Artikelilmiahs

Menampilkan 34.681-34.700 dari 49.932 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3468137548C1C018003Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, dan Perilaku Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM Bidang Kuliner di Kota Purwokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan,
dan perilaku pengelolaan keuangan terhadap kinerja UMKM bidang kuliner di Kota Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh UMKM bidang kuliner di Kota Purwokerto. Adapun metode yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu cluster sampling/area sampling. Jumlah responden yang digunakan yaitu sebanyak 129 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda melalui software SPSS versi 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif
terhadap kinerja Usaha Mikro dan Kecil, (2) sikap keuangan berpengaruh positif terhadap
kinerja Usaha Mikro dan Kecil, (3) perilaku pengelolaan keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja Usaha Mikro dan Kecil. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas dapat memberikan pelatihan keuangan kepada pemilik Usaha Mikro dan Kecil untuk meningkatkan literasi keuangan, melakukan sosialisasi serta edukasi mengenai pentingnya sikap keuangan, dan mengadakan bimbingan teknis mengenai pengetahuan keuangan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pengelolaan keuangan.
This study aims to determine the effect of financial literacy, financial attitude, financial
management behavior on the performance of culinary field MSMEs in Purwokerto city. The
population in this study is all Micro, Small, and Medium Entreprises (MSMEs) field MSMEs engaged in Purwokerto city. The method used for sampling is cluster sampling/area sampling. The number of respondents used are 129 respondents. The data collection technique use a questionnaire. The data is processed and analyzed using multiple linear regression analysis technique with SPSS software version 25.
The results in this study indicate that: (1) financial literacy has a positive effect on the
performance of culinary field MSEs; (2) financial attitude has a positive effect on the performance of culinary field MSEs;(3) financial management behavior has a positive effect on the performance of culinary field MSEs. The implications of this research are that the Manpower, Cooperatives, and SMEs office in Banyumas Regency can provide financial training to Micro and Small Entreprises (MSEs) to improve financial literacy, conduct socialization and education regarding the importance of financial attitude, and providing technical guidance on financial knowledge that can increase knowledge and ability in financial management.
3468237549I1E016007HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN, KELENTUKAN TOGOK, DAN KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN KEMAMPUAN PUKULAN LOB BULUTANGKISBulutangkis adalah olahraga yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasang (untuk ganda) dan mengambil posisi berlawanan di bidang lapangan yang telah dibagi dua oleh sebuah jaring (net). Tujuannya adalah meraih angka dengan memukul bola berupa shuttlecock menggunakan raket sehingga melewati net dan shuttlecock jatuh di bidang permainan lawan. Melakukan pukulan lob membutuhkan kekuatan otot lengan, kelentukan togok, dan koordinasi mata tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan, kelentukan togok, dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan lob bulutangkis. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik dengan menggunakan kriteria tertentu dalam melakukan pemilihan sample. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi. Berdasarkan interpretasi data penelitian sebagai berikut; (1) ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan pukulan lob bulutangkis dengan nilai r 0,800 dan sumbangan efektif sebesar 36,88%. (2) ada hubungan yang signifikan antara kelentukan togok dengan kemampuan pukulan lob bulutangkis dengan nilai r 0,700 dan sumbangan efektif sebesar 23,87%. (3) ada hubungan yang signifikan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan lob bulutangkis dengan nilai r 0,760 dan sumbangan efektif sebesar 21,05%. (4) ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan, kelentukan togok, dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan lob bulutangkis dengan nilai R square 0,904.Badminton is a sport played by two people (for singles) or two pairs (for doubles) and taking opposite positions on a field that has been divided in half by a net (net). The goal is to get points by hitting the ball in the form of a shuttlecock using a racket so that it passes over the net and the shuttlecock falls on the opponent's playing field. Doing a lob requires arm muscle strength, waist flexibility, and eye-hand coordination. This study aims to determine the relationship between arm muscle strength, waist flexibility, and hand eye coordination with badminton lob hitting ability. The research method used is descriptive quantitative research using a cross sectional design. The sample in this research uses purposive sampling, which is a technique by using certain criteria in selecting the sample. The data analysis in this study used the analysis prerequisite test, namely the normality test, linearity test, and correlation test. Based on the interpretation of the research data as follows; (1) there is a significant relationship between arm muscle strength and badminton lob hitting ability with an r value of 0.800 and an effective contribution of 36.88%. (2) there is a significant relationship between waist flexibility and badminton lob hitting ability with an r value of 0.700 and an effective contribution of 23.87%. (3) there is a significant relationship between hand eye coordination and badminton lob hitting ability with an r value of 0.760 and an effective contribution of 21.05%. (4) there is a significant relationship between arm muscle strength, waist flexibility, and hand eye coordination with badminton lob hitting ability with an R square value of 0.904.
3468337550C1B016050ANALISIS PENGARUH VOLATILITAS HARGA SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN SAHAM, NILAI PASAR DAN VARIAN RETURN SAHAM TERHADAP BID-ASK SPREADPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volatilitas harga saham, volume perdagangan saham, nilai pasar dan varian return saham terhadap bid-ask spread (Studi Empiris pada Sektor Agrikultur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)) periode 2016-2019. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan sampel sebanyak 14 perusahaan. Menggunakan metode regresi data panel dengan menggunakan Eviews 9 untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Volatilitas harga saham berpengaruh positif terhadap bid-ask spread perusahaan. Jika volatilitas saham meningkat maka bid-ask spread meningkat signifikan, demikian sebaliknya. Volume perdagangan saham berpengaruh positif terhadap bid-ask spread perusahaan, hal ini menunjukan jika semakin tinggi volume perdagangan saham maka bid-ask spread akan semakin tinggi pula, sebaliknya jika volume perdagangan saham menurun maka bid-ask spread akan menurun. Meningkatnya volume perdagangan akan menyebabkan saham menjadi semakin likuid. Dealer berasumsi investor akan tetap membeli saham dengan harga tinggi ketika sedang tinggi juga volume perdagangannya. Nilai pasar tidak berpengaruh terhadap bid-ask spread, hal ini karena banyak faktor yang terlibat maka tentunya keputusan menahan saham harus diimbangi oleh variabel atau hal-hal lain diluar variabel nilai pasar yang dapat membantu investor mengambil keputusan. Varian return saham tidak berpengaruh terhadap bid-ask spread perusahaan, hal ini menunjukkan bahwa naik ataupun turunnya nilai bid-ask spread tidak dipengaruhi oleh varian return saham.This study uses purposive sampling technique and produces a sample of 14 companies. Using panel data regression method with Eviews 9 to analyze the data.
