Artikelilmiahs
Menampilkan 33.141-33.160 dari 49.997 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33141 | 37892 | B1A018073 | Tingkah Laku Harian Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929) di Konservasi Ex-situ Gembira Loka Zoo Yogyakarta | Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929) merupakan salah satu subspesies harimau yang ada di Indonesia dan banyak ditemukan di Pulau Sumatra. Harimau Sumatra merupakan spesies terancam punah dan hanya tersisa 450-600 ekor di Pulau Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkah Laku Harian Harimau Sumatra (P. tigris sumatrae) di Konservasi Ex-situ Gembira Loka Zoo Yogyakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah focal animal sampling (Altmann, 1974) yang berfokus pada tiga individu harimau. Pengamatan dilakukan secara terus-menerus dalam interval waktu 15 menit per section. Pengamatan dilakukan dimulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB dalam jangka waktu satu bulan. Frekuensi dan durasi setiap kategori tingkah laku dibandingkan antara satu individu dengan individu lain yang diamati, frekuensi dan durasi dihitung. Data aktivitas harian yang diperoleh dianalisis dengan software microsoft excel kemudian divisualisasikan dalam bentuk diagram batang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi tertinggi harimau di gembira loka zoo adalah beristirahat. Frekuensi tingkah laku tertinggi harimau jantan adalah berpindah tempat sedangkan harimau betina adalah istirahat. | The Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929) is one of the subspecies of tigers in Indonesia and is commonly found on the island of Sumatra. The Sumatran tiger is an endangered species and only 450-600 individuals remain on the island of Sumatra. This study aims to determine the Daily Behavior of the Sumatran Tiger (P. tigris sumatrae) in Ex-situ Conservation Gembira Loka Zoo Yogyakarta. The method used in this study was focal animal sampling (Altmann, 1974) which focused on three tiger individuals. Performed continuously at 15 minute intervals per section. starting at 09.00 WIB until 15.00 WIB within a period of one month. The frequency and duration of the behavioral categories were compared from one individual to another observed, the frequency and duration of which were calculated. The daily activity data obtained were analyzed in the form of a bar chart using Microsoft Excel software. The results of this study found that the highest duration of behavior of the three tiger individuals was resting behavior. The highest frequency of tiger behavior is shifting behavior while female tigers are resting behavior. | |
| 33142 | 36275 | G1B018001 | HUBUNGAN MODIFIKASI PRAKTIK GIGI DENGAN TINGKAT KECEMASAN DOKTER GIGI DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 | Dokter gigi ialah profesi yang memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19. Infeksi silang pada praktik gigi dapat menimbulkan perasaan cemas dokter gigi sehingga diperlukan modifikasi praktik gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara modifikasi praktik gigi yang meliputi penggunaan alat pelindung diri level 3 lengkap, pengendalian administratif, penggunaan rubber dam, ketersediaan sabun anti mikroba atau alcohol-based hand rub, ketersediaan extraoral suction, dan pengendalian teknik dengan tingkat kecemasan dokter gigi di wilayah Kabupaten Banyumas pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil berjumlah 58 dokter gigi dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kecemasan dan modifikasi gigi yang didistribusikan secara online. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan alat pelindung diri level 3 lengkap, pengendalian administratif, penggunaan rubber dam, ketersediaan sabun anti mikroba atau alcohol-based hand rub, ketersediaan extraoral suction, dan pengendalian teknik dengan tingkat kecemasan dokter gigi (p > 0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara modifikasi praktik gigi dengan tingkat kecemasan dokter gigi di wilayah Kabupaten Banyumas pada masa pandemi COVID-19. Saran penelitian antara lain meningkatkan kelengkapan fasilitas dan kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada praktik gigi serta meningkatkan kapabilitas dokter gigi dalam upaya pengembangan diri untuk mengelola kecemasan selama praktik gigi pada masa pandemi COVID-19. | Dentist is profession that has a high risk of exposure to COVID-19. Cross-infection in dental practice can cause dentist to feel anxious, so modification in dental practice is needed. The purpose of this study is to determine the relationship between modification of dental practices which include the use of complete level 3 personal protective equipment, administrative control, use of rubber dam, availability of anti-microbial soap or alcohol-based hand rub, availability of extraoral suction, and technical control with dentist anxiety levels in Banyumas regency. This research method is observational analytics with a cross-sectional design. Samples were taken from 58 dentists using the purposive sampling technique. The research instrument used anxiety questionnaires and dental modifications that were distributed online. Data analysis is performed univariate and bivariate using the Fisher exact test. The results showed that there was no relationship between the use of complete level 3 personal protective equipment, administrative control, use of rubber dam, availability of anti-microbial soap or alcohol-based hand rub, availability of extraoral suction, and technical control with dentist anxiety levels in Banyumas regency (p > 0.05). The conclusion of this study there is no relationship between modification of dental practices with dentist anxiety levels in the Banyumas regency during the COVID-19 pandemic. Research suggestions include improving the completeness of facilities and compliance with the application of health protocols in dental practice, and increasing dentist capability in self-development efforts to manage anxiety in dental practice during the COVID-19 pandemic. | |
| 33143 | 36278 | B1A018025 | IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN BENIH IKAN NILEM GUNUNG (Osteochilus hasselti Valenciennes, 1842) BERDASARKAN MORFOLOGI | Ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan salah satu jenis ikan dari Family Cyprinidae yang hidup di air tawar dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Pertumbuhan ikan nilem gunung yang lebih lambat dan warna tubuh yang mencolok dibandingkan ikan nilem jenis lain membuat ikan ini semakin jarang dibudidayakan. Hal tersebut membuat ikan ini semakin sulit diperoleh. Budidaya tunggal kelamin (monosex) menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi dan dapat digunakan sebagai upaya pelestariannya. Kegiatan tersebut memerlukan pengetahuan jenis kelamin sejak ukuran benih, karena tidak semua spesies ikan memiliki seksual dimorfisme. