Artikelilmiahs
Menampilkan 30.621-30.640 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30621 | 33947 | K1A017055 | PENGARUH ELEKTROLIT HCl, NaCl DAN Na2SO4 PADA PROSES DEGRADASI METILEN BIRU SECARA ELEKTROKIMIA | Studi pengaruh elektrolit HCl, NaCl, dan Na2SO4 pada degradasi metilen biru telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elektrolit pada degradasi metilen biru secara elektrokimia menggunakan elektroda PbO2/Pb, dengan parameter penelitian yang diukur antara lain kuat arus, voltase, dan waktu elektrolisis. Berdasarkan hasil peneltian, voltase dan kuat arus terbaik adalah 12V dan 10A untuk masing-masing elektrolit yang digunakan. Pada penggunaan elektrolit HCl dibutuhkan waktu elektrolisis selama 11 menit dengan persen degradasi mencapai 99,98%. Pada penggunaan elektrolit NaCl, dibutuhkan waktu elektrolisis selama 14 menit dengan persen degradasi 99,95%, sedangkan pada penggunaan elektrolit Na2SO4 dibutuhkan waktu selama 105 menit dengan persentase degradasi mencapai 99,90%. Penggunaan elektrolit HCl pada degradasi metilen biru dipandang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan NaCl dan Na2SO4. Oleh karena itu, HCl dapat dipertimbangkan sebagai alternatif elektrolit untuk proses elektrodekolorisasi. | The effect of electrolytes HCl, NaCl, and Na2SO4 on the degradation of methylene blue has been studied. The purpose of this study was to determine the effect of electrolyte on electrochemical degradation of methylene blue using PbO2/Pb electrodes, with research parameters measured including current, voltage, and electrolysis time. Based on the research results, the best voltage and current strength are 12V and 10A for each electrolyte used. In the use of HCl electrolyte, the electrolysis time is 11 minutes with the degradation percentage reaching 99.98%. In the use of NaCl electrolyte, it takes 14 minutes of electrolysis with a degradation percentage of 99.95%, while in the use of Na2SO4 electrolyte it takes 105 minutes with a degradation percentage of 99.90%. The use of HCl electrolyte in the degradation of methylene blue is considered more effective and efficient than NaCl and Na2SO4. Therefore, HCl can be considered as an alternative electrolyte for the electrodecolorization process. | |
| 30622 | 33948 | J1C017053 | TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF “MEMERINTAH” DALAM FILM DORAEMON: NOBITA NO GETSUMEN TANSA-KI | Abstrak Penelitian ini membahas mengenai tindak tutur ilokusi direktif “memerintah” dalam film Doraemon: Nobita No Getsumen Tansa-ki bertujuan mendeskripsikan bentuk dan makna tindak tutur ilokusi direktif "memerintah" yang terdapat dalam film Doraemon: Nobita no Getsumen Tansa- ki. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara simak catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan ada 23 data yang mengandung tindak tutur ilokusi “memerintah” secara langsung dan tidak langsung. Tindak tutur ilokusi direktif secara langsung ditemukan ada 21 data, sedangkan untuk tindak tutur ilokusi direktif secara tidak langsung yang ditemukan ada 2 data. Kesimpulannya adalah bahwa ilokusi direktif memerintah yang paling banyak digunakan pada film Doraemon: Nobita No Getsumen Tansa-ki adalah memerintah secara langsung. | Abstract This study discusses the directive illocutionary speech act "to command" in the film Doraemon: Nobita No Getsumen Tansa-ki. The type of research used is descriptive qualitative research. The data collection technique in this study was carried out by observation. The results of this study found that there were 23 data containing the illocutionary speech act of "to command" direct and indirect. There are 21 data found for direct illocutionary speech acts, while for indirect illocutionary speech acts there are 2 data. The conclusion is that the illocutionary speech act most widely used in the film Doraemon: Nobita No Getsumen Tansa-ki is direct illocationary speech act. | |
| 30623 | 33950 | D1A017099 | NILAI pH, KADAR ASAM LAKTAT DAN KADAR AIR SOSIS AYAM FERMENTASI DITAMBAH TEPUNG MOCAF, LEMAK DAN KOMBINASINYA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung mocaf dan lemak terhadap nilai pH, kadar asam laktat dan kadar air sosis fermentasi. Penelitian mulai dari 5 Mei sampai dengan 23 Mei 2021. Materi penelitian terdiri dari daging ayam 10 kg, lemak ayam 250 gram, tepung mocaf 250 gram, kefir pasta 50 gram, bumbu-bumbu dan selongsong sosis. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu sosis fermentasi tanpa lemak dan tepung mocaf (P0), penambahan lemak 10% (P1), penambahan tepung mocaf 10% (P2), dan penambahan lemak 5% dan tepung mocaf 5% (P3). Hasil analisis menunjukkan penambahan tepung mocaf dan lemak berpengaruh tidak nyata terhadap pH dan kadar asam laktat, namun berpengaruh sangat nyata dengan kadar air sosis fermentasi daging ayam. Penambahan tepung mocaf 10% menghasilkan kadar air terendah yaitu 52,46%. Kesimpulan dari penelitian ini penambahan tepung mocaf dan lemak tidak dapat menurunkan nilai pH sosis fermentasi daging ayam dan tidak dapat meningkatkan kadar asam laktat, namun dapat menurunkan kadar air sosis fermentasi daging ayam. | This study aims to examine the effect of adding mocaf flour and fat to the pH value, lactic acid content and levels of fermented sausage. The research started from May 5 to May 23, 2021. The research material consisted of 10 kg of chicken meat, 250 grams of chicken fat, 250 grams of mocaf flour, 50 grams of kefir pasta, spices and sausage casings. Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, namely fermented sausage without fat and mocaf flour (P0), adding 10% fat (P1), adding 10% mocaf flour (P2), and adding 5% fat and 5% mocaf flour (P3 ). The results of the analysis showed that the addition of mocaf flour and fat had no significant effect on pH and lactic acid levels, but had a very significant effect on the water content of fermented chicken sausages. The addition of 10% mocaf flour resulted in the lowest water content of 52.46%. The conclusion of the study was that the addition of mocaf flour and fat could not reduce the pH value of fermented chicken sausages and could not increase lactic acid levels, but could reduce levels of fermented chicken sausages. | |
| 30624 | 33952 | B1A016005 | Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Inkubasi Terhadap Aktivitas Enzim Selulase Isolat Aktinomisetes SA 40 | Selulase merupakan enzim yang memecah selulosa menjadi struktur yang lebih sederhana, dan banyak digunakan dalam berbagai bidang industri. Salah satu penghasil enzim ini adalah mikroorganisme aktinomisetes. Isolat SA 40 adalah aktinomisetes yang diisolasi dari lingkungan mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Kemampuan isolat SA 40 untuk memproduksi enzim selulase serta pengaruh suhu dan waktu inkubasi terhadap aktivitas selulasenya belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan waktu inkubasi optimum serta interaksinya terhadap aktivitas selulase isolat SA 40. