajur. Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh empat satuan batuan tak resmi. Pada kala Miosen Tengah (N13) diendapkan satuan batupasir pada lingkungan neritik tengah, kemudian pada N13-N14 satuan batulempung dengan lingkungan pengendapan neritik tengah. Deformasi Plio-Pleistosen diperkirakan terjadi di daerah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya struktur berupa Sesar Naik Menganan Pasirgadung dan Sesar Mendatar Kanan Turun Cijere. Pada Kala Pleistosen, satuan intrusi andesit terbentuk dan kemudian pada kala Resen terendapkan satuan endapan aluvial. Kualitas batulempung berdasarkan nilai indeks alumina pada daerah studi khusus adalah sandy clay dan sand. Parameter yang mempengaruhi kualitas batulempung yaitu kekompakan, struktur menyerpih dan pelapukan kimia.
The location of research as geographical at 6o 30’16” LS - 6o 32’57” LS and 106o 52’01” BT – 106o 54’37” BT and as administration is in Hambalang area, Citeureup district, Bogor regency,West Java province. Geological mapping is one of important things as a field study for collecting the geological condition. Geological mapping is usefull for determining the potential of research area, for the example it’s uses for searching an industrial raw material. Claystone is one of industrial raw material as mixing material for cement. The research method devided in to field research method and laboratory analysis method. The field research method including geological mapping survey and rocks sampling. The laboratory research method including petrographic analysis, microfossil, and XRF.
Geomorphology of the study area consists of geomorphological units namely Fault Zone Ridge Unit of Hambalang, Intrusion Hill Unit of Hambalang, and Alluvial Plain Unit of Tajur. Stratigraphy of the study area are composed by four unofficial lithologies. At Kala Middle Miocene (N13) was deposited sandstone unit on the middle neritic environment, then the N13-N14 was deposited claysstone unit on middle neritic. At Kala Plio-Pleistocene deformation estimated to occur in the research area which resulted Right Reverse Slip Fault of Pasirgadung and Lag Right Slip Fault of Cijere. At Kala Pleistocene, andecite intrusion unit was formed and in the later of Recent stage deposited alluvial sediment unit. Claystone quality according to alumina index value at research area is sandy clay and sand. The influence factors of claystone quality are based on alumina index such as compactness, flake structure and chemical weathering.
465214446H1D010069PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN ANTARA BALOK BETON PRACETAK SEGMENTAL TERHADAP KAPASITAS LENTUR BETON PRATEGANG BERTULANGAN LIMBAH BANKebutuhan produksi ban di dunia selalu meningkat dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, namun dalam hal pemusnahannya limbah ban ini sulit dilakukan dikarenakan membutuhkan temperatur yang tinggi. Ban bekas memiliki sifat kelenturan yang tinggi, sehingga secara teori layak untuk menggantikan tulangan baja pada beton. Pada penelitian sebelumnya mempunyai kelemahan yaitu tidak adanya sambungan beton, sehingga diperlukan sambungan antar segmental.
Ban bekas yang digunakan sebagai pengganti tulangan diberi gaya prategang sebesar 40% dan ditahan dengan variasi panjang sambungan segmental. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pemberian gaya prategang adalah sistem pra-tarik (pre-tension system). Dimensi penampang ban karet adalah 10 mm x10 mm berjumlah 10 buah. Benda uji yang dibuat berjumlah 6 buah dengan dimensi 1000 mm x 150 mm x 150 mm, yaitu balok beton tanpa tulangan sebagai balok kontrol (BK), balok bertulang utuh dengan klem pipa (BU), balok segmental dengan panjang sambungan 100 mm (BS1), balok segmental dengan panjang sambungan 150 mm (BS2), balok segmental dengan panjang sambungan 200 mm (BS3), balok segmental dengan panjang sambungan 250 mm (BS4).
Dari hasil perbandingan kapasitas regangan lentur semua benda uji balok beton antar segmental ini menunjukan bahwa semakin panjang sambungan semakin besar kapasitas regangan dan kapasitas tegangan lentur yang terjadi. Pada pengujian ini BS3 dianggap paling berhasil karena mengalami keruntuhan di luar sambungan dengan nilai tegangan maksimum 0,325 MPa. Sedangkan BS1, BS2, dan BS4 mengalami keruntuhan di daerah sambungan dengan nilai tegangan maksimum 0,2 MPa, 0,295 MPa, 0,275 MPa. Hal ini disebabkan adanya kegagalan sambungan pada BS1, BS2, dan BS4.
