Artikel Ilmiah : A1A019116 a.n. BHAGUS NIZAAR ARNENDRA
| NIM | A1A019116 |
|---|---|
| Namamhs | BHAGUS NIZAAR ARNENDRA |
| Judul Artikel | ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI NILAM (Pogostemon Cablin) DI DESA LIMPAKUWUS, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pertanian memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai penopang ekonomi maupun dalam memenuhi kebutuhan pokok. Sektor perkebunan, seperti tanaman nilam, menawarkan potensi ekonomi tinggi bagi petani di pedesaan. Nilam merupakan sumber minyak atsiri yang bernilai tinggi dan banyak digunakan dalam industri kosmetik. Salah satu daerah yang mengembangkan komoditas nilam di Jawa Tengah adalah Kabupaten Banyumas, khususnya Kecamatan Sumbang. Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, terdapat usahatani tanaman nilam yang menjadi fokus penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usahatani tanaman nilam Desa Limpakuwus dengan menganalisis pendapatannya serta melihat aspek teknis, manajemen, lingkungan, ekonomi, dan pasar. Data dikumpulkan pada Juli 2023 dan dianalisis menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan dari panen nilam meningkat dari panen I sebesar Rp189.780,00 menjadi Rp1.515.822,00 pada panen II, namun mengalami penurunan pada panen III menjadi Rp504.780,00. Dalam analisis kelayakan, rasio pendapatan terhadap biaya (R/C Ratio) sebesar 1,41, dengan nilai titik impas (Break Even Point) per musim sebesar 137,03 kg daun atau Rp273.990,8. Meskipun layak untuk diusahakan, usahatani nilam tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga yang memiliki anggota 3 sampai 5 orang |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Agriculture plays a crucial role in society, both in supporting the economy and fulfilling essential needs in various farming sectors. These sectors offer promising prospects in rural areas and hold high economic value for farmers, especially with commodities like patchouli (Pogostemon cablin Benth), a plant that produces essential oil and holds significant economic value, being used as a primary ingredient in cosmetics. Banyumas Regency is one of the regions developing patchouli commodities in Central Java. Sumbang Subdistrict is one of the areas within Banyumas Regency that engages in patchouli cultivation. Limpakuwus Village, located in Sumbang Subdistrict, is one of the areas where patchouli cultivation lands are established in Banyumas Regency. The objective of this research is twofold: 1) to analyze the feasibility level of patchouli farming in Limpakuwus Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, and 2) to determine the income generated from patchouli farming in the aforementioned area. The research methodology employed in this study is a case study. Data collection took place in July 2023. Data analysis includes the Revenue Cost ratio (R/C), Break Even Point (BEP), and descriptive analysis involving Technical, Management, Environmental, Economic, and Market aspects.The research findings reveal that patchouli farming yielded an income of Rp189,780.00 for the first harvest and experienced an increase to Rp1,515,822.00 for the second harvest. However, there was a decrease in income to Rp504,780.00 during the third harvest. The R/C ratio calculation per season yielded a value of 1.41, while the Break Even Point for patchouli farming per season amounted to 137.03 kg of leaves or Rp273,990.8 in price. The statement indicates that patchouli farming is considered feasible; however, it falls short in meeting the daily needs of a family consisting of 3 to 5 members |
| Kata kunci | Nilam, Kelayakan Usahatani, Desa Limpakuwus |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Agus Sutanto, M.P. |
| Pembimbing 2 | Lutfi Zulkifli, S.P., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 69 |
| Tgl. Entri | 2024-01-31 14:08:27.32863 |