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah karakter morfologi, meristik, dan truss morphometrics dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin benih ikan nilem gunung serta karakter spesifik apa yang dapat membedakan benih ikan nilem gunung jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengambilan sampel purposive random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 55 ekor. Sampel yang didapatkan diamati performa morfologi, meristik, dan truss morphometrics. Data performa morfologi dan meristik yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, sementara data hasil pengukuran truss morphometric diubah menjadi nilai rasio yang dibagi dengan panjang standar kemudian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Mann Whitney. Hasil dari pengamatan performa morfologi dan meristik tidak menunjukkan adanya perbedaan jenis kelamin benih ikan nilem gunung, sementara hasil pengukuran truss morphometrics menunjukkan bahwa terdapat satu karakter truss yang membedakan antara benih ikan nilem gunung jantan dan betina yaitu pada jarak D4 (pangkal sirip ekor bagian atas-pangkal sirip ekor bagian bawah) atau tinggi pangkal ekor. Berdasarkan hasil rata-rata pengukuran truss morphometrics pada jarak D4, didapatkan bahwa jarak D4 pada benih ikan nilem gunung betina lebih tinggi daripada benih ikan nilem gunung jantan. | Nilem fish (Osteochilus hasselti) is a type of fish from Cyprinids that lives in fresh water and is widely cultivated in Indonesia. The slower growth of red nilem fish and the striking body color compared to other types of nilem makes this fish cultured less often. This makes these fish more difficult to obtain. Single cultivation (monosex) is an alternative to increase production. This activity requires knowledge of the sex of the seed because not all species have sexual dimorphism. The purpose of this study was to determine whether morphological performance, meristic, and truss morphometrics characters could be used for sex determination of red nilem fish seeds and what specific characters distinguish male and female. The method used is a survey method with purposive random sampling. The samples taken were 55 red nilem fish seeds. The samples obtained were observed for their morphological performance, meristic, and truss morphometrics. The morphological performance and meristic data obtained were analyzed descriptively, while truss morphometric are converted into ratio values by dividing the distance of the body parts by the standard length and then analyzed using SPSS with Mann Whitney Test. The results of this study showed that morphological performance and meristic cannot be used to sex determine red nilem fish seeds, while the result of the truss morphometrics measurement showed one character that distinguishes between male and female red nilem fish seeds, on the D4 line (distance from the base of the upper tail fin to the base of the lower tail fin) or height of the base of the tail. Based on the average truss morphometrics measurement on D4 line, showed that the height of the base tail on the female red nilem fish seeds was higher than the male. | |
| 33144 | 36279 | H1A018044 | PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO | Gedung Instalasi Rawat Jalan merupakan salah satu gedung yang akan direnovasi total oleh Rumah Sakit Islam Purwokerto. Pasokan daya listrik pada gedung ini harus selalu tersedia dan dapat mensuplai semua peralatan listrik pada rumah sakit supaya dapat tercipta kualitas pelayanan rumah sakit yang baik dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan listrik seperti kebutuhan lampu, perhitungan kabel penghantar, menentukan jenis proteksi peralatan listrik, proteksi petir, kapasitas generator set dan transformator yang akan digunakan. Analisis perhitungan dilakukan menggunakan software Microsoft Excel 2016 kemudian hasilnya disesuaikan dengan Standar PUIL 2011. Perancangan instalasi listrik menggunakan software Autocad 2015. Hasil akhir menunjukkan bahwa gedung ini membutuhkan suplai daya sebesar 112,216 kVA dengan penghantar utama yaitu NYFGbY 4x70mm2 dan kabel grounding BCC 1x35mm2. Suplai listrik gedung ini menggunakan tranformator 150 kVA dan genset 150 kVA sebagai suplai daya cadangan. Proteksi petir yang digunakan yaitu penangkal petir elektrostatis dengan radius proteksi 125 meter dan tinggi pemasangan 3,25 meter. | The Outpatient Care Building is one of the buildings that will be completely renovated by the Rumah Sakit Islam Purwokerto. The supply of electrical power in this building must always be available and be able to supply all electrical equipment in the hospital in order to create a good and comfortable hospital service quality. This study aims to analyze electricity needs such as the need for lighting, calculation of conductor cables, determine the type of protection of electrical equipment, lightning protection, generator set and transformer capacity. The calculation analysis was carried out using Microsoft Excel 2016 software and the results were adjusted to the 2011 PUIL Standard. Electrical installation design using Autocad 2015 software. The final result shows that this building requires a power supply of 112,216 kVA with the main conductor being NYFGbY 4x70mm and BCC grounding cable 1x35mm. The building's electricity supply uses a 150 kVA transformer and a 150 kVA generator as a backup power supply. The lightning protection used is an electrostatic lightning rod with a protection radius of 125 meters and an installation height of 3.25 meters. | |
| 33145 | 36277 | B1A018026 | Deteksi Seksual Dimorfisme Pada Benih Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus Bleeker, 1850) Berdasarkan Morfologi | Ikan tawes merupakan ikan yang banyak di budidayakan di Indonesia. Budidaya ikan membutuhkan indukan yang berkualitas. Indukan dengan kualitas tinggi dapat didapatkan dari budidaya tunggal kelamin. Budidaya tunggal kelamin dilakukan dengan menyeleksi ikan berdasarkan jenis kelamin sejak benih. Penentuan jenis kelamin pada benih untuk budidaya memiliki kesulitan karena seksual dimorfisme belum terlihat jelas, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai seksual dimorfisme pada benih ikan tawes untuk mendukung budidaya ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah performa morfologi, meristik, dan truss morphometric dapat digunakan untuk membedakan benih ikan tawes jantan dan betina, dan mengetahui karakter morfologi yang dapat digunakan untuk membedakan benih ikan tawes jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling. Sampel yang diambil adalah 60 ekor sampel benih ikan tawes dengan 2 kelompok ukuran. Kelompok 1 adalah benih dengan ukuran 5-6 cm dan kelompok 2 adalah benih dengan ukuran 6,1-7 cm. Sampel yang didapatkan diamati tampilan morfologinya yaitu performa morfologi, meristik, dan truss morphometric. Data performa morfologi dan meristik di analisis secara deskriptif, sedangkat data truss morphometric dianalisis menggunakan SPSS dengan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performa morfologi dan meristik tidak menunjukkan adanya seksual dimorfisme, sedangkan hasil pengukuran truss morphometric menunjukkan perbedaan yang signifikan pada garis A2 yaitu jarak antara ujung mulut dan batas akhir tulang kepala. Berdasarkan hasil rata-rata pengukuran truss morphometric pada garis A2, didapatkan hasil bahwa kepala bagian dorsal dari benih ikan tawes berukuran lebih panjang dan runcing dari benih ikan betina. | Tawes fish is a fish that is widely cultivated in Indonesia. Fish farming requires quality brooders. High quality brooders can be obtained from single sex cultivation. Single sex culture is done by selecting fish based on sex from juvenile phase. Determination of sex in fry for aquaculture has difficulties because sexual dimorphism is not yet clearly visible, so it is necessary to conduct research on sexual dimorphism in Tawes fish fry to support fish cultivation. The purpose of this study was to determine whether the morphological, meristic, and truss morphometric performances could be used to distinguish male and female Tawes fish fry, and to determine the morphological characters that could be used to distinguish male and female Tawes fish fry. The method used is a survey method with purposive sampling. The samples taken were 60 Tawes fish fry samples with 2 size groups. Group 1 are fry with a size of 5-6 cm and group 2 are fry with a size of 6.1-7 cm. The samples obtained were observed for their morphological appearance, namely morphological prformance, meristic, and truss morphometric. Morphological performance and meristic data were analyzed descriptively, while truss morphometric data were analyzed using SPSS with Mann Whitney Test. The results of this study indicate that the morphological and meristic performances do not show any sexual dimorphism, while the results of the truss morphometric measurements show a significant difference on the A2 line, namely the distance between the tip of the mouth and the end of the skull. Based on the results of the average truss morphometric measurements on the A2 line, it was found that the dorsal head of the Tawes fry was longer and pointed than the female fry. | |
