Artikel Ilmiah : I1A020028 a.n. SITI NUR RAHMAH
| NIM | I1A020028 |
|---|---|
| Namamhs | SITI NUR RAHMAH |
| Judul Artikel | ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN POLA PENYEBARAN KASUS TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBANG I TAHUN 2023 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang : Tuberkulosis atau yang biasa disebut TB Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kasus tuberkulosis di Indonesia menempati posisi kedua jumlah penderita tuberkulosis terbanyak di dunia setelah India. Berdasarkan data dari Puskesmas Sumbang 1, per bulan Agustus 2023 ditemukan kasus sebanyak 105 dengan Desa Banteran, Desa Tambaksogra, Desa Sumbang, dan Desa Karangcegak memiliki jumlah kasus TB paru tertinggi yaitu sebanyak 24 kasus, 20 kasus, 11, dan 9 kasus. Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain studi metode case-control. Sampel yang diteliti sebanyak 43 kasus dan 43 kontrol dengan teknik sampling purposive sampling. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran, dan pengambilan titik koordinat. Analisis data menggunakan SPSS, ArcGIS dan SaTscan. Hasil Penelitian : Hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kejadian tuberkulosis, yaitu kontak erat (p value = 0,039 ; OR = 2,873 ; Cl = 1,055-7,825), suhu (p value = 0,020 ; OR = 3,675 ; Cl = 1,230-10,981), jenis dinding (p value = 0,033 ; OR = 4,772 ; Cl = 1,137-20,033). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu kelembapan (p value = 0,483 ; OR = 0,658 ; Cl = 0,204-2,119) dan perilaku merokok (p value = 0,118 ; OR = 0,396 ; Cl = 0,124-1,267 Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis adalah kontak erat. Analisis clustering menghasilkan 1 cluster primer di Desa Sumbang dan Banteran dan 2 cluster sekunder di Desa Tambaksogra dan Banteran. Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I yaitu kontak erat, suhu, dan jenis dinding. Faktor yang paling berpengaruh adalah kontak erat. Analisis clustering menghasilkan 1 cluster primer dan 2 cluster sekunder. Kata Kunci : Tuberkulosis, Faktor Risiko, Analisis Clustering |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background : Tuberculosis or commonly referred to as Pulmonary TB is a disease caused by infection with the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Indonesia has the second highest number of tuberculosis cases in the world after India. Based on data from Puskesmas Sumbang 1, as of August 2023 there were 105 cases with Banteran Village, Tambaksogra Village, Sumbang Village, and Karangcegak Village having the highest number of pulmonary TB cases with 24 cases, 20 cases, 11 cases, and 9 cases. Methodology : This study used an observational analytic quantitative approach with a case-control method study design. The samples studied were 43 cases and 43 controls with purposive sampling technique. The research location was in the Sumbang I Health Center Working Area. Data collection was carried out by interview using a questionnaire, measurement, and taking coordinate points. Data analysis using SPSS, ArcGIS and SaTscan. Result : The results of multiple logistic regression test showed that there are 3 variables that have a significant influence on the incidence of Tuberculosis, namely close contact (p value = 0,039; OR = 2,873; Cl = 1,055-7,825), temperature (p value = 0,020; OR = 3,675 ; Cl = 1,230-10,981), wall type (p value = 0,033; OR = 4,772 ; Cl = 1,137-20,033). Variables that had no effect were humidity (p value = 0,483; OR = 0,658 ; Cl = 0,204-2,119) and smoking behavior (p value = 0,118; OR = 0,396; Cl = 0,124-1,267 The most influential factor on the incidence of tuberculosis was close contact. Clustering analysis resulted in 1 primary cluster in Sumbang and Banteran villages and 2 secondary clusters in Tambaksogra and Banteran villages. Conclusion : Factors that influence the incidence of tuberculosis in the Sumbang I Health Center Working Area are close contact, temperature, and type of wall. The most influential factor is close contact. Clustering analysis resulted in 1 primary cluster and 2 secondary clusters. Keyword : Tuberculosis, Risk Factors, Clustering Analysis |
| Kata kunci | Tuberkulosis, Faktor Risiko, Analisis Clustering |
| Pembimbing 1 | Setiyowati Rahardjo, S.K.M., M.K.M |
| Pembimbing 2 | Siti Nurhayati, S.Pt., M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2024-01-24 21:32:25.123741 |