The results showed that stock price volatility had a significant positive effect on the company's bid-ask spread. If stock volatility increases, the bid-ask spread increases significantly, and vice versa. Stock trading volume has a significant positive effect on the company's bid-ask spread, this shows that the higher the stock trading volume cause the higher the bid-ask spread, on the other hand. When the stock trading volume decreases, the bid-ask spread will decrease. An increase in trading volume will cause the stock to become more liquid. Dealers assume investors will continue to buy stocks at high prices when the trading volume is high as well. Market value does not have a significant effect on the bid-ask spread, this is because many factors are involved, of course the decision to hold shares must be balanced by other variables or things outside the market value variable that can help investors make decisions. The stock return variance has no effect on the company's bid-ask spread, this indicates that the increase or decrease in the value of the bid-ask spread is not affected by the stock return variance. this is because many factors are involved, of course the decision to hold shares must be balanced by other variables or things outside the market value variable that can help investors make decisions. The stock return variance has no effect on the company's bid-ask spread, this indicates that the increase or decrease in the value of the bid-ask spread is not affected by the stock return variance. this is because many factors are involved, of course the decision to hold shares must be balanced by other variables or things outside the market value variable that can help investors make decisions. The stock return variance has no effect on the company's bid-ask spread, this indicates that the increase or decrease in the value of the bid-ask spread is not affected by the stock return variance.
3468437551K1B018011Solusi Persamaan Osilator Nonlinier Menggunakan Metode Homotopi PerturbasiOsilator adalah suatu rangkaian elektronika yang banyak dimanfaatkan dalam perangkat elektronik. Salah satu model matematika yang menggambarkan permasalahan osilator adalah persamaan osilator nonlinier konservatif. Pada penelitian ini dibahas persamaan osilator nonlinier konservatif x^''+x^α=0 dengan α>0 dan x^α merupakan fungsi ganjil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari solusi dari persamaan osilator nonlinier konservatif dan mengetahui simulasi dari solusi yang diperoleh. Metode yang digunakan untuk mencari solusi persamaan tersebut adalah metode homotopi perturbasi yang merupakan penggabungan dari metode homotopi dan perturbasi. Pencarian solusi dari persamaan osilator nonlinier konservatif menggunakan metode homotopi perturbasi juga dimodifikasi dengan metode Lindstedt-Poincare untuk mengatasi secular term. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar nilai α, maka semakin kecil frekuensi sudut yang dihasilkan dan semakin sedikit gelombang yang terbentuk.The oscillator is an electronic circuit that is widely used in electronic devices. One of the mathematical models that describe the oscillator problem is the conservative nonlinear oscillator equation. In this study, the conservative nonlinear oscillator equation is discussed in the form of x^''+x^α=0 where α>0 and x^α is odd function. The purpose of this study is to find a solution to the conservative nonlinear oscillator equation and know the simulation of the obtained solution. The method used to find the solution to the equation is the homotopy perturbation method which is a combination of the homotopy and perturbation methods. The determination for a solution to the conservative nonlinear oscillator equation using the homotopy perturbation method is also modified by the Lindstedt-Poincare method to deal with secular terms. The simulation results show that the greater the value of α, the smaller the angular frequency produced and the fewer waves formed.
3468538140I1E018003PERBEDAAN TINGKAT KETERAMPILAN TEKNIK DASAR SISWA PUTERI EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN PURBALINGGALatar Belakang: Proses kegiatan ekstrakurikuler bola voli di sekolah memiliki perbedaan dalam penguasaan tingkat keterampilan, baik keterampilan teknik dasar bola voli Sekolah Menengah Atas yang berada di wilayan perdesaan maupun di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat keterampilan teknik dasar siswa puteri ekstrakurikuler bola voli di SMA wilayah perdesaan dan perkotaan Kabupaten Purbalingga.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei dengan tes dan pengukuran. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling, yaitu siswa puteri ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 1 Karangreja dengan jumlah 20 siswa dan di SMA Negeri 2 Purbalingga dengan jumlah 16 siswa.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan teknik dasar siswa puteri ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 1 Karangreja (perdesaan) memiliki kemampuan “Baik” sebesar 75% dengan nilai signifikan 2-tailed 0,039 dan SMA Negeri 2 Purbalingga (perkotaan) memiliki kemampuan “Sangat Baik” sebesar 82% dengan nilai signifikan 2-tailed 0,041.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada tingkat keterampilan teknik dasar siswa puteri ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 1 Karangreja (perdesaan) dan SMA Negeri 2 Purbalingga (perkotaan) Kabupaten Purbalingga.
Background: The process of volleyball extracurricular activities in schools has differences in mastery of skill levels, both basic volleyball technical skills for senior high schools in rural areas and in the urban areas. This study aims to determine differences in the level of basic technical skills of female volleyball extracurricular students in high schools in rural and urban areas of Purbalingga Regency.
Methodology: This research is a quantitative descriptive research using a survey method with tests and measurements. Sampling in this study used Total Sampling, namely female extracurricular volleyball students at SMA Negeri 1 Karangreja with 20 students and female students in extracurricular volleyball at SMA Negeri 2 Purbalingga with 16 students in total.
Results: The results showed that the basic technical skill level of female volleyball extracurricular students at SMA Negeri 1 Karangreja (rural) had a "Good" ability of 75% with a significant 2-tailed value of 0.039 and SMA Negeri 2 Purbalingga (urban) had a "Very Good" ability. by 82% with a significant 2-tailed value of 0.041.
Conclusion: There are differences in the level of basic technical skills of female volleyball extracurricular students at SMA Negeri 1 Karangreja (rural) and SMA Negeri 2 Purbalingga (urban) Purbalingga Regency.
