Home
Login.
Artikelilmiahs
43140
Update
ARI SAPUTRA
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI PEMASARAN CABAI MELALUI PASAR LELANG DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kegiatan proses lelang cabai, peran pasar lelang dan kerjasama petani dengan pasar lelang, mengetahui pola saluran pemasaran cabai pada pasar lelang dan pasar tradisional dan menghitung efisiensi pemasaran cabai pada pasar lelang dan pasar tradisional di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Penelitian ini dilakukan pada pasar lelang cabai di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Pengambilan responden petani dilakukan dengan menggunakan metode Stratified random sampling, sedangkan metode yang digunakan untuk mengambil responden lembaga pemasaran dengan metode Snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, margin pemasaran dan farmer’s share. Hasil dari penelitian penelitian ini : (1) Pasar lelang cabai dilaksanakan dengan sistem lelang tertutup, kegiatan diadakan setiap satu minggu sekali pada pukul 19.00 WIB sampai selesai. Pasar lelang memiliki peran sebagai wadah petani untuk menjual hasil panen cabai dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan menjual kepada pengepul maupun tengkulak. Pasar lelang cabai tidak memiliki kerjasama yang dengan petani sehingga petani bebas memilih untuk menjual hasil panen cabainya kemana saja, (2) Terdapat tiga saluran pemasaran yang melibatkan petani, pedagang pengepul, pedagang pengecer, dan pasar lelang, (3) Biaya pemasaran terbesar Rp1.673,28/Kg, Marjin pemasaran terbesar Rp4.667,00/Kg serta memiliki keuntungan terbesar Rp3.176,67/Kg, untuk farmer’s share sebesar 90,05% pada pasar lelang dan 70,52% pada pasar non lelang. Efisiensi pemasaran pada saluran pasar lelang merupakan saluran paling efisien melihat dari margin dan farmer’s share. Dimana pada pasar lelang memiliki nilai margin terkecil dan memiliki nilai farmer’s share terbesar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the activities of the chili auction process, the role of the auction market and the cooperation of farmers with the auction market, determine the pattern of chili marketing channels in the auction market and traditional markets and calculate the efficiency of chili marketing in the auction market and traditional markets in Mirit District, Kebumen Regency. The method used in this research is survey. This research was conducted at the chili auction market in Mirit Subdistrict, Kebumen Regency. Farmer respondents were taken using the Stratified random sampling method, while the method used to take respondents of marketing institutions with the Snowball sampling method. The data analysis method used is descriptive qualitative, marketing cost, marketing profit, marketing margin and farmer's share. The results of this research study: (1) The chili auction market is carried out with a closed auction system, activities are held once a week at 19.00 WIB until completion. The auction market has a role as a forum for farmers to sell chili harvests at a higher price than selling to collectors and middlemen. The chili auction market does not have cooperation with farmers so that farmers are free to choose where to sell their chili harvest, (2) There are three marketing channels involving farmers, middlemen, retailers, and auction markets, (3) The largest marketing cost is Rp1,673.28/Kg, the largest marketing margin is Rp4,667.00/Kg and has the largest profit of Rp3,176.67/Kg, for farmer's share of 90.05% in the auction market and 70.52% in the non-auction market. Marketing efficiency in the auction market channel is the most efficient channel looking at margins and farmer's share. Where the auction market has the smallest margin value and has the largest farmer's share value.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save