Home
Login.
Artikelilmiahs
44972
Update
ANDINI SABILA YASARO PUTRI
NIM
Judul Artikel
KELALAIAN ISTRI DALAM MELAKSANAKAN KEWAJIBAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA TELUK KUANTAN NOMOR:14/PDT.G/2022/PA.TLK.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan “Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, namun dalam berumah tangga banyak yang dapat membuat suatu perkawinan berujung pada perceraian. Pada kasus ini, peran atau kewajiban istri didalam ikatan perkawinan tidak dilaksanakan dan membuat pihak suami merasa dirugikan serta menimbulkan perselisihan, perkara inilah yang terjadi pada Putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor:14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara cerai akibat istri lalai dalam melaksanakan kewajiban serta mengetahui akibat hukum dari cerai pada putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis dan sumber data yang disajikan adalah data sekunder, metode pengumpulan data dengan cara studi pustaka, data disajikan secara teks naratif dan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai talak dalam Putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor:14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. Hakim hanya berdasar pada Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1974 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor Tahun 1974 tentang Perkawinan Jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang adanya cukup alasan saat pasangan suami istri akan bercerai. Menurut peneliti, Majelis Hakim dapat menambahkan ketentuan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 77 Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum terhadap perceraian pada Putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. yaitu terhadap status perkawinan, harta bersama, serta anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states "Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family or household based on the belief in the Almighty God", but in many households which can cause a marriage to end in divorce. In this case, the wife's role or obligations in the marriage bond were not carried out and made the husband feel disadvantaged and caused disputes, this is what happened in the Decision of the Teluk Kuantan Religious Court Number: 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. This research aims to find out the basis of the judge's legal considerations in deciding a divorce case due to the wife's failure to carry out her obligations and to find out the legal consequences of divorce in the decision of the Teluk Kuantan Religious Court Number 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. This research uses normative juridical methods, analytical descriptive research specifications. The type and source of data presented is secondary data, the data collection method is by means of literature study, the data is presented in narrative text and the data analysis method uses normative qualitative. Based on research and discussion of the judge's legal considerations in granting divorce divorce in the Kuantan Bay Religious Court Decision Number: 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. The judge only based on Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 of 1974 concerning Implementing Regulations of Law Number 1974 concerning Marriage in conjunction with Article 116 letter (f) of the Compilation of Islamic Law and Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974. According to researchers, the Panel of Judges can add provisions to Article 33 of Law Number 1 of 1974 in conjunction with Article 77 of the Compilation of Islamic Law. The legal consequences of divorce in the Decision of the Teluk Kuantan Religious Court Number 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. is regarding marital status, joint assets, and children. Keywords: Negligence, Liability, Divorce
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save