3468637552C1C018004Pengaruh Pemahaman Pajak, Kesadaran Wajib Pajak, Sanksi Pajak, dan Rencana Penggunaan E-SAMSAT NEW SAKPOLE Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemahaman pajak, kesadaran wajib pajak, sanksi pajak dan rencana penggunaan E-SAMSAT NEW SAKPOLE terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas yang membayarkan pajaknya di tahun 2021. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 wajib pajak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel pemahaman pajak serta sanksi pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Sedangkan variabel kesadaran wajib pajak dan rencana penggunaan E-SAMSAT NEW SAKPOLE tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Implikasi dari penelitian ini adalah dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas, pihak SAMSAT Kabupaten Banyumas sebaiknya meningkatkan kesadaran wajib pajak sehingga wajib pajak tidak merasa terpaksa untuk membayarkan pajaknya. Selain itu, pihak SAMSAT Kabupaten Banyumas harus meningkatkan sosialisasi akan aplikasi E-SAMSAT NEW SAKPOLE serta meningkatkan kinerja aplikasi tersebut sehingga banyak wajib pajak yang menggunakannya.
This study aims to analyze the effect of tax understanding, taxpayer awareness, tax sanctions and plans for using E-SAMSAT NEW SAKPOLE on vehicle taxpayer compliance in Banyumas Regency. The type of this study is quantitative. The data used in this study is primary data. Data was collected by distributing questionnaires. The population of this study were all vehicle taxpayers in Banyumas Regency that paid their taxes in 2021. The sample of this study was 150 taxpayers. Accidental sampling was used as the sampling method. The data analysis method used was multiple linear regression analysis.
Based on the data analysis result, it shows that tax understanding and tax sanctions have positive effect on vehicle taxpayer compliance. However, taxpayer awareness and plans for using E-SAMSAT NEW SAKPOLE have no effect on vehicle taxpayer compliance. The implications of this study are in order to increase vehicle taxpayers compliance in Banyumas Regency, SAMSAT of Banyumas Regency should increase taxpayers awareness so that taxpayers don’t feel forced to pay their taxes. In addition, SAMSAT of Banyumas Regency must increase the socialization about E-SAMSAT NEW SAKPOLE and improve the performance of the application so that many taxpayers use it.
3468737553H1D018014PENGEMBANGAN APLIKASI LAPOR JALAN RUSAK BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ANDROID ARCHITECTURE COMPONENT DENGAN DESIGN PATTERN MODEL-VIEW-VIEW MODEL (MVVM)Lapor Jalan Rusak merupakan sebuah aplikasi berbasis Android yang bertujuan membantu masyarakat untuk melaporkan terkait kerusakan jalan kepada pihak berwenang agar cepat ditangani. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan arsitektur dengan design pattern MVVM supaya aplikasi dapat dikelola saat dengan mudah. Penggunaan MVVM akan menyebabkan kode pada aplikasi dipisah menjadi kode logika dan kode tampilan. Saat terjadi perubahan pada kode tampilan tidak akan ada perubahan pada kode logika, begitupun sebaliknya. Metode pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini adalah waterfall. Terdapat 2 aplikasi Lapor Jalan Rusak, satu untuk pengguna yang dapat mengirimkan laporan dan satunya lagi untuk pengguna yang dapat menangani jalan yang rusak. Aplikasi ditulis menggunakan bahasa pemrogramman Kotlin dan menggunakan Firebase sebagai tempat untuk menyimpan data. Hasil dalam pengujian aplikasi ini termasuk “Sangat Baik”, namun pada compatibility testing terdapat hasil pengujian yang tidak berhasil.Damaged Road Report is an Android-based application that aims to help the public to report road damage to the authorities so that it can be handled quickly. This application was developed using an architecture with the MVVM design pattern so that the application can be managed easily. The use of MVVM will cause the code in the application to be separated into logic code and display code. When there is a change to the display code there will be no change to the logic code and vice versa. The system development method used in this research is the waterfall. There are 2 Damaged Road Report applications, one for users who can submit reports and the other for users who can handle damaged roads. Apps are written using the Kotlin programming language and use Firebase as a place to store data. The results in testing this application include "Very Good", but in compatibility testing there are test results that are not successful.
3468837554G1A018022Hubungan Prinsip-prinsip Penggunaan Pestisida dengan Gejala Keracunan Pestisida Pada Petani Di Desa RempoahLatar Belakang : Pestisida merupakan bahan kimia berbahaya dan beracun yang dapat menyebabkan ancaman secara langsung maupun secara tidak langsung. Terjadinya keracunan ini dapat menimbulkan gejala yang sering dialami oleh petani berupa iritasi pada kulit, merasakan pusing, mual, mata berair, pingsan, dan menyebabkan kematian. Untuk mengurangi paparan pestisida petani harus menerapkan prinsip-prinsip penggunaan pestisida yang benar. Prinsip-prinsip yang benar meliputi tepat sasaran, tepat mutu, tepat jenis pestisida, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara penggunaan. Desa Rempoah memiliki penduduk sebagian besar bekerja sebagai petani. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prinsip-prinsip penggunaan pestisida dengan gejala keracunan pestisida pada petani di Desa Rempoah. Metode : Jenis penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional study, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel didapatkan dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan cara accidental sampling sebanyak 63 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil : Didapatkan 60,3% responden dengan prinsip-prinsip penggunaan pestisida baik dan didapatkan 39,7% responden dengan prinsip-prinsip penggunaan pestisida kurang. Didapatkan 41,3% responden mengalami gejala keracunan pestisida dan 58,7% responden tidak mengalami gejala keracunan pestisida. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square didapatkan p-value 0,335 (p>0,05). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan prinsip-prinsip penggunaan pestisida dengan gejala keracunan pestisida pada petani di Desa Rempoah.

Background : Pesticides are dangerous and toxic chemicals that can cause threats directly or indirectly. The occurrence of this poisoning can cause symptoms that are often experienced by farmers in the form of irritation on the skin, feeling dizziness, nausea, watery eyes, fainting, and causing death. To reduce pesticide exposure farmers must apply the principles of correct pesticide use. The correct principles include right on target, right quality, right type of pesticide, right time, right dosage, and right way of use. Rempoah village has residents mostly working as farmers. Objective : This research aimed to determine the relationship between the principles of pesticide use and the symptoms of pesticide poisoning in farmers in Rempoah Village. Method : Type of descriptive observational research with a cross sectional study design, data collection used questionnaires. The sample was obtained using a non-probability sampling technique by accidental sampling of 63 respondents. Data analysis used chi square test. Result : There were 60,3% respondents were obtained with good pesticide use principles and 39,7% respondents with principles of pesticide use less. There were 41.3% respondents who experienced symptoms of pesticide poisoning and 58.7% respondents who did not experience symptoms of pesticide poisoning. The results of the bivariate analysis using the chi square test obtained a p-value of 0.335 (p>0.05). Conclusion : There was no relationship between the principles of pesticide use and the symptoms of pesticide poisoning in farmers in Rempoah Village.