| 33146 | 37893 | L1A018046 | Distribusi Logam Berat Pb pada Matriks air, Sedimen, dan Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti) di Sungai Tajum Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah | Sungai Tajum adalah salah satu di DAS Sungai Serayu. Beberapa aktivitas masyarakat sekitar sungai dapat menyebabkan masuknya Pb, contohnya pembuangan limbah rumah tangga dan penambangan emas. Pb adalah salah satu jenis logam berat yang tidak dibutuhkan oleh makhluk hidup dan pada jumlah tertentu dapat menimbulkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Pb dalam matriks air, sedimen, dan ikan Nilem (Osteochilus hasselti), di Sungai Tajum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling pada 5 stasiun. Hasil analisis data yang didapat adalah Kandungan Pb di Sungai Tajum pada matriks air berkisar antara 0,008-0,025 mg/l, sedimen berkisar antara 0,315-0,502 mg/kg, dan pada ikan Nilem (O. hasselti) berkisar antara 0,022-0,046 mg/kg. kandungan Pb pada air masih memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB) menurut PP No. 22 tahun 2021, kandungan Pb pada sedimen masih memenuhi NAB Canadian Council of Ministers for the Environment (CCME, 2002), kandungan Pb pada ikan Nilem masih memenuhi NAB Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). | Some anthropogenic activities around the Tajum River can cause the input of Pb in river. Lead is a non essential of heavy metal and in certain amount can cause health problems. This study aimed to determine the Pb content in the matrix of water, sediment, and Nilem fish (Osteochilus hasseltiin Sungai Tajum. The research method used was a survey method. The sampling technique used was purposive random sampling at 5 stations. The results of the data analysis showed that the Pb content in the Tajum River in the water matrix ranged from 0.008-0.025 mg/l, sediment ranged from 0.315-0.502 mg/kg, and in Nilem fish (O. hasselti) ranged from 0.022-0.046 mg/kg. The Pb content in the water still meets the Threshold Limit Value (TLV) according to PP no. 22 of 2021, according to Canadian Council of Ministers for the Environment (CCME, 2002) the Pb content in the sediment still meets the TLV, according to Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) the Pb content in Nilem fish still meets the TLV. | |
| 33147 | 38206 | A1A015069 | ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SELADA HIDROPONIK REECE FARM DI DESA KALIMANGGIS LOR KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Salah satu komoditas yang dapat diproduksi dalam usahatani hidroponik yaitu selada. Usahatani yang fokus untuk membudidayakan selada hidroponik adalah Reece Farm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya yang dikeluarkan dan keuntungan yang diperoleh usahatani selada hidroponik di Reece Farm, mengetahui kelayakan usaha secara finansial usahatani selada hidroponik di Reece Farm. Penelitian ini dilaksanakan di Reece Farm. Analisis data yang digunakan yaitu analisis keuntungan, analisis R/C Ratio, π/C Ratio, produktivitas tenaga kerja, breek even point. Hasil penelitian yang di peroleh yaitu Total biaya yang dikeluarkan usahatani selada hidroponik yang dijalankan Reece Farm selama periode tanam Agustus 2021 – Juli 2022 yaitu sebesar Rp33.250.201,00. Sementara penerimaan yang didapatkan Reece Farm sebesar Rp48.378.000,00. Sehingga keuntungan yang diperoleh Reece Farm Sebesar Rp15,127,799,00. nilai R/C Ratio yang dihasilkan sebesar 2,3 yang berarti lebih dari satu menunjukan usahatani tersebut layak untuk dilanjutkan. nilai π/C sebesar 45,5% lebih besar dari bunga bank yang berlaku, nilai Produktivitas Tenaga Kerja sebesar Rp232.587,00 lebih besar dari upah kerja yang berlaku, Pendapatan Bersih sebesar Rp15.127.799,00. Hasil tersebut lebih besar dibandingkan dengan sewa lahan (200m2) yang berlaku sebesar Rp340.000,00, jumlah produksi selada hidroponik sebanyak 2,199 kg lebih besar dari nilai BEP Produk (Kg) sebesar 817,1 kg, harga jual sebesar Rp22.000,00 lebih besar dari nilai BEP Harga (Rp) sebesar Rp15.121,00, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp48.378.000,00 lebih besar dari BEP Penerimaan sebesar Rp18.249.388,00 | Hydroponics is the cultivation of plants by utilizing water without using soil with an emphasis on meeting the nutritional needs of plants. One of the commodities that can be produced in hydroponic farming is lettuce. Farming that focuses on cultivating hydroponic lettuce is. Reece's Ranch. The purpose of this study is to determine the costs incurred and the profits earned by hydroponic lettuce farming at Reece Farm, to determine the financial feasibility of hydroponic lettuce farming at Reece Farm. This research was conducted at Reece Farm. The research method used is the case study method. Data analysis used is profit analysis, R/C Ratio analysis, π/C Ratio, labor productivity, break even point. The research results obtained were the total costs incurred by the hydroponic lettuce farming business run by Reece Farm during the planting period August 2021 - July 2022, which was IDR 33,250,201.00. Meanwhile, the revenue received by Reece Farm was IDR 48,378,000.00. So that the profit obtained by Reece Farm during the planting period August 2021 - July 2022 is IDR 15,127,799.00. the resulting R/C Ratio value is 2.3 which means more than one indicates that the farming is feasible to continue. the π/C value is 45.5% greater than the applicable bank interest, the Labor Productivity value is IDR 232,587.00 greater than the applicable wages, Net Income is IDR 15,127,799.00. This result is greater than the applicable land lease (200m2) of IDR 340,000.00, the total production of hydroponic lettuce is 2.199 kg greater than the BEP Product (Kg) value of 817.1 kg, the selling price is IDR 22,000.00 greater than the value of the BEP Price (Rp) of Rp. 15,121.00, the receipts were Rp. 48,378,000.00 greater than the BEP Receipts of Rp. 18,249,388.00 | |
| 33148 | 36282 | B1A018017 | AKTIVITAS KITINASE ISOLAT BAKTERI ASAL SEDIMEN MANGROVE PANTAI LOGENDING KEBUMEN PADA pH DAN SUHU YANG BERBEDA | Kitin merupakan polimer yang tersusun atas β-1,4- N-asetil-D-glukosamin (GlcNac) dengan kelimpahan terbanyak kedua setelah selulosa. Sumber kitin yang banyak dapat menjadi limbah dan harus diurai kembali menjadi komponennya melalui biodegradasi secara enzimatis menggunakan bakteri penghasil kitinase. Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi memiliki 30 isolat bakteri yang diisolasi dari sedimen mangrove Pantai Logending, Kebumen yang belum diketahui aktivitas kitinasenya. Aktivitas kitinase dapat dipengaruhi oleh faktor pH dan suhu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas kitinase bakteri kitinolitik terbaik asal sedimen mangrove Pantai Logending Kebumen pada pH dan suhu yang berbeda, serta mengetahui identitasnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis menggunakan One Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Variabel bebas berupa pH yaitu variasi nilai pH 4, 5, 6, 7, dan 8, dan suhu yaitu variasi 30 oC, 35 oC, 40oC, 45oC, dan 50oC. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Variabel terikat yaitu aktivitas kitinase. Uji kemampuan kitinolitik isolat bakteri menggunakan medium kitin agar dan uji aktivitas kitinase menggunakan metode DNS. Identifikasi isolat bakteri merujuk pada buku Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22 isolat dari 30 isolat bakteri memiliki aktivitas kitinolitik. Isolat bakteri LG74 memiliki kemampuan paling tinggi dengan Indeks Kitinolitik sebesar 0,325. Aktivitas kitinase isolat LG74 memiliki kondisi optimum pada pH 6 dan suhu 45 oC dengan nilai aktivitas secara berturut-turut adalah 0,3068 U/mL dan 0,6847 U/mL. Hasil identifikasi isolat bakteri LG74 termasuk spesies anggota dari Genus Bacillus. | Chitin is a polymer composed of β-1,4-N-acetyl-D-glucosamine (GlcNac) which is widely found in nature. The abundance of chitin is the second largest after cellulose. A great abundance of chitin sources must be degraded into its components through enzymatic biodegradation using chitinase-producing bacteria. The Microbiology Laboratory of the Faculty of Biology has 30 bacterial isolates isolated from mangrove sediments at Logending Beach, Kebumen whose chitinase activity is not yet known. Chitinase activity can be influenced by pH and temperature factors. This study aimed to determine the best chitinolytic bacterial isolate's chitinase activity at different pH and temperatures and its identity which has been isolated from mangrove sediments at Logending Kebumen Beach. The study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) which was analysed with One Way ANOVA and Tukey HSD further test. The independent variables used were pH there are 4, 5, 6, 7, and 8, and temperature there are 30 oC, 35 oC, 40 oC, 45 oC, and 50 oC, each treatment were repeated 4 times. The dependent variable was chitinase activity. The chitinolytic ability test of bacterial isolates was carried out using a chitin agar medium and the chitinase activity test was carried out using the DNS method. Identification of bacterial isolates refers to Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. The results showed that 22 isolates from 30 bacterial isolates had chitinolytic activity. The bacterial isolate LG74 had the highest ability with a Chitinolytic Index of 0,325 U/mL. The chitinase activity of LG74 isolate had optimum conditions at pH 6 and a temperature of 45 oC with activity values of 0,3068 U/mL and 0,6847 U/mL, respectively. The results of identifying the bacterial isolate LG74 include species belonging to the Genus Bacillus. | |
| 33149 | 36283 | G1B018026 | PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI WAYANG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SD DI KABUPATEN PATI | Penggunaan video sebagai media edukasi kesehatan lebih mudah dipahami dengan diselingi media rakyat seperti wayang. Penelitian sebelumnya mendukung penggunaan wayang kulit sebagai media edukasi kesehatan. Penelitian terkait penggunaan video animasi wayang sebagai media edukasi kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Kabupaten Pati belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi wayang terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak SD usia 10-12 di Kabupaten Pati. Jenis penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pre-test post-test with control group design. Pengambilan data diperoleh melalui google form dengan total responden berjumlah 210 yang terbagi pada masing-masing kelompok video animasi wayang, kontrol positif dengan media power points dan kontrol negatif (tanpa perlakuan). Hasil data pre-test dan post-test pengetahuan dianalisis menggunakan paired t-test sedangkan hasil selisih pre-test dan post-test pengetahuan dianalisis dengan uji mann withney. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh penggunaan video animasi wayang terhadap peningkatan pengetahuan p=0,000 (𝑝<0,05) serta tidak terdapat perbedaan signifikan efektivitas edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui media video animasi wayang dibandingakan dengan kontrol positif menggunakan metode ceramah dengan media power points p=0,012 (𝑝>0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi melalui media video animasi wayang terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD Kecamatan Kayen di Kabupaten Pati Jawa Tengah. | The use of video as a health education media is easier to understand by interspersed with folk media such as wayang. Previous research supports the use of wayang kulit as a health education media. Research related to the use of animated wayang videos for dental and oral health education media in the people of Pati Regency never been carried out. The aim of this study is to know the effect of using animated wayang video on increasing dental and oral health knowledge applied to elementary school children aged 10-12 in Pati Regency. Method of this study used quasi experimental research design with pre-test post-test with control group design. Data was obtained through google form with totals of 210 respondents who were divided into each group of animated wayang video, positive control with power points media and negative control (without health educatio). The results of the pre-test and post-test of knowledge were analyzed using the paired t-test, while the results of the difference between the pre-test and post-test of knowledge were analyzed using the mann withney test. The results showed that there was an effect of using animated wayang video on increasing knowledge p=0.000 (𝑝<0.05) and there was no significant difference in the effectiveness of dental and oral health education through animated wayang video compared to positive control used the lecture method with power points media p=0.012 (𝑝>0.05). The conclusion of this study is that there is an effect of dental and oral health education through the media of animated wayang video on increasing dental and oral health knowledge in elementary school students in Kayen District in Pati Regency, Central Java. | |
| 33150 | 36284 | C1C018026 | Pengaruh Pengetahuan, Motivasi, Risiko, Return, dan Lingkungan Eksternal Terhadap Minat Berinvestasi Mahasiswa Di Pasar Modal | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, motivasi, risiko, return, dan lingkungan eksternal terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan populasi Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2018 dan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling yang terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu Manajemen, Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Akuntansi, dan Pendidikan Ekonomi, sehingga memperoleh sampel sebanyak 100 sampel. Pada penelitian ini teknis analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) pengetahuan berpengaruh meningkatkan minat investasi mahasiswa di pasar modal; (2) motivasi berpengaruh meningkatkan minat investasi mahasiswa di pasar modal; (3) risiko investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal; (4) return berpengaruh meningkatkan minat investasi mahasiswa di pasar modal; (5) lingkungan keluarga berpengaruh meningkatkan minat investasi mahasiswa di pasar modal; (6) hubungan pertemanan berpengaruh meningkatkan minat investasi mahasiswa di pasar modal. Implikasi pada penelitian ini yaitu bagi mahasiswa diharapkan dapat menambah pengetahuan investasi agar dapat membuat keputusan investasi yang tepat, terdorong untuk melakukan investasi baik secara internal maupun eksternal. Sementara itu, bagi perusahaan dapat melakukan sosialisasi mengenai investasi, membentuk komunitas investasi, serta dapat mempertahankan return. | This study aims to examine the influence of knowledge, motivation, risk, return, and the external environment on student investment interest in the capital market. This study uses primary data with students from the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University batch 2018 and 2019 as the population. The sampling technique uses the proportionate stratified random sampling method consisting of 4 (four) majors, specifically Management, Economics Development Studies, Accounting, and Economic Education, hence obtaining 100 samples. In this research, the data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study show that: (1) knowledge influences students in increasing investment interest in the capital market; (2) motivation influences students in increasing investment interest in the capital market; (3) investment risk does not influence students investment interest in the capital market; (4) return influences students in increasing student investment interest in the capital market; (5) the family environment influences students in increasing investment interest in the capital market; (6) fellowship influences students in increasing investment interest in the capital market. The implication of this research is that the students are expected to increase their investment knowledge to make the correct investment decisions, and are encouraged to invest both internally and externally. Besides, companies can spread awareness about investment, build an investment community, and maintain returns. | |
