Artikelilmiahs

Menampilkan 35.361-35.380 dari 49.876 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3536138533D1A018005SUPLEMENTASI NUKLEOTIDA DAN EKSTRAK KUNYIT DALAM PAKAN AYAM BROILER TERHADAP BOBOT HATI DAN BOBOT GINJALPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit dalam pakan ayam broiler terhadap bobot hati dan bobot ginjal. Materi penelitian terdiri dari DOC CP 707 berjumlah 168 ekor, nukleotida, ekstrak kunyit, zink bacitracin, pakan basal. Penelitian menggunakan rancangan acak engkap (RAL) dengan 7 perlakuan, 4 ulangan dan ulangan terdiri dari 6 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan yaitu Kontrol : pakan pasal + antibiotik zink bacitracin, N0K0 : Pakan basal, N0K1 : Pakan basal + ekstrak kunyit 600 mg, N1K0 : Pakan basal + nukleotida 250 mg, N1K1 : Pakan basal + nukleotida 250 mg + ekstrak kunyit 600 mg, N2K0: Pakan basal + nukleotida 500 mg, N2K1 : Pakan basal + nukleotida 500 mg + ekstrak kunyit 600 mg. Peubah yang diamati adalah bobot hati dan bobot ginjal. Rata- rata bobot hati 21,04 ± 2,60 g dan bobot ginjal 1,75 ± 0,19 g. Uji lanjut BNJ pada bobot hati menunjukkan hasil perlakuan N0K1 meningkatkan bobot hati menjadi 28,72 ± 2,53 g dibandingkan kontrol sebesar 18,04 ± 2,79 g (P < 0,05), dan pada bobot ginjal perlakuan N0K1 meningkatkan menjadi 2,06 ± 0,25 g dibandingkan N2K0 sebesar 1,51 ± 0,20 g(P < 0,05). Kesimpulan suplementasi ekstrak kunyit pada pakan basal ayam broiler meningkatkan bobot hati dan bobot ginjal. This study aimed to examine the nucleotide supplementation and turmeric extract in broiler chicken feed on liver weight and kidney weight. The research material consisted of 168 DOC CP 707, nucleotides, turmeric extract, zinc bacitracin, basal feed. The study used a completely randomized design (CRD) with 7 treatments, 4 replications and each the replication consisted of 6 broiler chickens. Treatments were given, namely Control: article feed + zinc bacitracin antibiotic, N0K0: basal feed, N0K1: basal feed + 600 mg of turmeric extract, N1K0: basal feed + 250 mg of nucleotides, N1K1: basal feed + 250 mg of nucleotides + 600 of turmeric extract mg, N2K0: Basal feed + 500 mg nucleotides, N2K1: Basal feed + 500 mg nucleotides + 600 mg turmeric extract. The observed variables were liver weight and kidney weight. Average liver weight 21,04 ± 2,60 g and kidney 1,75 ± 0,19 g. The BNJ test on liver weight showed the N0K1 treatment increased liver weight to 28,72 ± 2,53 g compared to the control of 18,04 ± 2,79 g(P < 0,05), and the N0K1 treatment was 2,06 ± 0,25 g compared kindey weigh of N2K0 was 1,51 ± 0,20 g (P < 0,05). Conclusion supplementation of turmeric extract on broiler basal feed increases liver weight and kidney weight.
3536238534E1A016223TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PUTUSAN NOMOR 18/PUU-V/2007 TENTANG PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIAHukum dibentuk untuk menjaga keseimbangan kepentingan masyarakat, sehingga tercipta ketertiban dan keadilan yang dapat dirasakan oleh semua masyarakat, dalam rangka menegakan Hak Asasi Manusia dibuatlah undang-undang yang yang mengatur hal tersebut yaitu Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (UU Pengadilan HAM). UU Pengadilan HAM telah dijalankan salah satunya dengan dibentuknya pengadilan HAM ad hoc oleh Dewan Perwakilan Rakyat untuk memeriksa dan mengadili kasus pelanggaran HAM yang berat yang salah satunya terjadi di Timor-timur. Dalam prakteknya, diadilinya Eurico Guterres dianggap dengan sengaja dan melakukan provokasi membiarkan terjadinya penyerangan dan akhirnya oleh Pengadilan Ad Hoc HAM Jakarta Pusat dijatuhi putusan 10 tahun, maka dari itu Eurico Guterres mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, kerugian yang diderita adalah hak dan kewenanganya yang didalamnya termasuk hak konstitusionalnya untuk memperoleh perlindungan hukum dan kepastian hukum yang hilang karena berlakunya UU Pengadilan HAM, khususnya karena Pasal 43 ayat (2) beserta penjelasanya. Penelitian ini akan menguraikan tentang Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Putusan Nomor 18/Puu-V/2007 Tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis Normatif dengan model pendekatan yang digunakan yaitu Pendekatan Perundang-Undangan. Hasil penelitian menunjukkan Dasar pertimbangan Hakim dalam putusan Mahkamah Konstitusi No 18/PUU-V/2007 tentang pengujian Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM yang dimana dalam pasal 43 ayat (2) beserta penjelasanya tidak sesuai dengan fungsi legislative dan fungsi eksekutif, serta setelah berlakunya putusan ini memberikan norma hukum baru yaitu dalam pembentukan pengadilan HAM Ad Hoc, DPR harus memperhatikan hasil penyelidikan Komnas HAM dan hasil penyidikan oleh Jaksa Agung.The law was formed to maintain the balance of community interests, so as to create order and justice that can be felt by all communities, in order to uphold human rights, a law was made that regulates this, namely Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts (Law on Human Rights Courts). The Law on Human Rights Courts has been implemented, one of which is the establishment of an ad hoc human rights court by the House of Representatives to examine and adjudicate cases of gross human rights violations, one of which occurred in East Timor. In practice, the trial of Eurico Guterres was considered deliberately and provocatively allowing an attack to occur and finally by the Central Jakarta Ad Hoc Human Rights Court was sentenced to 10 years, therefore Eurico Guterres applied for testing Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts, the losses suffered are his rights and authorities which include his constitutional right to obtain legal protection and legal certainty lost due to the enactment of the Law on Human Rights Courts, especially because of Article 43 paragraph (2) and its explanation. This research will elaborate on the Juridical Review of the Constitutional Court's Decision in Decision No. 18/Puu-V/2007 concerning the Testing of Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts. The research method used is Normative Juridical with the approach model used, namely the Statutory Approach. The results showed that the basis for the judges' consideration in the decision of the Constitutional Court No. 18 / PUU-V / 2007 concerning the testing of Law Number 26 of 2000 concerning human rights courts which in article 43 paragraph (2) and its explanation is not in accordance with legislative functions and executive functions, and after the enactment of this decision provides new legal norms, namely in the establishment of an Ad Hoc human rights court, The House of Representatives must pay attention to the results of the Komnas HAM investigation and the results of the investigation by the Attorney General.