3468937555F1B016079Kualitas Pelayanan Pencegahan Dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Di Kabupaten CilacapKabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah dengan jumlah kasus kekerasan
paling tinggi di Jawa Tengah. Terhitung sejak tahun 2016 hingga 2019, telah
terjadi 465 kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak-anak. Dari total
jumlah kasus tersebut, 72 persen kasus didominasi oleh kasus kekerasan terhadap
anak-anak. Permasalahan tersebut apabila terus menerus dibiarkan, akan memicu
berbagai dampak terhadap fisik maupun psikis korban, yang dikhawatirkan akan
menimbulkan berbagai permasalahan baru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mendeskripsikan kualitas pelayanan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan
terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap dan menganalisis faktor
penghambat dan pendukung kualitas pelayanan pencegahan dan penanganan
kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kualitas pelayanan penanganan kasus kekerasan terhadap
perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap sudah dapat dikatakan cukup baik.
Akan tetapi pada layanan pencegahan kekerasan belum dapat dikatakan baik
karena dari lima indikator yang diukur, terdapat tiga indikator yang belum baik
yaitu tangibles, reliability, dan assurance. Sedangkan yang telah memiliki
kualitas pelayanan yang baik ditunjukkan oleh indikator responsiveness dan
emphathy. Kemudian faktor pendukung yang ditemukan yaitu faktor kesadaran
dan aturan. Adapun faktor penghambat yang ditemukan yaitu faktor organisasi
dan kemampuan serta keterampilan.
Cilacap Regency is one of the areas with the highest number of violent cases in
Central Java. From 2016 to 2019, there have been 465 cases of violence
experienced by women and children. Of the total number of cases, 72 percent of
cases were dominated by cases of violence against children. These problems, if
left unchecked, will trigger various physical and psychological impacts on
victims, which are feared to cause new problems. The purpose of this study is to
describe the quality of services for preventing and handling cases of violence
against women and children in Cilacap Regency and to analyze the inhibiting and
supporting factors of the quality of services for preventing and handling cases of
violence against women and children in Cilacap Regency. The research method
used in this research is qualitative. The results of this study show the quality of
services for handling cases of violence against women and children in Cilacap
Regency can be said to be quite good. However, violence prevention services
cannot be said to be good because of the five indicators measured, there are three
indicators that are not yet good, namely tangibles, reliability, and assurance.
Meanwhile, those who already have good service quality are shown by indicators
of responsiveness and empathy. Then the supporting factors found are awareness
and the rules factors. The inhibiting factors found are organizational and abilities
also skills factors.
3469037556B1A018076Keragaman Kumbang pada Proses Dekomposisi Bangkai Tikus Putih (Rattus norvegicus) di Lokasi Perairan dan DaratanSerangga dikenal sebagai makhluk hidup dengan jumlah spesies yang beragam serta memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi. Keberadaan serangga sering digunakan sebagai indikator penentu waktu kematian suatu jasad dalam ilmu forensik. Kumbang (ordo Coleoptera) merupakan kelompok serangga yang dapat dijadikan indikator dalam kasus yang berkaitan dengan entomologi forensik sebagai pemakan zat-zat organik yang membusuk, pengurai material organik, dan predator alami dalam ekosistem terrestrial dan juga akuatik. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui keragaman kumbang pada proses dekomposisi bangkai tikus putih (Rattus norvegicus) yang berlokasi di daratan, perairan menggenang dan perairan mengalir. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan 5 titik sampling. Parameter yang diamati adalah: jenis, jumlah, serta komposisi kumbang yang berada pada setiap tahapan dekomposisi bangkai tikus putih, dan parameter lingkungan berupa suhu dan kelembaban udara. Data tahapan dekomposisi, membedakan kelimpahan di masing-masing lokasi serta pengaruh suhu dan kelembaban lingkungan dianalisis secara deskriptif. Data keragaman kumbang pada masing-masing lokasi dianalisis menggunakan indeks Shanon-Wienner dengan menggunakan PAST-v403 dan BioDiversity Pro. Hasil penelitian ini menunjukkan kumbang yang ditemukan dilokasi penelitian sebanyak 142 individu dengan 2 familia yaitu Scarabaeidae (Onthophagus sp. 1 & Onthophagus sp. 2) dan Chrysomelidae (Altica sp. & Lema delauneyi). Kumbang diketahui datang pada tahap akhir dekomposisi pada masing-masing tempat pengamatan. Jumlah individu tertinggi ditemukan pada familia Chrysomelidae lokasi perairan mengalir yaitu Altica sp. (123 individu). Indeks keragaman daratan dan perairan menggenang memiliki keragaman jenis yang sedang yaitu 1,099 dan 2,206, dan perairan mengalir memiliki keragaman jenis tinggi yaitu 3,795. Indeks kemerataan jenis pada masing-masing lokasi tergolong cukup tinggi atau sangat merata dengan nilai 1 (darat), 0.9076 (perairan menggenang) dan 0.8393 (perairan mengalir). Spesies yang sangat mendominasi adalah Altica sp. dengan nilai 98,4% di perairan mengalir.Insects are known as living things with a variety of species and have a high survival ability. The presence of insects is often used as a determinant of the time of death of a body in forensic science. Beetles (order Coleoptera) are a group of insects that can be used as indicators in cases related to forensics as they eat decaying organic substances, organic decomposers, and natural predators in terrestrial and aquatic ecosystems. This study aimed to determine the diversity of beetles in the decomposition process of white rat carcasses (Rattus norvegicus) located on land, floaded waters, and flowing waters. The study used a survey method with a purposive sampling technique with 5 sampling points. The parameters observed were: the type, number, and composition of the beetles in each stage of decomposition of white rat carcasses, and environmental parameters such as temperature and humidity. Stages of data decomposition, distinguishing differences in each location as well as the influence of temperature and environment descriptively. The diversity of beetles at each location was analyzed using the Shanon-Wienner index using PAST-v403 and BioDiversity Pro. The results of this study showed that the beetles found at the study site were 142 individuals with 2 families, namely Scarabaeidae (Onthophagus sp. 1 & Onthophagus sp. 2) and Chrysomelidae (Altica sp. & Lema delauneyi). Beetles are known to come at the final stage of decomposition at each observation site. The highest number of individuals was found in the family Chrysomelidae in the flowing location, namely Altica sp. (123 individuals). The diversity index of inundated land and waters has a moderate diversity of 1,099 and 2,206, and flowing waters have a high diversity of 3,795. The species evenness index at each location is quite high or very even with values of 1 (land), 0.9076 (floaded waters), and 0.8393 (flowing waters). The dominant species is Altica sp. with a value of 98.4% in flowing waters.
