Home
Login.
Artikelilmiahs
37241
Update
EVI FEBRIANA
NIM
Judul Artikel
Analisis Risiko dan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Gandatapa merupakan desa sentra usahatani cabai rawit yang berada di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Kegiatan usahatani cabai di Desa Gandatapa sering mengalami kejadian tidak pasti (risiko). Risiko yang sering dihadapi petani adalah risiko produksi, harga dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui biaya dan pendapatan usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa, (2) mengetahui besarnya risiko yang diterima oleh petani pada usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa, (3) mengidentifikasi sumber-sumber risiko usahatani dan upaya yang dilakukan petani untuk mengatasi risiko usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa. Penelitian dilaksanakan secara (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Gandatapa merupakan desa sentra cabai yang memiliki lahan cabai rawit terluas di Kecamatan Sumbang. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Penentuan responden penelitian menggunakan teknik sampling jenuh/sensus, dimana jumlah semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 45 petani. Metode analisis data adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis risiko, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Biaya komponen produksi rata-rata selama satu kali musim panen dengan luas lahan rata-rata 748 m2 adalah sebesar Rp 2.540.996, rata-rata penerimaan sebesar Rp 5.503.750 dan pendapatan yang diperoleh pada awal musim panen dengan luas lahan rata-rata 748 m2 sebesar Rp 2.962.654. (2) Besarnya risiko produksi diperoleh nilai KV sebesar 0,39. Risiko harga diperoleh nilai KV sebesar 0,32 dan risiko pendapatan diperoleh nilai KV sebesar 0,81. (3) Sumber risiko usahatani cabai rawit di Desa Gandatapa adalah perubahan iklim/cuaca, fluktuasi harga, tidak adanya penyuluh pertanian, berkurangnya tenaga kerja dalam kegiatan produksi, dan terbatasnya modal yang dimiliki serta sulitnya dalam mencari pinjaman modal usahatani.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Gandatapa Village is a cayenne pepper farming center located in the Subdistrict of Sumbang, Banyumas Regency. Chili farming activities in Gandatapa Village often experience uncertain events (risks). The risks that are often faced by farmers are production, price, and income risks. This research aims to (1) determine the costs and income of cayenne pepper farming in Gandatapa Village, (2) find out the magnitude of the risk received by farmers in cayenne pepper farming in Gandatapa Village, (3) identify sources of farming risk and the efforts made by farmers to overcome the risks of cayenne pepper farming in Gandatapa Village. The research was carried out purposely in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The time of research was carried out in March 2022. Determination of the research respondents using the census method for cayenne pepper farmers obtained as many as 45 farmers. Data analysis methods that were used are cost and income analysis, risk analysis, and descriptive analysis. The results showed (1) the average cost was Rp 2.540.996. with average revenue of Rp 5.503.750, so that the income obtained was Rp 2.962.654. 2) The amount of production risk obtained by the KV value was 0,39. Price risk obtained by the KV value was 0,32 and income risk obtained KV value was 0,81. 3) Sources of risk in cayenne pepper farming in Gandatapa Village include climate/weather changes, price fluctuations, the absence of agricultural extension workers, labor decrease in production activities, limited funding, and difficulty in finding farming fund loans.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save