| NIM | B1A018026 |
| Namamhs | SIWIANA DINAR UTAMININGTYAS |
| Judul Artikel | Deteksi Seksual Dimorfisme Pada Benih Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus Bleeker, 1850) Berdasarkan Morfologi |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Ikan tawes merupakan ikan yang banyak di budidayakan di Indonesia. Budidaya ikan membutuhkan indukan yang berkualitas. Indukan dengan kualitas tinggi dapat didapatkan dari budidaya tunggal kelamin. Budidaya tunggal kelamin dilakukan dengan menyeleksi ikan berdasarkan jenis kelamin sejak benih. Penentuan jenis kelamin pada benih untuk budidaya memiliki kesulitan karena seksual dimorfisme belum terlihat jelas, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai seksual dimorfisme pada benih ikan tawes untuk mendukung budidaya ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah performa morfologi, meristik, dan truss morphometric dapat digunakan untuk membedakan benih ikan tawes jantan dan betina, dan mengetahui karakter morfologi yang dapat digunakan untuk membedakan benih ikan tawes jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling. Sampel yang diambil adalah 60 ekor sampel benih ikan tawes dengan 2 kelompok ukuran. Kelompok 1 adalah benih dengan ukuran 5-6 cm dan kelompok 2 adalah benih dengan ukuran 6,1-7 cm. Sampel yang didapatkan diamati tampilan morfologinya yaitu performa morfologi, meristik, dan truss morphometric. Data performa morfologi dan meristik di analisis secara deskriptif, sedangkat data truss morphometric dianalisis menggunakan SPSS dengan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performa morfologi dan meristik tidak menunjukkan adanya seksual dimorfisme, sedangkan hasil pengukuran truss morphometric menunjukkan perbedaan yang signifikan pada garis A2 yaitu jarak antara ujung mulut dan batas akhir tulang kepala. Berdasarkan hasil rata-rata pengukuran truss morphometric pada garis A2, didapatkan hasil bahwa kepala bagian dorsal dari benih ikan tawes berukuran lebih panjang dan runcing dari benih ikan betina. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tawes fish is a fish that is widely cultivated in Indonesia. Fish farming requires quality brooders. High quality brooders can be obtained from single sex cultivation. Single sex culture is done by selecting fish based on sex from juvenile phase. Determination of sex in fry for aquaculture has difficulties because sexual dimorphism is not yet clearly visible, so it is necessary to conduct research on sexual dimorphism in Tawes fish fry to support fish cultivation. The purpose of this study was to determine whether the morphological, meristic, and truss morphometric performances could be used to distinguish male and female Tawes fish fry, and to determine the morphological characters that could be used to distinguish male and female Tawes fish fry. The method used is a survey method with purposive sampling. The samples taken were 60 Tawes fish fry samples with 2 size groups. Group 1 are fry with a size of 5-6 cm and group 2 are fry with a size of 6.1-7 cm. The samples obtained were observed for their morphological appearance, namely morphological prformance, meristic, and truss morphometric. Morphological performance and meristic data were analyzed descriptively, while truss morphometric data were analyzed using SPSS with Mann Whitney Test. The results of this study indicate that the morphological and meristic performances do not show any sexual dimorphism, while the results of the truss morphometric measurements show a significant difference on the A2 line, namely the distance between the tip of the mouth and the end of the skull. Based on the results of the average truss morphometric measurements on the A2 line, it was found that the dorsal head of the Tawes fry was longer and pointed than the female fry. |
| Kata kunci | anatomi, Barbonymus gonionotus, morfologi, seksual dimorfisme |
| Pembimbing 1 | Dr. Pi. Dian Bhagawati, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Eko Setiyono, S.Pd., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2022-07-14 15:48:05.087557 |
|---|