| NIM | A1D018085 |
| Namamhs | RETNA SUSANTI |
| Judul Artikel | Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat Asal Sawah Salin di Pantai Utara Pemalang |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Padi adalah tanaman pangan yang menjadi pemegang peranan penting dalam bidang ekonomi sebagai penghasil beras terutama di Indonesia. Produksi padi dipengaruhi oleh ketersediaan lahan. Semakin berkembangnya waktu, ketersediaan lahan pertanian semakin terbatas. Salah satu alternatif untuk menangani persoalan ketersediaan lahan yang terbatas tersebut adalah pemanfaatan lahan salin. Tanah salin merupakan tanah yang memiliki kadar garam, DHL dan pH tinggi. Pengambilan sampel tanah pada penelitian ini di lahan salin di daerah pesisir pantai utara Pemalang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dari lahan salin yang memiliki kemampuan dalam melarutkan fosfat dan menghasilkan Indole Acetic Acid (IAA). Percobaan ini terdiri dari 2 tahap yaitu pengambilan sampel dan isolasi BPF. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling pada bagian rizosfer padi. Isolasi bakteri terdiri dari beberapa kegiatan uji antara lain, 1) uji kemampuan kelarutan fosfat, 2) karakterisasi bakteri meliputi karakter morfologi (bentuk, ukuran, warna, tepi, permukaan, bentuk dan pewarnaan gram), biokimia (katalase dan oksidase) dan fisiologi yaitu suhu (37°C dan 50°C) dan pH (4, 7, dan 9), 3) uji kemampuan dalam menghasilkan IAA dengan metode kolorimetri, dan 4) uji hipersensitif. Pengujian kemampuan kelarutan fosfat (P) secara kualitatif dilakukan dengan bakteri ditumbuhkan pada media pikovskaya padat selama 10 hari. Uji kuantitatif dilakukan dengan metode kolorimetri yaitu bakteri ditumbuhkan pada media cair pikovskaya selama 15 hari kemudian P terlarut diukur dengan alat Spektrofotometer Genesys 20. Hasil isolasi tanah sawah salin menghasilkan 18 isolat Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) memiliki karakteristik morfologi yang berbeda-beda. Pengukuran pelarutan P tertinggi pada media pikovskaya padat yaitu isolat E9 sebesar 3,50 mm dan media pikovskaya cair yaitu isolat E3 sebesar 5,98 ppm. BPF yang mampu menghasilkan IAA sebanyak 8 isolat, dengan konsentrasi tertinggi yaitu isolat KF sebesar 6 ppm. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Rice is a food crop that plays an important role in the economy as a producer of rice, especially in Indonesia. Rice production is influenced by land availability. As time progresses, the availability of agricultural land is increasingly limited. One alternative to deal with the problem of limited land availability is the use of saline land. Saline soils are soils that have high salinity, DHL and pH. Soil sampling in this study was on saline land in the northern coastal area of Pemalang. This study aims to isolate and characterize phosphate solubilizing bacteria to determine their ability to dissolve P and produce IAA. This experiment consisted of 2 stages, namely sampling and isolation of Phosphate Solubilizing Bacteria (BPF). Sampling was done by random sampling technique on the rice rhizosphere. Bacterial isolation consisted of several test activities, including 1) phosphate solubility test, 2) bacterial characterization including morphological characters (shape, size, color, edge, surface, shape and gram stain), biochemistry (catalase and oxidase) and physiology, namely temperature (37°C and 50°C) and pH (4, 7, and 9), 3) test the ability to produce IAA by colorimetric method, and 4) hypersensitivity test. Qualitative testing of the solubility of phosphate (P) was carried out with bacteria grown on solid pikovskaya media for 10 days. The quantitative test was carried out using the colorimetric method, in which the bacteria were grown on pikovskaya liquid media for 15 days and then dissolved P was measured using a Genesys 20 Spectrophotometer. The results of the isolation of saline paddy soil produced 18 isolates of Phosphate Solubilizing Bacteria (BPF) with different morphological characteristics. The highest measurement of P dissolution was in solid pikovskaya media, namely isolate E9 at 3,50 mm and in liquid pikovskaya media, namely isolate E3 at 5,98 ppm. BPF which was able to produce IAA as many as 8 isolates, with the highest concentration of KF isolates at 6 ppm. |
| Kata kunci | Isolasi, Karakterisasi, Fosfat, IAA |
| Pembimbing 1 | Dr. Purwanto, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Ruly Eko Kusuma Kurniawan, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2022-05-11 15:04:37.119815 |
|---|