Tire productions needs in the world are increasing as number of motor vehicles also increasing, but its disposal is difficult to do because the tires requires high temperatures. Used tires have high elastic properties, so it is theoretically feasible to replace steel reinforcement in concrete. In previous studies, used tires reinforcement anchors weakness is no concrete connection, so that segmental connection is needed.
Used tires that are used as a steel reinforcement substitute get 40% pre-stressing force and held with variety of segmental connection length. In this study, the method used in the pre-stressing force provision is pre-tension system. Dimensional cross-section of the tire rubber is 10 mm x10 mm with total 10 pieces. Specimens were made 6 pieces in total with dimensions of 1000 mm x 150 mm x 150 mm. There are concrete beam without reinforcement as the control beam (BK), reinforced beams with pipe clamps (BU), segmental beams with 100 mm length of connection (BS1), segmental beams with 150 mm length of connection (BS2), segmental beams with 200 mm length of connection (BS3), segmental beams with 250 mm length of connection (BS4).
From the comparison of elastic strain capacity from all sample showed that that the longer the connection is the greater strain capacity and bending capacity that occurs. From this test, BS3 is considered as the most successful because collapsed outside the connection with maximum bending capacity of 0.325 Mpa. While the BS1, BS2, and BS4 collapsed in the connection area with the maximum bending capacity of 0.2 MPa, 0.295 MPa, 0.275 MPa. This is due to the connection failure on BS1, BS2, and BS4.
465314447G1A012143PERBEDAAN KADAR TROMBOSIT PADA ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN HASIL TES SEROLOGI IgG DAN IgM DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJODBD merupakan salah satu penyakit menular yang diprioritaskan dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. Insidensi penyakit DBD di Kabupaten Banyumas tahun 2013 adalah 543 kasus dengan incidency rate 32,14 dan case fatality rate 0,74%. Tes IgM dan IgG selain digunakan untuk penegakkan diagnosis, juga dapat membedakan antara infeksi primer dan sekunder sehingga dapat memantau penyebaran epidemi dan mengidentifikasi risiko keparahan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar trombosit pada anak dengan demam berdarah dengue berdasarkan hasil tes serologi IgM dan IgG di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampling adalah total sampling. Penelitian ini menggunakan data rekam medik pasien anak DBD di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Analisis data menggunakan uji one way anova dan repeated anova. Jumlah sampel penelitian sebesar 54 orang yang terdiri dari 15 orang dengan IgG(-)/IgM(+), 16 orang dengan IgG(+)/IgM(-) dan 23 orang IgG(+)/IgM(+). Perbedaan kadar trombosit antara ketiga kelompok pada hari ke-4 (p=0,509) dan ke-5 (p=0,198) tidak signifikan. Perbedaan kadar trombosit ketiga kelompok pada hari ke-6 (p=0,010) dan ke-6 (p=0,034) signifikan. Perbedaan pengukuran rerata kadar trombosit yang berbeda antara hari ke-4 sampai ke-7 pada ketiga kelompok signifikan, yaitu IgG(-)/IgM(+) (p<0,001), IgG(+)/IgM(-) (p<0,001) dan IgG(+)/IgM(+) (p<0,001). Dapat disimpulkan kadar trombosit antara kelompok ketiga kelompok pada hari ke-4 dan ke-5 tidak terdapat perbedaan sedangkan pada hari ke-6 dan ke-7 terdapat perbedaan. Terdapat minimal dua pengukuran rerata kadar trombosit yang berbeda antara hari ke-4 sampai ke-7 pada ketiga kelompok.Dengue Haemorrhagic fever is one of the infectious diseases that is prioritized in the Strategic Plan of the Ministry of Health on 2015-2019. The incidence of dengue disease in Banyumas in 2013 were 543 cases. Its incidency rate was 32.14 and its case fatality rate was 0.74%. IgM and IgG tests are not only used for diagnosis but it can also differentiate between primary and secondary infection so that it can monitor the spread of the epidemic and identify the risk for severe disease. The aim of the study was to determine the differences