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Parameter utama yang diamati adalah aktivitas selulase sedangkan parameter pendukung yang diamati adalah indeks selulolitik, nilai pH, bobot miselium kering, dan nilai optical density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu memiliki pengaruh dalam meningkatkan aktivitas enzim selulase dan tetap aktif mencapai suhu 50℃ dan waktu inkubasi dua hari menunjukkan aktivitas enzim selulase yang tinggi. Interaksi suhu dan waktu inkubasi tidak memiliki pengaruh terhadap aktivitas enzim selulase, akan tetapi interaksi suhu dan waktu inkubasi optimum terjadi pada suhu 35℃ dengan waktu inkubasi 2 hari menghasilkan aktivitas enzim sebesar 0,313 U/mL. | Cellulase is an enzyme hydrolyzing cellulose into simpler structures. Cellulase is widely used in various industrial fields. One of the producers of this enzyme is actinomycetes. The isolate SA 40 is an actinomycete isolated from a mangrove environment in Segara Anakan, Cilacap. The isolate's ability concerning cellulolytic is still unknown. Moreover, the ability of isolate SA 40 to produce cellulase, as well as the effect of temperature and incubation time on cellulase activity, are not yet identified. This study aimed to determine the effect of optimal temperature and incubation time on the cellulase activity of isolate SA 40, as well as the effect of temperature and incubation time interaction on cellulase activity. The experiment method was conducted using a completely randomized design (CRD) factorial pattern. Cellulase activity was the main parameter measured, while the cellulolytic index, pH value, dry mycelium weight, and optical density value were supporting parameters. The results indicated the temperature had an effect in increasing the value of cellulase enzyme activity and remained active at 50℃. The two days incubation time had an effect in higher cellulase enzyme activity. The interaction of temperature and incubation time had no significant effect on the increase in cellulase enzyme activity, however that interaction had optimum activity that occurred after a two-days incubation period at a temperature 35°C with 0.313 U/mL. | |
| 30625 | 33953 | B1A017067 | Aktivitas Fagositosis dan Jumlah Leukosit Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diberi Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dalam Pakan | Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena pertumbuhannya relatif cepat. Kualitas pakan yang buruk menjadi salah satu penyebab ikan terinfeksi penyakit. Penambahan imunostimulan berupa Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris untuk meningkatkan kualitas pakan dapat dilakukan agar imunitas ikan meningkat sehingga dapat terhindar dari infeksi penyakit. Perubahan yang terjadi pada sistem imunitas ikan dapat diketahui dengan melakukan perhitungan persentase aktivitas fagositosis dan jumlah leukosit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan (P<0,05) aktivitas fagositosis dan jumlah leukosit ikan lele dumbo (C. gariepinus) setelah diberikan suplementasi S. platensis dan C. vulgaris berbeda dalam pakan. Nilai aktivitas fagositosis pada setiap perlakuan berkisar antara 64,25±11,25% - 97,44±3,54% sedangkan jumlah leukosit yang diperoleh berkisar antara 3,13×104±96,14 sel/mm3 - 6,82×104±15,71 sel/mm3. Pemberian pakan yang meningkatkan kedua parameter adalah suplementasi S. platensis 6 gr.kg-1 pakan dan suplementasi S. plantensis 3 gr.kg-1 pakan + C. vulgaris 2 gr.kg-1 pakan. | African catfish (Clarias gariepinus) is one kind of freshwater cultivated because of its relatively fast growth. The poor quality of feed caused fish infection. The addition of immunostimulants such as Spirulina platensis and Chlorella vulgaris improved feed quality, so fish immunity increased to avoid the infection. The changed in fish immunity was identified by calculating percentages of phagocytic activity and total leukocytes. This research used an experimental method with a randomized block design (RAK) consist of 5 treatments and 4 replications. The results showed that there were differences (P<0.05) in phagocytic activity and total leukocytes of African catfish (C. gariepinus) after supplementation with S. platensis and C. vulgaris in different feeds. The value of phagocytic activity in each treatment ranged from 64.25±11.25% - 97.44±3.54% besides the number of leukocytes obtained ranged from 3.13×104±96.14 cells/mm3 - 6.82×104 ±15.71 cells/mm3. Feeding that increased the percentages of phagocytic activity and the number of leukocytes was supplementation of S. platensis 6 gr.kg-1 of feed and supplementation of S. plantensis 3 gr.kg-1 of feed + C. vulgaris 2 gr.kg-1 of feed. | |
| 30626 | 33954 | D1A017072 | TINGKAT KERUSAKAN SUSU KAMBING PERAH (PE) DITINJAU DARI UJI DIDIH DAN UJI TITIK BEKU DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan titik beku susu kambing perah PE di desa Pandanrejo, Tlogoguwo dan Kaliharjo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah susu kambing perah PE dari Kecamatan Kaligesing. Peralatan yang digunakan tabung reaksi, penjepit, cawan bunsen, pipet volume, filler, dan Lactoscan Milk Analyzer. Metode yang digunakan adalah Metode survey dan uji laboratorium menggunakan uji tanda dan uji t. Metode pengambilan sampel dengan Stratified Random Sampling, desa Pandanrejo diambil 23 sampel, Tlogoguwo 10 sampel, dan Kaliharjo 4 sampel. Pengumpulan data primer dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada responden individu dalam kuisioner. Tingkat kerusakan susu kambing perah PE desa Pandanrejo adalah 21,7%, Tlogoguwo adalah 10%, Kaliharjo adalah 25%, Kecamatan Kaligesing sebesar 18,9%. Rataan titik beku susu kambing perah PE desa Pandanrejo menunjukan suhu -0.586 0C, Tlogoguwo yaitu -0.562 0C, Kaliharjo -0.555 0C, dan Kecamatan Kaligesing sebesar -0.567°C. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1. Tingkat kerusakan susu segar kambing PE di Kecamatan Kaliesing adalah 18,9%, 2. Titik beku susu segar kambing PE di Kecamatan Kaligesing yaitu sebesar -0.567 oC, 4. Kualitas susu segar kambing PE ditinjau dari tingkat kerusakan, dan titik beku adalah termasuk normal ( sesuai dengan Thai Agricultural Standard / TAS). | This study aims to determine the level of damage and freezing point of PE dairy goats in the villages of Pandanrejo, Tlogoguwo and Kaliharjo, Kaligesing District, Purworejo Regency. The material used in the study was PE dairy goat's milk from Kaligesing District. The equipment used is test tube, clamp, Bunsen cup, volume pipette, filler, and Lactoscan Milk Analyzer. The method used is survey method and laboratory test using sign test and t test. The sampling method was Stratified Random Sampling, 23 samples from Pandanrejo village, 10 samples from Tlogoguwo, and 4 samples from Kaliharjo. Primary data collection is done by giving questions to individual respondents in the questionnaire. The level of damage to the milk of PE dairy goats in Pandanrejo village is 21.7%, Tlogoguwo is 10%, Kaliharjo is 25%, Kaligesing sub-district is 18.9%. The average freezing point of PE dairy goat milk in Pandanrejo village shows a temperature of -0.586 0C, Tlogoguwo is -0.562 0C, Kaliharjo -0.555 °C, and Kaligesing District is -0.567°C. The conclusions of this study are 1. The level of damage to PE goat's fresh milk in Kaliesing District is 18.9%, 2. The freezing point of PE goat's fresh milk in Kaligesing District is -0.567 oC, 4. The quality of PE goat's fresh milk in terms of the level of damage, and the freezing point is normal (according to the Thai Agricultural Standard / TAS). | |
