Artikel Ilmiah : E1A018101 a.n. IRMA ALFI AFIFAH

Kembali Update Delete

NIME1A018101
NamamhsIRMA ALFI AFIFAH
Judul ArtikelPENERAPAN PASAL 34 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 DITINJAU DARI PRINSIP NON DISKRIMINASI (Studi di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pasal 34 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 menempatkan perempuan sebagai isteri di ranah donestik, yang memiliki kewajiban untuk mengurus rumah tangga. Ditinjau dari prinsip non diskriminasi, perempuan sebagai isteri tetap dapat memilih untuk berkiprah di ranah publik, misalnya dengan bekerja. Dengan terjunnya seorang isteri di ranah publik ini tidak menghapus tanggung jawabnya sebagai seorang isteri di ranah domestik.
Penulis mengangkat perumusan masalah mengenai penerapan Pasal 34 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 ditinjau dari Prinsip Non Diskriminasi serta implikasinya terhadap anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan informan pekerja perempuan di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga serta anaknya, dan menggunakan purposive sampling sebagai metode penentuan informan. Data yang diolah disajikan menggunakan metode teks naratif dengan metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa isteri yang bekerja di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga Pasal 34 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 ditinjau dari prinsip non diskriminasi di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga sudah diterapkan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa para informan penelitian diperbolehkan bekerja oleh suaminya, meskipun dari beberapa informan juga pernah mengalami diskriminasi dengan tidak dibolehkan bekerja. Isteri yang bekerja di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga sebagai informan dalam penelitian ini mengalami beban ganda karena mengemban dua tanggung jawab sekaligus, yaitu tanggung jawab di ranah domestik untuk mengurus rumah tangga dan tanggung jawab di ranah publik untuk bekerja. Akan tetapi, kondisi isteri sebagai perempuan yang bekerja ini memiliki implikasi baik, yang mana kondisi ini dapat membantu perekonomian keluarga tanpa mengesampingkan tanggung jawab seorang isteri untuk mengurus rumah tangga dan tetap mengedepankan kesejahteraan anak meskipun kedekatan dan perhatiannya terhadap anak menjadi berkurang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Article 34 of Law Number 1 of 1974 places women as wives in the domestic realm, who has the obligation to take care of the household. Judging from the principle of non-discrimination, women as wives can still choose to take part in the public sphere, for example by working. The entry of a wife in the public sphere does not erase her responsibilities as a wife in the domestic sphere.
The author raises the formulation of the problem regarding the application of Article 34 of Law Number 1 of 1974 in terms of the Non-Discrimination Principle and its implications for children. This research is a qualitative research with an empirical juridical approach. The specifications used in this study are descriptive research with female worker informants at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga and their children, and using purposive sampling as a method of determining informants. The processed data is presented using the narrative text method with the data analysis method used is qualitative analysis.
Based on the results of the study, it was concluded that the wife who worked at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga Article 34 of Law Number 1 of 1974 in terms of the principle of non-discrimination at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga has been applied well. This can be seen from the fact that the research informants were allowed to work by their husbands, although some of the informants had also experienced discrimination by not being allowed to work. The wife who works at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga as an informant in this study experienced a double burden because he carried out two responsibilities at once, namely the responsibility in the domestic sphere to take care of the household and the responsibility in the public sphere to work. However, the condition of the wife as a working woman has good implications, in which this condition can help the family economy without compromising the responsibility of a wife to take care of the household and continue to prioritize the welfare of the child even though her closeness and concern for the child is reduced.
Kata kunciNon Diskriminasi, Undang-undang Nomor Tahun 1974, Kesejahteraan Anak
Pembimbing 1Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D.
Pembimbing 2Alef Musyahadah Rahmah, S.H., M.H.
Pembimbing 3Ulil Afwa, S.H., M.H.
Tahun2022
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2022-08-09 04:15:55.93461
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.