of platelet levels in children with dengue fever based on the results of serological tests IgM and IgG in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The study design used was analytic observational with cross-sectional approach. Sampling technique used was total sampling. This study used medical records of pediatric patients of DHF in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo. One-way anova and repeated anova were used for the analysis. The research samples were 54 people consisting of 15 people with IgG(-)/IgM(+), 16 people with IgG(+)/IgM(-) and 23 IgG(+)/IgM(+). Differences of platelet levels between the three groups on the 4th day (p=0.509) and 5th day (p=0.198) were not significant. Differences of platelet levels between the three groups on day 6th day (p=0.010) and 7th day (p=0.034) were significant. Differences of platelet levels between 4th day to 7th day on three gropus, which is IgG(-)/IgM(+) (p<0.001), IgG(+)/IgM(-) (p<0.001) and IgG(+)/IgM(+) (p<0.001) were significant. It was concluded that there are no difference of platelet levels between the three groups on the 4th day and 5th day while there are difference in the 6th day and 7th day. There are at least two differences measurements of mean platelet levels between days 4 to 7 in all the three groups.
465414449D1E010193KADAR GARAM DAN TINGKAT KEMASIRAN TELUR ASIN MENGGUNAKAN MEDIA PENGASIN BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pengasin berbeda terhadap kadar garam dan tingkat kemasiran telur asin. Materi penelitian yang digunakan adalah 78 butir telur itik umur 1 hari, garam 1170 g, serbuk kayu gergajian 4680 g, pasir 4680 g, serbuk batu bata merah 4680 g dan air secukupnya. Telur asin dibungkus dengan adonan pengasin dan diperam selama 12 hari. Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan: (P1) serbuk kayu gergajian, (P2) pasir, (P3) serbuk batu bata merah, dengan 6 ulangan. Metode penelitian menggunakan eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap untuk kadar garam dan Rancangan Acak Kelompok untuk tingkat kemasiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pengasin berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar garam dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat kemasiran telur asin. Media pengasin serbuk kayu gergajian memiliki kadar garam paling rendah dibanding media pengasin lainnya, penggunaan media pengasin serbuk batu bata merah kadar garam telur asin lebih tinggi daripada media pengasin pasir. Telur asin dengan media pengasin serbuk kayu gergajian memiliki tingkat kemasiran paling rendah dibandingkan dengan media pengasin lainnya, telur asin dengan media pengasin pasir mempunyai tingkat kemasiran yang sama dengan media pengasin serbuk batu bata merah. Media pengasin serbuk kayu gergajian paling rendah kadar garam dan tingkat kemasirannya.The research aimed to determine the effects of different salting mediums on salt content and granular level of salted eggs. The research materials were 78 duck eggs aged one day after being laid, 1170 gram of salt, 4680 gram of sawdust, 4680 gram of sand, 4680 gram of red brick powder and enough amount of water. The eggs had been wrapped in salting medium and stored for 12 days. There were three treatments in this research: (P1) sawdust, (P2) sand, (P3) red brick powder, with 6 replications. To measure the salt content, this experimental research used a completely randomized design, while for the granular level it used a randomized block design. The results of the research showed that there were significant effects of using different salting mediums (P<0.05) on the salt content and highly significant effects (P<0.01) on the granular quality of the eggs. Compared to the other salting mediums, the sawdust medium yielded the lowest salt content, while the red brick powder yielded the highest one. In terms of the granular quality, the sawdust medium yielded the lowest one, while the sand and the red brick powder mediums had the similar ability. Sawdust salting medium, therefore, produced the lowest salt content and granular level.