| 30627 | 33956 | D1A017234 | PENGARUH METODE THAWING DAN LAMA PENYIMPANAN POST THAWING TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada interaksi metode thawing dan lama penyimpanan post thawing terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas semen sapi Friesian Holstein (FH). Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 27 straw semen beku yang berasal dari sapi Friesian Holstein (FH) yang didapatkan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas, eosin nigrosin, dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dengan perlakuan metode dan data Motilitas, Viablitas, Abnormalitas thawing 5oC, 37oC, 27oC masing masing 30 detik dan perlakuan lama penyimpanan post thawing 0 menit, 30 menit dan 60 menit sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode thawing (A) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas semen sapi Friesian Holstein (FH). Lama waktu penyimpanan post thawing (B) berpengaruh terhadap abnormalitas, motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Friesian Holstein (FH). Hasil analisis rata-rata kualitas spermatozoa sapi Friesian Holstein (FH) pada motilitas yaitu 35,1%, viabilitas 50,78%, dan abnormalitas 15,00%. Metode thawing dan lama penyimpanan post thawing (AXB) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,01) terhadap viabilitas dan abnormalitas semen sapi Friesian Holstein (FH). Rataan motilitas, viabilitas dan abnormalitas terbaik yaitu pada metode thawing dengan 37oC dan lama penyimpanan post thawing 0 menit. | The study was to analyze whether there is an interaction between thawing methods and duration of post thawing time on the motility, viability and abnormality of Friesian Holstein semen. The materials used in the study were 27 frozen semen straws from Friesian Holstein obtained from the Banyumas Fisheries and Animal Husbandry Service, eosin nigrosin, and water. The study method used was a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern with a thawing temperature 5oC, 37oC, 27oC with duration of all temperature thawing is 30 seconds and duration of post thawing time are 0 minute, 30 minutes, and 60 minutes so there were 9 combinations of treatments and repeated 3 times. The study showed that thawing method (A) had a significant effect (P <0,01) on the motility, viability and abnormality of Friesian Holstein semen. The duration of post thawing (B) had a significant effect (P <0,01) on abnormality, but had no significant effect (P> 0,01) on the motility and viability of semen of Friesian Holstein semen. The results of the analysis of the average sperm quality of Friesian Holstein (FH) cattle on motility were 35.1%, viability was 50.78%, and abnormality was 15.00%. Thawing method and duration of post thawing (AXB) had a significant effect (P <0,01) on motility, but had no significant effect (P> 0,05) on viability and abnormality of Friesian Holstein semen. The best mean motility, viability and abnormality were at 37oC and 0 minute. | |
| 30628 | 33957 | B1A017007 | Aktivitas Lipase Saluran Digesti Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diberi Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dalam Pakan | Peningkatan kualitas pakan ikan yang berpengaruh terhadap aktivitas lipase dapat dilakukan dengan suplementasi pakan menggunakan Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan aktivitas lipase ikan lele dumbo yang diberi suplementasi S. platensis dan C.vulgaris dalam pakan dan antarsegmen usus berbeda, mendapatkan dosis suplementasi S. platensis dan C. vulgaris yang dapat meningkatkan aktivitas lipase saluran digesti ikan lele dumbo, dan mengetahui segmen usus ikan lele dumbo yang memiliki aktivitas lipase tertinggi dari semua suplementasi pakan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan RAL faktorial. yaitu 5 jenis suplementasi dan 3 segmen usus, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali selama 56 hari. Variabel yang diamati yaitu variabel bebas berupa jenis suplementasi pakan dan segmen usus, dan variabel tergantung berupa aktivitas lipase. Parameter yang diukur berupa kadar p-nitrofenol. Hasil analisi menunjukkan suplementasi S. platensis dan C. vulgaris yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap aktivitas lipase ikan lele dumbo, tetapi segmen usus yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap aktivitas lipase. Aktivitas lipase ikan lele dumbo di usus depan secara signifikan lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan usus tengah dan belakang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan aktivitas lipase ikan lele dumbo yang diberi suplementasi S. platensis dan C. vulgaris dalam pakan tetapi terdapat perbedaan aktivitas lipase antarsegmen usus berbeda, tidak terdapat dosis suplementasi pakan yang dapat meningkatkan aktivitas lipase ikan lele dumbo dan aktivitas lipase tertinggi dari semua suplementasi pakan terjadi pada segmen usus depan ikan lele dumbo. | Improving the quality of fish feed that affects lipase activity can be done by supplementing using Spirulina platensis and Chlorella vulgaris. This study aimed to determine the difference in lipase activity of African catfish supplemented with S. platensis and C. vulgaris diets and between different intestinal segments, to get a dose of S. platensis and C. vulgaris supplementation that can increase the lipase activity of the digestive tract of African catfish, and to determine the intestinal segment which has the highest lipase activity of all feed supplementation. The research was conducted by experimentally using factorial RAL, namely 5 types of supplementation and 3 intestinal segments, each treatment was repeated 4 times for 56 days. The observed variables were the independent variable in the form of feed supplementation and intestinal segments, and the dependent variable in the form of lipase activity. The parameters measured were the levels of p-nitrophenol. The results of the analysis showed that different supplementation of S. platensis and C. vulgaris did not have a significant effect (P>0.05) on the lipase activity, but different intestinal segments had a significant effect (P<0.05) on the activity lipase of African catfish. The lipase activity in the foregut was significantly higher (P<0.05) compared to the middlegut and hindgut. Based on these results, it can be concluded that there is no difference in the lipase activity supplemented with S. platensis and C. vulgaris in the diet but there are differences in lipase activity between different intestinal segments, there is no dose of feed supplementation that can increase the lipase activity of African catfish and the activity of the highest lipase of all feed supplementation occurred in the foregut segment of African catfish. | |
| 30629 | 33958 | J1B017033 | Tindak Tutur Direktif dalam Judul Berita Media Daring di Kompas tentang UU Cipta Kerja pada Oktober - November 2020 | Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi tindak tutur direktif dalam judul berita media daring. Data penelitian yaitu tuturan-tuturan yang berupa judul berita yang bersumber pada pemberitaan mengenai UU Cipta Kerja. Sumber data penelitian berupa judul berita daring di media daring Kompas, khususnya di kanal nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang berkaitan dengan tindak tutur dalam judul berita media daring di Kompas tentang UU Cipta Kerja pada Oktober – November 2020. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak diwujudkan dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode padan intralingual dan metode padan pragmatis. Penelitian ini menggunakan pragmatik, khususnya teori tindak tutur Searle (1979) dengan menganalisis judul berita di kanal nasional pada media daring Kompas periode Oktober – November 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan wujud tindak tutur direktif dalam judul berita di media daring Kompas meliputi: (1) menuntut sebanyak 25%; (2) memerintah sebanyak 50%; (3) menasihati sebanyak 12.5%; dan (4) memohon sebanyak 12.5%. | This study aims to identify directive speech acts on online headlines. Research data are utterances in the form of headlines sourced from the news about the UU Cipta Kerja. Research data sourced is in the form of headlines in the Kompas online media, especially on the national channels. This search is a descriptive qualitative study that describes linguistic data related to speech acts on Kompas online news headlines about UU Cipta Kerja by October – November 2020. The data collection method used in this study is the observation method. This method has basic and further techniques. The basic technique used in this research is the lapping technique. Then, the further technique used in this research is technique of listening, free to engage in conversation. The data analysis method in this research is the identify intralagual method and identify pramatism method. This study uses pragmatic theory, specifically Searle (1979) to determine the pragmatic function of speech acts found on the headlines of Kompas’s national channel by October – November 2020. The results showed the directive speech acts in the headlines included: (1) demanded as much as 25%; (2) giving orders for 50%; (3) suggest 12.5%; and (4) requested 12.5%. | |