3536338536I1C018062PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS
ANTIOKSIDAN PERASAN JUS BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia)
Radikal bebas menjadi salah satu penyebab
penyakit degeneratif. Dampak negatif dari
darikal bebas dapat diatasi dengan adanya
antioksidan. Antioksdan alami banyak
ditemukan dalam tanaman dan mengkudu
merupakan salah satu tanaman yang
memiliki potensi antioksidan alami.
Aktivitas antioksidan dalam buah
mengkudu karena adanya kandungan
flavonoid. Penelitian ini bertujuan
menentukan kadar flavonoid total dan
aktivitas antioksdian perasan jus buah
mengkudu (Morinda citrifolia). Penetapan
Penetapan kadar flavonoid total diukur
dengan metode kolorimetri menggunakan
AlCl3. Uji aktivitas antioksidan diukur
menggunakan metode DPPH (1,1-
diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil
penelitian diperoleh kadar flavonoid total
perasan jus buah mengkudu sebesar 0,130
 0,00015 mgQE/g. Uji aktivitas
antioksidan diperoleh nilai IC50 sebesar
66,194 g/L yang tergolong antioksidan
sangat lemah.
Free radicals are one of the causes of
degenerative diseases. The negative impact
of free radicals can be overcome by the
presence of antioxidants. Natural
antioxidants are found in many plants and
noni is a plant that has natural antioxidant
potential. Antioxidant activity in noni fruit
is due to the presence of flavonoids. This
study aims to determine the total flavonoid
content and antioxidant activity of noni
fruit juice (Morinda citrifolia).
Determination of total flavonoid levels was
measured by the colorimetric method using
AlCl3. Antioxidant activity test was
measured using the DPPH (1,1-diphenyl-2-
picrylhydrazyl) method. The results
showed that the total flavonoid content of
noni fruit juice was 0.130  0.00015
mgQE/g. The antioxidant activity test
obtained an IC50 value of 66.194 g/L
which is classified as a very weak
antioxidant.
3536438997J1D018011TOKOH DAN KONFLIK PADA BUKU SISWA SMP BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013Buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 berisi cerita pendek dengan kutipan yang menampilkan berbagai karakteristik tokoh dan konflik dalam kutipan cerpen. Siswa dapat belajar dari sikap dan perilaku baik tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisik tokoh pada kutipan cerpen dalam buku siswa Bahasa Indonesia SMP kelas IX Kurikulum 2013 dan untuk mengidentifikasi konflik pada kutipan cerpen dalam buku siswa Bahasa Indonesia SMP kelas IX kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat yang berupa tes tertulis. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian kualitatif ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Dalam peneliltian ini, metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini yaitu dari 5 buku Bahasa Indonesia Kelas IX kurikulum 2013 terdapat 17 cerita pendek yang dianalisa. Terdapat 32 karakterisik tokoh utama diantaranya 19 karakter tokoh Protagonis dan 13 karakter tokoh Antagonis dari 17 cerita pendek dalam buku Bahasa Indonesia SMP Kelas IX kurikulum 2013. Dapat disimpulkan bahwa 71% dari tokoh utama yang mempunyai karakter tokoh Protagonis dan 29% tokoh utama yang mempunyai karakter tokoh Antagonis. Konflik yang terdapat dalam 17 cerita pendek buku Bahasa Indonesia kelas IX kurikulum 2013 yang dianalisa ada 2 konflik yang ditemukan, yaitu konflik eksternal (sosial) dan konflik internal (batin).Azizah, Febrina. N. 2023. "Characters and Conflicts in the 2013 Curriculum Indonesian Language Student Book". Essay. Purwokerto. Faculty of Cultural Sciences, Jenderal Soedirman University.

Classs 9 Middle School Indonesian language textbooks contain short stories with eexcerpts that display the various characteristics of the characters and conflicts I the short story quotes. Students can learn from the attitudes and good behavior of the characters in the shhort sories, especially in everyday life. This study aims to determine the characteristics of the characters in the short story quotations in junior high school Indonesian students' books and to identify conflicts in the short story quotations in junior high school Indonesian students' books.
This type of research is a qualitative descriptive research. This research method uses content analysis method. The data collection technique used was a reading and note taking technique in the form of a written test. The techniques used in analyzing the data in this qualitative research are data reduction, data presentation and conclusions. In this study, the method used in presenting the results of data analysis uses an informal method.
The results of this study are that out of 5 Class IX Indonesian books curriculum 2013, there are 17 short stories analyzed. There are 32 main character characteristics, including 19 protagonist characters and 13 antagonist character characters out of the 17 short stories in Indonesian Middle School Class IX books Curriculum 2013. It can be concluded that 71% of the main characters have Protagonist characters and 29% of the main characters have Antagonist characters. There were 2 conflicts found in the 17 short stories from Indonesian language books for grade IX Curriculum 2013, namely external (social) conflict and internal (inner) conflict.
3536538583J0B019043LAMAN DOKUMEN PERSYARATAN DAN KETENTUAN RESERVASI TIKET KERETA API BERBAHASA MANDARIN BAGI PENUMPANG BERBAHASA MANDARINArtikel ini berjudul “Laman Dokumen Persyaratan dan ketentuan reservasi tiket kereta api berbahasa Mandarin bagi wisatawan Cina”. Artikel ini merupakan hasil kerja praktek mahasiswa di PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto. Tujuan penulisan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan PT KAI Daop 5 Purwokerto bagi penumpang asing terutama penumpang berbahasa Mandarin. Penumpang berbahasa Mandarin mengalami kendala untuk mendapatkan informasi terkait persyaratan dan ketentuan reservasi tiket kereta api. Oleh karena itu dokumen berbahasa Mandarin sangat dibutuhkan untuk mengatasi kendala tersebut. Dalam pembuatan dokumen berbahasa Mandarin ini penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena metode ini dapat menghasikanl terjemahan yang lebih mudah dipahami oleh pembaca bahasa sasaran . Dalam proses pengumpulan data penulis menggunakan 3 metode yaitu: wawancara, observasi, jelajah internet dan studi pustaka. Hasil dari praktek kerja ini adalah menghasilkan terjemahan dokumen persyaratan dan ketentuan reservasi tiket kereta api berbahasa Mandarin yang akan diunggah pada laman milik PT KAI Daop 5 Purwokerto. Terjemahan dokumen berbahasa Mandarin ini akan memberikan manfaat kepada PT KAI Daop 5 Purwokerto khususnya memudahkan penumpang berbahasa Mandarin untuk mendapatkan informasi mengenai persyaratan dan ketentuan reservasi tiket kereta api. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan minat dan daya tarik penumpang berbahasa Mandarin terhadap penggunaan jasa transportasi kereta api. This article is titled "Document Page Requirements and conditions for reservation of Chinese train tickets for Chinese tourists". This article is the result of student practical work at PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto. The purpose of this writing is to improve the services of PT KAI Daop 5 Purwokerto for foreign passengers, especially Chinese-speaking passengers. Chinese-speaking passengers experience difficulties in obtaining information regarding the terms and conditions of train ticket reservations. Therefore, documents in Mandarin are needed to overcome these obstacles. In making this document in Mandarin, the author uses the communicative translation method because this method can produce a translation that is easier for readers of the target language to understand. In the process of collecting data, the writer uses 3 methods, namely: interviews, observation, internet surfing and literature study. The result of this work practice is to produce a translation of the requirements and conditions for a Chinese train ticket reservation document which will be uploaded on PT KAI Daop 5 Purwokerto's website. The translation of this Chinese document will provide benefits to PT KAI Daop 5 Purwokerto, especially making it easier for Chinese-speaking passengers to obtain information regarding the terms and conditions of train ticket reservations. This of course can increase the interest and attractiveness of Mandarin-speaking passengers to the use of rail transportation services.
