Artikel Ilmiah : H1D010069 a.n. MUHAMMAD FARDANI
| NIM | H1D010069 |
|---|---|
| Namamhs | MUHAMMAD FARDANI |
| Judul Artikel | PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN ANTARA BALOK BETON PRACETAK SEGMENTAL TERHADAP KAPASITAS LENTUR BETON PRATEGANG BERTULANGAN LIMBAH BAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kebutuhan produksi ban di dunia selalu meningkat dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, namun dalam hal pemusnahannya limbah ban ini sulit dilakukan dikarenakan membutuhkan temperatur yang tinggi. Ban bekas memiliki sifat kelenturan yang tinggi, sehingga secara teori layak untuk menggantikan tulangan baja pada beton. Pada penelitian sebelumnya mempunyai kelemahan yaitu tidak adanya sambungan beton, sehingga diperlukan sambungan antar segmental. Ban bekas yang digunakan sebagai pengganti tulangan diberi gaya prategang sebesar 40% dan ditahan dengan variasi panjang sambungan segmental. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pemberian gaya prategang adalah sistem pra-tarik (pre-tension system). Dimensi penampang ban karet adalah 10 mm x10 mm berjumlah 10 buah. Benda uji yang dibuat berjumlah 6 buah dengan dimensi 1000 mm x 150 mm x 150 mm, yaitu balok beton tanpa tulangan sebagai balok kontrol (BK), balok bertulang utuh dengan klem pipa (BU), balok segmental dengan panjang sambungan 100 mm (BS1), balok segmental dengan panjang sambungan 150 mm (BS2), balok segmental dengan panjang sambungan 200 mm (BS3), balok segmental dengan panjang sambungan 250 mm (BS4). Dari hasil perbandingan kapasitas regangan lentur semua benda uji balok beton antar segmental ini menunjukan bahwa semakin panjang sambungan semakin besar kapasitas regangan dan kapasitas tegangan lentur yang terjadi. Pada pengujian ini BS3 dianggap paling berhasil karena mengalami keruntuhan di luar sambungan dengan nilai tegangan maksimum 0,325 MPa. Sedangkan BS1, BS2, dan BS4 mengalami keruntuhan di daerah sambungan dengan nilai tegangan maksimum 0,2 MPa, 0,295 MPa, 0,275 MPa. Hal ini disebabkan adanya kegagalan sambungan pada BS1, BS2, dan BS4. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tire productions needs in the world are increasing as number of motor vehicles also increasing, but its disposal is difficult to do because the tires requires high temperatures. Used tires have high elastic properties, so it is theoretically feasible to replace steel reinforcement in concrete. In previous studies, used tires reinforcement anchors weakness is no concrete connection, so that segmental connection is needed. Used tires that are used as a steel reinforcement substitute get 40% pre-stressing force and held with variety of segmental connection length. In this study, the method used in the pre-stressing force provision is pre-tension system. Dimensional cross-section of the tire rubber is 10 mm x10 mm with total 10 pieces. Specimens were made 6 pieces in total with dimensions of 1000 mm x 150 mm x 150 mm. There are concrete beam without reinforcement as the control beam (BK), reinforced beams with pipe clamps (BU), segmental beams with 100 mm length of connection (BS1), segmental beams with 150 mm length of connection (BS2), segmental beams with 200 mm length of connection (BS3), segmental beams with 250 mm length of connection (BS4). From the comparison of elastic strain capacity from all sample showed that that the longer the connection is the greater strain capacity and bending capacity that occurs. From this test, BS3 is considered as the most successful because collapsed outside the connection with maximum bending capacity of 0.325 Mpa. While the BS1, BS2, and BS4 collapsed in the connection area with the maximum bending capacity of 0.2 MPa, 0.295 MPa, 0.275 MPa. This is due to the connection failure on BS1, BS2, and BS4. |
| Kata kunci | Ban bekas, gaya prategang, beton segmental, sambungan, kapasitas lentur. |
| Pembimbing 1 | Dr. Eng Agus Maryoto, ST., MT |
| Pembimbing 2 | Yanuar Haryanto, ST., M. Eng |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2016-03-21 20:17:26.451767 |