| 33151 | 36285 | B1A018043 | AKTIVITAS LIGNINASE BAKTERI ASAL SEDIMEN MANGROVE PANTAI LOGENDING KEBUMEN PADA SUHU DAN pH BERBEDA | Sedimen mangrove kaya akan karbon organik, di antaranya lignin yang terdapat pada serasah daun, batang, dan akar tanaman mangrove yang membusuk. Mikroorganisme lingkungan mangrove mampu menghasilkan enzim ligninase yang dapat mendegradasi lignin. Bakteri asal sedimen mangrove pantai Logending Kebumen belum diketahui kemampuan ligninolitik dan aktivitasnya pada pH dan suhu yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ligninolitik bakteri asal sedimen mangrove pantai Logending Kebumen, mengetahui pengaruh suhu dan pH terhadap aktivitas ligninase yang dihasilkan dan mengetahui identitas bakteri ligninolitik berdasarkan karakteristik fenetik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pengaruh suhu terhadap aktivitas ligninase berupa variasi suhu (30ºC, 35ºC, dan 40ºC) dan perlakuan pengaruh pH terhadap aktivitas ligninase berupa variasi pH (6,0, 7,0, dan 8,0). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali. Parameter utama yaitu aktivitas enzim ligninase dan paramater pendukung terdiri atas indeks ligninolitik, jumlah sel bakteri, dan identitas bakteri ligninolitik. Analisis data menggunakan one way ANOVA (P = 0,95) dan identifikasi bakteri ligninolitik mengacu pada Bergey's Manual of Systematics Bacteriology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dengan indeks ligninolitik tertinggi LG113 sebesar 0,256. Suhu optimum aktivitas ligninase isolat LG113 adalah 40ºC sebesar 3,40 U.mL-1 dan pH optimum adalah 7 sebesar 1,02 U.mL-1. Jumlah total sel bakteri ligninolitik pada akhir masa produksi adalah 1,52 x 103 CFU.mL-1. Identitas isolat bakteri LG113 asal sedimen mangrove pantai Logending yaitu termasuk spesies anggota genus Bacillus. | Mangrove sediments are rich in organic carbon, including lignin found in leaf litter, stems, and rotting roots of mangrove plants. Mangrove environmental microorganisms can produce ligninase enzymes which can degrade lignin. Bacteria from mangrove sediments at the Logending Kebumen beach have not been known yet for their ligninolytic ability and activity at different pH and temperatures. This research aimed to determine the ligninolytic ability of bacteria isolated from mangrove sediments at Logending Kebumen beach, the effect of temperature and pH on the ligninase activity produced, and the identity of ligninolytic bacteria based on phenetic characteristics. The research employed an experimental approach with a completely random design (CRD). Treatment of the effect of temperature on ligninase activity in the form of temperature variations (30ºC, 35ºC, and 40ºC) and treatment of the effect of pH on ligninase activity in the form of variations in pH (6,0, 7,0, and 8,0). Each treatment was repeated 6 times. The principal parameters were ligninase enzyme activity, and supporting parameters consist of the ligninolytic index, number of bacterial cells, and identity of ligninolytic bacteria. Data analysis utilised one-way (ANOVA) and identified ligninolytic bacteria refers to Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. The results indicated that the isolate LG113 with the highest ligninolytic index value of 0,256. The optimum temperature for the ligninase activity of the LG113 isolate was 40ºC with the value of 3,40 U.mL-1 , and the optimum pH was 7 with the value of 1,02 U.mL-1. The total number of ligninolytic bacterial cells at the end of the production period was 1,52 x 103 CFU.mL-1. The identity of the bacterial isolate LG113 from mangrove sediments Logending Kebumen beach belonged to species member of the genus Bacillus. | |
| 33152 | 36286 | G1A016005 | HUBUNGAN FAKTOR BEBAN KERJA DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA CLEANING SERVICE DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian otot-otot skeletal yang dirasakan seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai berat. Faktor risiko yang mempengaruhi Musculoskeletal Disorders diantaranya faktor beban dan faktor individu yaitu usia, IMT, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan masa kerja. Salah satu sektor usaha formal yang memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi diantaranya adalah pekerjaan cleaning service. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor beban kerja dan faktor individu dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja cleaning service di Universitas Jenderal Soedirman. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis analitik observasional dan cross-sectional. Variabel terikat keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan variabel bebas force/beban, usia, IMT, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan masa kerja. Jumlah sampel sebanyak 63 pekerja cleaning service dengan teknik pangambilan metode Cluster Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan nordic body map dan wawancara dengan kuesioner. Analisis data univariat menggunakan frekuensi distribusi dan analisis data bivariat menggunakan uji spearman untuk mengetahui adanya korelasi. Hasil: sebanyak 53 responden (84,1%) memiliki keluhan ringan MSDs dan 10 responden (15,9%) memiliki keluhan sedang MSDs. Hasil analisis bivariat menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan MSDs adalah beban kerja dengan tingkat signifikan 0,000 dan nilai koefisien korelasi 0,708 dan untuk masa kerja tingkat signifikan 0,002 dan nilai koefisien korelasi 0,386. Sedangkan faktor risiko usia, IMT, kebiasaan merokok dan kebiasaan olahraga tidak berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja cleaning service di Universitas Jenderal Soedirman. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan faktor beban kerja dan faktor individu yaitu masa kerja berpengaruh secara signifikan terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja cleaning service di Universitas Jenderal Soedirman. | Background: Musculoskeletal Disorders (MSDs) are complaints in the skeletal muscles that are felt by a person ranging from very mild to severe complaints. Risk factors that affect Musculoskeletal Disorders (MSDs), include workload factor and individual factors such as age, body mass index, smoking habits, exercise habits and years of service. One of the formal business sectors that has a fairly high health risk is cleaning service. Objective: This study aims to determine the relationship between workload factors and individual factors with the incidence of musculoskeletal disorders (MSDs) in cleaning service workers at Jenderal Soedirman University. Research Methods: Quantitative research using observational analytic research and cross-sectional design, with the influence variable of Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints and independent variables such as force/load, age, body mass index, smoking habits, exercise habits and years of work. The number of samples in this study were 63 cleaning service workers with the sampling technique of the Cluster Random Sampling method. Collecting data using nordic body map and interviews with questionnaires. Univariate data analysis using the frequency distribution and bivariate data analysis using the Spearman test to determine the correlation. Results: 53 respondents (84.1%) had mild complaints of MSDs and 10 respondents (15.9%) had moderate complaints of MSDs. The results of the bivariate analysis showed that the risk factors associated with MSDs complaints were workload with a significance level of 0.000 and a correlation coefficient value of 0.708 and for years of service a significance level of 0.002 and a correlation coefficient value of 0.386. While the risk factors for age, BMI, smoking habits and exercise habits were not associated with MSDs complaints in cleaning service workers at Jenderal Sudirman University. Conclusion: The study showed that the workload and individual factor namely the length of service, had a significant effect on complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in cleaning service workers at Jenderal Sudirman University. | |