3536638538C1G018006Determinants of Murabaha Financing in Sharia Banking in Indonesia 2015-2021Pembiayaan Murabahah adalah salah satu produk perbankan syariah yang berbasis akad jual beli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel margin murabahah, BI Rate, inflasi, NPF Murabahah, tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi terhadap pembiayaan murabahah serta mengetahui trend dari pembiayaan murabahah di perbankan syariah di Indonesia.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan dilakukan di 12 Bank Umum Syariah dan 21 Unit Usaha Syariah di Indonesia. Data yang digunakan adalah jenis data sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda, analisis 2SLS, dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel BI Rate, inflasi, dan NPF murabahah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah di Indonesia. Implikasi yang diharapkan pihak bank harus berhatihati dalam menentukan tingkat marjin keuntungan dan instrumen rasio lainnya agar tidak mempengaruhi pembiayaan murabahah. Dan pemerintah dapat terus menjaga nilai suku bunga dan nilai inflasi agar terus stabil sehingga masyarakat akan semakin banyak menggunakan pembiayaan yang ada di perbankan syariah.
Murabahah financing is one of the sharia banking products based on sale and purchase agreements. This research aims to analyze the influence of Murabaha margin variables, BI Rate, inflation, NPF Murabahah, labor, and economic growth on Murabaha financing and to find out the trend of Murabaha financing in Islamic banking in Indonesia.
This research is a type of quantitative research and was conducted in 12 Islamic Commercial Banks and 21 Islamic Business Units in Indonesia. The data used is a type of secondary data. Data analysis techniques using multiple regression analysis, 2SLS analysis, and trend analysis. The results showed that BI Rate, inflation, and Murabaha NPF negatively and significantly affected Murabaha financing in Indonesia. The implication expected the bank must be careful in determining the profit margin level and other ratio instruments so as not to affect Murabaha financing. Moreover, the government can maintain the value of interest and inflation rates to remain stable, and people will use
more and more financing in Islamic banking.
3536743986C1C020040Pengaruh Intensitas Moral, Reward, dan Retaliasi terhadap Niat Whistleblowing pada Perangkat Desa (Studi pada Perangkat Desa di Kecamatan Tambak)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh intensitas moral, reward, dan retaliasi terhadap niat whistleblowing pada perangkat desa di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuisioner. Sampel penelitian ditetapkan dengan teknik sampling total. Sejumlah 117 orang responden merupakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan alat bantu perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Intensitas moral berpengaruh positif signifikan terhadap niat whistleblowing pada perangkat desa, 2) Reward tidak berpengaruh terhadap niat whistleblowing pada perangkat desa, dan 3) Retaliasi tidak berpengaruh terhadap niat whistleblowing pada perangkat desa.This study aims to examine the effect of moral intensity, reward, and retaliation towards whistleblowing intention of village apparatus in Tambak District, Banyumas Regency. The type of this study is quantitative research using primary data collected by distributing questionnaire to respondents. Research sample is determined by using total sampling method. Total 117 respondents were the samples used in this study. Data analysis technique used in this study was multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 25 software. The result of this study shows that 1) Moral intention has positive and significant effect towards whistleblowing intention of villages apparatus, 2) Reward has no effect towards whistleblowing intentions of village apparatus, 3) Retaliation has no effect towards whistleblowing intentions of village apparatus
3536838537F1C018030Representasi Makna Persahabatan dalam Drama Korea "All Of Us Are Dead" Karya Chun Sung-ilDrama Korea merupakan sebuah budaya kesenian yang berbentuk drama televisi yang diproduksi oleh stasiun televisi lokal di Korea Selatan, yang dibuat dalam format miniseri dan dibuat dalam Bahasa Korea. Dalam drama Korea, banyak memberikan pesan moral, terutama terkait dengan persahabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi persahabatan dalam drama Korea “All Of Us Are Dead”. Analisis yang digunakan berdasarkan karakteristik persahabatan menurut Davis (Fauziah, 2014). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis semiotika Roland
Barthes yang menghasilkan analisis berupa denotasi, konotasi, dan mitos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi persahabatan dalam drama Korea All Of Us Are Dead memiliki 3 macam, yaitu kebersamaan, kerjasama, dan saling percaya dan menghargai. Hal ini juga termasuk beberapa karakteristik persahabatan menurut Davis, berupa hubungan persahabatan yang meliputi kesenangan (enjoyment), saling membantu (mutual assistance), kepercayaan (trust), dan menghargai (respect).
Korean drama is an art culture in the form of television dramas produced by local
television stations in South Korea, which are made in miniseries format and made in Korean. In Korean dramas, many convey moral messages, especially those related to friendship. This study aims to analyze the representation of friendship in the Korean drama "All Of Us Are Dead". The analysis used is based on the characteristics of friendship according to Davis (Fauziah, 2014).
This study used qualitative research methods. The data analysis technique used is Roland Barthes' semiotic analysis which produces an analysis in the form of denotation, connotation, and myth. The results of the study show that the representation of friendship in the Korean drama All Of Us Are Dead has 3 kinds, namely togetherness, cooperation, and mutual trust and respect. This also
includes several characteristics of friendship according to Davis, in the form of friendly relations which include pleasure, mutual assistance, trust, and respect.