465514450G1A012042Uji Cemaran Bakteri Staphylococcus aureus pada Susu di Kedai-Kedai Susu Sekitar Kampus Universitas Jenderal Soedirman PurwokertoSusunan zat gizi yang sempurna dari susu merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroba, sehingga susu sangat peka terhadap kontaminasi mikroba. Higienitas manusia memegang peranan penting karena terdapat berbagai flora di dalam tubuh manusia. Salah satu flora normal pada manusia yang juga menjadi salah satu bakteri patogen yang sering terdapat dalam susu adalah Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran bakteri S. aureus pada susu di kedai-kedai susu kawasan kampus UNSOED Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian didapatkan dengan teknik total sampling sebanyak 11 kedai yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji cemaran S. aureus dilakukan isolasi menggunakan MSA-Darah dan identifikasi. Perhitungan koloni menggunakan colony counter dengan teknik TPC (Total Plate Count). Analisis menggunakan analisis univariat distributive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu yang dijual di semua kedai susu tercemar S. aureus dengan jumlah rerata paling tinggi yaitu kedai E (45,75 x 105 cfu/ml) dan terendah yaitu kedai G (1,93 x 105 cfu/ml). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu susu yang dijual di kedai-kedai susu sekitar kampus Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto tercemar bakteri S. aureus.The perfect composition of nutrients in milk is a favorable media for bacteria’s growth, therefore milk is very susceptible for contamination of bacteria. Most important role is human’s hygiene, because there are plentiful floras in human body. One of normal flora in human as well the most frequently pathogen bacteria in milk is Staphylococcus aureus. This research aimed to find out the level of S. aureus’ contaminations in milk at milk sores around UNSOED campus Purwokerto. This research was a cross sectional descriptive research. The sampling technique used was total sampling method of 11 milk stores that qualified of inclusions and exclusions criteria. The contamination test of S. aureus used were isolation with Blood-MSA and identifications. Colony was counted by colony counter with TPC (Total Plate Count) technique. Distributive univariat analysis was used in this research. The result was milk from all of milk stores were contamined by S. aureus with the most total amount of average found in store E (45,75 x 105 cfu/ml) and the least one was found in store G (1,93 x 105 cfu/ml). This research concluded that milk at milk stores around Jenderal Soedirman University Purwokerto were contamined by S. aureus.
465614452D1E012078Sifat Fisik Daging Sapi Restrukturisasi dengan Lesitin Kedelai sebagai Bahan PengkatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui level pemberian lesitin kedelai yang tepat terhadap pH, susut masak, dan daya ikat air pada daging sapi restrukturisasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan perbedaan level bahan pengikat masing-masing sebesar 0%; 0,5%; 1% dan 1,5% dengan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh ditabulasikan kemudian dianalisa dengan analisis variansi untuk mengetahui pengaruh level lesitin yang berbeda.Uji lanjut yang digunakan adalah uji Duncan. Peubah yang diamati yakni pH, susut masak (%) dan daya ikat air (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memiliki pengaruh tidak nyata pada pH daging restrukturisasi dengan rentang nilai antara 5,58-5,68, sedangkan pada susut masak dan daya ikat air memberikan perbedaan yang nyata (p<0,05) dengan nilai berkisar antara 24,40% - 35,84% dan 38,27% - 49,25%. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa lesitin kedelai dengan level 1,5% memperoleh hasil daging restrukturisasi terbaik dengan indikator nilai susut masak terendah yaitu 24,40% dan nilai daya ikat air yang tertinggi yaitu 49,25%.This research aimed to determine the proper level of soy lecithin as the binder on pH, cooking losses and water holding capacity ofrestructurized meat. The research used a completely randomized design with different levelsof treatment of each binder which were 0%; 0.5%; 1% and 1.5% with 5 repetitions. Data obtained would be tabulated and then analized by using a variance analysis to determine the different levels of lecithin effects. The further test was Duncan test. The variables were pH, cooking losses (%), and water holding capacity (%). The results of the research showed that the treatments had no real effects on the pH of restructuredmeat whose valuesranged between5,58 to 5,68, while the cooking losses and water holding capacity were affected significantly (p <0.05) with the valuesranged, respectively, from 24,40% - 35,84% and 38,268% - 49,252%. This research concludes that the addition of 1.5% soy lecithin gavethe best result to the restructurized meat which was indicated by the lowest value of cooking losses which was 24,40% and the highest value of water holding capacity which was 49,252%.
