Artikel Ilmiah : A1G022001 a.n. HANIFA WIDYA PRIHASTI
| NIM | A1G022001 |
|---|---|
| Namamhs | HANIFA WIDYA PRIHASTI |
| Judul Artikel | Analisis Potensi Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan Dalam Upaya Pengembangan Pertanian Kabupaten Kulon Progo Di Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pengembangan ekonomi daerah dapat dilakukan melalui pengembangan pertanian berbasis komoditas unggulan dengan melihat besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Nilai PDRB sektor pertanian Kabupaten Kulon Progo berada paling rendah diantara kabupaten lainnya. Daerah pusat produksi pertanian Kabupaten Kulon Progo hanya tersebar di beberapa wilayah kecamatan saja meskipun kecamatan lain juga memiliki potensi pertanian yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas basis, komoditas yang berdaya saing, komoditas yang menjadi prioritas pengembangan di setiap kecamatan, dan peran stakeholder pertanian di Kabupaten Kulon Progo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus menggunakan data primer dan data sekunder. Alat analisis penelitian ini menggunakan analisis Location Quotient, Shift Share, Tipologi Klassen, dan analisis Stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacang panjang menjadi komoditas basis karena dihasilkan di 9 dari 12 kecamatan. Kelapa merupakan komoditas yang berdaya saing karena dihasilkan di 9 kecamatan. Kacang panjang menjadi komoditas prioritas pengembangan karena merupakan komoditas unggulan di 8 kecamatan. Terdapat 4 stakeholder key player, 4 stakeholder subject, 2 stakeholder context setter, dan 1 stakeholder crowd. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Regional economic development can be carried out through the development of superior commodity-based agriculture by looking at the large contribution of the agricultural sector to Gross Regional Domestic Product (GRDP). The GDP value of the agricultural sector of Kulon Progo Regency is the lowest among other districts. The agricultural production center area of Kulon Progo Regency is only spread across a few sub-districts, although other sub-districts also have supporting agricultural potential. This research aims to determine basic commodities, competitive commodities, commodities that are development priorities in each sub-district, and the role of agricultural stakeholders in Kulon Progo Regency. The method used in this research is a case study method using primary data and secondary data. The analytical tools for this research use Location Quotient analysis, Shift Share, Klassen Typology, and Stakeholder analysis. The research results show that long beans are the basic commodity because they are produced in 9 of the 12 sub-districts. Coconut is a competitive commodity because it is produced in 9 sub-districts. Long beans are a priority commodity for development because they are the leading commodity in 8 sub-districts. There are 4 key player stakeholders, 4 subject stakeholders, 2 context setter stakeholders, and 1 crowd stakeholder. |
| Kata kunci | komoditas unggulan, location quotient, shift share, tipologi klassen, stakeholder |
| Pembimbing 1 | Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Lutfi Zulkifli, S.P., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2024-11-05 11:06:52.733528 |