3536944627A1C017022PRODUKSI BENIH KENTANG DENGAN SISTEM AEROPONIK DAN VARIASI PENGENDALIAN SUHU DAERAH PERAKARAN DI DATARAN RENDAHProduksi kentang di Indonesia tahun 2020 produksi kentang mengalami penurunan. Salah satu penyebab menurunnya produksi kentang di Indonesia yaitu kurangnya ketersediaan benih kentang bermutu dan harga benih yang mahal. Budidaya kentang di dataran tinggi dapat menyebabkan terjadinya erosi tanah. Penanaman kentang di dataran rendah menjadi salah satu solusi, akan tetapi di dataran rendah mempunyai suhu yang sangat tinggi tidak sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman kentang. Penggunaan teknologi aeroponik dengan zone cooling di daerah perakaran merupakan solusi untuk meningkatkan produksi benih kentang. Penelitian dilakuakan menggunakan Rancangan Acak Lengkapi. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan uji Kruskall-Wallis di lanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil menunjukan bahwa perlakuan suhu dengan zone cooling suhu siang malam sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil umbi tanaman kentang. Tinggi tanaman tertinggi diperoleh pada perlakuan suhu zone cooling 10oC siang malam dengan tinggi tanaman rata-rata 44,412 cm. Jumlah daun tertinggi diperoleh pada perlakuan zone cooling suhu 10oC siang malam dengan jumlah daun rata-rata 67, 493 daun. Jumlah umbi tertinggi di peroleh pada perlakuan zone cooling suhu 10oC siang malam dengan jumlah umbi rata-rata 44,54 umbi/box . Perlakuan asal bibit varietas Tedjo Mz tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil umbi kentang.Potato production in Indonesia in 2020 saw a decline in potato production. One of the causes of the decline in potato production in Indonesia is the lack of availability of quality potato seeds and the high price of seeds. Potato cultivation in the highlands can cause soil erosion. Planting potatoes in the lowlands is one solution, however in the lowlands the very high temperatures are not in accordance with the growth needs of potato plants. The use of aeroponic technology with zone cooling in the root area is a solution to increase potato seed production. The research was carried out using a Completely Randomized Design. Data were analyzed using the ANOVA test and the Kruskall-Wallis test followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. The results show that temperature treatment with zone cooling day and night temperatures has a significant effect on the growth and yield of potato tubers. The highest plant height was obtained in the zone cooling temperature treatment of 10oC day and night with an average plant height of 44.412 cm. The highest number of leaves was obtained in the zone cooling treatment with a temperature of 10oC day and night with an average number of 67,493 leaves. The highest number of tubers was obtained in the zone cooling treatment with a temperature of 10oC day and night with an average number of tubers of 44.54 tubers/box. The seed treatment of the Tedjo Mz variety did not have a significant effect on the growth and yield of potato tubers.
3537038539A1H020009PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CAIR DAN KOMPOS BERBASIS
AZOLLA MICROPHYLLA TERHADAP KETERSEDIAAN P DAN HASIL
TANAMAN PAKCOY PADA ULTISOL
Ultisol merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai
sebaran luas mencapai 45.794.000 ha atau sekitar 25% dari total luas daratan
Indonesia. Ultisol di Indonesia umumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Seiring dengan perkembangan budidaya pertanian, perlu dilakukan usaha
memperluas budidaya pertanian dengan memanfaatkan tanah yang terkendala pada
sifat fisik atau kimia tanahnya. Tanah yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan
untuk hortikultura antara lain Ultisol. Permasalahan tanah ultisol untuk usaha
pertanian adalah pH yang rendah, tingkat kejenuhan Al yang tinggi, kandungan
hara yang rendah, fiksasi P tinggi serta tanah yang peka erosi. Berbagai
permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan teknologi seperti
pengapuran, pemupukan, dan pengelolaan bahan organik. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh (1) konsentrasi ekstrak cair dan dosis kompos basis
biomassa Azolla terhadap ketersediaan P tanah Ultisol (2) konsentrasi ekstrak cair
dan dosis kompos basis biomassa Azolla microphylla terhadap hasil tanaman
pakcoy (3) interaksi konsentrasi ekstrak cair dan dosis kompos basis biomassa
Azolla microphylla terhadap ketersediaan P tanah Ultisol dan hasil tanaman pakcoy.
Penelitian telah dilaksanakan pada Januari – Mei 2022. Penelitian dilakukan
di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Penelitian
ini terdiri dari 16 kombinasi perlakuan dengan jumlah ulangan sebanyak 4 ulangan,
sehingga terdapat 64 unit percobaan. Metode penelitian meliputi perakitan ekstrak
cair dan kompos basis biomassa Azolla microphylla, persiapan sampel tanah,
pemupukan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman. Variabel yang
diamati yaitu tinggi tanaman , jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering
tanaman, klorofil, pH H2O, pH KCl, dan ketersediaan P Ultisol serta serapan P.
Jaringan Tanaman Pakcoy. Pengambilan sampel jaringan tanaman dilakukan pada
saat akhir pertumbuhan vegetatif tanaman yaitu 42 hari setelah tanam.
Perlakuan ekstrak cair biomassa Azolla microphylla menunjukan hasil
pengaruh nyata terhadap pengukuran ketersediaan P Ultisol. Dosis kompos
memberikan pengaruh nyata terhadap variabel bobot kering tanaman dan serapan P
jaringan tanaman Pakcoy. Kombinasi ekstrak cair dan dosis kompos berbasis
Azolla microphylla tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel
pengamatan.
Ultisol is one type of soil in Indonesia that has a wide distribution reaches
45,794,000 ha or about 25% of the total land area Indonesia. Ultisols in Indonesia
are generally not used optimally. Along with the development of agricultural
cultivation, it is necessary to make efforts to expand agricultural cultivation by
utilizing soil that is constrained by the physical or chemical properties of the soil.
Soils that have the potential to be used for horticulture include Ultisols. Problems
with ultisol soils for agriculture are low pH, high Al saturation levels, low nutrient
content, high P fixation and erosion sensitive soils. These various problems can be
overcome by the application of technology such as liming, fertilization, and organic
matter management. The purpose of this study was to determine the effect of (1)
concentration of liquid extract and dose of Azolla biomass-based compost on
Ultisol soil P availability (2) concentration of liquid extract and dose of Azolla
microphylla biomass-based compost on pakcoy plant yields (3) interaction of liquid
extract concentration and dose. Azolla microphylla biomass base compost on
Ultisol soil P availability and pakcoy yield.
The research was conducted in January – May 2022. The research was
conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Jenderal
Sudirman University. This study consisted of 16 treatment combinations with 4
replications, so that there were 64 experimental units. The research methods
include the assembly of liquid extracts and Azolla microphylla biomass base
compost, soil sample preparation, fertilization, planting, maintenance and
harvesting of plants. The variables observed were plant height, number of leaves,
plant fresh weight, plant dry weight, chlorophyll, pH H2O, pH KCl, and availability
of P Ultisol and P uptake of Pakcoy Plant Tissue. Sampling of plant tissue was
carried out at the end of plant vegetative growth, which was 42 days after planting.
The treatment of Azolla microphylla biomass liquid extract showed a
significant effect on the measurement of Ultisol P availability. Compost dose had a
significant effect on the variable dry weight of plants and P uptake of Pakcoy plant
tissue. The combination of liquid extract and dose of compost based on Azolla
microphylla did not significantly affect all observed variables.
