Home
Login.
Artikelilmiahs
42181
Update
NAUFAL AZHAR FA'IQ
NIM
Judul Artikel
IMPLEMENTASI ZERO WASTE DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM KERANGKA SDGs 12: RESPONSIBLE CONSUMPTION AND PRODUCTION TAHUN 2018-2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)
SDGs 12 mempromosikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Kabupaten Banyumas menggunakan kerangka SDG 12 responsible consumption and production untuk mencapai zero waste. Dalam konteks SDGs 12, zero waste dapat membantu mencapai beberapa target yang terkait, seperti mengurangi limbah bahan berbahaya, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengurangi pemborosan pangan, dan mendorong penggunaan produk yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari data sekunder serta wawancara dan observasi dari data primer. Berdasarkan data yang sudah dikumpulkan, temuan penelitian ini membuktikan hipotesis penulis. Di mana Banyumas dapat keluar dari fase darurat sampah yang dialami tahun 2018, bahkan di tahun 2022 Banyumas sudah bisa mengelola sampah baik dari hulu, tengah hingga hilir sehingga Banyumas menjadi daerah percontohan. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas menguatkan kerja sama antara organisasi pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan individu untuk mencapai perubahan yang signifikan untuk mengatasi masalah sampah dengan meluncurkan aplikasi Jeknyong dan Salinmas yang merupakan salah satu bentuk pemanfaatan artificial intelligence. Dalam mewujudkan zero waste adanya kolaborasi antara bank sampah, TPST, TPS 3R, dan PDU dalam sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sehingga memaksimalkan pengurangan limbah, pengolahan kembali bahan, dan pengurangan dampak lingkungan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zero waste secara inheren mendukung pencapaian SDGs 12 dengan mempromosikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Pendekatan Zero Waste berfokus pada pencegahan limbah, daur ulang, dan penggunaan ulang, dengan tujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya alam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
SDGs 12 promotes sustainable consumption and production patterns. Banyumas Regency uses the SDG 12 responsible consumption and production framework to achieve zero waste. In the context of SDGs 12, Zero Waste can help achieve several related targets, such as reducing hazardous waste, increasing resource use efficiency, reducing food waste, and encouraging the use of environmentally friendly products. In this research, the author used qualitative research methods with a literature study approach from secondary data as well as interviews and observations from primary data. Based on the data that has been collected, the findings of this research prove the author's hypothesis. Where Banyumas can get out of the waste emergency phase experienced in 2018, even in 2022 Banyumas will be able to manage waste from upstream, middle to downstream so that Banyumas becomes a pilot area. Efforts made by the Banyumas Regency Government strengthen cooperation between government organizations, the private sector, civil society and individuals to achieve significant changes to overcome the waste problem by launching the Jeknyong and Salinmas applications which are a form of utilization (artificial intelligence). In realizing zero waste, there is collaboration between waste banks, TPST, TPS 3R, and PDU in a sustainable waste management system so as to maximize waste reduction, reprocessing of materials, and reduction of environmental impacts. The results of this research show that zero waste inherently supports the achievement of SDGs 12 by promoting sustainable consumption and production patterns. The Zero Waste approach focuses on waste prevention, recycling and reuse, with the aim of reducing negative impacts on the environment and natural resources.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save