Artikel Ilmiah : A1C017060 a.n. YOHANIS BAIYA

Kembali Update Delete

NIMA1C017060
NamamhsYOHANIS BAIYA
Judul ArtikelPENGARUH JADWAL IRIGASI TETES OTOMATIS BERBASIS WAKTU
DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP SIFAT FISIK TANAH
MARJINAL PADA BUDIDAYA SERAI WANGI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) adalah tanaman rumput ekonomis yang
menghasilkan minyak astiri dan dapat tumbuh baik di lahan marginal. Bahan
organik tanah berperan sebagai perekat untuk membentuk struktur tanah dan
penting untuk meningkatkan kualitas lahan. Irigasi, dengan bantuan teknologi
seperti sistem irigasi tetes otomatis berbasis waktu, diperlukan untuk meningkatkan
produktivitas tanaman di lahan tersebut.Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Wijaya et al. (2021) telah melaksanakan penelitian pada lahan marginal dan
menggunakan variasi dosis pupuk 15 ton/ha, 25 ton/ha, dan 35 ton/ha, serta
menggunakan jadwal irigasi tetes. kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut
menggunakan variasi dosis pupuk lebih besar dan menggunakan sistem irigasi tetes
timer. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pengaruh
jadwal irigasi tetes otomatis berbasis waktu terhadap sifat fisik tanah marginal pada
budidaya serai wangi di dalam screenhouse. selain itu juga dapat (2)
mengidentifikasi pengaruh dosis pupuk organik terhadap sifat fisik tanah pada
budidaya serai wangi di dalam screenhouse. dan (3) mengetahui jadwal irigasi tetes
otomatis berbasis waktu dan dosis pupuk organik yang efektif (aplikatif) untuk sifat
fisik tanah marginal pada budidaya serai wangi di dalam screenhouse. Penelitian
ini dilaksanakan menggunakan lahan marginal jenis tanah ultisol di Laboratorium
Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan
percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
sembilan variasi perlakuan yang berbeda. Faktor yang dipertimbangkan dalam
penelitian ini adalah variasi dosis pupuk organik (PO) dengan tiga tingkat (PO1 =
500g/m2
, PO2 = 1000g/m2
, PO3 = 1500g/m2
) dan irigasi tetes otomatis berbasis
waktu dengan tiga tingkat (SI3 = 3 harian, SI5 = 5 harian, dan SI7 = 7 harian).
Variabel yang diamati meliputi kadar air tanah, kepadatan tanah, dan permeabilitas
tanah. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan beberapa uji
statistik. Hasil data kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Analysis of
2
Variance (ANOVA), Uji Kruskal-wallis, dan Uji Duncan Multiple Range Test
(DMRT) 5 %.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan sistem irigasi tetes
berbasis waktu berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat fisik tanah marginal,
dengan perlakuan SI3 sebagai perlakuan terbaik terhadap permeabilitas, kepadatan,
dan kadar air tanah. Pada perlakuan dosis pupuk berpengaruh terhadap kepadatan
tanah dan permeabilitas. variasi dosis pupuk paling optimal terdapat pada variasi
dosis pupuk 1000g/m2
. Pada kombinasi perlakuan berpengaruh terhadap
permeabilitas tanah, dan kombinasi perlakuan yang paling optimal terdapat pada
SI7PO2.
Abtrak (Bhs. Inggris)Lemongrass (Cymbopogon nardus L.) is an economically important grass
plant that produces essential oil and can well develop in marginal lands. Although
marginal lands, despite being dry and having limited nutrient content, have the
potential for agriculture, they require good management to improve their quality.
Soil organic matter acts as a binding agent to form soil structure and is crucial for
enhancing land quality. Irrigation, aided by technology such as timed automatic
drip irrigation systems, is necessary to increase crop productivity in such
lands.Previous research by Wijaya et al. (2021) has investigated marginal lands
using varying fertilizer doses of 15 tons/ha, 25 tons/ha, and 35 tons/ha, along with
using a drip irrigation schedule. Further research was then conducted using larger
fertilizer doses and employing a timed drip irrigation system. The objectives of the
research were to (1) identify the influence of timed automatic drip irrigation
schedules on the physical properties of marginal soil in lemongrass cultivation
within a screenhouse, (2) identify the influence of organic fertilizer doses on soil
physical properties in lemongrass cultivation within a screenhouse, and (3)
determine the effective (applicable) timed automatic drip irrigation schedule and
organic fertilizer dose for the physical properties of marginal soil in lemongrass
cultivation within a screenhouse. This research using Ultisol marginal soil type in
the Agronomy Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal
Soedirman. The experimental design used was a Completely Randomized Design
(RAL) with nine different treatment variations. Factors considered in this research
were variations in organic fertilizer doses (PO) with three levels (PO1 = 500g/m2
,
PO2 = 1000g/m2
, PO3 = 1500g/m2
) and timed automatic drip irrigation with three
levels (SI3 = every 3 days, SI5 = every 5 days, and SI7 = every 7 days). The
observed variables included soil moisture content, soil density, and soil
permeability. The generated data were then analyzed using several statistical tests.
The data results were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), KruskalWallis Test, and Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%.
The results of this research indicate that the timed automatic drip irrigation
treatment significantly influenced the improvement of physical properties of
marginal soil, with the SI3 treatment being the most effective in enhancing
3
permeability, density, and soil moisture content. As for the fertilizer dose treatment
(PO), it significantly affected soil density and permeability, with the most optimal
fertilizer dose variation being 1000 g/m2
. The combination of treatments influenced
soil permeability, and the most optimal treatment combination was found in
SI7PO2.
Kata kunci Serai Wangi, Lahan Marginal, Irigasi Tetes, Pupuk Organik, Pertumbuhan Tanaman.
Pembimbing 1Krisandi Wijaya, S.TP.,M.Agr., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Asna Mustofa, S.TP., M.P
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2024-06-14 20:11:13.575687
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.