3537138541J1E017023The Correlation between Past Tenses Knowledge and Writing Skill of Recount TextTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kemampuan siswa dalam pengetahuan past tense dan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dan mencari hubungan antar variabel. Penelitian ini menggunakan pengetahuan siswa mengenai past tense sebagai variabel bebas dan kemampuan siswa menulis teks recount sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan 31 siswa kelas XI BB SMA Negeri 1 Pemalang sebagai sampelnya. Data penelitian didapat melalui soal pilihan ganda berfokus pada jenis-jenis past tense dan tes menulis teks recount. Metode statistik yang digunakan adalah regresi analisis sederhana menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa kelas XI BB SMA Negeri 1 Pemalang mengenai past tense adalah cukup baik karena nilai rata-ratanya adalah 74. Sedangkan kemampuan menulis recount text siswa kelas XI BB SMA Negeri 1 Pemalang adalah baik karena nilai rata-ratanya adalah 80. Kedua variabel menunjukkan hubungan yang positif dimana sebanyak 56,6% pengetahuan siswa mengenai past tense berpengaruh terhadap kemampuannya dalam menulis teks recount.The aim of this study is to determine the mastery level of students’ knowledge of past tense and writing skills in recount text and to find their correlation between the two variables. This study used the students’ knowledge of past tense as the independent variable and the students’ writing skills in recount text as the dependent variable. Total sampling was used in this study which the sample was 31 students of XI BB at SMA Negeri 1 Pemalang. The data were collected by using multiple choice items focused on kinds of past tense and writing test focused on composing recount text. The statistical method used was simple regression analysis using SPSS 26. The result showed that the XI BB of SMA Negeri 1 Pemalang students’ past tenses knowledge is fairly good because the mean score is 74. While the XI BB of SMA Negeri 1 Pemalang students’ writing skill in recount text is good forits mean score of the writing test is 80. These variables showed a positive correlation by 56,6% of students’ knowledge of past tenses affected their writing skill in recount text.
3537238543J0B019022Upaya Meningkatkan Daya Tarik WisatawanTelaga Sunyi Menggunakan Bahasa Mandarin Di PT Palawi Risorsis BaturradenArtikel ini berjudul “Upaya Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan Telaga Sunyi Melalui Video Promosi Media Sosial TikTok Berbahasa Mandarin Di PT Palawi Risorsis Baturraden”. Artikel ini merupakan hasil kerja praktik mahasiswa D3 Bahasa Mandarin di PT Palawi Risorsis Baturraden. Tujuan penulisan artikel ini adalah meningkatkan daya tarik wisatawan asing berbahasa Mandarin dengan menghasilkan video promosi media sosial TikTok menggunakan bahasa Mandarin. Wisatawan asing berbahasa Mandarin mengalami kendala untuk pada saat mencari informasi terkait objek wisata Telaga Sunyi. Dalam pembuatan video promosi berbahasa Mandarin penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena hasil terjemahan disesuaikan dengan tata bahasa bahasa sasaran. Dalam proses pengumpulan data penulis menggunakan empat metode, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan jelajah internet. Hasil dari praktik kerja ini adalah video promosi Telaga Sunyi berbahasa Mandarin. Video Promosi ini memberikan manfaat kepada PT Palawi Risorsis untuk meningkatkan promosi kepada wisatawan asing berbahasa Mandarin. Mereka akan mendapatkan informasi berbahasa Mandarin mengenai objek wisata Telaga Sunyi. Hal ini dapat meningkatkan minat dan daya tarik wisatawan asing berbahasa Mandarin terhadap objek wisata Telaga Sunyi. This article is entitled "Efforts to increase the attractiveness of Telaga Sunyi through a promotional video for social media TikTok in Mandarin at PT Palawi Risorsis Baturraden". This article is the result of D3 Mandarin student practical work at PT Palawi Risorsis Baturraden. The purpose of increasing the attractiveness of Chinese speaking foreign tourists by producing social media TikTok social media videos using Chinese. Mandarin-speaking foreign tourists experience problems when searching for information regarding the Telaga Sunyi tourist attraction. In making promotional videos in Mandarin, the authors use the communicative translation method because this method is adapted to the grammar of the target language. In the process of collecting data the authors used four methods, namely observation, interviews, documentation, and internet surfing. The result of this work practice is the Telaga Sunyi promotional video this promotional video will provide benefits to PT Palawi Risorsis to make it easier for Mandarin-speaking tourists and improve promotional tools to obtain information about Telaga Sunyi attractions. This can increase the interest and attractiveness of Mandarin speaking foreign tourists to the Telaga Sunyi tourist attraction.
3537344628A1C017060PENGARUH JADWAL IRIGASI TETES OTOMATIS BERBASIS WAKTU
DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP SIFAT FISIK TANAH
MARJINAL PADA BUDIDAYA SERAI WANGI
Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) adalah tanaman rumput ekonomis yang
menghasilkan minyak astiri dan dapat tumbuh baik di lahan marginal. Bahan
organik tanah berperan sebagai perekat untuk membentuk struktur tanah dan
penting untuk meningkatkan kualitas lahan. Irigasi, dengan bantuan teknologi
seperti sistem irigasi tetes otomatis berbasis waktu, diperlukan untuk meningkatkan
produktivitas tanaman di lahan tersebut.Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Wijaya et al. (2021) telah melaksanakan penelitian pada lahan marginal dan
menggunakan variasi dosis pupuk 15 ton/ha, 25 ton/ha, dan 35 ton/ha, serta
menggunakan jadwal irigasi tetes. kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut
menggunakan variasi dosis pupuk lebih besar dan menggunakan sistem irigasi tetes
timer. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pengaruh
jadwal irigasi tetes otomatis berbasis waktu terhadap sifat fisik tanah marginal pada
budidaya serai wangi di dalam screenhouse. selain itu juga dapat (2)
mengidentifikasi pengaruh dosis pupuk organik terhadap sifat fisik tanah pada
budidaya serai wangi di dalam screenhouse. dan (3) mengetahui jadwal irigasi tetes
otomatis berbasis waktu dan dosis pupuk organik yang efektif (aplikatif) untuk sifat
fisik tanah marginal pada budidaya serai wangi di dalam screenhouse. Penelitian
ini dilaksanakan menggunakan lahan marginal jenis tanah ultisol di Laboratorium
Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan
percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
sembilan variasi perlakuan yang berbeda. Faktor yang dipertimbangkan dalam
penelitian ini adalah variasi dosis pupuk organik (PO) dengan tiga tingkat (PO1 =
500g/m2
, PO2 = 1000g/m2
, PO3 = 1500g/m2
) dan irigasi tetes otomatis berbasis
waktu dengan tiga tingkat (SI3 = 3 harian, SI5 = 5 harian, dan SI7 = 7 harian).