465714453H1L011031Rancang Bangun Sistem Tutor Cerdas Berbasis Mobile Web Mata Pelajaran Fisika Kelas X Dengan Algoritma Dempster-ShaferDalam dunia pendidikan, kemajuan teknologi memberi alternatif dalam menyediakan materi pembelajaran secara digital melalui metode pembelajaran berbasis komputer. Salah satu implementasi dari metode ini adalah sistem tutor cerdas yang berusaha menjadi “guru” yang membimbing proses belajar penggunanya secara individu. Kemampuan sistem tutor cerdas ini dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa dalam mempelajari mata pelajaran yang sering dianggap sulit. Contohnya adalah mata pelajaran Fisika. Untuk siswa SMA kelas X, mata pelajaran Fisika tergolong mata pelajaran baru, sebab pada tingkat SMP, Fisika diajarkan secara terpadu dalam mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Berbeda dengan di tingkat SMA, dimana Fisika diajarkan secara mendalam dengan materi yang cukup banyak. Untuk membantu siswa dalam memahami Fisika dengan lebih spesifik sesuai kebutuhan setiap individu, maka dibangun Sistem Tutor Cerdas Fisika Kelas X yang berbasis mobile web. Sistem Tutor Cerdas Fisika Kelas X ini dilengkapi dengan metode Dempster-Shafer yang mengkombinasikan jawaban siswa dalam latihan soal untuk mengkalkulasi kemungkinan materi-materi yang belum dimengerti oleh siswa secara individu, dan dapat diakses menggunakan perangkat mobile sehingga dapat diakses dengan lebih mudah oleh siswa. Perancangan sistem ini menggunakan teknik prosedural dengan menyusun Data Flow Diagram, Conceptual Data Model, dan Physical Data Model, sedangkan untuk implementasinya digunakan bahasa pemrograman berbasis web, seperti PHP, HTML, CSS, dan Javascript. Manajemen basis data yang digunakan adalah MySql. Dengan dibangunnya Sistem Tutor Cerdas Fisika Kelas X, maka siswa dapat terbantu dalam mempelajari materi Fisika sesuai dengan kebutuhannya.In education world, advances of technology give an alternative way to provide learning materials digitally, through computer based learning method. One of the implementation of this method is intelligent tutoring system, which tries to be a “teacher” that guides the learning process of its user individually. This ability of intelligent tutoring system can be used for helping students to learn the difficult subjects. For example, is Physics subject. For many students int the first grade of high school, Physics subject was considered as a difficult subject, baceuse it’s new, as in junior high school, Physics subject was taught integrally in Science subject, but in high school, Physics subject had been taught in depth with quite a lot of material. In order to help student of comprehending Physics specifically according to the individual needs, then it was built a mobile web based of Intelligent Tutoring System for Physics Grade X. The Intelligent Tutoring System for Physics Grade X has equipped by Dempster-Shafer method which combines the answers from the students in an exercise to calculate the possibilities of the materials that less comprehended by students individually, and can be accessed easier through their mobile devices. The design of this system is using procedural technique by composing Data Flow Diagram, Conceptual Data Model, and Physical Data Model, meanwhile for the implementation, it is used the web based programming language, such as PHP, HTML, and Javascript. The database management system used by this system is MySql. By the built of the Intelligent Tutoring System for Physics Grade X, the students can be helped to comprehend Physics materials according to their needs.
