Home
Login.
Artikelilmiahs
44959
Update
TIA MARYANA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH BAHAN ENKAPSULAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA PENGAWET ALAMI NIRA BERBAHAN KULIT MANGGIS, KAYU NANGKA DAN KAPUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bahan alami kulit manggis, kayu nangka dan kapur menjadi kombinasi yang baik untuk dijadikan pengawet alami pada nira. Kulit manggis dan kayu nangka yang mengandung senyawa tanin dan fenol memiliki kemampuan menghambat bakteri Acetobacter aceti dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini diawali dengan proses pembuatan ekstrak dari serbuk kulit manggis, kayu nangka dan kapur menggunakan metode ekstraksi maserasi. Setelah didapat ekstrak kemudian dilakukan proses pembuatan enkapsulan pengawet alami dengan menggunakan metode pengeringan foam mat drying. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis, konsentrasi dan kombinasi terhadap karakteristik enkapsulan pengawet alami nira yang dilihat dari analisis fisikokimia dan aktivitas antimikroba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor bahan enkapsulan dan faktor konsentrasi bahan enkapsulan. Faktor bahan enkapsulan terdiri dari dekstrin, gum arab dan maltodekstrin, sedangkan faktor konsentrasi yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Variabel yang diamati meliputi kadar air, aktivitas air, kelarutan, pH, warna L*, aktivitas antimikroba, uji fitokimia kualitatif, dan uji fitokimia kuantitatif. Hasil penelitian terhadap bahan enkapsulan dekstrin memiliki nilai kadar air dan kelarutan terendah sebesar 7,51% dan 79,32% serta nilai total tanin tertinggi sebesar 10,91 mg TAE/g dan total fenolik sebesar 3,99 mg GAE/g sehingga dapat menghasilkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan enkapsulan gum arab dan maltodekstrin. Perlakuan konsentrasi bahan enkapsulan memberikan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka nilai pH semakin rendah, sedangkan nilai warna L* semakin tinggi. Konsentrasi bahan enkapsulan 10% menghasilkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 15% dan 20%.Berdasarkan aktivitas antimikroba penggunaan dekstrin konsentrasi 10% (A1B1) memiliki zona hambat tertinggi. Zona hambat terhadap A.aceti sebesar 0,15 mm sedangkan S.cerevisiae sebesar 0,50 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Natural ingredients mangosteen peel, jackfruit wood and lime are a good combination to be used as a natural preservative for sap. Mangosteen peel and jackfruit wood which contain tannin and phenolic compounds have the ability to inhibit the bacteria Acetobacter aceti and Saccharomyces cerevisiae. This research began with the process of making extracts from mangosteen peel powder, jackfruit wood and lime using the maceration extraction method. After obtaining the extract, the process of making a natural preservative encapsulant was carried out using the foam mat drying method. The aim of this research is to determine the type, concentration and combination of the characteristics of natural sap preservative encapsulants as seen from physicochemical analysis and antimicrobial activity. This research is an experimental study using a Completely Randomized Design (RAL) which consists of 2 factors, namely the encapsulant material factor and the encapsulant material concentration factor. The encapsulant material factors consist of dextrin, gum arabic and maltodextrin, while the concentration factors used are 10%, 15% and 20%. Variables observed included water content, water activity, solubility, pH, L* color, antimicrobial activity test, qualitative phytochemical test, and quantitative phytochemical test. The results of research on dextrin encapsulant material have the lowest water content and solubility values of 7.51% and 79.32% and the highest total tannin value of 10.91 mg TAE/g and total phenolics of 3.99 mg GAE/g so that it can produce higher antimicrobial activity compared to the encapsulant ingredients gum arabic and maltodextrin. The concentration treatment of the encapsulant material gave the result that the higher the concentration used, the lower the pH value, while the L* color value was higher. An encapsulant concentration of 10% produces higher antimicrobial activity compared to concentrations of 15% and 20%. Based on antimicrobial activity, the use of dextrin concentration of 10% (A1B1) has the highest zone of inhibition. The zone of inhibition for A.aceti is 0.15 mm while for S.cerevisiae is 0.50 mm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save