Variabel yang diamati meliputi kadar air tanah, kepadatan tanah, dan permeabilitas
tanah. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan beberapa uji
statistik. Hasil data kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Analysis of
2
Variance (ANOVA), Uji Kruskal-wallis, dan Uji Duncan Multiple Range Test
(DMRT) 5 %.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan sistem irigasi tetes
berbasis waktu berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat fisik tanah marginal,
dengan perlakuan SI3 sebagai perlakuan terbaik terhadap permeabilitas, kepadatan,
dan kadar air tanah. Pada perlakuan dosis pupuk berpengaruh terhadap kepadatan
tanah dan permeabilitas. variasi dosis pupuk paling optimal terdapat pada variasi
dosis pupuk 1000g/m2
. Pada kombinasi perlakuan berpengaruh terhadap
permeabilitas tanah, dan kombinasi perlakuan yang paling optimal terdapat pada
SI7PO2.
Lemongrass (Cymbopogon nardus L.) is an economically important grass
plant that produces essential oil and can well develop in marginal lands. Although
marginal lands, despite being dry and having limited nutrient content, have the
potential for agriculture, they require good management to improve their quality.
Soil organic matter acts as a binding agent to form soil structure and is crucial for
enhancing land quality. Irrigation, aided by technology such as timed automatic
drip irrigation systems, is necessary to increase crop productivity in such
lands.Previous research by Wijaya et al. (2021) has investigated marginal lands
using varying fertilizer doses of 15 tons/ha, 25 tons/ha, and 35 tons/ha, along with
using a drip irrigation schedule. Further research was then conducted using larger
fertilizer doses and employing a timed drip irrigation system. The objectives of the
research were to (1) identify the influence of timed automatic drip irrigation
schedules on the physical properties of marginal soil in lemongrass cultivation
within a screenhouse, (2) identify the influence of organic fertilizer doses on soil
physical properties in lemongrass cultivation within a screenhouse, and (3)
determine the effective (applicable) timed automatic drip irrigation schedule and
organic fertilizer dose for the physical properties of marginal soil in lemongrass
cultivation within a screenhouse. This research using Ultisol marginal soil type in
the Agronomy Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal
Soedirman. The experimental design used was a Completely Randomized Design
(RAL) with nine different treatment variations. Factors considered in this research
were variations in organic fertilizer doses (PO) with three levels (PO1 = 500g/m2
,
PO2 = 1000g/m2
, PO3 = 1500g/m2
) and timed automatic drip irrigation with three
levels (SI3 = every 3 days, SI5 = every 5 days, and SI7 = every 7 days). The
observed variables included soil moisture content, soil density, and soil
permeability. The generated data were then analyzed using several statistical tests.
The data results were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), KruskalWallis Test, and Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%.
The results of this research indicate that the timed automatic drip irrigation
treatment significantly influenced the improvement of physical properties of
marginal soil, with the SI3 treatment being the most effective in enhancing
3
permeability, density, and soil moisture content. As for the fertilizer dose treatment
(PO), it significantly affected soil density and permeability, with the most optimal
fertilizer dose variation being 1000 g/m2
. The combination of treatments influenced
soil permeability, and the most optimal treatment combination was found in
SI7PO2.
3537438542C1C016024PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Kinerja Keuangan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility’’. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Populasi penelitian merupakan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia khususnya tahun 2019-2021. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah puposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Sampel penelitian berjumlah 42 perusahaan pertambangan yang telah memenuhi kriteria penelitian.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh kinerja lingkungan dan kinerja keuangan terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Berdasarkan penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: secara parsial (1) kinerja lingkungan berpengaruh terhadap pengugkapan corporate social responsibility, (2) return on equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility, (3) kinerja lingkungan dan return on equity (ROE) secara simultan berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility.
This study uses research with a quantitative descriptive approach. This research is entitled "The Influence of Environmental Performance and Financial Performance on Disclosure of Corporate Social Responsibility". Data collection technique is documentation. The research population is mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange, especially in 2019-2021. The research sampling technique is purposive sampling, which is in accordance with the criteria determined by the researcher. The research sample is 42 mining companies that have met the research criteria.
This study aims to examine the effect of environmental performance and financial performance on disclosure of corporate social responsibility. Based on research and data analysis shows that: partially (1) environmental performance effects disclosure of corporate social responsibility, (2) return on equity (ROE) has no effect disclosure of corporate social responsibility, (3) environmental performance and return on equity (ROE) ) simultaneously effect the disclosure of corporate social responsibility.
3537543979E1A020285Konstitusionalitas Masa Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Menjadi Undang-Undang Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mekanisme pembentukan peraturan perundang-undangan terutama dalam masa penetapan Perppu menjadi undang-undang yang dalam implementasinya permasalahan tersebut pernah menjadi alasan gugatan dalam pengujian UU Cipta Kerja. Permasalahan tersebut dapat dilihat dalam penggunaan frasa “persidangan yang berikut” dalam Pasal 22 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 dan Pasal 52 ayat (1) Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme masa dan konstitusionalitas penetapan Perppu menjadi undang-undang.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang dikumpulkan melalui studi pustaka dan disajikan dengan teks naratif, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa mekanisme penetapan Perppu menjadi undang-undang dilaksanakan dalam pembahasan RUU sebagaimana diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 dan UUP3. Dan berdasarkan analisis terdapat problem inkonstitusionalitas dalam penggunaan frasa “persidangan yang berikut”.

This research was motivated by the problem of the mechanism for forming statutory regulations, especially during the period when the Perppu became law, in the implementation of which this problem once became the reason for a lawsuit in the review of the Job Creation Law. This problem can be seen in the use of the phrase "the following trial" in Article 22 paragraph (2) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and Article 52 paragraph (1) of Law Number 12 of 2011 concerning the Formation of Legislative Regulations. So this research aims to find out the time mechanism and constitutionality of enacting a Perppu into law.
This research uses a normative juridical method with a statutory approach with analytical descriptive research specifications. The data used is secondary data consisting of primary legal material, secondary legal material and tertiary legal material collected through library research and presented in narrative text, then analyzed normatively qualitatively.
Based on the results of research and discussions, it shows that the mechanism for determining the Perppu to become law is carried out in the discussion of the Bill as regulated in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and UUP3. And based on the analysis, there is unconstitutionality in the use of the phrase "the following trial".