| 30630 | 33963 | J1E017030 | The Effectiveness of Virtual Ice Breaker Strategy to Improve Students’ Speaking Skill in Online Learning (An Experimental Research on the Seventh Grade of SMP N 2 Purwokerto in the Academic Year 2021/2022) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan strategi Virtual Ice Breaker dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran online. Rancangan eksperimen semu digunakan dengan dua kelas siswa kelas tujuh di SMP Negeri 2 Purwokerto yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data diperoleh melalui tes berbicara, observasi dan wawancara. Hasil komputasi menunjukkan bahwa strategi Virtual Ice-Breaker efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dimana kelompok eksperimen mendapat nilai terbaik (80,14) daripada kelompok kontrol (73,13). Persentase peningkatan pada kelompok eksperimen lebih besar sebesar 19,66 (29,35%) dibandingkan dengan kelompok kontrol 10,67 (16,13%). Selanjutnya dalam menentukan T-Test, nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 yang berarti Hipotesis Alternatif diterima dan Hipotesis Null ditolak dimana terdapat pengaruh yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain, keterampilan berbicara siswa telah meningkat. Hasil ini didukung dengan hasil informasi observasi dan wawancara pada kelompok eksperimen. Pada observasi yang dilakukan, penerapan virtual ice breaker berhasil diterapkan dalam pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil checklist observasi yang memenuhi lima syarat penerapan ice breaker virtual di kelas yaitu Clarity, Relevance, Non-Threating, Energizing dan Interesting. Dampak yang terjadi antara lain mampu menciptakan hubungan guru-siswa yang positif dan partisipasi siswa yang tinggi. Selain itu, siswa juga menunjukkan persepsi yang memuaskan. Dalam hasil wawancara, 11 siswa menyatakan bahwa penggunaan ice breaker membantu mereka dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris dan 10 siswa mengungkapkan bahwa keterampilan berbicara mereka meningkat selama pemberian ice breaker dalam pembelajaran. Kegiatan lisan yang diterapkan merangsang siswa untuk lebih bersemangat berbicara sehingga siswa dapat terus berlatih berbicara. Kesimpulannya, penggunaan strategi Ice-Breaker dalam pengajaran berbicara efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran online siswa kelas tujuh di SMP N 2 Purwokerto. Para guru dapat mencoba memanfaatkan strategi Virtual Ice Breaker untuk dimanfaatkan dalam kegiatan kelas online mereka untuk melakukan suasana belajar yang efektif dan menarik. | This research aimed at investigating the effectiveness of Virtual Ice Breaker strategy in improving students’ speaking skill in online learning. A quasi experimental design was employed with two classes of the seventh graders at SMP Negeri 2 Purwokerto namely the experimental group and the control group. The data were obtained through speaking test, observation and interview. The computation results showed that Virtual Ice-Breaker strategy was effective in improving the students’ speaking skill where the experimental group got the best score (80.14) than the control group (73.13). The percentage improvement in the experimental group was greater by 19.66 (29.35%) compared to the control group 10.67 (16.13%). Furthermore, in determining the T-Test, the significance score (Sig. 2-tailed) was 0.000 < 0.05, it means the Alternative Hypothesis was accepted and Null Hypothesis was rejected where there was a significant effect between the experimental group and the control group. In other words, students’ speaking skill have improved. This result was supported with the informations of observation and interview results in experimental group. In the observations made, the implementation of virtual ice breaker was successfully implemented in learning. It was shown on the results of observation checklist that met the five requirements for implementing a virtual ice breaker in the classroom, namely Clarity, Relevance, Non-Threating, Energizing and Interesting. The impacts that occured include being able to create a positive teacher-students rapport and high student participation. In addition, students also showed a satisfactory perception. In the interview result, 11 students stated that the use of ice breaker helped them in improving their English speaking skill and 10 students revealed that their speaking skills were improved during the provision of ice breaker in learning. The oral activities that were applied stimulated students to be eager to talk more so that students could keep on to practice speaking. In conclusion, the use of Ice-Breaker strategy in teaching speaking is effective to improve students’ speaking skill in online learning of the seventh grade students in SMP N 2 Purwokerto. The teachers may try to take advantage of Virtual Ice-Breaker stragey to be utilized in their online classroom activities to conduct an effective and interesting learning atmosphere. | |
| 30631 | 33994 | A1C016010 | Kalibrasi Thermal Dissipation Probes Pada Pengukuran Laju Aliran Air Tanaman Kelapa, Pinus, dan Tebu | Pada penelitian kali ini, sensor TDP dengan persamaan asli oleh Granier (1985) yang telah dikalibrasi dengan objek penelitian tanaman monokotil. Metode kalibrasi yang digunakan yaitu metode kalibrasi Gravimetrik. Metode Gravimetrik merupakan metode paling tua dan sederhana yang sering digunakan dalam penelitian. Kalibrasi Gravimetrik akan menimbang volume pada bejana dengan mempertimbangkan suhu dan densitas cairan (flux density). Penelitian ini dilakukan menggunakan set rancang bangun alat sebagai media pengujian sampel tanaman. Pemilihan tanaman monokotil sebagai objek penelitian karena pengukuran TDP memerlukan kalibrasi pada setiap jenis tanaman (species specific calibration). Penelitian menggunakan sensor TDP untuk menghitung perbedaan suhu dalam aliran air pada tanaman (sap-flow) yang akan dicatat oleh datalogger dan menggunakan bejana serta timbangan digital untuk menghitung massa air yang keluar dari sampel tanaman yang sedang diuji. Obyek penelitian ini adalah tanaman monokotil yaitu pohon kelapa, pohon pinus, dan pohon tebu. Variabel yang diamati yaitu suhu akhir aliran air dalam batang dan massa air. Dari hasil kalibrasi secara gravimetrik pada tiga sampel tanaman yaitu kelapa, pinus dan tebu. Untuk sampel tanaman kelapa mendapatkan parameter a dan b nilai a = 1,9844 dan b = 1,0361 (R2adj = 0,99; p<=0,00001). Pada tanaman pinus a = 0,934 dan b = 1,4365 (R2adj = 0,98; p<=0,00001). Dan sampel tanaman tebu memiliki nilai a = 13,0225 dan b = 1,1456 (R2adj = 0,99; p<=0,00001), sedangkan Granier yang dijadikan sebagai parameter memiliki nilai yaitu, a = 4,284 dan b = 1,231. Parameter baru pada masing-masing tanaman memiliki koefisien determinasi (R2) diatas 0,95. Hal ini menunjukkan bahwa parameter baru tersebut memiliki tingkat keakuratan yang mendekati dengan parameter milik Granier (1985), dari hasil kalibrasi. | In this study, the TDP sensor with the original equation by Granier (1985) will be calibrated