465814415D1E010177KONTRIBUSI USAHA TERNAK DOMBA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETERNAK DI KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian berjudul “Kontribusi Usaha Ternak Domba Terhadap Pendapatan Keluarga Peternak di Kabupaten Banjarnegara”, dilaksanakan tanggal 10 Agustus 2015 – 14 September 2015. Penelitian ini bertujuan: 1). Mengetahui kontribusi pendapatan usaha ternak domba terhadap pendapatan keluarga peternak; 2). Menganalisis pengaruh jumlah ternak, jumlah hijauan, pendidikan dan lama beternak terhadap kontribusi pendapatan usaha ternak domba di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survey, sampel wilayah diambil menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan tinggi tempat menjadi dasar penyusunan strata. Masing masing strata dipilih 20 persen wilayah kecamatan secara random, sehingga terpilih 9 kecamatan. Sampel responden diambil dengan menggunakan metode Quota Sampling dengan jumlah antara 18 - 20 peternak dari masing-masing kecamatan terpilih sehingga jumlah responden 170 peternak. Kontribusi pendapatan usaha ternak domba terhadap penpadatan keluarga dianalisis, dengan membadingkan pendapatan usaha ternak domba dengan pendapatan keluarga dikalikan seratus persen. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor pengaruh jumlah ternak, jumlah hijauan, pendidikan dan lama beternak terhadap kontribusi pendapatan usaha ternak domba dianalisis dengan model regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ternak domba di Kabupaten Banjarnegara memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga sebesar 5,96 persen yaitu sebesar Rp. 1.874.168/tahun dan kontribusi pendapatan usaha ternak domba dipengaruhi oleh jumlah ternak dan jumlah pakan hijauan. Kesimpulan : 1). Usaha ternak domba di Kabupaten Banjarnegara memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga relatif kecil, hal ini disebabkan oleh skala usaha yang relatif kecil 6,30 STK; (Satuan Ternak Kecil) 2). Kontribusi pendapatan usaha ternak domba dapat ditingkatkan dengan menambah skala usaha dan mengefisienkan biaya pengadaan hijauan.This research, entitled Sheep Livestock Business Contributions to Family Income of Breeders in Banjarnegara District, had been conducted from August 10th to September 14th, 2015 aiming to determine the business contributions to their family income and to analyze the of the number of livestock, the number of forage feed, breeders’ academic backrgound, and experience in raising their sheep to the family income of sheep breeders in the district. This experimental research was conducted by using a survey method and a stratified random sampling method to select the sample areas where the rank of the place formed the basis of strata. Each stratum was randomly selected 20 percent of the sub-districts, which means there were 9 selected sub-districts. The respondents were selected by using a quota sampling which resulted in 18 to 20 selected farmers from each 9 sub-districts so that the total of respondents were 170 breeders. The contribution of the sheep livestock business to the family income was analyzed by comparing the operating revenues of sheep with the family income, and then was multiplied with one hundred percent. To determine the influence of the number of livestock, the amount of forage, academic background and raising experience to the revenue was by using multiple regression models. The analysis shows that the sheep breeding business in the district contributes 5.96 percent to the family income, or 1,874,168 IDR/ year, in which the number of livestock and the amount of forage feed are the most influential factors. This research concludes that 1) the contribution of sheep breeding business in Banjarnegara district to the family income is relatively small. This is due to the relatively small scale of business which is 6.30 small livestock units, and that 2) the contribution can be improved by increasing the scale of business and by making the foraging cost more efficient.
465914545A1L012064KAJIAN BENTUK DAN SAAT APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
BAWANG MERAH
Penelitian bertujuan untuk: 1) menentukan bentuk pupuk hayati mikoriza yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2) menentukan saat aplikasi pupuk hayati mikoriza yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 3) menentukan bentuk pupuk hayati mikoriza dengan saat aplikasi yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai Oktober 2015 sampai dengan Januari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yang terdiri atas bentuk pupuk hayati mikoriza (bentuk butiran, bentuk kapsul, bentuk tablet ultisol) dan saat aplikasinya (bersamaan dengan saat tanam, 5 hari setelah tanam, 10 hari setelah tanam), sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan masing-masing diulang 3 kali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, bobot umbi segar dan kering per rumpun, serta volume umbi. Data dianalisis dengan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan analisis regresi. Saat aplikasi pupuk hayati