Home
Login.
Artikelilmiahs
38721
Update
DENADA IRMA YUNITA
NIM
Judul Artikel
Teknik Public Speaking Pendongeng Di Kampung Dongeng
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kegiatan menyecroll media sosial sekarang menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa lepas dari rutinitas sehari-hari anak. Dari sinilah perlu dicari alternatif lain dalam memberikan hiburan kepada anak yang aman sekaligus menyenangkan, salah satunya adalah dongeng. Namun diperlukan keahlian khusus agar menarik dalam menyampaikan sebuah pesan (dongeng) atau yang biasa disebut dengan keahlian public speaking. Salah satu pendongeng yang menguasai teknik public speaking yang bisa menjadi acuan dalam menjadi pendongeng adalah Kak tedi Kartino. Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pemiilihan informan menggunakan purposive sampling dan menggunakan dengan fokus pada satu informan. Data primer melalui observasi, wawancara serta dokumentasi dan data skunder diperoleh melalui studi pustaka meliputi buku-buku, jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan. Metode analisis data menggunakan uji validitas. Hasil penelitian menunjukkan teknik penyampaian dongeng oleh Kak Tedi menggunakan rumus mendongeng yang dikenal dengan teknik SMILE. Selain itu Kak Tedi juga memperhatikan aspek-aspek seperti : (1) tempat dan waktu mendongeng, (2) intonasi suara, (3) pemilihan bahasa, (4) penguasaan terhadap anak yang tidak fokus, (5) tahapan membuka dongeng, (6) tahapan menutup dongeng dan (7) mengemas cerita dongeng agar menarik dan lucu. Faktor pendukung meliputi stamina pendongeng, antusiasme pendengar, dan pihak-pihak yang mengundang pendongeng untuk mendongeng. Sedangkan faktor penghambat meliputi kendala pengeras suara, cuca, dan ketersediaan tempat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Scrolling through social media is now a habit that cannot be separated from children's daily routines. It is necessary to look for other alternatives in providing entertainment for children that are safe and fun at the same time, one of which is fairy tales. Special skills are needed in conveying a message (fairy tales) or what is commonly called as public speaking skills. One of the storytellers who mastered the technique of public speaking which can be used as a reference in becoming a storyteller is Kak tedi Kartino. The form of research used is descriptive with a qualitative approach. The informant selection technique used was purposive sampling and focused on one informant. Primary data in this study were obtained through observation, interviews and documentation and secondary data obtained through literature study which included relevant books, journals and previous research. The data analysis method used is validity test. The results showed that Kak Tedi used a storytelling formula known as the SMILE technique. Kak Tedi also pay attention to aspects such as: (1) place and time of storytelling, (2) intonation of voice, (3) choice of language, (4) mastery of children who are not focused, (5) stages of opening fairy tales, (6) the stages of closing the fairy tale and (7) packaging the fairy tale to make it interesting and funny. Supporting factors include the stamina of the storyteller, the enthusiasm of the listeners, and those who invite the storyteller to tell stories. While the inhibiting factors include loudspeaker constraints, weather, and availability of places.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save