3469137562L1B018010PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN UDANG VANAME
(Litopenaeus vannamei) YANG DIBERI VARIAN PAKAN BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN DI PT. BIRU LAUT NUSANTARA, PANGANDARAN
Udang vaname merupakan salah satu jenis udang yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Usaha budidaya udang vaname memiliki peluang yang tinggi karena permintaan pasar terhadap ketersediaan udang vaname dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan udang vannamei yang diberi varian pakan yang berbeda serta mengetahui tingkat kelulushidupan udang vannamei yang diberi varian pakan yang berbeda di PT. Biru Laut Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey kemudian dianalisis menggunakan uji T untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian varian pakan yang berbeda pada udang vaname (Litopaneus vannamei). Varian pakan yang diberikan yaitu pakan A dengan tambahan fermentasi probiotik dan pakan B tanpa fermentasi probiotik. Hasil penelitian ini menunjukan pertambahan berat harian udang dengan pakan A yaitu 0,29 gram/hari dan pakan B 0,26 gram/hari. Konversi pakan yang didapatkan kolam budidaya udang dengan pakan A didapatkan nilai FCR sebesar 1,38 sedangkan pada kolam budidaya dengan menggunakan pakan B didapatkan nilai FCR yaitu 1,33 sedangkan penggunaan pakan A dan pakan B menghasilkan kelulushidupan udang vaname yang dibudidayakan sebesar 97% untuk pakan A dan 96% untuk pakan B.Vannamei shrimp is one type of shrimp that has been widely cultivated in Indonesia. Vannamei shrimp cultivation business has a high opportunity because the market demand for the availability of Vannamei shrimp is increasing from year to year. The purpose of this study was to determine the growth of vannamei shrimp fed different feed variants and to determine the survival rate of vannamei shrimp fed different feed variants at PT. Archipelago Sea Blue. The method used in this study was a survey method and then analyzed using the T test to determine the effect of differences in the provision of different feed variants on white shrimp (Litopaneus vannamei). The feed variants given were feed A with additional probiotic fermentation and feed B without probiotic fermentation. The results of this study showed that the daily weight gain of shrimp with feed A was 0.29 grams/day and feed B was 0.26 grams/day. The conversion of feed obtained by shrimp farming ponds with feed A obtained an FCR value of 1.38 while in aquaculture ponds using feed B the FCR value was 1.33 while the use of feed A and feed B resulted in 97% of cultured vaname shrimp survival. A and 96% for feed B.
3469237560C1B018095Efektivitas Investasi Publik dalam Pengelolaan Dana Desa (Studi pada Pembangunan Embung di Desa Piasa Kulon Kecamatan Somagede)Artikel ini bertujuan untuk memahami efektivitas investasi publik dalam pengelolaan dana desa pada pembangunan embung di desa Piasa Kulon kecamatan Somagede. Populasi dalam penelitian ini adalah pembangunan infrastruktur fisik yang didanai menggunakan Dana Desa di Desa Piasa Kulon. Sementara sampel yang diteliti adalah pembangunan infrastruktur Embung Rawa Bener. Efektivitas investasi publik diukur menggunakan metode analisis Social Return on Investment (SROI) karena dianggap substansial untuk meningkatkan manajemen proyek dan mampu menyajikan kerangka analisis biaya dan manfaat social secara komprehensif. The Purpose in this study is to explain the effectivity of Public Investment in terms of Village Fund Management on the village pond construction at Piasa Kulon Village, district Somagede. The population of this study is the construction of physical infrastructure funded by Village fund at Piasa Kulon village, district Somagede. Meanwhile, the sample used in this research is the construction of Embung Rawa Bener. The efectivity of public investment was measured using Social Return on Investment analysis method which is believed substantially approved to optimize project management and is able to provide social cost-benefit framework comprehensively.
3469337563C1H018042THE EFFECT OF BRAND ATTRACTIVENESS AND SELF CONGRUENCE ON PURCHASE INTENTION : CUSTOMER BRAND IDENTIFICATION AS MEDIATING VARIABLE
(STUDY ON THREE SECOND IN PURWOKERTO )
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui lebih dalam apakah Daya Tarik Merek dan Kesesuaian Diri berpengaruh terhadap Niat Beli Merek Three Second Purwokerto. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 125 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan survey online melalui google form. Alat analisis yang digunakan adalah SEM Amos. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan Brand Attractieveness berpengaruh terhadap Niat Beli, Self Congruence tidak berpengaruh terhadap Niat Beli, Customer Brand Identification berpengaruh terhadap Niat Beli, Brand Attractiveness tidak berpengaruh terhadap Customer Brand Identification, Self Congruence berpengaruh terhadap Customer Brand Identification, Customer Brand Identification memediasi pengaruh Brand Attractiveness and Self Congruence terhadap Niat Beli, Implikasi manajerial dari kesimpulan dalam penelitian ini adalah diharapkan Three Second dapat memberikan perhatian khusus pada daya tarik mereknya seperti menyediakan produk yang menarik, menyediakan produk yang memiliki ciri khas tersendiri.. Keterbatasan penelitian ini adalah 1) Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 125, tentunya masih belum cukup untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya, 2) data yang dihasilkan dalam penelitian ini hanya dari instrumen angket tanpa wawancara, sehingga data yang terkumpul kurang optimal.This study aims to analyze and find out more deeply whether Brand Attractiveness and Self-Compatibility affect the Purchase Intention of the Three Second Purwokerto Brand. The number of samples in this study were 125 respondents. The research method used is a quantitative descriptive method using an online survey via google form. The analytical tool used is SEM Amos. Based on the research results, it can be concluded that Brand Attractiveness has no effect on Purchase Intention, Self Congruence has no effect on Purchase Intention, Customer Brand Identification has no effect on Purchase Intention, Brand Attractiveness has no effect on Customer Brand Identification, Self Congruence has no effect on Customer Brand Identification, and Customer Brand Identification mediates the influence of Brand Attractiveness and Self Congruence to Purchase Intention, The managerial implication of the conclusions in this study is that it is expected that Three Second can pay special attention to the attractiveness of its brand, such as providing attractive products, providing products that have their own characteristics. The limitations of this study are 1) the number of respondents in this study was 125, of course it is still not enough to describe the actual situation, 2) the data generated in this study was only from a questionnaire instrument without interviews, so the data collected was less than optimal.