mikoriza bentuk butiran pada 4,6 sampai 5,4 hari setelah tanam menunjukkan pertumbuhan jumlah daun per tanaman sebesar 32,38 helai dan jumlah anakan per tanaman sebesar 5,67 anakan, serta hasil bobot umbi kering per rumpun per tanaman sebesar 17,04 gram (4,26 ton per ha) yang paling baik dibandingkan bentuk kapsul yaitu jumlah daun per tanaman sebesar 20,66 helai, jumlah anakan per tanaman sebesar 5 anakan, dan bobot umbi kering per rumpun per tanaman sebesar 13,23 gram (3,30 ton per ha). Aplikasi pupuk hayati mikoriza bentuk tablet ultisol lebih dari 10 hari setelah tanam menunjukkan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang masih dapat meningkat.This research aimed to: 1) determine the forms of micorrhizal biofertilizer to increase the growth and yield of onion, 2) determine the application of appropriate micorrhizal biofertilizer to increase the growth and yield of onion, 3) determine the forms of micorrhizal biofertilizer with the current appropriate application on the growth and yield of onion. The research was conducted at Screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from October, 2015 to January, 2016. This research used a randomized block design with 2 factors consisting of the forms of miccorhizal biofertilizer (granules, capsules, tablets utisol) and in the application (along with the time of planting, 5 days after planting, 10 days after planting). Thus, there were 9 combinations of treatment with three repetition . The observed variables were plant height, number of leaves, number of tillers, number of tubers per hill, fresh and dry weight of tubers per hill and the volume of tubers. Data were analyzed with F test. If there were variations, then it was followed by regression analysis. The application of mycorrhizal biofertilizer in the form of granules at 4.6 to 5.4 days after planting indicated the growth in the number of leaves per plant of 32.38 strands and the number of tillers per plant of 5.67 tillers, as well as the yield of dry weight of tubers per hill per plant of 17.04 gram (4.26 ton per ha) that was better than the form of capsules in which the number of leaves per plant was 20.66 strands, the number of tillers per plant was 5 tillers and dry weight of tubers per hill per plant was 13.23 gram (3.30 ton per ha). The application of mycorrhizal biofertilizer in the form of ultisol tablets of more than 10 days after planting indicated the growth and yield of onion which still can be increased.
466014746H1F011009KARAKTERISTIK GEOLOGI TEKNIK BAWAH PERMUKAAN DAN ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL DENGAN METODE DILATOMETER, UNTUK DAERAH CEKUNGAN BANDUNG BAGIAN TIMUR, KABUPATEN BANDUNGWilayah Cekungan Bandung bagian timur di Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang cukup pesat. Untuk perencanaan pembangunan diperlukan kajian geologi teknik untuk mendapatkan informasi tentang kekuatan lapisan tanah dan daya dukung tanah.Wilayah Cekungan Bandung bagian timur di Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang cukup pesat. Penyelidikan geologi teknik bawah permukaan guna mengetahui stratifikasi dan daya dukung tanah dilakukan dengan pengujian Dilatometer (DMT) dan pengeboran teknik disertai Standard Penetration Test (SPT).Hasil penyelidikan menunjukkan stratifikasi daerah ini terdiri dari 6 satuan, dimulai dari yang tertua yaitu Satuan Breksi, Satuan Pasir A, Satuan Lempung A, Satuan Pasir B, Satuan Pasir C, Satuan Lempung B. Berdasarkan uji batas-batas atterberg daerah penelitian didominasi oleh lanau (MH) dengan plastisitas yang tinggi dan indeks plastisitas (PI) rata-rata menunjukkan plastisitas tinggi (kohesif). Kekuatan tanah atau daya dukung ijin tanah untuk pondasi dangkal hingga kedalaman 2 meter menunjukkan nilai yang terendah yaitu 1.12 T/m2 dan tertinggi 24 T/m2. Berdasarkan nilai daya dukung ijin tersebut, direkomendasikan bahwa arah pembangunan atau pengembangan diarahkan ke daerah selatan dan barat.Information of subsurface engineering geology is required for regional development. Eastern part of Bandung basin region in the Bandung Regency is a region with rapid population growth and infrastructure development. Subsurface engineering geological investigation were carried out to understand soil stratification and soil bearing capacity using Flat Blade Dilatometer Test (DMT) and geotechnical drilling with Standard Penetration Test (SPT) methods. Based on the drilling data, the stratification of the region consists of six units, starting with the oldest until the youngest unit namely, Breccia unit, Sand A unit, Clay A unit, Sand B unit, Sand C unit, and Clay B unit. Based on atterberg limit, the soil layers are dominated by silt with high plasticity (MH); and the plasticity index is showing high plasticity (cohesive). Based on the DMT data, soil bearing capacity for shallow fondations of 2 m deep with safety factor of 3.0 is in the range of 1.12 T/m2 and 24 T/m2. From this investigation, we recommend that the south-western part of the region has the most favourable soil foundation with for regional development.