with the object of the study of monocot plants. The calibration method used is the Gravimetric calibration method. The gravimetric method is the oldest and simplest method that is often used in research. Gravimetric calibration will weigh the volume in the vessel by considering the temperature and fluid density (flux density). This research was conducted using a set of tools as a medium for testing plant samples. The choice of monocotyledonous plants as the object of research because TDP measurements require calibration for each plant type (species specific calibration). The research uses a TDP sensor to calculate the temperature difference in the water flow in plants (sap-flow) which will be recorded by a datalogger and uses digital vessels and scales to calculate the mass of water that comes out of the plant samples being tested. The object of this research is monocot plants, namely coconut trees, pine trees, and sugar cane trees. The variables observed were the final temperature of the water flow in the stem and the mass of water. From the results of calibration gravimetric on three plant samples, namely coconut, pine and sugarcane. To sample the coconut plant get parameters a and b value of a = 1.9844 and b = 1.0361 (R2adj = 0.99; p <= 0.00001). On the pine trees a = 0.934 and b = 1.4365 (R2adj = 0.98; p <=0.00001). And the sugarcane sample has a value of a = 13.0225 and b = 1.1456 (R2adj = 0.99; p <=0.00001), while Granier which is used as a parameter has a value, namely, a = 4.284 and b = 1.231. The new parameters in each plant had a coefficient of determination (R2) above 0.95. This shows that the new parameter has a level of accuracy that is close to Granier's (1985) parameter, from the calibration results. | |
| 30632 | 33970 | A1D016225 | POTENSI ASAP CAIR DALAM MENGENDALIKAN KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink) PADA BIBIT PEPAYA CALIFORNIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) konsentrasi asap cair yang efektif untuk mengendalikan hama kutu putih (Paracoccus marginatus) pada bibit pepaya california, (2) frekuensi aplikasi asap cair yang efektif untuk mengendalikan P. marginatus pada bibit pepaya california, dan (3) pengaruh asap cair terhadap fitotoksisitas terhadap bibit pepaya. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Area 2 Salatiga pada bulan Oktober 2020 sampai Januari 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi asap cair terdiri dari 5 taraf, yaitu: 0%, 0,5%, 1%, 3%, dan 5%. Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi asap cair terdiri atas 4 taraf, yaitu: aplikasi asap cair 1 kali, 2 kali, 3 kali, dan 4 kali. Sehingga diperoleh 20 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati yaitu populasi, intensitas serangan, fitotoksisitas, tinggi dan jumlah daun bibit pepaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aplikasi asap cair konsentasi 0%, 0,5%, 1%, 3%, dan 5% belum efektif dalam mengendalikan P. marginatus; (2) frekuensi aplikasi asap cair 1 kali, 2 kali, 3 kali, dan 4 kali belum efektif dalam mengendalikan P. marginatus; (3) asap cair tidak besifat fitotoksisitas pada bibit pepaya. | This research was aimed for knowing (1) liquid smoke’s concentration which efectif to against papaya mealybug (Paracoccus marginatus) on papaya california seed, (2) liquid smoke’s application frequency which efectif to against P. marginatus on papaya california seed, (3) the effect of liquid smoke on papaya seed phytotoxicity. This research was conducted in the yield on Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Area 2 Salatiga on October 2020 to January 2021. The experiment design used was factorial randomized complete block design (RCBD) with two factors. The first factor is liquid smoke’s concentration with 5 levels, 0%, 0.5%, 1%, 3%, and 5%. The second factor is liquid smoke’s application frequency with 4 levels, one time, two time, three time, and four time. Observation variable were population, intensity of the attack, phytotoxicity, plant height and leaf count. The result showed that (1) application liquid smoke with concentration 0%, 0.5%, 1%, 3%, and 5% were not effective to against P. marginatus on papaya california seed, (2) liquid smoke’s application frequency one time, two time, three time, and four time were not effective to to against P. marginatus on papaya california seed, (3) liquid smoke didn’t caused phytotoxicity on papaya seed. | |
| 30633 | 33959 | D1A017085 | PENGARUH LAMA PENCAIRAN KEMBALI SEMEN BEKU DAN BANGSA SAPI YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA | Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara lama pencairan kembali semen beku dengan bangsa sapi yang berbeda untuk menekan abnormalitas serta menjaga motilitas dan viabilitas pada spermatozoa. Materi yang digunakan adalah semen beku bangsa sapi Bos Taurus (Limousin) dan bangsa sapi Bos Indicus (PO) masing-masing 18 straw. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x2. Rataan seluruh nilai abnormalitas, viabilitas, dan motilitas spermatozoa secara berturut-turut yaitu 10,96 ± 0,59 persen, 62,01 ± 7,66 persen, dan 45,03 ± 8,47 persen. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa tidak ada interaksi faktor P (lama pencairan kembali semen beku) dengan faktor Q (bangsa sapi yang berbeda) terhadap abnormalitas, viabilitas, dan motilitas spermatozoa. Faktor P memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap viabilitas dan motilitas spermatozoa, tetap berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa. Faktor Q memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas spermatozoa, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas dan viabilitas spermatozoa. Pencairan kembali semen beku paling optimal dilakukan selama 30 detik dengan temperature 37°C yang menghasilkan abnormalitas spermatozoa paling rendah (10,17 ± 0,33 persen) dengan viabilitas paling tinggi (71,01 ± 0,99 persen) dan motilitas paling tinggi (53,42 ± 2,42 persen). | The aim of this study was to determine the interaction between the time of thawing frozen semen with different breeds of cattle to suppress abnormalities and maintain motility and viability of spermatozoa. The material used was frozen semen of Bos Taurus (Limousin) and Bos Indicus (PO) cattle, each with 18 straws. The research design used was a completely randomized design (CRD) with a 3x2 factorial pattern. The mean of all spermatozoa abnormalities, viability, and motility values were 10.96 ± 0.59 percent, 62.01 ± 7.66 percent, and 45.03 ± 8.47 percent, respectively. The results of the analysis of variance showed that there was no interaction between factor P (time to thaw frozen semen) and factor Q (different breeds of cattle) on the abnormalities, viability, and motility of spermatozoa. Factor P had a very significant effect (P<0.01) on the viability and motility of spermatozoa, but it had no significant effect (P>0.05) on spermatozoa abnormalities. Factor Q had a significant effect (P<0.05) on spermatozoa motility, but not significant (P>0.05) on spermatozoa abnormalities and viability. The most optimal thawing of frozen semen was carried out for 30 seconds at a temperature of 37°C which resulted in the lowest spermatozoa abnormalities (10.17 ± 0.33 percent) with the highest viability (71.01 ± 0.99 percent) and the highest motility ( 53.42 ± 2.42 percent). | |
