Home
Login.
Artikelilmiahs
49555
Update
RIFA YUNIASIH
NIM
Judul Artikel
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibiofilm Tablet Hisap Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Plak gigi merupakan lapisan biofilm yang terbentuk di permukaan gigi dan menjadi penyebab utama berbagai penyakit mulut, termasuk karies gigi. Bakteri Streptococcus mutans berperan besar dalam pembentukan plak melalui produksi enzim glukosiltransferase (GTF) yang mengubah sukrosa menjadi glukan sebagai komponen utama biofilm. Salah satu pendekatan pencegahan yang potensial adalah penggunaan agen antibiofilm alami seperti ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) yang kaya akan senyawa katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), yang terbukti dapat menghambat aktivitas GTF. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan tablet hisap ekstrak daun teh hijau dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% serta mengevaluasi sifat fisik sediaan dan aktivitas antibiofilm terhadap S. mutans. Tablet hisap dibuat menggunakan metode granulasi basah dan dievaluasi sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, ukuran, kekerasan, kerapuhan, dan waktu melarut. Uji antibiofilm dilakukan menggunakan metode mikrodilusi terhadap biofilm bakteri pada fase pertengahan dan pematangan. Hasil menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan fisik tablet hisap, dan formula dengan 20% ekstrak menunjukkan efektivitas penghambatan biofilm tertinggi sebesar 81,16% pada fase pertengahan. Dengan demikian, tablet hisap ekstrak daun teh hijau berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal yang efektif dalam mencegah pembentukan biofilm penyebab karies gigi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dental plaque is a biofilm layer formed on the tooth surface and is a major cause of various oral diseases, including dental caries. Streptococcus mutans plays a key role in plaque formation through the production of the enzyme glucosyltransferase (GTF), which converts sucrose into glucans as the main component of biofilm. One promising preventive approach is the use of natural antibiofilm agents such as green tea leaf extract (Camellia sinensis L.), which is rich in catechins, particularly epigallocatechin gallate (EGCG), known to inhibit GTF activity. This study aimed to formulate lozenges containing green tea leaf extract at concentrations of 5%, 10%, and 20%, and to evaluate their physical properties and antibiofilm activity against S. mutans. The lozenges were prepared using the wet granulation method and evaluated for physical properties including weight and size uniformity, hardness, friability, and dissolution time. Antibiofilm activity was tested using a microdilution method on biofilms at intermediate and mature phases. The results showed that all formulations met the required physical standards, with the 20% extract formula exhibiting the highest biofilm inhibition percentage at 81.16% during the intermediate phase. Therefore, green tea leaf extract lozenges show potential as an effective natural herbal formulation for preventing S. mutans biofilm formation and dental caries.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save