| NIM | J1A021021 |
| Namamhs | ALIFIA GIAN DIFAYANA |
| Judul Artikel | Queer Audience's Interpretation Regarding Queer Representation in Netflix's Queer Eye: We're in Japan! (2019) Episode 2 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini mengkaji interpretasi representasi queer dalam serial Queer Eye: We’re in Japan! (2019), Episode 2—karena representasinya yang signifikan terhadap visibilitas queer—oleh audiens queer, menggunakan teori Encoding/Decoding dari Stuart Hall sebagai kerangka analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penonton queer menginterpretasikan enam kode dominan representasi queer dalam episode tersebut, yang dikategorikan sebagai (1) queer sebagai individu yang bergaya, (2) queer sebagai pemimpin agama (biksu), (3) queer sebagai guru kepercayaan diri, (4) queer sebagai pihak luar yang merasa terasing, (5) queer sebagai pengasuh atau nurturer, dan (6) queer sebagai penyintas diskriminasi atau trauma. Respons audiens dianalisis untuk menentukan posisi pembacaan yang diambil—Dominant-Hegemonic, Negotiated, dan Oppositional—terhadap setiap representasi. Hasil penelitian mengungkap spektrum interpretasi yang menggambarkankan bagaimana audiens queer menginterpretasikan makna yang terkandung dalam konten media berdasarkan latar belakang mereka yang beragam. Beberapa partisipan mengadopsi posisi dominant-hegemonic yang sejalan dengan pesan media yang dimaksudkan, sementara yang lain menunjukkan pembacaan yang negosiasi atau oposisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini sejalan dengan teori Stuart Hall bahwa audiens menginterpretasikan pesan media melalui lensa konteks latar belakang mereka. Studi ini menunjukkan bahwa bahkan dalam kelompok yang tampak homogen, seperti audiens queer, terdapat keragaman yang signifikan dalam interpretasi media. Dengan mengungkap hasil ini, penelitian ini menyoroti bahwa tidak ada narasi atau reresentasi yang dapat sepenuhnya mencerminkan beragam pengalaman queer. Hal ini menunjukkan bahwa pembuat media sebaiknya berupaya untuk menciptakan cerita yang lebih inklusif dan autentik guna lebih mencerminkan keberagaman dalam komunitas queer. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research examines the interpretation of queer representations in the series Queer Eye: We’re in Japan! (2019), Episode 2—due to its significant representation of queer visibility—by queer audiences, using Stuart Hall's Encoding/Decoding theory as its analytical framework. The research aimed to explore how different members of the queer community interpreted six dominant codes of queer representation within the episode, categorized as (1) queer as stylish, (2) queer as a religious leader, (3) queer as confidence gurus, (4) queer as outsiders who feel alienated, (5) queer as caretakers or nurturers, and (6) queer as survivors of discrimination or trauma. The audience responses were analyzed to determine the reading positions taken—Dominant-Hegemonic, Negotiated, and Oppositional—in relation to each representation. The findings revealed a broad spectrum of interpretations, illustrating how queer audiences interpert the meanings embedded within the media content based on their diverse personal, cultural, and social backgrounds. While some participants adopted a dominant-hegemonic stance that aligned with the intended media message, others exhibited negotiated or oppositional readings influenced by various factors such as sexual orientation, academic exposure, cultural identity, religion, and individual lived experiences. This research aligns with Stuart Hall's theory that audiences interpret media messages through the lens of their unique background contexts. The research demonstrates that even within a seemingly homogeneous group, such as a queer audience, there is considerable diversity in media interpretation. By revealing the varied interpretations within a seemingly homogeneous audience, this study highlights that no single narrative or representation can fully encapsulate the multifaceted experiences of queer individuals. This suggests that media creators should strive for greater inclusivity and authenticity in their storytelling to better reflect the diversity within marginalized groups. |
| Kata kunci | Studi Audiens, Encoding Decoding, Serial Netflix, Representasi Queer, Audiens Queer, Stuart Hall |
| Pembimbing 1 | Ririn Kurnia Trisnawati, S.S., M.A. |
| Pembimbing 2 | Mia Fitria Agustina, S.S., M.A. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 99 |
| Tgl. Entri | 2024-12-24 13:39:20.804631 |
|---|