| 30634 | 33960 | A1D017209 | APLIKASI BAKTERI DIAZOTROF UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) | Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terhadap bakteri diazotrof, (2) mengetahui dan memilih isolat bakteri diazotrof yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sampai April 2021 di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dengan ketinggian tempat 110 mdpl dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non-faktorial dengan perlakuan jenis isolat bakteri diazotrof terdiri dari 9 jenis yaitu I1 = LCR3, I2 = LAR5, I3 = LBR1, I4 = LAZ2, I5 = LAZ3, I6 = LCA1, I7 = LAR3, I8 = LAA5, dan I9 = LAA4. Terdapat 9 perlakuan dan 1 kontrol masing-masing diulang 3 kali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, panjang akar total, volume akar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, rasio akar:tajuk, jumlah umbi, volume umbi, bobot umbi segar, bobot umbi eskip, indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri diazotrof dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada variabel jumlah daun, kehijauan daun, bobot tajuk kering, bobot akar kering, rasio akar/tajuk, jumlah umbi, dan bobot eskip. Perlakuan isolat LCR3 (I1) menghasilkan angka tertinggi pada variabel bobot umbi eskip. | The research aimed to (1) determine the growth and yield response of shallots against diazotrophic bacteria, (2) determine and select the best diazotrophic bacterial isolates for the growth and yield of shallots. The research was carried out from January 2020 to April 2021 in Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University with an altitude of 110 meters above sea level and horticultural laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a completely Randomized Complete Block Design (RCBD) non-factorial. The treatment of diazotrophic bacterial isolates consisted of 9 types, I1 = LCR3, I2 = LAR5, I3 = LBR1, I4 = LAZ2, I5 = LAZ3, I6 = LCA1, I7 = LAR3, I8 = LAA5, dan I9 = LAA4. There are 9 treatments and 1 control each repeated 3 times. Variables observed: plant height, number of leaves, leaf greenness, total root length, root volume, dry crown weight, dry root weight, root:shoot ratio, number of bulb, bulb volume, fresh bulb weight, sun dried bulb weight, and harvest index. The results showed that application of diazotroph bacteria can increase the growth and yield of shallots on variable number of leaves, leaf greenness, dry crown weight, dry root weight, root shoot ratio, number of bulb, and sun dried bulb weight. Treatment LCR3 (I1) produced the highest number of sun dried bulb weight. | |
| 30635 | 33961 | J1C017050 | Alih Kode dalam Kanal YouTube Nihongo Mantappu | Penelitian ini mengkaji mengenai alih kode dalam kanal YouTube Nihongo Mantappu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan jenis alih kode dan faktor penyebab alih kode dalam kanal YouTube Nihongo Mantappu. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deksriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa percakapan antara penutur dan lawan tutur. Sumber Data yang digunakan berupa kanal YouTube Nihongo Mantappu. Selanjutnya, pengumpulan data penelitian yang dilakukan dengan cara simak catat. Data diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan teori sosiolinguistik khususnya alih kode dari Jendra, Suwito dan Widjajahkusuma. Hasil penelitian ini adalah menemukan adanya peristiwa alih kode antarbahasa yaitu bahasa Jepang, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia, atau sebaliknya. Alih kode antarragam bahasa meliputi bahasa Jepang futsukei dan bahasa Jepang teinen atau sebaliknya. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya peristiwa alih kode tersebut adalah (1) penutur: untuk menghormati lawan tutur, mengimbangi lawan tutur, terpengaruh bahasa yang digunakan oleh lawan tutur, (2) lawan tutur: untuk mengimbangi bahasa yang digunakan oleh penutur, merasa ganjil jika tidak menggunakan bahasa yang digunakan oleh penutur dan terpengaruh oleh bahasa yang digunakan penutur, (3) hadirnya orang ketiga, (4) topik pembicaraan: tujuannnya untuk menunjukkan adanya situasi pembicaraan dari formal ke informal atau sebaliknya, (5) untuk membangkitkan humor: tujuannya untuk menghibur penonton dan membuat suasana menjadi cair, (6) sekedar bergengsi atau sekedar ingin terlihat terpelajar: tujuannya untuk menunjukkan bahwa bahasa yang sedang digunakan lebih bergengsi dan ingin terlihat terpelajar. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa banyak ditemukan jenis alih kode ekstern sebanyak 23 data dan faktor penyebab dikarenakan sekedar bergengsi sebanyak 11 data. Kata kunci : Alih kode, komponen tuturan, sosiolinguistik | The study discusses code switching on the Nihongo Mantappu's YouTube channel. This research aims to describe the types of code switching and the causes of code switching case on the Nihongo Mantappu's YouTube channel. The research method used in this research is qualitative descriptive research. The data used within this research is in the form of fragments of conversations between the speaker and the interlocutor. Furthermore, the research data collection techniques was carried out by means of note-taking. These data were identified and analyzed by using code switching theory from sociolinguistic theory which is proposed by Jendra, Suwito and Widjajahkusuma. The result of this research is to find the occurrence of code switching case between the languages, those languages namely Japanese, English and Indonesian or vice versa. Code switching also includes between various languages such as Japanese futsukei and Japanese teinen or vice versa. The factors that cause the code-switching case are (1) speaker: to respect the interlocutor, compensates for the interlocutor, is influenced by the language used by the interlocutor, (2) the interlocutor: to compensate for the language used by the speaker, feels weird if not using the language used by the speaker, and is influenced by the language used by the speaker, (3) the presence of a third person, (4) the topic of conversation: the purpose is to show the change of conversation situation from formal to informal or vice versa, (5) to evoke humor: the purpose is to entertain the audience and to lighten the mood (6) just want to be prestigious or want to look educated: it is intended to show that the language being used is more prestigious and wants to look educated. Keyword: Code switching, speech component, sociolinguistic. | |
| 30636 | 33965 | A1A015023 | PENGARUH HARGA, VOLUME PRODUKSI DAN SISTEM PEMBAYARAN TERHADAP PENJUALAN SUSU KE LUAR KOPERASI (Studi Kasus di Koperasi Peternak Satria, Banyumas) | Koperasi Peternak Satria Banyumas (PESAT) adalah jenis koperasi primer yang bergerak dalam bidang agribisnis yaitu menampung dan memasarkan hasil produksi susu sapi dari anggota di wilayah Banyumas. Partisipasi anggota dalam membangun Koperasi Pesat dirasa masih belum maksimal. Hal ini karena masih terdapat anggota yang menjual susu sapi ke luar koperasi. Harga yang relatif lebih tinggi dan sistem pembayaran cash dinilai lebih menarik bagi peternak. Mengalihkan saluran pemasaran susu ke luar koperasi memiliki konsekuensi seperti kehilangan benefit dan menurunkan produksi susu yang ditampung koperasi. Tujuan penelitian ini yaitu : (1) Mengetahui pengaruh harga susu terhadap penjualan susu ke luar koperasi. (2) Mengetahui pengaruh volume produksi susu terhadap penjualan susu ke luar koperasi. (3) Mengetahui pengaruh sistem pembayaran susu terhadap penjualan susu ke luar koperasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus di Koperasi Peternak Satria Banyumas. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria responden di wilayah penelitian yang menjual susu tidak hanya ke koperasi, didapatkan jumlah sampel anggota koperasi di wilayah penelitian sebanyak 31 responden. Wilayah penelitian ditentukan secara sengaja atau purposive yaitu Kecamatan Baturaden (kelompok Margo Mulyo) dan Kecamatan Sumbang (kelompok Tirto Margo Mukti dan Tirto Margo Utomo) karena anggota koperasi yang menjual susu ke luar koperasi sebagian besar terdapat di wilayah tersebut. Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga susu memengaruhi penjualan susu ke luar koperasi. Saat harga susu di luar koperasi lebih tinggi dari harga di koperasi, maka penjualan susu ke luar koperasi meningkat. Hal ini karena harga jual susu yang diterima peternak merupakan komponen yang secara langsung berpengaruh terhadap pendapatan. Volume produksi susu tidak memengaruhi penjualan susu ke luar koperasi. Saat volume produksi susu tinggi, maka penjualan susu ke luar koperasi tidak meningkat. Hal ini karena penjualan susu sapi di sekitar daerah produksi hanya mampu menyerap maksimal 15.002 liter atau 37,6 persen dari total produksi susu sapi anggota. Penjualan sebagian besar susu sapi oleh anggota masih bergantung kepada Koperasi Pesat sebagai perantara ke IPS. Sistem pembayaran susu memengaruhi penjualan susu ke luar koperasi. Jika sistem pembayaran koperasi non-tunai, maka penjualan susu ke luar koperasi meningkat. Hal ini karena kebutuhan uang cash bagi peternak tinggi dan harus cepat dipenuhi. | Koperasi Peternak Satria Banyumas (PESAT) is a primary coperation that run their bussiness in animal husbandry (Fresian Holstein) as a receiver milk from milkmaid and milk marketing agency in Banyumas area. Member partisipationin building a good coperation is still low. It because there is still member of coperation that sell their product out of coperation. Milk collector developement phenomenon gives an opportunity for milkmaid to sell their product outside coperation. High nominal of price and cash payment system are more interesting for milkmaid. Path market changing out of coperation has a bad consequences like loss of benefit and reduce milk production which is collected by coperation. The purpose of this reseach were(1) To find out the effect of milk price in coperation toward milk selling out of coperation. (2) To find out the effect of production volume of milk toward milk selling out of coperation. (3) To find out the effect of milk payment system in coperation toward milk selling out of coperation. This reseach was conducted in Koperasi Peternak Satria Banyumas (PESAT) with survey methods approach. Sample was determined with purposively sampling methods with criteria its member of coperation who actively selling their product out of coperation. Then 31 Sample gained in reseach area. Reseach area was determined purposively are Baturaden District (Margo Mulyo Group) and Sumbang District (Tirto Margo Mukti Group and Tirto Margo Utomo Group). Because there was most of coperation member who actively selling milk out of coperation. The analysis used in this research was multiple linear regression. The result of reseach shows that milk prices gives effect toward milk selling out of coperation with gained score of Thitung 2,8 > 2,05 TTabel. When it price of milk outside of coperation is high, then milk selling outside coperation is high. It because price of milk is main componen that directly gives effect to milkmaid’s income. Milk production volume in coperation doesn’t give effect toward milk selling out of coperation with gained score of Thitung 1,7 < 2,05 TTabel. When milk production volume is high, then milk selling out of coperation is not high. It because milk selling in production area has a limit of receiving 15.002 l or 37,6 percent from total production of milk. Milkmaid is still need coperation to accept their product as marketing agency to IPS. Milk payment system in coperation gives effect toward milk selling out of coperation with gained score of Thitung 5,8 < 2.05 TTabel. When milk payment system in coperation is non-cash, then milk selling out of coperation is high. It because the need of cash money for milkmaid is still high and need to be completed. | |
| 30637 | 33972 | D1A016242 | Analisis Kinerja Ekonomi Peternakan Kambing PE Di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas | Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 september sampai dengan 25 Oktober 2020 di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Tujuan Penelitian ini yaitu menghitung BEP Harga, BEP Produk dan R/C, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai BEP Harga, BEP Produk dan R/C pada peternakan kambing PE di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu Purposive dan penentuan sampel yaitu Disproporsional Statified Random Sampling. Variabel terikat yang diteliti yaitu BEP Harga, BEP Produk serta R/C dan variabel bebas jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, biaya pakan dan harga jual produk. BEP Harga, BEP Produk dan R/C dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Rata-rata BEP Harga, BEP Produk dan R/C yang diperoleh oleh Kelompok Peternak di Kecamatan Gumelar yaitu BEP Harga Sebesar Rp. 1.006.743, BEP Produk sebesar 3 Ekor dan R/C sebesar 1,47. Berdasarkan faktor yang digunakan, Biaya Pakan sangat berpengaruh terhadap BEP Harga, BEP Produk dan R/C. Berdasarkan hasil analisis, dapat dilihat bahwa kinerja ekonomi Peternak Kambing PE di Kecamatan Gumelar termasuk baik dan usaha tersebut dapat dilanjutkan. Peternak sebaiknya menentukan harga didasarkan pada pasar hewan agar tidak terjadi persaingan dan penjualan yang menentu sehingga memaksimalkan usaha ternaknya. | The research was carried out on September 25 to October 25, 2020 in Gumelar District, Banyumas Regency. The purpose of this study is to calculate the price BEP, product BEP and R/C, as well as determine the factors that influence the price BEP, Product BEP and R/C values on PE goat farms in Gumelar District, Banyumas Regency. The research method used is purposive and the sample determination is disproportionate statified random sampling. The dependent variables studied were BEP Price, Product BEP and R/C and the independent variables were the number of livestock ownership, education level, livestock experience, feed costs and product selling prices. Price BEP, Product BEP and R/C were analyzed using multiple linear regression. The average BEP Price, Product BEP and R/C obtained by the Breeders Group in Gumelar District, namely the BEP Price of Rp. 1,006,743, Product BEP of 3 tails and R/C of 1.47. Based on the factors used, the cost of feed is very influential on the price BEP, product BEP and R/C. Based on the results of the analysis, it can be seen that the economic performance of PE Goat Breeders in Gumelar District is good and the business can be continued. Breeders should determine prices based on the animal market so that there is no competition and erratic sales so as to maximize their livestock business. | |