3469437564E1A018021DISPENSASI PERKAWINAN DI BAWAH UMUR
(Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Ciamis Nomor 914/Pdt.P/2020/PA.Cms)
Batas usia perkawinan diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yaitu baik pria maupun wanita adalah 19 tahun. Namun apabila terdapat keadaan mendesak yang menyebabkan seseorang harus melangsungkan perkawinan di bawah umur, maka sesuai Pasal 7 ayat (2) orang tua pihak pria dan/atau pihak wanita dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara permohonan Dispensasi Perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Ciamis Nomor: 914/Pdt.P/2020/PA.Cms. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan perspektif analisis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan metode analisis dengan menggunakan normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa Hakim Pengadilan Agama Ciamis berwenang mengadili perkara dengan Nomor 914/Pdt.P/2020/PA.Ciamis berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo Undang-Undang No. 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama. Selanjutnya Hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin berdasarkan Pasal 7 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan, Pasal 6 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin mewajibkan perkawinan hanya diizinkan apabila calon mempelai pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun dan alasan yang diajukan oleh pemohon dinilai telah beralasan dan tidak melawan hukum sehingga Majelis Hakim dalam putusannya mengabulkan permohonan penetapan dispensasi kawin. Menurut peneliti apabila hakim mengabulkan dispensasi kawin dengan alasan yang tidak dalam keadaan mendesak kurang sepakat sebaiknya ditunda terlebih dahulu dikarenakan akan mendatangkan mudharat yang baru seperti berhentinya pendidikan, kematian ibu&anak, belum siapnya organ reproduksi anak, perceraian.
The age limit for marriage is regulated in Article 7 paragraph (1) of Law Number 16 of 2019 which is 19 years for men and women. However, if there is an urgent situation that causes a person to have an underage marriage, then in accordance with Article 7 paragraph (2) the parents of the male and/or female parents may request a dispensation from the Court for reasons of extreme urgency accompanied by sufficient supporting evidence.
The formulation of the problem in this study is how the judge's legal considerations are based in deciding the case for the application for Marriage Dispensation at the Decision of the Ciamis Religious Court Number: 914/Pdt.P/2020/PA.Cms. The method used is normative juridical, the research specification uses an analytical perspective, the data source used is secondary data source, the data collection method is literature study and the analytical method uses qualitative normative.
Based on the results of the study, it was concluded that the Ciamis Religious Court Judge was authorized to hear cases with No. 914/Pdt.P/2020/PA.Ciamis based on Article 49 of Law Number 3 of 2006 in conjunction with Law No. 50 of 2009 concerning Religious Courts. Furthermore, the Judge in granting the application for dispensation for marriage based on Article 7 paragraph (1) and paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 in conjunction with Law no. 16 of 2019 concerning Marriage, Article 6 paragraph (1) of the Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 concerning Guidelines for Adjudicating Applications for Marriage Dispensation requires marriage to be permitted only if the prospective groom and bride have reached the age of 19 years and the reasons submitted by the applicant are considered to have been well-founded and not against the law so that the Panel of Judges in their decision grants the request for a marriage dispensation. According to the researcher, if the judge grants the dispensation for marriage with reasons that are not in an urgent situation, it is better to postpone it first because it will bring new harm such as cessation of education, death of mother & child, unprepared reproductive organs of children, divorce.
3469537582C1H017015THE INFLUENCE OF PRICE BUNDLING, USER INTERFACE, AND USER EXPERIENCE ON CONSUMER REPURCHASING INTENTIONS OF PREMIUM ONLINE MUSIC APPLICATIONS WITH CUSTOMER VALUE AS A MEDIATION VARIABLEDi era digital, banyak produser musik yang pindah ke platform digital. Oleh karena itu, platform digital musik berusaha menarik pengguna musik digital untuk mengakses platform musik dalam mendengarkan musik. Platform musik telah meningkatkan kinerjanya merujuk pada pertumbuhan pengguna premium. Namun demikian, pengguna tidak cukup banyak yang membeli layanan premium dan melakukan pembelian kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli ulang terhadap layanan premium. 162 responden terlibat dalam penelitian ini. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM) AMOS. Penelitian ini menemukan hasil bahwa bundling harga tidak memiliki nilai signifikan terhadap nilai pelanggan. Antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat pembelian kembali. Kemudian, nilai pelanggan bukan mediator untuk hubungan antara bundling harga dan niat membeli kembali. Namun, antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai pelanggan. Price bundling berpengaruh signifikan terhadap niat beli ulang. Penelitian ini menyajikan implikasi manajerial untuk perusahaan dan penggunanya yaitu perusahaan dapat melakukan pemetaan kembali perilaku milenial sebagai target pasar mereka. Selanjutnya, platform musik digital dapat mempertimbangkan user interface dan user experience untuk membangun nilai hedonic dan utilitas.In the digital era, many music producers have been moving into the digital platform. Thus, digital music platform has been trying to attract digital music user to access music platform to listen to music. The music platform had increased its performance due to premium user growth. However, users are not many enough who purchased the premium service and did repurchase. This study aimed to examine the factors influencing repurchase intention to premium service. One hundred sixty-two respondents were involved and this study. The methodology used in this study was structural equation modeling (SEM) AMOS. This study found that price bundling has no nominal value on customer value. User interface and user experience have no insignificant influence on repurchase intention. Then, customer value was not a mediator for the relationship between price bundling and repurchase intention. However, user interface and user experience have a significant influence on customer value. Price bundling has a significant influence on repurchase intention. This research provided managerial implication for digital music company and user that a company may re-map the behavior of millennials as their target market. Moreover, digital music platform needs to consider user interface and user experience to build utilities and heconic value of customer.