3537638545J0B019011PENERJEMAHAN AUDIO INFORMASI OBJEK WISATA GUCI DENGAN METODE KOMUNIKATIF DI DINAS KEPEMUDAAN, OLAHRAGA, DAN PARIWISATA KABUPATEN TEGALArtikel ini berjudul “Penerjemahan Audio Informasi Objek Wisata Guci Dengan Metode Komunikatif Di Dinas Kepemudaan, Olahraga, Dan Pariwisata Kabupaten Tegal”. Kegiatan praktik kerja dilakukan di Dinas kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, pada bulan September 2021 sampai bulan Maret 2022. Tujuan dari artikel ini adalah melakukan penerjemahan audio informasi objek wisata Guci dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin. Pada pengumpulan data, penulis menggunakan empat metode yaitu, studi pustaka, jelajah internet, observasi non partisipan, dan wawancara. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan metode komunikatif, karena hasil terjemahan dengan metode komunikatif sesuai dengan tata bahasa bahasa sasaran. Hasil dari artikel ini adalah berupa transkrip isi rekaman dan rekaman audio informasi objek wisata Guci dalam dua versi yaitu pada saat pandemi dan pada saat normal. Audio informasi ini telah diterima oleh kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Guci.This article is entitled "Audio Translation of Guci Tourism Object Information Using the Communicative Method at the Tegal Regency Youth, Sports and Tourism Office". Practical work activities are carried out at the Youth, Sports and Tourism Office of Tegal Regency, from September 2021 to March 2022. The purpose of this article is to translate audio information on the Guci tourist attraction from Indonesian to Mandarin. In data collection, the authors used four methods, namely, literature study, internet browsing, non-participant observation, and interviews. In the process of translating the writer uses the communicative method, because the results of the translation using the communicative method are in accordance with the grammar of the target language. The results of this article are in the form of a transcript of the contents of the recording and audio recording of information on the Guci tourist attraction in two versions, namely during a pandemic and during normal times. This audio information has been received by the Guci Regional Technical Implementation Unit (UPTD) office.
3537744629H1C017032ANALISIS HASIL INTERPOLASI DATA DEM SHUTTLE RADAR TOPOGRAPHIC MISSION (SRTM) MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW), KRIGING, DAN NATURAL NEIGHBOR DAERAH PANINGKABAN PROVINSI JAWA TENGAH
Penelitian ini menganalisis metode interpolasi spasial IDW (Inverse Distance Weighting), Natural Neighbor, dan Kriging untuk menentukan elevasi dari data DEM (Digital Elevation Model) SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) serta membandingkan keakuratannya. Rumusan masalah mencakup bagaimana metode interpolasi ini menentukan elevasi dari data DEM SRTM, keakuratan hasilnya dibandingkan dengan data DEM SRTM, dan penilaian metode interpolasi yang lebih akurat. IDW memberikan bobot lebih besar pada titik data yang lebih dekat, sementara Natural Neighbor menggunakan poligon Thiessen untuk membagi area berdasarkan titik tetangga terdekat. Kriging mempertimbangkan jarak antar titik data serta struktur spasial dan korelasi di antara data, menggunakan semivariogram Gaussian, Spherical, dan Eksponensial untuk memodelkan variabilitas spasial dan menghitung estimasi kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan Kriging Eksponensial dan Natural Neighbor memberikan akurasi terbaik dengan RMSE terendah, masing-masing sebesar 16.49 dan 16.27. Metode IDW menunjukkan variasi hasil, dengan RMSE terendah sebesar 18.33 untuk nilai power 3 pada variable search radius, sementara IDW dengan power 0.5 pada fixed search radius memberikan hasil terburuk dengan RMSE 32.24. Kriging Gaussian dan Spherical memiliki RMSE masing-masing 23.75 dan 36.25. Metode Natural Neighbor yang menggunakan Thiessen polygons memberikan bobot area titik uji berdasarkan luas penampang area titik sampel. Kepadatan titik prediksi mempengaruhi jumlah Thiessen polygons yang terbentuk, yang sejalan dengan peningkatan akurasi nilai titik uji. Metode ini mempertahankan variasi lokal dan perubahan tajam pada data, cocok untuk data dengan perubahan mendadak atau pola spasial mengelompok, memberikan RMSE yang lebih rendah dibanding metode lainnya. Kriging Eksponensial dan Natural Neighbor merupakan metode interpolasi yang paling akurat dalam studi ini.This study evaluates the spatial interpolation methods of IDW (Inverse Distance Weighting), Natural Neighbor, and Kriging to determine elevations from SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) DEM (Digital Elevation Model) data, comparing their accuracies. IDW assigns greater weight to closer points, Natural Neighbor uses Thiessen polygons to divide areas based on neighboring points, and Kriging considers spatial structure and correlation among data points, utilizing Gaussian, Spherical, and Exponential semivariograms to model spatial variability and calculate estimation errors. Results indicate that Exponential Kriging and Natural Neighbor provide the best accuracy, with the lowest RMSEs of 16.49 and 16.27, respectively. IDW shows varied results, with its lowest RMSE at 18.33 for a power value of 3 using a variable search radius, while a power of 0.5 in a fixed search radius yields the worst RMSE of 32.24. Gaussian and Spherical Kriging have RMSEs of 23.75 and 36.25, respectively. Natural Neighbor is particularly effective, maintaining local variations and sharp changes, making it suitable for data with sudden changes or spatial clustering patterns. This method’s accuracy correlates with the density of prediction points and the number of Thiessen polygons formed. In conclusion, Exponential Kriging and Natural Neighbor are identified as the most accurate interpolation methods in this study, providing lower RMSEs compared to other methods.
3537838546C1A018121Efisiensi Produksi Usahatani Kapulaga di Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten PurbalinggaDesa Gunung Wuled merupakan desa tematik kapulaga di Kabupaten Purbalingga. Kondisi tersebut berarti desa ini ditunjuk oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi kapulaga secara optimal. Namun, sebagian besar usahatani kapulaga belum mampu memproduksi kapulaga sesuai standar budidayanya sehingga menyebabkan produksi dan pendapatan usahatani kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kapulaga dan menganalisis efisiensi teknis, alokatif, ekonomi usahatani kapulaga. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 87 usahatani kapulaga. Teknis analisis data menggunakan analisis fungsi produksi stokastik frontier Cobb-Douglas yang dilakukan menggunakan bantuan program Frontier 4.1 untuk menguji seluruh parameter penelitian. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel penelitian berpengaruh secara simultan terhadap produksi kapulaga. Sedangkan secara parsial semua variabel berpengaruh positif signifikan terhadap produksi kapulaga kecuali variabel bibit, pupuk kompos, keahlian usahatani kapulaga. Usahatani kapulaga di Desa Gunung Wuled sudah efisien secara teknis, namun belum efisien secara alokatif dan ekonomi. Gunung Wuled Village is a cardamom thematic village in Purbalingga Regency. This condition means that the village was appointed by the local government to develop and increase cardamom production optimally. However, most cardamom farms have not been able to produce cardamom according to their cultivation standards, causing production and farming income to be less than optimal. The purpose of this study was to analyze the factors that influence cardamom production and to analyze the technical, allocative, economic efficiency of cardamom farming. The samples used in this study were 87 cardamom farms. The data analysis technique uses the Cobb-Douglas frontier stochastic production function analysis which is carried out using the Frontier 4.1 program to test all research parameters. The results showed that all of the research variables had a simultaneous effect on cardamom production. While partially all variables have a significant positive effect on cardamom production except for seeds, compost, cardamom farming skills. Cardamom farming in Gunung Wuled Village is technically efficient, but not allocatively and economically efficient.
