Home
Login.
Artikelilmiahs
43135
Update
ALFIANSYAH WIBISONO PUTRA
NIM
Judul Artikel
Analisis Faktor yang Berpengaruh dan Pemetaan Faktor Risiko Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru atau organ lainnya. Terjadi peningkatan kasus tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungbanteng pada tahun 2023 dengan jumlah kasus tertinggi di Desa Beji sebanyak 27 kasus dan Desa Karangnangka sebanyak 11 kasus. Analisis faktor risiko dan spasial dapat memberi informasi terkait faktor risiko yang paling berpengaruh serta pola sebaran kasus. Metodologi : Penelitian kuantitatif analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah seluruh penderita tuberkulosis di Desa Beji dan Desa Karangnangka pada tahun 2023 dan populasi kontrol adalah seluruh masyarakat yang tidak menderita tuberkulosis di Desa Beji dan Desa Karangnangka. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 sampel kasus dengan total sampling dan 35 sampel kontrol dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran lingkungan fisik kamar tidur, dan pengambilan titik koordinat rumah penderita. Analisis data menggunakan SPSS, ArcGIS, dan SaTScan dengan analisis unvariat, bivariat, multivariat, dan analisis spasial. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis yaitu kontak erat (p-value=0,032; OR=4,423). Pola sebaran kasus tuberkulosis berkelompok yaitu terdapat 2 cluster sekunder. Kesimpulan : Orang yang memiliki kontak erat dengan penderita meningkatkan risiko kejadian tuberkulosis serta sebaran kasus berdistribusi berkelompok.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis which can affect lungs and other organs. There is an increase of tuberculosis cases in the Kedungbanteng Community Health Center Working Area with the highest numer of cases being in Beji Village with 27 cases and Karangnangka Village with 11 cases. Risk factors and spatial analysis can provide information about the most influential risk factors and distribution patterns of cases. Methodology : Analytic quantitative research with a case-control design. The case population is all people that suffering from tuberculosis in Beji Village and Karangnangka Village in 2023 and the control population is all people that do not suffer from tuberculosis in Beji Village and Karangnangka Village. The sample in this study was 35 case samples with total sampling and 35 control samples with purposive sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire, measuring the physical environment of the bedroom, and taking coordinates of the sufferer’s house. Data analysis using SPSS, ArcGIS, and SaTScan with univariate, bivariate, multivariate analysis, and spatial analysis. Result : The results of the study shows that the variable that influence the incidence of tuberculosis is close contacts (p-value=0,032; OR=4,423). The distribution pattern of tuberculosis cases is distributed in groups, there are 2 secondary clusters. Conclusion : People who have close contacts with sufferers increase the risk of tuberculosis and the distribution of cases is distributed in groups.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save