| 33153 | 36887 | D1A018108 | Analisis Trend Populasi dan Pemetaan Wilayah Basis Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Kebumen | NURHAYATI, Analisis Trend Populasi dan Pemetaan Wilayah Basis Pengembangan Ternak kerbau di Kabupaten Kebumen. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 2 Februari sampai 31 Juli 2022 di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, dengan tujuan : (1) Menganalisis trend populasi ternak kerbau selama 10 tahun terakhir di Kabupaten Kebumen. (2) Menyusun pemetaan wilayah basis pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey menggunakan data sekunder sebagai data utama. Penetapan sampel wilayah menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria kecamatan yang memiliki indeks LQ > 1. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linier sederhana dan analisis LQ (Location Quentient). Hasil penelitian menunjukkan populasi ternak kerbau di Kabupaten Kebumen pada tahun 2021 sebanyak 275 ekor dan populasi ternak ruminansia sebanyak 83.065 ekor. Trend populasi ternak kerbau dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2012 – 2021) menunjukkan trend negatif atau mengalami penurunan. Kecamatan yang merupakan basis ternak kerbau dengan LQ > 1, yaitu Kecamatan Mirit, Bonorowo, Kebumen, Sempor, Karanggayam, Sadang dan Karangsambung. Kecamatan tersebut sebagian besar berada di sebelah utara Kabupaten Kebumen yang merupakan wilayah dataran tinggi. Kata kunci : kerbau, trend populasi, indeks LQ, pengembangan ternak, wilayah basis | NURHAYATI, Population Trend Analysis and Regional Mapping Buffalo Livestock Development Base in Kebumen Regency. The research was conducted from February 2 to July 31, 2022 in Kebumen Regency, Central Java Province. with the aim of: (1) Analyzing the trend of the buffalo population for the last 10 years in Kebumen Regency. (2) Prepare a mapping of the base area for buffalo cattle development in Kebumen Regency. The research method used is a survey method using secondary data as the main data. Determination of the sample area using the purposive sampling method with the criteria for sub-districts that have an LQ index > 1. The data analysis used is descriptive analysis, simple linear regression analysis and LQ (Location Quentient) analysis. The results showed that the population of buffalo in Kebumen Regency in 2021 was 275 heads and the population of ruminants was 83,065 heads. The trend of the buffalo population in the last 10 years (2012 – 2021) shows a negative trend or has decreased. The sub-districts that are the basis for buffalo cattle with LQ > 1 are Mirit, Bonorowo, Kebumen, Sempor, Karanggayam, Sadang and Karangsambung sub-districts. Most of these sub-districts are located in the north of Kebumen Regency which is a highland area. Keywords: buffalo, population trend, LQ index, livestock development, base area | |
| 33154 | 43916 | I4B022119 | Studi Kasus Pijat Tangan Kaki dan Aromaterapi Lavender untuk Mendukung Tidur pada Pasien CHF di Ruang Cempaka RSUD | Latar Belakang: Pasien Congestive Heart Failure (CHF) umumnya mengalami gangguan tidur, menyebabkan terganggunya sel-sel otot jantung, pernafasan, dan kekebalan tubuh. Penggunaan obat tidur secara terus-menerus dapat menimbulkan efek toksisitas pada pasien, sehingga terapi nonfarmakologi diperlukan. Hand Foot Massage dan Aromaterapi Lavender merupakan terapi komplementer yang aman, mudah diberikan, serta dapat meningkatkan sirkulasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek Hand Foot Massage dan Aromaterapi Lavender terhadap kualitas tidur pada pasien CHF. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode case-study dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah Tn. K yang terdiagnosa CHF di ruang Cempaka RSUD Banyumas. Intervensi diberikan selama 3 hari dengan penerapan implementasi berdasarkan Evidence Based Practice (EBP) pada asuhan keperawatan. Pengukuran tanda-tanda vital (TTV) serta kualitas tidur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dilakukan secara pre dan post terapi. Hasil penelitian: Hand Foot Massage dan Aromaterapi Lavender memberikan perbaikan pada TTV dan kualitas tidur pasien. Pasien mengalami penurunan TTV pada indikator tekanan darah (MAP), nadi, dan respirasi, serta kenaikan pada saturasi, dengan tidak ada perubahan suhu karena normal sejak awal. Selain itu, terjadi perubahan kualitas tidur pasien dari buruk (≥ 6) menjadi baik (≤ 5). Kesimpulan: Hand Foot Massage dan Aromaterapi Lavender memiliki efek terhadap kualitas tidur pada pasien CHF. | Background: Congestive Heart Failure (CHF) patients generally experience sleep disorders, causing disruption heart muscle cells, breathing, and immunity. Continuous use sleeping pills can cause toxicity in patients, so non-pharmacological therapy is needed. Hand Foot Massage and Lavender Aromatherapy are complementary therapies that safe, easy administer, and can improve circulation. Aim this study was to determine effect of Hand Foot Massage and Lavender Aromatherapy on sleep quality CHF patients. Methods: This research uses case-study method with descriptive design. Research subject was Mr. K was diagnosed CHF in Cempaka room at Banyumas Hospital. Intervention was given 3 days with implementation based on Evidence Based Practice (EBP) in nursing care. Vital signs (VS) and sleep quality measured using Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) pre and post therapy. Results: Hand Foot Massage and Lavender Aromatherapy provide improvements in VS and sleep quality patient. Patient experienced decrease in VS on blood pressure (MAP), pulse, and respiration indicators, as well as increase in saturation, with no change on temperature because was normal. In addition, there was change on patients sleep quality from bad (≥ 6) to good (≤ 5). Conclusion: Hand Foot Massage and Lavender Aromatherapy have an effect on sleep quality in CHF patients. | |
| 33155 | 36288 | D1A018073 | PENGGUNAAN JENIS DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK DENGAN PENGAYAAN FESES SAPI PERAH PADA DIAMETER BATANG DAN PRODUKSI BAHAN KERING RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum Schumach) | Abstrak. Penelitian berjudul Penggunaan Jenis dan Dosis Pupuk Anorganik dengan Pengayaan Feses Sapi Perah pada Diameter Batang dan Produksi Bahan Kering Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) telah dilaksanakan pada bulan Maret 2022 – Mei 2022, di Experimental Farm, Lahan BUMDES Desa Limpakuwus dan Laboratorium Agrostologi, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kombinasi yang terbaik antara jenis dan level pupuk anorganik kedalam feses sapi perah pada pertumbuhan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach). Materi penelitian meliputi bibit rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) 162 stek, feses sapi perah 3 kg/m2, pupuk Urea, NPK, dan ZA. Metode penelitian yaitu experimental dengan pola faktorial rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama jenis pupuk dan faktor kedua dosis pupuk anorganik 100 – 300 kg/ha/def setara kandungan nitrogen urea. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan dosis pupuk berpengaruh sangat nyata (F hitung > F tabel 0,01) pada diameter batang, jenis pupuk berpengaruh nyata (F hitung > F tabel 0,05) pada produksi bahan kering. Uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) dilakukan pada jenis pupuk dan uji regresi pada dosis pupuk. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian jenis ZA pada dosis 300 kg/ha/def dan NPK pada dosis 300 kg/ha/def memberikan ukuran diameter batang dan produksi bahan kering rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) tertinggi dengan nilai rataan 16,53 mm dan 1,649 kg/m2. | Abstract. The study entitled Use of Types and Dosages of Inorganic Fertilizers with Enrichment of Dairy Cattle Stool on Stem Diameter and Dry Matter Production of Elephant Grass (Pennisetum purpureum Schumach) was carried out in March 2022 – May 2022, at Experimental Farm, BUMDES Land, Limpakuwus Village and Agrostology Laboratory, Faculty Animal Husbandry, Jenderal Sudirman University. This study aims to determine the best combination of types and levels of inorganic fertilizers into dairy cow feces on elephant grass growth (Pennisetum purpureum Schumach). The research materials included 162 cuttings of elephant grass (Pennisetum purpureum Schumach), dairy cow feces 3 kg/m2, urea, NPK, and ZA fertilizers. The research method is experimental with the basic design factorial pattern Completely Randomized Design (CRD). The first factor is the type of fertilizer and the second factor is the dose of inorganic fertilizer 100-300 kg/ha/def equivalent to the nitrogen content of urea. The results of the analysis of variance showed that the use of fertilizer doses had a very significant effect (F count > F table 0.01) on stem diameter, the type of fertilizer had a significant effect (F count > F table 0.05) on dry matter production. A further test of honest significant difference (BNJ) was carried out on the type of fertilizer and a regression test on the dose of fertilizer. The conclusion of the study was that the administration of ZA at a dose of 300 kg/ha/def and NPK at a dose of 300 kg/ha/def gave the highest stem diameter and dry matter production of elephant grass (Pennisetum purpureum Schumach) with an average value of 16.53 mm and 1.649 kg/m2. | |
| 33156 | 36289 | D1A018102 | PENGGUNAAN JENIS DAN DOSIS PUPUK BUATAN DENGAN PENGAYAAN FESES SAPI PERAH PADA TINGGI TANAMAN SERTA PERBANDINGAN DAUN DAN BATANG SEGAR RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum Schumach) | Abstrak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2021 – Oktober 2021, bertempat di Experimental Farm, Lahan BUMDES Desa Limpakuwus dan Laboratorium Agrostologi, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula yang terbaik antara jenis dan dosis pupuk anorganik kedalam feses sapi perah pada tinggi tanaman dan perbandingan daun batang segar rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach). Materi penelitian yang digunakan adalah bibit rumput gajah sejumlah 162 stek, feses sapi perah 3 kg/m2, pupuk anorganik (Urea 540 gram, NPK 1.560 gram, dan ZA 1.161 gram) dengan dosis masing-masing 100 kg/ha/def , 200 kg/ha/def, 300 kg/ha/def, berdasarkan kandungan N urea. Metode yang digunakan adalah experimental pola faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 9 perlakuan 3 kali ulangan. Peubah yang digunakan yaitu tinggi tanaman dan perbandingan daun batang segar. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji analisis keragaman (ANOVA), kemudian dilanjutkan menggunakan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dan Regresi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan jenis dan dosis pupuk tidak terjadi interaksi sehingga memberikan pengaruh tidak nyata (F Hit < F Tabel 0,05) tinggi tanaman serta perbandingan daun dan batang. Sedangkan, dosis pupuk berpengaruh nyata (F hitung > F tabel 0,05) atau (P<0,05) terhadap tinggi tanaman. Hasil Uji Lanjut regresi hubungan dosis pupuk buatan pada tinggi tanaman menunjukan adanya beda nyata pada setiap peningkatan dosis yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan jenis dan dosis pupuk anorganik ke dalam feses sapi perah tidak terjadi interaksi, penambahan dosis mengakibatkan penambahan ukuran tinggi tanaman yang nyata. Pemberian level dosis pupuk anorganik memberikan peningkatan pada produksi rumput gajah yakni tinggi tanaman. | The research was carried out in March 2021 – October 2021, taking place at the Experimental Farm, BUMDES Land in Limpakuwus Village and the Agrostology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. This study aims to determine the best formula between the type and dose of inorganic fertilizer into dairy cow feces on plant height and the ratio of fresh stem leaves of elephant grass (Pennisetum purpureum Schumach).dairy cow fecesm2, inorganic fertilizers (Urea 540 grams, NPK 1,560 grams, and ZA 1,161 grams) with doses of 100 kg/ha/def, 200 grams each. kg/ha/def, 300 kg/ha/def, based on N urea content. The method used is an experimental factorial pattern with a completely randomized design (CRD) 9 treatments with 3 replications. The variables used were plant height and the ratio of fresh stem leaves. Quantitative data were analyzed using the analysis of variance test (ANOVA), then continued using the Continuing Test of Honest Significant Difference (BNJ) and Regression. The results of the analysis of variance showed that the use of the type and dose of fertilizer did not interact so that it had no significant effect (F Hit < F Table 0.05) on plant height and the ratio of leaves and stems. Meanwhile, the fertilizer dose had a significant effect (Fcount > Ftable 0.05) or (P<0.05) on plant height. The results of the further regression test of the relationship between the dose of artificial fertilizer on plant height showed that there was a significant difference in each dose increase given. The conclusion of this study was that the use of the type and dose of inorganic fertilizer into the feces of dairy cows did not interact, increasing the dose resulted in a significant increase in plant height. Administration of inorganic fertilizer dosage levels gave an increase in elephant grass production, namely plant height. | |
| 33157 | 36290 | I1E017009 | Tingkat Kesadaran Pendaki Dalam Mempersiapkan Peralatan Pendakian Di Gunung Slamet | Mendaki gunung merupakan suatu kegiatan berpetualang di alam terbuka menuju ketempat yang lebih tinggi dengan tujuan adalah mencapai puncak gunung. Kegiatan mendaki gunung memiliki dua bahaya yang dapat menyebabkan seorang pendaki mengalami kecelakaan, yaitu bahaya objektif dan bahaya subjektif. Tingkat kesadaran pendaki dalam mempersiapkan peralatan pendakian adalah perspektif pendaki setelah melakukan pendakian ke Gunung Slamet. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Teknik pengumpulan informasi menggunakan kuesioner dengan menetapkan skor menggunakan skala likert. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan sampel 41 pendaki dengan teknik simple random sampling. Analisis data dengan cara mendeskripsikan berdasarkan data yang terkumpul. Keseluruhan tingkat kesadaran yang dimiliki pendaki meliputi pengetahuan, sikap dan perilaku mendapatkan kategori yang sangat baik. Komponen pengetahuan memperoleh nilai indeks 95,77%, sikap memperoleh nilai indeks 89,63% dan perilaku memperoleh nilai indeks 92,12%. Maka dapat disimpulkan bahwa komponen kesadaran yang paling berpengaruh terhadap pendaki dalam mempersiapkan peralatan pendakian adalah pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesadaran pendaki dalam mempersiapkan peralatan pendakian di Gunung Slamet memperoleh kategori sangat baik (sangat sadar). Nilai persentase terendah pada komponen sikap dengan nilai indeks 89,63% dan nilai persentase tertinggi pada komponen pengetahuan dengan nilai indeks 95,77%. | Climbing a mountain is an adventure activity in the open to higher places with the aim of reaching the top of the mountain. Mountaineering activities have two dangers that can cause a climber to have an accident, namely objective danger and subjective danger. The level of awareness of climbers in preparing climbing equipment is the perspective of climbers after climbing mount Slamet. This research uses quantitative descriptive methods. The information gathering technique uses questionnaires by assigning scores using the likert scale. The study was conducted using a sample of 41 climbers with a simple random sampling technique. Analysis of data by describing based on the data collected. The overall level of awareness that climbers have includes knowledge, attitudes and behaviors getting an excellent category. The knowledge component obtained an index value of 95.77%, attitude obtained an index value of 89.63% and behavior obtained an index value of 92.12%. So it can be concluded that the most influential component of awareness of climbers in preparing climbing equipment is knowledge. Based on the results of the study it can be concluded that the level of awareness of climbers in preparing climbing equipment on Mount Slamet obtained an excellent category (very conscious). The lowest percentage value on the attitude component with an index value of 89.63% and the highest percentage value on the knowledge component with an index value of 95.77%. | |