3537938547F1F017040Analisis Proses Pembentukan Kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada Tahun 2012-2021Skripsi ini menganalisis Proses Pembentukan Kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Pada Tahun 2012-2021. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengeksplorasi proses negosiasi dan perjanjian yang menyebabkan terbentuknya RCEP, yaitu sebuah kesepakatan perdagangan bebas antara 10 negara anggota ASEAN dan 5 negara mitra ASEAN (China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru). RCEP merupakan kesepakatan dagang terbesar kedua dunia setelah WTO. RCEP dibangun dengan pondasi FTA dari ASEAN dengan negara lain yang sebelumnya telah ada. Termasuk hubungan FTA yang telah dimiliki oleh sesama mitra, misalnya bilateral FTA antara Jepang dengan India, atau Australia dengan Selandia Baru.

Skripsi ini akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan RCEP, serta dampak yang diharapkan dari kesepakatan ini pada ekonomi negara-negara yang terlibat. Skripsi ini akan memberikan pandangan yang komprehensif tentang proses pembentukan RCEP dan bagaimana kesepakatan ini dapat membantu meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan di kawasan Asia Pasifik. Skripsi ini juga mengeksplorasi isu-isu yang ada dalam proses negosiasi serta menyajikan dinamika negosiasi RCEP. Skripsi ini juga mengevaluasi dampak potensial dari kesepakatan ini pada ekonomi dan perdagangan di kawasan.

Skripsi ini menggunakan konsep integrasi regional yang menjadi dasar analisis dari pembentukan RCEP nantinya. Konsep integrasi regional diambil dari Walter S jones yang kemudian dianalisis sehingga menyebutkan bahwa proses pembentukan kesepakatan RCEP pada dasarnya merupakan proses integrasi ekonomi regional yang bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi dari kawasan Asia Timur, Asia Tenggara dan Pasifik yang merupakan kawasan strategis dengan pasar yang besar. Dengan perbedaan level negara dari segi sumber daya, infrastruktur, regulasi serta sistem pemerintahan yang berbeda, menyebabkan kemungkinan adanya beberapa terhambatnya kesepakatan kepentingan dalam perundingan RCEP. Selain itu sebagai salah satu kesepakatan ekonomi terbesar selain WTO, proses pembentukan RCEP tidaklah terjadi sendiri kecuali dengan adanya faktor-faktor maupun dorongan dari para aktor negara dalam mempengaruhi pembentukan RCEP.
This thesis analyzes the Process of Forming a Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Agreement in 2012-2021. The purposes in this research is to identify and explore the negotiation process and agreements that led to the formation of RCEP, namely a free trade agreement between 10 ASEAN member countries and 5 ASEAN partner countries (China, Japan, South Korea, Australia and New Zealand). RCEP is the world's second largest trade agreement after the WTO. RCEP was built on the FTA foundation from ASEAN with other countries that previously existed. Including FTA relations that are already owned by fellow partners, for example bilateral FTA between Japan and India, or Australia and New Zealand.

This thesis will analyze the factors that influence the formation of RCEP, as well as the expected impact of this agreement on the economies of the countries involved. This thesis will provide a comprehensive view of the process of establishing RCEP and how this agreement can help enhance economic and trade cooperation in the Asia Pacific region. This thesis also explores the issues in the negotiation process and presents the dynamics of the RCEP negotiations. This thesis also evaluates the potential impact of this agreement on the economy and trade in the region.

This thesis uses the concept of regional integration which is the basis for the analysis of the formation of RCEP later. The concept of regional integration was taken from Walter S Jones which was then analyzed so that it stated that the process of forming the RCEP agreement was basically a process of regional economic integration that aims to increase the economic potential of the East Asia, Southeast Asia and Pacific regions which are strategic areas with large markets. With different levels of countries in terms of resources, infrastructure, regulations and different government systems, it is possible that there will be some delays in the agreement of interests in the RCEP negotiations. Apart from that, as one of the largest economic agreements apart from the WTO, the process of forming RCEP did not happen alone except with the presence of factors or encouragement from state actors in influencing the formation of RCEP.
3538038548L1C018001Determinasi Tingkat Pencemaran dan Pendugaan Potensi Risiko Ekologis Logam Berat Pb (Timbal) Pada Sedimen Pantai Balongan Indah, IndramayuLogam berat merupakan salah satu bahan pencemar yang banyak ditemukan di perairan. Sumber logam berat berasal dari alami dan antropogenik. Sumber alami contohnya aktivitas vulkanik dan erosi, sedangkan sumber antropogenik yaitu kegiatan pertambangan, transportasi, dan pertanian. Pantai Balongan Indah merupakan tempat yang diduga terkontaminasi logam berat karena dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan minyak mentah dan pariwisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kandungan logam berat Pb di sedimen, mengetahui sumber dan tingkat pencemaran berdasarkan indeks CF, EF, Igeo, serta mengetahui potensi risiko ekologis berdasarkan SQGs dan PERI di Pantai Balongan Indah Indramayu. Metode yang digunakan untuk menentukan stasiun pengambilan sampel adalah random sampling, metode untuk analisis logam berat adalah spektrofotometri, dan untuk menjelaskan sumber dan tingkat pencemaran adalah metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu kandungan Pb berkisar antara 16,29-30,85 mg/kg dengan rata-rata 22,98 mg/kg, berdasarkan indeks EF dan Igeo berasal dari alam, berdasarkan indeks CF tingkat pencemarannya termasuk kategori kontaminasi sedang, berdasarkan indeks EF termasuk tidak adanya pengayaan, dan berdasarkan Igeo termasuk kategori tidak tercemar. Berdasarkan SQGs dan PERI termasuk kedalam kategori risiko rendah dan belum memberikan dampak negatif terhadap organisme. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pantai Balongan Indah, Indramayu masih tergolong tidak tercemar dan belum memberikan dampak negatif.Heavy metals are one of the most common pollutants found in waters. Sources of heavy metals are natural and anthropogenic. Natural resources such as volcanic activity and erosion. While anthropogenic sources are mining, transportation, and agricultural activities. Balongan Indah Indramayu Beach is a place that might be contaminated with heavy metals because it is used for processing crude oil and tourism. The purpose of this study was to determine the heavy metals of Pb in sediments, to determine the source and pollution levels based on the CF, EF, Igeo, and to determine the ecological potential risk based on SQGs and PERI at Balongan Indah Beach, Indramayu. The method used to determine the sampling station in this study were random sampling method, the spectrophotometric method in heavy metal analysis, and the descriptive method to explain the source and pollution levels of heavy metals. The results of this study were that the Pb content ranges from 16.29-30.85 mg/kg with an average of 22.98 mg/kg, heavy metal sources based on the EF and Igeo were derived from nature, pollution levels was classified in the category of moderate contamination of the CF, no enrichment category based on EF, and unpolluted category based on Igeo. Balongan Indah Indramayu Beach was classified in the low risk category and has not had a negative impact on organisms based on PERI. The conclusion of this study is Balongan Indah Beach, Indramayu is still classified as non polluted. and has not had a negative impact.