3469637565C1L018007Pengaruh Pemberian Reward, Media Pembelajaran Berbasis Web Educandy Dan Persepsi Peserta Didik Mengenai Kompetensi Pendidik Terhadap Minat Belajar Peserta DidikPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif assosiatif pada peserta didik kelas XII IPS MAN 1 Banyumas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian reward, media pembelajaran berbasis web educandy, dan persepsi peserta didik mengenai kompetensi pendidik terhadap minat belajar. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 120 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Pemberian reward berpengaruh positif terhadap minat belajar; (2) Media pembelajaran berbasis web educandy berpengaruh positif terhadap minat belajar; (3) Persepsi peserta didik mengenai kompetensi pendidik tidak berpengaruh terhadap minat belajar. Implikasi dari penelitian ini diharapkan pendidik memberikan penghargaan atas usaha peserta didik secara optimal dan merata. Pendidik harus menguasai media pembelajaran yang terbaru demi kelancaran proses pembelajaran dengan mengikuti pelatihan. Pendidik diharapkan untuk lebih meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. This research about an associative quantitative research on students of class XII IPS MAN 1 Banyumas. This study aims to analyze the effect of giving rewards, web-based learning media educandy, and student’s perceptions of educator competence on learning interest. The research data collected by using a questionnaire. Determination of the sample in this research used simple random sampling technique as many as 120 respondents. The method used in this research was multiple linear regression analysis. Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Rewards had a positive effect on interest in learning; (2) Web-based learning media educandy had a positive effect on interest in learning; (3) Students' perceptions of the competence of educators do not have effect on interest in learning. The implication of this research was that educators are expected to reward student’s efforts optimally and evenly. Educators must master the latest learning media for the continuity of learning process by participating in training. Educators were expected to improve their pedagogic, personality, professionalism, and social competencies.
3469737566A1A017085KELAYAKAN DAN RISIKO USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA PAKIJANGAN KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES JAWA TENGAHBawang merah merupakan produk pertanian yang banyak dibutuhkan sehingga menjadi komoditas penting. Kabupaten Brebes merupakan sentra produksi bawang merah di Indonesia dan Desa Pakijangan merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes yang potensial, namun akibat ketidakpastian harga, perubahan cuaca yang ekstrim dan serangan hama dan penyakit menyebabkan produksinya jauh dari potensi seharusnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan dan risiko pendapatan usahatani bawang merah di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Penentuan sampel menggunakan sampel acak sederhana, diperoleh 24 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes dinyatakan layak dengan risiko tinggi. Kelayakan usahatani bawang merah dengan rata-rata luas tanam 0,207 ha menunjukkan nilai R/C ratio 1,28, produksi 2.148 Kg > BEP produksi 532,07 Kg, harga Rp 13.000/Kg > BEP harga Rp 10.122/Kg. Risiko pendapatan (KV) sebesar 0,57 dengan batas bawah pendapatan Rp -905.804. Bawang merah dinyatakan sensitif saat kenaikan biaya bibit sebesar 10% pada asumsi penerimaan turun 20%.Shallots are agricultural products that are needed a lot to become an essential commodity. Brebes Regency is the center of shallot production in Indonesia, and Pakijangan Village is one of the potential shallot-producing areas in Bulakamba District, Brebes Regency, but due to price volatility, extreme weather changes, and pest and disease attacks, production is still far from its potential. This study aims to determine the feasibility and risk of shallot farming income in Pakijangan Village, Bulakamba District, Brebes Regency. The method used in this research is a survey method. The determination of the sample was made using a simple random sample of 24 samples. Data was collected by means of direct interviews using questionnaires. The results showed that shallot farming in Pakijangan Village, Bulakamba District, Brebes Regency, was declared feasible with high risk. The feasibility of shallot farming with an average planting area of 0.207 ha shows an R/C ratio of 1.28, production of 2,148 kg > BEP production of 532.07 kg, and a price of Rp. 13,000/kg > BEP of Rp. 10,122/kg. Income risk (KV) is 0.57 with a lower income limit of IDR-905,804. Shallots are declared sensitive when the cost of seeds increases by 10% on the assumption that revenues decrease by 20%.
3469837567C1A018111Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Buah Salak Pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten WonosoboSalah satu komoditas buah asli dari Indoesia adalah buah salak. Salak merupakan komoditas hortikultura yang mudah rusak, oleh karena itu perlu penanganan pasca panen agar buah salak dapat memiliki umur simpan yang lebih panjang. Salak dapat diolah menjadi berbagai macam produk setelah melewati proses pengolahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui besar nilai tambah yang dihasilkan usaha pengolahan buah salak 2) Mengetahui keuntungan yang dihasilkan dari usaha pengolahan buah salak 3) Mengetahui efisiensi usaha dari usaha pengolahan salak yang berada di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Nilai tambah seluruh usaha pengolahan buah salak memperoleh hasil yang positif dan nilai tambah paling besar diperoleh dari produk dodol salak yaitu sebesar Rp106.058,00/kg 2) Seluruh usaha pengolahan buah salak memperoleh keuntungan dan keuntungan paling besar diperoleh produk cokelat salak yaitu sebesar Rp2.572.587,74 dalam satu kali produksi 3) Perhitungan nilai efisiensi usaha dengan R/C Ratio menunjukkan seluruh usaha pengolahan buah salak memperoleh hasil <1 yang berarti seluruh usaha pengolahan buah salak efisien dan layak untuk dijalankan.
Implikasi dari penelitian ini adalah seluruh usaha pengolahan buah salak merupakan usaha yang memberikan keuntungan, namun pengusaha tetap perlu mempertimbangkan faktor yang ada seperti biaya produksi, persaingan dengan pengusaha lain, serta target pasar. Pengusaha bersama pemerintah daerah dapat bekerja sama melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan lebih beragam dan berkualitas.
