| NIM | J1B018059 |
| Namamhs | DEWI SUCI CITRAWATI |
| Judul Artikel | Implementasi Tingkat Tutur Bahasa Jawa sebagai Wujud Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di PPQ Al Amin Pabuwaran |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Manusia sebagai makhluk sosial menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan manusia lain. Selain kemampuan berbahasa, kesantunan berbahasa juga penting untuk diperhatikan agar tercipta komunikasi yang lancar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman diantara pelaku tutur. Penelitian implementasi tingkat tutur bahasa Jawa sebagai wujud kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial di PPQ Al Amin Pabuwaran menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode simak dalam mengumpulkan data penelitian.Data penelitian berupa tuturan masyarakat pesantren. Kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial yang terjadi di PPQ Al Amin Pabuwaran dilatarbelakangi oleh perbedaan usia, hubungan sosial, dan status sosial pelaku tutur. Penggunaan bahasa Jawa ngoko merupakan bentuk kesantunan berbahasa untuk menambah kesan akrab antara penutur yang berusia lebih tua daripada lawan tutur dan penutur yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada lawan tutur. Selanjutnya, penggunaan bahasa Jawa krama merupakan bentuk penghormatan kepada lawan tutur yang berusia lebih tua daripada penutur dan lawan tutur yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada penutur. Dalam hal ini santri sebagai murid dan berusia jauh lebih muda dari Abah Kyai, Ibu Nyai maupun Gus sebagai pengajar, pengasuh, dan pendiri Pondok Pesantren PPQ Al Amin Pabuwaran yang berusia jauh lebih tua dari santri atau murid. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Humans as social beings use language to interact with other humans. In addition to language skills, language politeness is also important to note in order to create smooth communication and not cause misunderstandings between speech actors. The research on the implementation of the Javanese speech level as a form of language politeness in social interaction at PPQ Al Amin Pabuwaran uses a qualitative descriptive method with the observation method in collecting research data. Language politeness in social interactions that occur at PPQ Al Amin Pabuwaran is motivated by differences in age, social relations, and social status of the speech actor. The use of the Javanese ngoko language is a form of language politeness to add a familiar impression between speakers who are older than the interlocutor and speakers who have a higher position than the interlocutor. Furthermore, the use of Javanese manners is a form of respect for the interlocutor who is older than the speaker and the interlocutor who has a higher position than the speaker. In this case, students are students and are much younger than Abah Kyai, Ibu Nyai and Gus as teachers, caregivers, and founders of the PPQ Al Amin Pabuwaran Islamic Boarding School who are much older than students or students. |
| Kata kunci | kesantunan berbahasa, tingkat tutur, bahasa jawa, pondok pesantren |
| Pembimbing 1 | Dr. Siti Junawaroh, S.S., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Octaria Putri Nurharyani, S.S., M.Hum. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2022-07-24 19:14:57.365076 |
|---|