Artikel Ilmiah : J1B018024 a.n. MALIHATUN

Kembali Update Delete

NIMJ1B018024
NamamhsMALIHATUN
Judul ArtikelSistem Fonologi Dan Dinamikanya Dalam Bahasa Jawa Di Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bahasa Jawa Ambal atau selanjutnya disebut BJA dikelompokkan ke dalam bahasa Jawa dialek Ngapak dan Bandek. Secara administratif Kecamatan Ambal terdiri atas 32 desa. Banyaknya jumlah desa tersebut, menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing tempat. Perbedaan tersebut meliputi unsur fonologi dan unsur leksikon. Penelitian ini mengkaji fonologi yang ada di BJA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem fonologi BJA beserta variasi bunyi yang ada dalam BJA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini dapat memberikan deskripsi yang rinci dan detail terkait fonologi BJA. Sumber data diambil berdasarkan sampel desa berjumlah empat desa yaitu Desa Sidomukti, Desa Kaibon Petangkuran, Desa Banjarsari, dan Desa Peneket. Dari empat desa tersebut, diambil masing-masing satu informan penutur BJA yang memenuhi beberapa kriteria untuk dijadikan sumber data primer. Pertanyaan yang diajukan mengacu pada 800 kosakata Budaya Dasar yang telah dimodifikasi kembali. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa fonem yang digunakan BJA sejumlah 32 fonem yang terdiri atas 10 fonem vokal dan 22 fonem konsonan. Semua fonem tersebut dapat berdistribusi dengan baik di semua posisi, kecuali beberapa fonem. Ditemukan pula adanya perubahan bunyi serta variasi bunyi dalam BJA. Variasi bunyi yang ditemukan berupa variasi bunyi vokal. Variasi bunyi vokal yang ditunjukkan di Desa Sidomukti dan Desa Banjarsari menggunakan fonem vokal /a/ seperti bahasa Jawa pada umumnya. Sementara itu, Desa Kaibon Petangkuran menggunakan fonem vokal /e/ dan Desa Peneket menggunakan fonem vokal /ͻ/.
Abtrak (Bhs. Inggris)Ambal Javanese or hereinafter referred to as BJA is grouped into Javanese dialects Ngapak and Bandek. Administratively, Ambal District consists of 32 villages. A large number of villages shows the differences between each place. These differences include phonological elements and lexicon elements. This study examines phonology in BJA. The purpose of this study is to describe the BJA phonological system along with the sound variations present in the BJA. This research uses a qualitative descriptive approach. This method can provide a detailed and detailed description of the phonology of BJA. The source data was taken based on a sample of four villages, namely Sidomukti Village, Kaibon Petangkuran Village, Banjarsari Village, and Peneket Village. From the four villages, one BJA-speaking informant was taken each who met several criteria to be used as a primary data source. The question asked refers to 800 Basic Culture vocabulary that has been re-modified. Based on the results of the analysis, it was found that the phonemes used by BJA were 32 phonemes consisting of 10 vowel phonemes and 22 consonant phonemes. All such phonemes can be well distributed in all positions, except for a few phonemes. It was also found that there were sound changes and sound variations in the BJA. The sound variations found are variations in vocal sounds. The variation of vowel sounds shown in Sidomukti Village and Banjarsari Village uses the vowel phoneme /a/ like Javanese in general. Meanwhile, Kaibon Petangkuran Village uses the vocal phoneme /e/, and Peneket Village uses the vocal phoneme /ͻ/.
Kata kunciBahasa Jawa; fonologi; dialektologi
Pembimbing 1Siti Junawaroh
Pembimbing 2Erwita Nurdiyanto
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2022-11-14 19:51:02.823861
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.