One of the original fruit commodities from Indonesia is salak fruit. Salak is a horticultural commodity that is easily damaged, therefore it needs post-harvest handling so that salak fruit could have a longer shelf life. Salak can be processed into various products after going through processing. The purpose of this research is to 1) Know the added value generated by the salak fruit processing business 2) Know the profits generated from the salak fruit processing business 3) Know the business efficiency of the salak processing business in Sukoharjo district, Wonosobo Regency. The analytical tool used in this research is the Hayami Method. The result showed that 1) The added value of all salak fruit processing businesses obtained positive results and the most significant added value was obtained from salak cokelat products, which was Rp106.058,00/kg 2) All of the salak fruit processing businesses earn a profit and the biggest profit is obtained from the salak cokelat product, which is Rp2.572.587,74 in one production process 3) The calculation of the value of the business efficiency with the R/C ratio shows that all the salak fruit processing businesses get results <1 which means that all the salak fruit processing businesses are efficient and feasible to run.
The implication of this research is that all salak fruit processing businesses are profitable businesses, but entrepreneurs still need to consider existing factors such as production costs, competition with other entrepreneurs, and target markets. Entrepreneurs and local governments can work together to innovate so that the products produced are more diverse and of high quality.
3469937621J1C017032Penggunaan Disfemisme dalam Film Kizudarake no Akuma Penelitian ini mengkaji mengenai penggunaan disfemisme dalam film Kizudarake no Akuma yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk serta fungsi dari disfemisme yang terdapat dalam film Kizudarake no Akuma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Validasi data dilakukan dengan native speaker. Sumber data berupa film berjudul Kizudarake no Akuma. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara simak catat. Data diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan teori disfemisme dari Allan dan Burridge (2017), teori konteks dari Saifudin (2018) serta teori komponen tutur dari Hymes (2017). Hasil penelitian ini menemukan 19 data yang dibagi ke dalam 7 tipe disfemisme yang muncul dalam sumber data, antara lain : 1) bentuk istilah tabu, 2) makian dan serapah cabul, 3) perbandingan manusia dengan sifat hewan, 4) julukan disfemisme dari karakter fisik, 5) makian dari abnormalitas mental, 6) ejekan tidak hormat dengan nada hinaan, dan 7) istilah dari bahasa asing. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tipe disfemisme yang paling banyak ditemukan adalah tipe 1 dengan jumlah 6 data, terdiri dari 4 data dalam bentuk lisan dengan fungsi : a) menunjukkan kemarahan, b) ungkapan rasa frustasi, dan c) sebagai hinaan atau ejekan; dan 2 data dalam bentuk tulisan dengan fungsi : a) sebagai hinaan atau ejekan dan b) ungkapan rasa tidak suka. The study examined the use of dysphemism in a Kizudarake no Akuma film which aimed to describe the forms and functions of dysphemism in the movie Kizudarake no Akuma. This research is a qualitative descriptive study with data analysis method using the extralingual equivalent method. Data validation is done with native speakers. The data source is a film entitled Kizudarake no Akuma. Research data collection is conducted by note-taking technique. The data were identified and analyzed based on the dysphemism theory from Allan and Burridge (2017), the context theory from Saifudin (2018) and the speech component theory from Hymes (2017). The results of this study found 19 data were divided into 7 types of dysphemism that appeared in the data source, including: 1) the form of taboo terms, 2) cursing and obscenity, 3) comparisons of humans with animal traits, 4) dysphemism nicknames from physical characters, 5) cuss from mental abnormality, 6) derision with a tone of contempt, and 7) terms from a foreign language. Based on the results of the study, it can be concluded that the most widely found type of dysphemism is type 1 with a total of 6 data, consisting of 4 data in oral form with the functions: a) showing anger, b) expressing frustration, and c) as insulting or ridicule; and 2 data in written form with the following functions: a) as an insult or ridicule and b) an expression of dislike.
3470037569C1A018019Analisis Hukum Okun di Jawa Barat: Aplikasi Ekonometrika SpasialProvinsi Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran yang tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya. Hukum Okun merupakan keteraturan empiris yang menjelaskan adanya hubungan negatif antara tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran. Fenomena yang terjadi di Provinsi Jawa Barat mengindikasikan adanya kontradiksi dengan hubungan yang dijelaskan oleh Hukum Okun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi kesesuaian Hukum Okun sebagai keteraturan empiris dan menganalisis pengaruh spasial terhadap tingkat pengangguran kabupaten/kota di Jawa Barat. Data yang digunakan yaitu data 27 kabupaten dan kota selama periode tahun 2017 – tahun 2021. Teknik analisis yang digunakan ialah analisis ekonometrika spasial pendekatan data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hukum Okun terbukti valid di kabupaten/kota Jawa Barat dan menemukan adanya spillover effect (efek tidak langsung) dari pertumbuhan ekonomi. Pengaruh spasial juga terbukti terhadap tingkat pengangguran kabupaten/kota di Jawa Barat, dipengaruhi oleh tingkat pengangguran di kabupaten/kota tetangga dengan model Spasial Autoregressive. Implikasi dari penelitian ini diharapkan pemerintah Jawa Barat menjaga capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi seiring dengan itu dapat menurunkan tingkat pengangguran, seperti pembuatan regulasi yang mengarah ke peningkatan hasil output yang berkualitas dan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat melakukan kerjasama dalam mengatasi masalah pengangguran dengan membuat rencana aksi pengentasan pengangguran secara bersama.Province of West Java is a province in Indonesia with a high rate of economic growth and unemployment compared to other provinces. Okun's law is an empirical regularity that explains the negative relationship between the rate of economic growth and the unemployment rate. The phenomenon that occurs in West Java Province indicates a contradiction with the relationship described by Okun's Law. Therefore, this study aims to validate the suitability of Okun's Law as an empirical regularity and analyze the spatial effect on the unemployment rate of districts/cities in West Java. The data used is data from 27 districts and cities during the period 2017 – 2021. The analytical technique used is spatial econometric analysis with panel data approach. The results of this study indicate that Okun's Law is proven valid in the districts/cities of West Java and finds a spillover effect (indirect effect) from economic growth. Spatial influence is also evident on the unemployment rate of districts/cities in West Java, influenced by the unemployment rate in neighboring districts/cities using the Spatial Autoregressive model. The implication of this research is that the West Java government is expected to maintain high economic growth achievements along with it can reduce the unemployment rate, such as making regulations that lead to increasing quality output and governments of district/city can cooperate in overcoming unemployment problems by making action plans alleviating the unemployment together.