| 30638 | 33964 | B1A017077 | POTENSI Pleurotus ostreatus DALAM MEDIUM BOARD BAHAN ORGANIK SEBAGAI AGEN DEKOLORISASI LIMBAH CAIR TEKSTIL PADA WAKTU KONTAK YANG BERBEDA | Industri tekstil merupakan salah satu industri yang sedang berkembang pesat saat ini. Namun, peningkatan aktivitas industri tekstil membuat limbah cair yang dihasilkan juga meningkat karena dalam proses produksi penggunaan air mencapai 80%. Limbah tersebut dapat membahayakan ekosistem perairan karena mengandung pewarna yang bersifat toksik. Pleurotus ostreatus memiliki enzim ligninolitik yang mampu untuk mendegradasi pewarna sintetik menjadi bentuk yang tidak toksik. Inovasi pada penelitian ini adalah dengan mengimobilisasi miselium pada medium board yang digunakan untuk dekolorisasi. Medium board mengandung bahan-bahan organik yang mampu memacu pertumbuhan miselium dari jamur yang digunakan sehingga dapat melakukan proses dekolorisasi dengan baik yang diaplikasikan pada bioreaktor board. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P. ostreatus dalam medium board dengan waktu kontak yang berbeda mampu mendekolorisasi limbah cair tekstil. Hasil rata-rata persentase dekolorisasi tertinggi didapatkan pada perlakuan dengan waktu kontak 24 jam yaitu sebesar 35,69%. | The textile industry is one of the fastest industries that grow today. However, the increased activity makes the production of liquid waste also increased because in the production use of water reaches 80%. The waste can endanger the aquatic ecosystems because it contains toxic dyes. Pleurotus ostreatus has ligninolytic enzymes that are capable of degrading synthetic dyes into non-toxic forms. The innovation in this research is by growing mycelium in a medium board that is used for decolorization that is applied in bioreactor board. The medium board contains organic ingredients that can stimulate the growth of mycelium from the fungi that are used, so the decolorization process can be carried out properly. This research is used an experimental method with an experimental design Completely Randomized Design (CRD) consist of 7 treatment and 3 repetitions. The result of this research shows that the treatment of P. ostreatus in organic material board media can decolorize textile wastewater. The highest average decolorization percentage is shown in treatment with a contact time of 24 hours which is 35,69%. | |
| 30639 | 33884 | J1C017023 | Penggunaan Dialek Kansai pada Tokoh Utama Dalam Anime Yondemasu yo Azazel-san dan Padanannya ke dalam Bahasa Jepang Standar | Penelitian ini berjudul “Penggunaan Dialek Kansai pada Tokoh Utama Dalam Anime Yondemasu yo Azazel-san dan Padanannya ke dalam Bahasa Jepang Standar”. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk penggunaan dialek Kansai pada tokoh utama dalam anime Yondemasu yo Azazel-san episode 1-5 dan padanannya kedalam bahasa Jepang standar. (2) Mengetahui faktor sosial yang melatarbelakangi penggunaan dialek Kansai pada tokoh utama dalam anime Yondemasu yo Azazel-san episode 1-5. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik padan intralingual dan padan ekstralingual. Hasil yang didapatkan adalah 36 data tuturan yang menggunakan bentuk shuujoshi dialek Kansai, 14 data yang menggunakan shuujoshi ~ya, 9 data yang menggunakan shuujoshi ~na, 7 data yang menggunakan shuujoshi ~de, dan 6 data yang menggunakan shuujoshi ~wa. Berdasarkan 36 data yang ada, ditemukan 18 data dialog percakapan yang didalamnya terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan dialek Kansai pada anime Yondemasu yo Azazel-san. Faktor-faktor tersebut antara lain 16 faktor status sosial dan 2 faktor keanggotaan kelompok. | This research is entitled "Use of Kansai Dialect on Main Characters in Yondemasu yo Azazel-san Anime and its equivalent into Standard Japanese". The aims of this study are (1) Describe the forms of using Kansai dialect in the main character in the anime Yondemasu yo Azazel-san episodes 1-5 and their equivalents into standard Japanese. (2) Knowing the social factors behind the use of Kansai dialect in the main character in the anime Yondemasu yo Azazel-san episodes 1-5. This research belongs to the type of qualitative descriptive research. The data collection technique used in this study is the listening and note-taking technique. The data analysis technique used was the intralingual equivalent and the extralingual equivalent.. The results obtained are 36 data using the Kansai dialect shuujoshi form, 14 data using shuujoshi ~ya, 9 data using shuujoshi ~na, 7 data using shuujoshi ~de, and 6 data using shuujoshi ~wa. Based on the existing 36 data, 18 conversational dialogue data were found in which there are factors that influence the use of the Kansai dialect in the anime Yondemasu yo Azazel-san. These factors include 16 factors of social status and 2 factors of group membership. | |
| 30640 | 33966 | B1A017035 | FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.) UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR BATIK | Salah satu sektor industri yang berkembang pesat di Indonesia saat ini yaitu industri batik. Industri batik merupakan salah satu penghasil limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan dan banyak menggunakan air dalam proses produksinya. Hal tersebut berdampak pada pencemaran lingkungan perairan yang mengancam kelestarian alam. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahan-bahan pencemar yang terdapat dalam limbah tersebut yaitu dengan fitoremediasi. Fitoremediasi merupakan teknologi yang memanfaatkan tumbuhan untuk menghilangkan polutan dari tanah atau perairan yang terkontaminasi. Kayu apu (Pistia stratiotes) merupakan salah satu tanaman air yang digunakan karena memiliki kemampuan untuk mengolah limbah, baik itu berupa logam berat, zat organik maupun anorganik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas penutupan kayu apu, lama waktu pemaparan, dan kombinasi keduanya terhadap penurunan kadar logam Cd dan COD pada limbah cair batik serta menentukan persen luas penutupan kayu apu, lama waktu pemaparan, dan kombinasi keduanya yang terbaik terhadap penurunan kadar logam Cd dan COD pada limbah cair batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen luas penutupan, waktu pemaparan, dan kombinasi keduanya mampu menurunkan kadar logam Cd dan COD pada limbah cair batik secara signifikan. Luas penutupan yang terbaik terhadap penurunan logam Cd dan COD yaitu pada luas penutupan 75% masing-masing sebesar 78,96% dan 73,72 %. Lama waktu pemaparan yang terbaik terhadap penurunan logam Cd dan COD yaitu pada waktu pemaran 6 hari masing-masing sebesar 61,41 % dan 60,20%. Kombinasi yang terbaik dalam menurunkan logam Cd dan COD yaitu pada persen luas penutupan 75% dengan lama waktu pemaparan 6 hari masing-masing mampu menurunkan 90,56% logam Cd pada sampel air limbah (data awal 0,8650 mg/L menjadi 0,0816 mg/L) dan menurunkan 86,78% kadar COD pada sampel air limbah (dari 208,5 mg/L menjadi 27,57 mg/L). | Batik is the one of industrial sector that has a rapid growth in Indonesia. Batik industry also produce a lot of liquid waste because of the coloring process and requires a lot of water in the production. This could create a serious problem such as a pollution in waters environment and also could affect the existence of the nature. Fitoremediation is one of the way to reduce the amount of the pollutants inside the liquid waste. Fitoremediation is kind of technology use plant as the way to remove the pollutant from soil or contaminated waters. Apu wood (Pistia stratiotes) is one of water plants that we use in fitoremediation because of its ability to maintain the waste, including heavy metals, organic, and anorganic matters. The aim of the study was to determine the effect of the area of water lettuce cover, duration of exposure, and the combination of the two on the reduction of Cd metal levels dan COD levels in batik wastewater and to determine the percent area of water lettuce cover, length of exposure time, and the best combination of the two on reducing metal content. Cd weight and COD levels in batik wastewater. The results showed that the percentage of cover area and exposure time were able to significantly reduce Cd levels and COD levels in batik wastewater. The best coverage area for reducing Cd metal content and COD content is at 75% closing area, each of which was able 78,96% and 73,72%. The best exposure time to decrease Cd metal levels and COD levels was at 6 days of exposure, each of which was able 61,41% and 60,20%.The best combination in reducing Cd metal and COD levels was at 75% closure area with a long exposure time of 6 days, each of which was able to reduce 90,56% Cd metal in wastewater samples (initial data 0,8650 mg/L to 0,0816 mg/L) and to decrease 86.78% COD levels in wastewater samples from (208,5 mg/L down to 27,57 mg/L). |