| 33158 | 36291 | A1F018028 | TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK DODOL BETAWI | Jakarta memiliki satu etnis atau suku yang sudah lama berada dan menetap di wilayah ini yakni etnis Betawi. Betawi merupakan sebuah etnis atau suku yang terdapat di DKI Jakarta yang sudah mendiami Jakarta sejak zaman batu baru atau Neolitikum pada 1500 SM. Jakarta mempunyai sangat banyak potensi kekayanan kuliner yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. Hal yang saat ini masih sangat disayangkan yaitu perkembangan sektor kuliner berbanding terbalik dengan eksistensi Kuliner Tradisional khususnya Kuliner Khas Jakarta. Pilihan dan kecenderungan masyarakat perkotaan sudah mulai mengalami pergeseran seiring dengan dinamika moderenisasi yang berlaku secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk dodol Betawi. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada 100 orang responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk memilih responden adalah dengan menggunakan metode purposive sampling. terdapat tiga atribut dodol Betawi yang memiliki nilai atau tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kepuasan rendah. Atribut tersebut yaitu atribut umur simpan, kemudahan memperoleh produk di toko oleh-oleh, dan promosi di sosial media. | Jakarta has one ethnicity or tribe that has been in this area for a long time, namely the Betawi ethnicity. Betawi is an ethnicity or tribe found in DKI Jakarta that has inhabited Jakarta since the new stone age or Neolithic in 1500 BC. Jakarta has a lot of potential culinary delights that can be used as a tourist attraction. What is currently still very unfortunate is that the development of the culinary sector is inversely proportional to the existence of Traditional Culinary, especially Typical Culinary of Jakarta. The choices and tendencies of urban communities have begun to shift along with the dynamics of modernization that prevail globally. This study aims to determine the level of importance and satisfaction of consumers with Betawi dodol products. The distribution of questionnaires was carried out to 100 respondents. The method used in this study to select respondents was to use the purposive sampling method. there are three attributes of dodol Betawi that have a high value or level of importance but a low level of satisfaction. These attributes are shelf life attributes, ease of obtaining products at gift stores, and promotion on social media. | |
| 33159 | 36292 | G1A018053 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER KANDUNG KEMIH TIPE UROTELIAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang: Penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker kemih. Faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker kandung kemih di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker kandung kemih di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain penelitian case control. Pengambilan sampel dengan total sampling yaitu semua penderita penyakit kanker kandung kemih yang rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo selama bulan Maret-April 2022. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker kandung kemih antara lain, faktor keturunan (ρ dan OR= tidak didapatkan nilai), jenis kelamin (ρ=0,654, OR= 0,429), usia (ρ=2,60, OR= 0,433), kebiasaan merokok (ρ=1, OR= 1,444), obesitas (ρ=1, OR= 2,143), dan pekerjaan (ρ=0,479, OR= 2,143). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kejadian kanker kandung dengan faktor keturunan, jenis kelamin, usia, kebiasaan merokok, obesitas, dan pekerjaan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Kata Kunci: Kanker kandung kemih, faktor keturunan, jenis kelamin, usia, kebiasaan merokok, obesitas, dan pekerjaan. | Background: Research on the factors associated with the incidence of urinary cancer. Factors related to the incidence of bladder cancer in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital has never done it before so that researchers are interested in doing research. Objective: To determine the factors associated with the incidence of bladder cancer in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Methods: This is an analytic observational study using a case control research design. Sampling with total sampling are all patients with bladder cancer who are hospitalized at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital during March-April 2022. Results: The results of the analysis of factors related to the incidence of bladder cancer, among others, heredity (ρ and OR = no value), gender (ρ = 0.654, OR = 0.429), age (ρ = 2.60, OR = 0.433), smoking habits (ρ=1, OR= 1,444), obesity (ρ=1, OR= 2,143), and occupation (ρ=0,479, OR= 2,143). Conclusion: There is no relationship between the incidence of bladder cancer with heredity, gender, age, smoking habits, obesity, and occupation at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Keywords: Bladder cancer, heredity, gender, age, smoking habits, obesity, and occupation. | |
| 33160 | 36293 | A1F018030 | Tingkat Kepentingan dan Kepuasan Konsumen terhadap Produk Sambal Lingkung Lampung | Sambal lingkung Lampung merupakan salah satu produk oleh-oleh khas Kota Bandar Lampung yang tidak populer di kalangan masyarakat Lampung sendiri maupun wisatawan dari luar daerah. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan analisis tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk sambal lingkung. Hal ini dapat menjadi dorongan pihak produsen untuk mendapatkan informasi dari konsumen sebagai masukan agar kualitas produk sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk sambal lingkung Lampung. Penelitian ini terdiri dari tahap penentuan atribut sambal lingkung yang dilakukan dengan cara studi pustaka, tahap pembuatan kuesioner dengan skala likert, tahap pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner menggunakan metode purposive sampling, dan tahap pengolahan data dengan menghitung rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan atribut produk sambal lingkung yang memiliki tingkat kepuasan tertinggi yaitu atribut umur simpan produk dan atribut yang memiliki tingkat kepuasan terendah yaitu cita rasa pedas. Sedangkan atribut yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi yaitu atribut umur simpan produk dan atribut yang memiliki tingkat kepuasan terendah yaitu cita rasa manis. | Sambal lingkung Lampung is one of the typical souvenir products of the city of Bandar Lampung which is not popular among the people of Lampung and foreign tourists. Based on this, an analysis of the level of consumer importance and satisfaction towards sambal lingkung lampung products is carried out. This can be an encouragement for producers to get information from consumers as input so that product quality is in accordance with what consumers expect. So that this study aims to determine the level of consumer importance and satisfaction towards sambal lingkung lampung products. This research consists of the stage of determining the attributes of sambal lingkung which is carried out by means of a literature study, the stage of making a questionnaire with a Likert scale, the stage of collecting data by distributing questionnaires using the purposive sampling method, and the stage of data processing by calculating the average. The results showed that the attributes of the sambal lingkung product that had the highest level of satisfaction were the product shelf life attribute and the attribute that had the lowest level of satisfaction was the spicy taste. While the attribute that has the highest level of importance is the product shelf life and the attribute that has the lowest level of satisfaction is sweet taste. |