Home
Login.
Artikelilmiahs
42189
Update
MELI ALVIANA KURNIASARI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Sanitasi dan Higiene Perorangan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Stunting merupakan kurang gizi kronis dengan tubuh pendek untuk ukuran usianya. Tingginya kasus stunting di Kabupaten Bogor bukan hanya disebabkan oleh kemiskinan tetapi juga adanya pencemaran lingkungan. Sanitasi lingkungan di Kecamatan Sukaraja masih kurang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dan higiene perorangan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Sukaraja. Metode: Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan case control 1:2. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu 25 kasus dan 50 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi kuesioner melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan chi square. Hasil: Ibu yang memiliki personal higiene buruk lebih banyak berada pada kelompok stunting (56%). Namun hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara personal higiene ibu dengan kejadian stunting dengan nilai P value 0,115 (>0,05). Sanitasi yang buruk lebih banyak terjadi pada kelompok stunting (60%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara sanitasi dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai P value 0,024 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara sanitasi dengan kejadian stunting, dan tidak ada hubungan antara higiene perorangan dengan kejadian stunting pada balita.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Stunting is chronic malnutrition by short body for its age. It is suspected that the high stunting cases in Bogor Regency are not only due to poverty but also environmental pollution. Environmental sanitation in Sukaraja District is also still relatively poor. Objective: This research aims to determine the relationship between sanitation and personal hygiene and the incidence of stunting in toddlers in Sukaraja District. Methods: The method used is observational analytic with a quantitative approach with case control 1: 2. Samples were taken using a purposive sampling technique of 25 cases and 50 controls. Data collection was carried out by filling out questionnaires through interviews and observations. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with chi square. Results: Mothers who had poor personal hygiene were more in the stunting group (56%). However, the results of chi square test showed that there was no relationship between the mother's personal hygiene and the incidence of stunting with P value of 0.115 (>0.05). Poor sanitation was more common in the stunting group (60%). The results of chi square test showed that there was a relationship between sanitation and the incidence of stunting in toddlers with P value of 0.024 (<0.05). Conclusion: There is a relationship between sanitation and the incidence of stunting, and there is no relationship between personal hygiene and the incidence of stunting in toddlers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save